
Setelah berkata begitu, Anto langusng masuk ke dalam portal tanpa menunggu respon dari semua Gadisnya. Semua Gadis terpaku dengan Anto yang hanya masuk dan menghilang begitu saja di dalam portal. “Apa maksud Kakak?” Pikir Siska yang tidak mengerti dengan pertanyaan Kakak nya.
Di sisi lain, Anto yang sudah di dalam rumah di kamar sebelumnya. “Huh… Sebaiknya ganti pakaian dulu.” Sambil masuk dengan pelan dan membiarkn portal nya tertutup sendiri. “Tadi aku ketiduran, ini sudah sangat siang, dan aku lapar lagi.” Anto yang sudah samapi di tempat ia akan ganti pakaiannya. Setelah sampai di dekat kasurnya. Anto berdiri dengan tenang di dekat kasurnya dan mulai menutup matanya dan seketika cahaya di sekeliling tubuhnya muncul dan redup lagi setelah beberapa saat, lalu Anto sudah berganti pakaian yang mirip dengan pakaian di sana.
“Anto, dengar kan ini.” Suara NAVI yang tiba-tiba terhenti. “Sebaiknya kita segera kembali ke bumi.” Dengan sedikit tegas bicara pada Anto yang sudah ganti baju. Anto tidak menjawab NAVI langusng dan hanya diam saja sambil memunculkan cermin di depannya lalu sisir dan meperbaiki rambutnya.
“Tidak.” Jawab Anto sambil menghilangkan cermin dan sisirnya. “Kita tetap di sini atau pergi Ke Planet lain saja. Di Bumi sudah di urus oleh diriku yang lain.” Anto menegaskan sambil berjalan keluar ke pintu. “Selain itu, tidak ada alasan untuk kembali ke bumi sekarang ini.” Kata Anto dengan sedikit suara lesu seperti kepikiran sesuatu. Setelah berkata begitu, NAVI tidak merespon apa pun dan membiarkan Anto berjalan dengaa santainya keluar dari kamar itu.
“Memang, meski kita kembali tidak akan mempengaruhi apa pun, Tapi…” NAVI tdak melanjutka kata-katanya. NAVI jadi diam saja dan tdak berkata apa-apa setelah mendengar perkataan Anto seblumnya. Satu orang yang sama, memiliki jiwa yang sama, pemikiran yang sama, Anto dan NAVI, hanya bisa saling diam saja saat merindukan kampung halamannya yang semakin tak tertahankan dan juga ingin bertemu dengan kedua orang tua nya yang sduah tidak di temuinya selama 8 tahun lebih. “Sudahlah, ini ada data terbaru yang ku terima dan semuanya sudah di jelajahi oleh diri kita yang lain. Sekarang semua data itu kita sudah punya.” NAVI menjelaskan dengan suara yang masih sedikit malas menjelaskan.
“Apa isinya?” Tanya Anto dengan nada sedikit lesu sambil terus berjalan menuju lorong ke tempat Mama nya menunggu di ruang keluarga. NAVI tidak langung menjawab dan seperti masih mencari sesuatu yang bisa di dengar jelas oleh Anto.
“Lawan yang sebenarnya adalah ADMINISTRATOR di bumi.” Kata NAVI singkat dan jelas. Anto tidak kaget saat medengar itu dan langusng diam. “Saat ini, Bumi mengalami perubahan sangat besar sekali, akibat dari banyak jiwa yang telah di satukan dengan jiwa mereka di masal Lalu. Manusia di Bumi tidak menydari dengan apa yang terjadi di masa depan dan apa yang akan terjadi. Selain itu, ADMINISTRATOR di masa depan telah di kalahkan.” NAVI tidak lanjut menjelaskan apa yang di dapnnya dari data yang telah di terimanya. NAVI cukup lama diam, hingga Anto sampai di ruang keluarga.
“NAVI nanti lanjutkan.” Anto memperingati sambil masuk pelan ke ruang keluarga yang sudah di tunggu oleh tiga orang. Anto yang tiba di ruang keluarga, menemui Mama dan kedua orang tua Siskka dan Lala sedang menunggu di sana. “Mama.” Sambil melihat ke arah Kedua orang tua Siska secara bergirinan. di ruangan itu cuma ada mereka berempat saja dan tidak ada yang lain lagi dan seperti sudah menunggu kedatangan Anto sejak tadi.
