
Andri dan Anto berhenti melakukan hal yang mereka ingin kan dan melihat ke arah suara yang mereka datang. Saat melihat, Mama Marya sedang menangis dan terlihat sedih sekali. Sekaligus sangat bingung dengan apa yang terjadi dengan mereka.
“Mama!” Andri menyebutya dengan suara kecil “Kenapa dia mereka di sini?” Andri yang melihat ke layar dan juga ada beberapa orang yang dia kenal dan juga banyak awak kapal yang tidak di ketahuinya.
“Ku mohon berhentilah.” Mama Marya mulai meneteskan air mata.
Andri yang melihat itu, dengan reflex berteleportasi ke dalam kapal dan langsung ke depan Mama nya.
“Mama!” Panggil Andri dengan suara lembut dan tersenyum tulus pada Mama nya.
Setelah berada di depan Mama nya, Andri langusng memeluk nya dengan sangat erat. Andri memeluk Mamanya dengan cukup erat hingga Andri yakin bahwa Mamanya tenang.
“Eh!” Andri yang sedikit kaget saat melihat cahaya yang sedikit keluar dari tubuhnya “NAVI, apa yang terjadi?” Tanya Andri pada NAVI dengan sedikit penasaran.
“Tidak ada. Cuma hal kecil saja yang tidak sengaja kamu lakukan meski hilang ingatan.” Jawab NAVI dengan suara lembut.
“Begitu ya.” Andri yang mengerti maksud dari NAVI “Ma, apa sudah merasa baikan?” Tanya Andri pada Mama nya yang masih dalam pelukannya.
“Ya.” Mama nya menjawab dengan sedikit mengangguk yang bisa di rasakan oleh Andri.
Setelah itu Andri melepas pelukan dari Mamanya. Setelah melepas pelukannya, Andri melihat ke semua orang yang terlihat kaget sekali dengan Andri yang terlihat biasa saja. Andti yang mengerti dengan kekagetan semua orang tidak bisa berubuat apa-apa dan hanya diam saja menunggu saran yang akan terpikir olehnya.
“Kamu itu siapa?” Tanya Mama nya yang terlihat sangat penasaran dan juga sudah terlihat baik-baik saja.
“Aku tidak ingat Maaa…!” jawab Andri yang sudah lelah dengan pertanyaan itu “Tapi, aku bisa menggunakan kekuatan ku saat ini meski tidak siapa diriku.” Andri menjelaskan dengan singkat “Aku tidak tau kenapa Mama sangat ingin tau sekali mengenai diri ku.” Andri menambahkan pendapatnya dengan sangta jelas “Dan juga, kenapa Mama memasukkan aku ke dalam ruangan aneh itu?” Tanya Andri dengan sangat serius dan juga sangatn menyeramkan pada Mama nya yang sudah terlihat baik-baik saja.
“Huh!” Mama nya dengan sigap memalingkan wajahnya dari Andri yang terlhat menyeramkan saat bertanya tentang itu.
“Mamaa!” Panggil Andri yang mulai sedikit kesal “Bisa lihat aku?” Tanya Andri dengan suara lembut dan juga merasa kesal pada Mama nya.
Mama nya melihat ke arah Andri dengan begitu pelan dan juga tersenyum pada Andri dengan senyum yang sedikit canggug sekali. Andri mleiha Mama nya denga begitu tajam dan juga penuh kesal, tapi itu tidak berlangsung lama.
“Sudah lah Ma.” Andri yang mereda kesalnya, setelah itu malah tersnyum pada Mama nya “Saat ini bukan waktunya bercanda. Sekarang ini, aku harus melakukan sesuatu yang penting demi menyelamatkan SIska.” kata Andri menjelakan pada Mama nya dan di denagn jelas oleh semua orang yang ada dalam kapal.
“Tapi!” Mama nya mulai terlhat khawatir lagi dan juga tidak tau harus berbuat apa pada Andri yang terlihat akan pergi lagi.
“Ma, jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja.” kata Andri dengan sangat lembut sekali.
Mama nya tidak bisa berkata apa-apa pada Andri yang telah berkata itu pada nya dengan sangat lembut dan juga tidak ada keraguan pada ucapannya. Selain itu, semua orang di dalam kapal yang masih mengalami kaget dan perasaan lainnya yang tidak di mengerti dengan situasi yang sedang mereka alami. Andri melihat ke arah mereka.
“NAVI, apa yang aku ku lakukan dengan mereka?” Tanya Andri pada NAVI saat melihat ke semua orang yang masih bingung dan juga tidak mengerti.
“Lakukan hal yang sama pada Mama.” Jawab NAVI dengan sangat jelas dan mudah di pahami.
"Lakukan apa?" Tanya Andri lagi yang belum paham maksud dari NAVI.
"Penenang cahaya yang kamu gunakan tadi, pakailah." NAVI mengingatkan Andri dengan sangat jelas sekali
“Bisa saja, tapi aku tidak ingat dengan apa yang ku lakukan tadi.” Andri menjelaskan kenapa dia bisa menggunakan kekuatannya dengan tiba-tiba.
“Biar ku bantu menginagt sedikit cara menggunakan kekuatanmu.” Kata NAVI yang bebicara serius.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Mama nya yang di depannya yang sudah tidak ada rasa kaget dan juga sedikit bingung dengan tingkah Andri yang diam sejak dari tadi.
