
Lala menatap Andri yang sepertinya sedang tidak enak badan dan juga semakin khawatir dengan Andri.
“Sudah, aku tidak akan menjawabnya jika kamu tidak membaik.” Lala yang sangat khawatir pada Andri jadi sangat semakin pucat.
Andri yang pucat menuruti perkataan Lala yang sangat khawatir padanya, dan di saat yang bersamaan Andri sangat penasaran dengan Lala yang memanggilnya Anto, Tapi dirinya sendiri menerima nama itu. Andri yang sangat pucat tertidur dengan lelap di taman. Dia tidak mengetahui dirinya sendiri sedang di rawat oleh Lala yang menidurkan Andri di pangkuannya setelah Andri tertidur. Andri di tidurkan di kubah kecil itu setelah Lala Mendekorasi ulang.
“Kenapa kamu selalu seperti ini?” Kata Lala pada Andri sambil mengelus kepalanya “Kamu tidak berbgai hal yang berbahaya bagi kami, Kenapa?” Lala yang sangat sedih dengan Andri yang masih tidur di pangkuannya “Aku berharap kamu tidak melakukan gal bebrbahaya untukku dan yang lainnya juga.” Dengan sepenuh hati Lala merawat Andri.
***
Waktu berlalu kini waktu sudah menunjukkan sore hari.
“Mmm!” Andri yang mengerjap kan matanya “Ini bukan kamarku!” Guman Andri yang bangun dari tidurnya “Apa Ini” Andri yang bingung dengan apa yang di lihatnya.
Dengan tatapan penasaran, Andri memeriksa dengan seksama pada apa yang di lihatnya. Saat melihat ke atas ternyata Lala dengan senyum di wajahnya melihatnya bangun. Dengan reflex Andri bangun dari pangkuan Lala setelah mengetahui kalau yang dia tatap dengan penuh penasaran adalah perut Lala.
“Maaf terlalu lama!” Ucap Andri dengan sopan pada Lala di depannya yang sedang melihatnya dengan penuh bahagia.
Lala tidak menjawa Andri, hanya menatap Andri yang sedang menatapnay dengan sangat grogi padanya.
“Kenapa kamu menatapku seperti itu?” Tanya Andri yang mulai sedikit kesal di tatap terus menerus.
Lala tidak mejawab pertanyaan Andri, melainkan langsung menarik Andri kemudian menidurkannya lagi di pangkuannya.
“Anu…!” Andri tidak tau harus berkata apa, atas tindakan Lala padanya yang sangat tiba-tiba.
Selama beberapa waktu, Andri tidak berkata apapun dan hanya membiarkan Lala yang terus menrus menatapnya dengan sangta lembut.
“Sebenarnya! Apa yang terjadi?” Andri yang sangat bingung dengan Lala yang hanya menatapnya saja dan tidak berkata apapun “Hei! Bisakah aku tau, kenapa terus menatapku?” Tanya Andri yang sangat bingung sekali dengan tindakan Lala yang sangat aneh menurutnya .
“Aku tidak tau harus bilang apa, tapi saat ini Aku hanya ingin memanjakanmu selama yang kubisa dan sebelum masa-masa sulit akan datang yang akan terjadi sebentar lagi.” Jawab Lala dengan penuh senyum pada Andri sambil mengelus kepalanya.
Andri yang mendengar perkataan Lala menjadi terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa terpana saat Lala yang sangat cantik sekali. Andri dan Lala menikmati waktu lagi di taman dengan sangat lama. Mereka berdua di taman hanya menikmati waktu masing-masing. Andri tidur dengan nayaman di pangkuan Lala, dan Lala menatap Andri dengan penuh kasih saying.
***
“Mm!” Andri bangun dari tidurnya lagi setelah tidur sangat lama di pangkuan Lala.
Saat Andri bangun, dia melihat Lala yang masih menatapnya. Tanpa ragu Andrilangsung bangun dari pangkuan Lala dan duduk di sebelahnya, kemudian melihat langit malam yang berbintang dari kubah yang telah di hilangkan.
“Apa kamu mengenalku?” Tanya Andri sambil menatap langit dan tidak meperharikan Lala.
“Aku sangat mengenalmu.” Jawab Lala dengan sangat yakin sekali.