“Kami ingin dengan apa yang sebanrnya.” Kata Papa Siska dengan sangat tegas pada Anto yang masih jalan dan belum duduk. Anto yang mendengar itu masih jalan dan belum menjawab sama sekali. Anto yang sudah sampai di dekat meja melayang, langsung memunculakn sebuah kursi yangsetelah menekan tombol di meja.
Anto yang sudah ada kursi langsung duduk, lalu dengan tetap sopan pada semua orang yang ada di ruangan itu. “Baiklah, akan ku ceritakan siapa diriku dan apa tujuanku.” Anto yang tanpa basa basi langsung memulai, tanpa menunggu apa yang akan di lakulan oleh Mamanya. “Sebelum itu, aku sungguh minta maaf dan berterima kasih dengan kasih sayang yang telah kalian berikan padaku, terutama Mama. Waktu yang ku habiskan di sini sangat menyenangkan hingga aku terbuai oleh manjaan kalian selama ini. Itu saja yang ingin ku katakan sebelum memulai cerita yang akan sangat panjang ini.” Anto berhenti bicara dan melihat ke arah Mama nya yang masih terlihat terus menunduk sejak Anto tiba di ruang keluarga. Anto yang melihat itu tidak berkata apa-apa, hanya bisa memulai menceritakan semua yang telah di alaminya. “Baiklah, cerita di mulai saat aku berumur lima tahun…” Anto yang terus menrus menceritakan kisahnya sejak masih kecil hingga ia menjadi seperti sakarang ini.
Waktu berlalu cepat, Anto sudah hampir sampai di kamarnya setelah meninggalkan ruang keluarga dan bercerita dengan detail, yang menghabiskan waktu sangat lama sekali di ruang keluarga. “Anto, sebaiknya kita pergi dari sini.” Ajak NAVI tiba-tiba saat Anto hendak membuka pintu kamarnya.
“Apa maksud mu?” Tanya Anyo balik dengan penuh penasaran karena tidak bisa merasakan maksud dari NAVI.
“Mudah saja, kita kembali ke sini setelah satu tahun. Ada alasan kenapa kita harus pergi. Saat ini ada bahaya yang menuju Planet Icarus.” NAVI mnejalsakan maksud dari perkataan sebelumnya. Anto yang masih ada di depan pintu kamarnya dan belum masuk masih berdiam diri seperti memikirkan sesuatu.
“Benar juga, sekarang ini aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Di disini sudah tidak ada hal yang harus kulakukan juga. Sebaiknya aku pergi saja dari sini.” Anto yang memikirkan saran NAVI dan setuju dengan pendapat NAVI. Anto yang tidak bisa berkata apa-apa lagi, berbalik dan jalan lagi ke ruang kelaurga setelah tidak jadi masuk ke dalam kamarnya.
Anto berjalan dengan sangat cepat dan tiba di ruang keluarga, tapi tidak langusng masuk saat melihat keluarga sedang berkumpul dan sedang bicara sesuatu. Anto yang hendak masuk tidak jadi, karena sedikit penasaran dengan apa yang akan di omongkan keluarganya, jaadi Anto memutuskan diam di pintu masuk “Sejujurnya aku tidak percaya sama sekali dengan apa yang dikatakannya, mana mungkin anak berumur 5 thun bisa melakukan gila seperti itu.” Kata Papa Lala yang bersikap tidak seperti biasanya. Mama Lala Dan Mama Marya hanya diam saja dengan perkataan Papa Siska.
“Diam. Aku percaya.” Balas Mama Marya dengan edikit tegasi. “Aku percaya semua yang di katakan Anak ku.” Dengan tegas mengaskan apa yang di katakannya. Anto yang mendengar itu merasa senga atas perkataan Mama nya yang percaya pada nya “JIKA KALIAN MERAGUKAN SEMUA PERKATAANNYA, PERGI SANA.” Mama Marya sangat marah hingga berteriak pada kedua temannya yang terlihat tidak mempercayai.
“Maaf saja, aku percaya semua yang di katakan menantuku, tapi dia saja tidak mau menerima kekuatan yang di keluarkan sama menantunya.” Mama Siska menenagkan Mama Marya yang marah pada nya dengan sangat jelas sekali. Mama Lala menatap tajam ke suaminya yang berjata seperti itu di depan temnnya. Setelah itu, mereka tidak bicara lagi dan hanya diam terutama Papa Lala yang sangat keget dengan Istrinya yang memarahi dengan sangat jelas sekali dan sangat tegas.
Next Chapter