Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 164


Suci hanya diam sambil memberhentikan dirinya membersihkan padi itu jadi beras. Dia masuk ke dalam gubuk itu lagi tanpa melihat ke Riana yang meminta maaf padanya. Riana yang melihat itu hanya diam saja dan tidak berkomentar sama sekali dengan itu dan tidak melakukan apa pun dengan tindakan Suci padanya. Saat Suci di dalam gubuk, dia merasa deg degan apa yang di katakan Riana padanya. “Apa yang ku lakukan?” Tanya Suci pada dirinya sendiri saat sudah di dalam gubuk dengan menutup rapat pintunya dengan sedikit malu dan juga tidak bisa merespon meski dia senang perminta maapan Riana padanya.


Selain itu, Riana yang di luar merasa sedih dan sangat kecewa meski sadar dirinya memang salah. “Hah… Tidak mudah meminta maaf padanya. Ku rasa ini akan memakan waktu.” Riana yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa tersenyum pahit saja dengan di abaikannya seperti itu. Setelah itu dia melajutkan dirinya menyiapkan kayu bakar yang di bawanya dengan tangannya itu untuk di persiapkan jadi bahan bakar apa yang akan di gunakannya.


“Aku kembali.” Sapa Luna yang sangat cepat sekali kembalinya. Luna melihat sana sini mencari Suci yang tidak ada di sana yang meninggalkan tugasnya yang belum kelar. Luna mendarat di dekat gubuk yang di tutup rapat pintunya. “Suci!” Panggil Luna dengan lembut. Tanpa memanggilnya dua kali, Suci langsung membuka pintunya  dan melihat ke Luna di depannya dengan biasa saja. Setelah itu Suci melewati Luna kemudian duduk lagi di dekat padi yang belum dibersihkannya. “Sepertinya aku melewatkan sesuatu yang penting lagi kan!” Luna yang tidak bisa berkata apa-apa pada indakan mereka berdua yang masih canggung satu sama lain. “Fyuh… Sepertinya akan susah membuat mereka akur. Tapi, jika dia sih aku yakin mereka akan akur.” Lunamelihat ke Anto yang semakin cepat sekali memotong padinya yang sudah tinggal setengah petak.


Di sisi lain, Suci yang melanjutkan tugasnya, kini sudah selesai dan berdiri lagi lalu jalan lagi dan melewati Luna tanpa berkata apa-apa kemudian masuk ke dalam gubuk itu. “Aku akan mempersiapkan meja makannya.” Bicara Suci pada Luna yang masih diam di tempatnya.


“Ya. Lakukan apa yang kamu inginkan.” Respon Luna dengan santainya lalu diam sebentar. Luna melihat ke Riana yang sama sekali tidak melihat ke Suci dan hanya diam saja melakukan tugasnya. “Meski mereka punya hubungan yang rusak, mereka masih saling jauhan dan tidak ingin membicarakannya. Apa yan mereka sembunyikan?” Luna jadi sangat penasaran sekali dengan rahasia antara kedua Saudari dengan Suci.


“Aku selesai.” Bicara Riana saat sudah selesai menyusun kayunya dengan rapi. Setelah itu Riana berdiri lalu meliat ke ayunya yang siap di bakar. “Kayunya sudah siap, sekarang ku nyalakan saja.” Bicara Riana dengan wajah senang meski itu hanya kebohongan belaka yang di lakukannya. Luna yang melihat itu sangat tidak tahan sama sekali dengan apa yang mereka berdua lakukan.


“Ku rasa sekarang ini aku sangat kesal dengan mereka berdua.” Luna yang merasa tidak bisa melihat mereka berdua jadi acuh pada diri mereka. “Tapi, dari yang ku lihat, Suci bukannya tidak ingin baikan, hanya terlihat seperti belum bisa menerima saja.” Luna yang memgingat ekspresi Suci yang beberapa saat lalu yang terlihat sedikit senag dari matanya. “Jika ku ingat lagi, Riana dan Shery mereka sangat jenius dalam bidang masing-masing. Tapi, setelah menjelaskan cara penggunaan sihir dengan tepat, Riana dan Sherly jadi semakin tertarik dan juga mereka dengan mudah mengaplikasikannya. Bahkan mereka bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin jadi mungkin. Mereka berdua benar-benar jenius.” Luna yang teringat saat mengajarkan mereka berdua pengetahuan yang di beri Anto pada mereka di dalam mimpi.