“Sudah kubilang, Aku salah satu bidadarimu.” Jawab Lala dengan suara lemnt pada Andri.
“Bagaimana Aku bertemu denganmu?” Tanya Andri yang melihat ke Lala yang masing menatapnya.
“Dulu, kamu menyelamatkanku dari planet ini. Saat itu Monster dimana-mana, menghancurkan peradaban teknologi planet ini.” Dengan wajah sedih Lala menatap langit sambil bercerita ke Andri “Saat Manusia menghadapi semua Monster, mereka tidak bisa menang meski sudah ada system yang di berikan padanya. tujuh puluh persen Manusia binasa termasuk keluargaku yang tidak tersisa sedikitpun dan hanya meninggalkanku seorang di dunia.” Melihat kearah Andri “ Suatu hari, saat aku di kelilingi oleh Monster yang tak terhitung jumlah, kamu datang entah dari mana dengan kecepatan sangat luar biasa sekali. Dengan gagah berani kamu sendiri mengahadapi Monster yang banyak itu, dan dengan kurang dari sedetik, semua Monsteritu langsung lenyap dari dekat.” Setelah mengatakan iu Lala lansgung merubah ekprsinya menjadi sangat senang.
“Lalau apa yang terjadi setelah itu?” Tnya Andri yang menyimak cerita Lala
“Setelah itu, kamu tiba-tiba menyatakan cinta padaku di tengah para Monster yang mulai berdatangan.” Jawab Lala dengan sangat senang sekali saat melihat ekpresi Andri yang tiba-tiba berubah.
“Apa?” Andri yang tidak percaya saat Lala mengatakan itu.
“kenapa kaget?” Tanya Lala yang terlihat sangat senang dengan ekpresi Andri yang tidak di sangka-sangkanya.
“Yah, itu sih…!” Andri yang tidak tau harus bilang apa berusaha melingkan wajahnya dari Lala yang tertawa kecil.
“Aku sungguh sangat bahagia bertemu denganmu. Andaikan aku tidak pernah bertemu denganmu, apa yang akan terjadi denganku?” Ucap Lala sambil melihat ke lanit malam yang berbintang.
“Kita akan selalu bertemu kapanpun dan di amanapun itu. Kecantikanmu itu sangat memikat diriku.” Ucap Andri dengan tiba-tiba pada Lala yang sedang melihat langit.
Lala sedikit kaget dengan perkataan Andri yang tiba-tiba. Lala agak kaget oleh perkataan Andri menatapnya dengan sangat antusias.
“Nah Lala! Apa yang terjadi di masa depan? Apa yang terjadi dengan diriku?” Tanya Andri dengan senyum kemudian melihat ke langit malam yang berbintang.
“Kenapa kamu menanyakan itu?” Tanya Lala dengan seius yang masih menatap Andri yang melihat ke langit.
“Apa aku mati di masa depan?” Tanya Andri pada Lala lagi yang terus tersenyum sambil menatap langit juga mengambaikan pertanyaan Lala.
Lala tidak menjawab pertanyaan Andri, dan hanya diam saja menunggu Andri berhenti bertanya lebih jauh. Andri yang menyadari, kalau Lala tidak akan pernah menjawab melihat kearah Lala yang sedang termenung sendiri.
“Hah!” desahnya sedikit “Lala! Diriku di masa depan tidak mati.” Ucap Andri dengan sangat tegas pada Lala yang terlihat sedih dan bingung
Lala yang mendengar perkataan Andri menjadi bingung dengan perktaan Andri yang seperti tidak nyata.
“Kamu bohong!” Teriak Lala pada Andri dengan sangat marah “Kamu bohong!” Teriak Lala pada Andri dengan sangat marah sambil berdiri pada Andri yang duduk “Bohoonggg….!” Lala yang mulai meneteskan air mata di depan Andri yang sedang melihatnya.
Andri yang melihat Lala sedang menagis seperti itu menjadi tidak tega. Andri berdiri dari posisi duduk kemudian memegang tangan Lala. Tapi Lala menepis tangan Andri dengan sangat keras, kemudian Lala berlari dari taman meninggalkan Andri sendiri yang bingung dan tidak tau apa-apa mengenai masa depan.
NEXT Chapter