“Tidak apa-apa Ma. Saat ini biar ku perlihatkan sesuatu yang membuat Mama sedikit kaget.” Kata Andri yang tersenyum dan dengan suara yang serius.
Mama nya mengangguk dengan sangat cepat dan juag terlihat ingin mengetahuinya. Seteleh itu Andri melihat Mama nya mengangguk, Andri mengangkat tangannya. Setelah itu cahaya yang sama seprti sebelumnya keluar dari tubuhnya dan semakin lama, semakin besar sekali hingga membaut seluruh ruangan menjadi sangat terang oleh Andri.
“Apa!” Andri yang sedikit kaget dengan apa yang terjadi “Ini tidak bisa kukendalikan.” Andri yang belum bisa mengendalikan kekuatan nya dengan benar.
Andri yang menydari kekuatannya lepas kendali mengeluarkan begitu hanya banyak sekali hinggat sangat silau sekali dan membuat semua oarng menutup matanya ‘PLUK!’ Cahaya yang keluar dari tiba-tiba meletus dengan suara kecil dan membuat butiran yang sangat putih di ruangan itu melayang dan juga di luar angkasa yang banyak sekali.
“Hahahaha…!” Anto yang di luar ketawa dengan sangat jelas sekali, hingga dapat di dengar oleh Andri dan lainnya yang berada dalam kapal.
“NAVI, kenapa kamu tidak bilang kalau kekuatan ku sangat besar sekali?” Tanya Andri yang diri nya masih tidak tau kebenarannya dirinya sendiri.
“Salah Andri. kejuatan mu itu belum setengehnya di pakai. Jika Kamu menggunakan kekuatan asli mu, kamu bisa membuat kehidupan langsung di Planet yang kamu buat.” NAVI tidak menjawab pertanyaan Andri, malah menambahkan penjerlasan.
"Astaga!" Andri yang tidak mau mengakui kehebatannya sendiri.
Setelah beberapa saat, dalam ruangan itu cahaya-cahaya putih itu terbang sendiri ke luar Setelah angkasa. Andri yang melihat kejadia itu, melihat ke arah mana semua cahaya itu di tarik dan melihat ke arah Anto yang menarik cahay putih yang sangat banyak yang tidak di gunakan oleh semua orang.
“Apa!” NAVI sediki kaget saat melihat Anto yang melakukan itu “Tidak ku sangka, ada NAVI lainnya juga.” Kata NAVI dengan sangta jelas.
“Apa!” Andri jadi kaget saat mendengar NAVI berbicat egitu.
“Ada apa?” Tanya Mama nya yng bingung pada Andri yang terlihat tiba-tiba kaget,
“Tidak ada apa-apa Ma." Jawab Andri dengan cepat sekali "Hampir saja." Andri yang merasa sedikit lega dan tenang saat ketahuan oleh Mama nya "NAVI, apa yang sedang di lakukannya?" tanya Andri dengan melihat ke arah Anto yang di selimuti cahaya.
"Dia mau membentuk tubuhnya dan keluar dari tubuh Siska ." Jawab NAVI dengan suara yang serius dan juga semangat.
"Tapi, apa ini berbahaya?" Tanya Andri yang merasa sesuatu yang berbahya akan menjumpainya.
"Ya. Dan tentunya juga sanga menyenangkan sekali." Jawab NAVI yang berduara dengan penuh semangat sekali "Sekarang lebih baik kamu kelur saja dan lakukan sesuatu di luar itu." NAVI menyarankan Andri keluar, karena situasi di dalam kapal sudah stabil dan tidak akan ada hal lain lagi untuk di khawatirkan lagi.
"Baiklah. Aku juga sedikit merasa bersemangat yang entah kenapa." Andri yang setuju dengan saran NAVI untuk keluar "Ma, aku akan keluar dulu menyelamtakan Siska." Kata Andri dengan suara lmbut pada Mama nya dan dengan penuh percaya diri sekali.
“Apa maksud mu?” Tanya Mama nya yang tidak mengerti maksud dari Andri yang hanya pura-pura tidak mengerti dan sangat melarangnya yang terlihat sangat jelas sekali di wajahnya.
"Mama terlalu memanjakan orang lain yang tidak di kenalnya, apa yang sudah di kenlanya. Meski baru bertemu dan dalam keadaan kacau, Mama selali baik pada semua orang." Pikir Andri yang mengingat betapa baiknya Mama Marya padanya "Tapi... LIhat Ma!” Andri menyuruh Mamanya melihat ke sekelilingnya.
Saat Mama nya melihat ke sekelilinya, dia sedikit kaget saat mleihat semu orang sudah tidak terlihat cemas sama sekali dan juga malah terlihat sangat baik sekali.
“Mama dan lainnya, lihat ini.” Andri memanggil semua yang ada di ruangn itu.
Setelah itu Andri membuat sebuah laya besar di dekatnya yang cukup untuk di lihat banyak orang. Layar yang di buat Andri itu sangat tipis sekali dan menampilkan Marya dan lainnya yang di luar angkasa yang memperhatikan Siska menyerap semua butiran cahya yang di akibatkan Andri meletus.
Next Chapter