“Meski mereka berdua jenius di sini dan bisa membuat berbagai macam sihir yang kuat dan tidak terduga, itu sangat tidak sama dengan dirinya yang sudah duluan mengetahui dasarnya dan mungkin dia lebih tahu dari siapapun. Tapi, aku ingin tahu seberapa besar pengalaman yang di milikinya.” Luna melihat ke Anto yang sudah selesai memotong petakan kedua, lalu lanjut ke petakan selanjutnya. “Kakak punya banyak pengetahuan yang tidak di miliki siapa pun. Bahkan juga dia mendidik pasangannya dengan sangat baik dan berbeda sekali caranya.” Luna yang jadi ingin tahu lebih tentang Anto sambil megingat sikap Suci, Riana dan Sherly bahkan termasuk dirinya. “Eh!” Luna tiba-tiba meraskan sesuatu yang hangat dalam tubuhnya yang membuat dirinya jadi sedikit panas tubuhnya. Tapi, setelah beberapa saat dia merekasan tubunya kembali norma seperti tidak ada apa-apa yang terjadi.


Di sekelilingnya sebuah taman nan indah, banyak orang bersenang-senang di dalam sana. Mereka saling sapa, Luna dapat melihat hati mereka sangat tulus. Dia melihat tukang kebun tua yang terlihat senang merawat bunganya meski di abaikan oelh orang lain. Dunia yang di lihatnya kini berubah jadi sebuah kota modern yang sama seperti tempat di mimpinya namun terasa berbeda yang satu ini. Setelah beberaa saa, Luna kini ber[indah ke dekat sebuah sekolah. Para muridnya itu terlihat santai dan bahkan banyak yang tidur di tanah. Mereka juga belajar dengan serius bahkan ada yang mengguaan sihir terbang di mana saja di sana. Dia juga melihat mereka bermesraan tidak ada yang terlihat cemburu malah saling dukung satu sama lain.


Kini pindah ke sebuah kantor polisi. Semuanya tanpak santai dan banyak yang main game hp dan bahkan juga dan yang main VR. Mereka tanpak santai dan tidak terbebani sama sekali dengan pekerjaan mereka. ‘DUAAARRR!’ Sebuah ledakan terjadi dan membuat para polisi yang tadi nya main game kini beranjak keluar dari markas mereka. Saat di luar, mereka melihat awan sangat mendung dan juga banyak sekali petir yang menyambar ‘DIT!’ sebuah layar muncul di setiap orang yang ada di sana. ‘Peringatan Ada Dungeon Yang Muncul Mohon Hati-Hati Saat Keluar Rumah’ Setelah itu layarnya menghilang. Semua orang masuk lagi dan tidak melakukan apa pun pada Dungeon yang muncul itu.


Semua orang sangat tenang dan tidak ada yang bertindak melakukan apa pun dan kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing. Setelah semua orang kembali ke tempat mereka masing-masing, banyak monster yang keluar dari dalam Dungeon seperti Naga, Goblin, Orc, Minaotur, Bahkan yang berbentuk manusia pun ada. “HAHAHAHA… AKU KESATRIA KEGELAPAN AKAN MENDUDUKKAN KALIAN SESUAI PERINTAH RAJA IBLIS.” Teriak seseorang yang muncul paling akhir dengan sangat garang sekali. Tapi semua orang hanya melihat dan tidak melakukan apa pun sama sekali dengan tindakan itu itu.


Di sisi lain, di dekat sebuah selolah TK yang dekat tempatnya dengan muncul iblis,masih tenang dan tidak ada rasa taku dari warganya. “Mama, apa itu?” Tanya seorang anak kecil masih sekolah TK saat melihat Iblis itu dengan tenang dan tidak takut.


“Mereka Iblis yang datang ingin jadi Raja di sini.” Jawab Mamanya yang berpakaian mewah. “Mereka sangat jahat sekali dan tidak baik berurusan dengan Iblis jahat seperti itu. Nah, sebaiknya kamu cepat masuk bersama teman-temanmu yang lain dan jangan lupa belajar dengan giat supaya tidak jadi Iblis seperti mereka.” Mama anak itu terlihat biasa saja dan tidak takut dengan Iblis itu dan malah menenangkan anaknya. Anak itu mengangguk kecil lalu berjalan yang di depan gerbang sudah di tunggu oleh guru nya.


Next Chpater