
”Ayah, apa namanya Roy Presiden sekrang ini?” Tanya Anto yang ingin tahu dan juga ingin cepat menyelesaikan masalah ini. Ayah, Ibu, Lina dan tentara lainnya juga langsung melihat ke Anto yang berkata seperti itu dengan terang-terangan. “Apa masalahnya?” Tanya Anto yang di lihat seperti itu oleh semua orang.
“Kak, apa itu nama aslinya?” Tanya Run yang sepertinya ingin tahu dan masih kaget.
“Ya, tentu saja. Memang ada masalah ya?” Tanya Anto pada Run dan semuanya yang melihat sama ke arahnya. “Kenapa mereka ini?” Tanya Anto dalam dirinya yang karena tidak di respon sama sekali oleh mereka semua. Anto cukup terdiam mendengar itu karena tidakdi tanggapi sama sekali. “Hah…!” Anto perlahan bangun karena tidak di respon sama sekali. Anto menutup matanya .”NAVIGATION ON! NAVI bantu aku temukan lokasinya Roy sekrang.” Minta Anto langsung setelah membangunkan NAVI.
-Baiklah, mudah saja kalau itu- jawab NAVI dengan wujud astralnya. -Tunggu sebentar!- NAVI mulai memunculkan hologram tepat di depan semua orang yang menunjukkan gambar laki-laki yang sedang berbaring dengan sangat lemas sekali di sebuah ruangan yang cukup besar dan di sana ada seorang gadis yang menemaninya. Roy yang sadarkan diri hanya tersenyum lemas pada seorang Gadis muda yang seumuran dengan Anto. -Aku sudah selesai, selanjutnya aku akan memperhatikan dari dirimu- NAVI langsung mematikan dirinya dengan cepat setelah memunculkan hologram itu.
Anto membuka matanya dan langsung melihat ke Hologram. “Sepertinya dia jadi lebih tua dari yang pernah ku lihat!” Bicara Anto dengan jelas sekali sambil melihat ke holgramnya. “Analis!!” Anto langsung menggunakan Skilnya pada hologram itu tanpa di ketahui semua orang. “Ternyata dia kena sebuah kutukan, tapi kenapa Ayah dan Ibu malah mencari herbal?” Anto jadi bingung dengan Ayah dan Ibunya sendiri. “Ne Ay!” Anto tidak lanjut bertanya saat semua orang melihat ke arahnya dengan sangat tajam dan penuh rasa ingin tahu kecuali Run yang sepertinya sudah mulai terbiasa dengan barbagai hal tidak terduga dari Anto.
“Anto, kenapa kamu bisa melakukan itu?” Tanya Ayahnya yang sangat penasaran sekali. Anto langsung melihat ke Ayahnya yang melihat dengan penuh rasa penasaran dan juga jadi seperti semula.
“Yah itu Skilku. Aku cuma menampilkan lokasi yang sama persis dengan lokasinya saat ini selama mereka ada di Galaxy ini. Kekuatanku saat ini cua bisa mencapai 1 Galaxy saja dan belum bisa mencapai Galazy sebelah.” Anto menjelaskan dengan biasa saja dan juga dengan jujur sekali. Tapi, semua orang malah terdiam dan dengan respon Anto. “Penenang Jiwa, Kehangatan Jiwa!” Anto mengucapkan Skilnya sekaligus dan dapat di dengar semua orang. Mereka semua jadi membaik dengan Skil Anto yang seperti itu.
“Siapa kamu?” Tanya Gadis tentara pada Anto yang sudah sangat tenang sekali.
“Aku! Aku Anto, anak dari merka berdua.” jawab Anto sambil melihat ke Ayah dan Ibunya. “Apa lagi?” Tanya balik Anto dengan biasa saja dan tidak ada tegang-tegangnya sama sekali.
“Bukan itu yang ku maksud!” Timbal gadis itu. ‘Hah! Aku nggak paham lah?’ Anto mereson dengan cepat karena gadis itu yang meminta hal lain yang tidak di jelaskanya dengan tepat.
“Biar lebih jelas, aku pernah meminta pertolongan pada mereka saat kecil. Yah... saat itu aku tidak punya kekuatan seperti ini. Aku akan menolongnya karena pernah menolongku.” Anto menjelaskan lagi maksudnya membiarkan mereka tahu. Meski sebenarnya Anto sama sekali tidak ingin bicara terlalu panjang dan harus menjelaskan dengan bukti. “Jika kalian ingin lebih tahu, nanti saja. Saat ini lebih baik aku selamat orang ini dulu.” Anto memperingatkan dengan santai dan seolah-oleh itu hal biasa saja.
“Ayah, Ibu, akan ku jelaskan nanti sambil kita berkumpul. Semua orang boleh mendengarkan aku bercerita. Nanti sekalian aku memutarkan sesuatu yang akan membuat kalian semua sangat kaget dan juga tidak menduga sama sekali. Tapi, saat ini lebih baik aku selamtkan dulu presiden kita ini.” Dengan senyum tenang Anto berjalan ke dinding yang sepi. ‘WOSH!’ dindingnya langsung berubah dan tehubung dengan ruangan presiden Roy secara langsung.
Kedua Orangtua Anto kaget sekali bukan main. Gadis tentara tadi juga jadi kaget bersama 6 tentara lainnya. Run juga ikutan kaget meski tahu kalau dia akan menerima kejutan lebih baik lagi dari yang sekarang. Hologram Anto mati lalu semua gadis yang ada di ruang presiden melihat ke Anto dan lainnya yang berada di seberangnya. “Sudah lama Paman!” Sapa Anto pada presiden dengan terangan-terangan padanya. Presiden Roy jadi melihat ke Anto. Dan di saat yang bersamaan juga, para penjaga datang ke kamar Presiden dengan cepat sekali lalu mengelilinginya.
“Ayah jangan bangun.” Pinta Gadis yang di sampingnya dengan serius. Tapi Roy tetap bangun dan berusaha berdiri. Anto tetp diam di tempatnya dengan tenang dan senyum.
“Jangan memaksakan diri Paman. Kalau tidak nanti malah semakin parah. Apa Paman akan semakin menyusahkanku?” Anto dengan serius dan tenang berkata seperti itu. Roy jadi terdiam dan tidak merespon sama sekali dengan hal itu, dan malah terdiam di tempatnya. Selama beberapa saat semuanya jadi hening. Ayah dan Ibu Anto malah jadi sangat bingung sekali dengan hal yang di lihatnya itu.
“Sa, salam Master!” Dengan hormat Roy langsung mengepalkan tangannya pada Anto dengan sedikit gugup. “Maaf menyambut Master dengan keadaan seperti ini.” Denagn terus memberi hormat pada Anto. Semua orang jadi sangat kaget lagi dengan hal itu. Ayah dan Ibu Anto jadi semakin penasaran sekali dengan apa yang di lakukan anak mereka selama beberapa tahun terakhir.
“Levelmu jadi lebih kuat dari sebelumnya. Tapi kenapa Paman bisa berbaring di sini?” Tanya Anto dengan sopan sambil diam di tempatnya. Gadis yang di dekat melihat ke Anto yang bicara sopan dan juga ingin tahu siapa dirinya. Roy terdiam tidak merespon sama sekali.
“Siapa kamu?” Tanya Gadis itu pada Anto dengan sedikit penaran. Ayahnya langsung membuat Gadis itu menundukkan kepalanya dengan cepat.
“Maafkan anak saya yang bicara seperti itu pada Master.” Dengan serius mengatakannya. Anto jadi teringat masa lalu saat masa-masa kelima orang yang di temui selalu bersikap seperti itu padanya.
“Paman, jangan perlakukan dia seperti itu. Apa salahnya ingin mengetahui orang lain yang tidak di kenalnya. Lagian bukan itu tujuanku tba-tiba kemari. Aku akan menyembuhkan dirimu.” Anto bicara dengan menjelaskan semua tujuan nya datang ke ruanganya secara langsung. “Sepertinya aku harus melakukannya lagi.” Anto yang masih tidak terbiasa dengan tatapan kaget semua orang meski dia sudah menganggap biasa saja baginya. Anto mengaltifkan Skilnya supaya semua orang tenang tidak merasa terancam sama sekali. Anak Roy yang tadinya langsung di tundukkan oleh Ayahnya kini langsung terlihat segar dan baik termasuk semua orang yang ada di sana.
“Salam kenal semuanya. Namaku Anto, mereka Ayah dan Ibuku. Mereka tentara yang tidak ku kenal dan satunya lagi Gadis itu adalah Kekasihku.” Anto memperkenalkan dirinya dengan sopan. Semua orang terdiam, tapi malah Roy jadi melihat ke Anto yang berkata seperti itu. “Paman, kenapa Paman melihatku seperti itu! Apa ada sesuatu di wajahku?” Tanya Anto yang tidak tahu kenapa Roy merasa ada sesuatu yang sangat ingin di ketahuinya.
“Berapa umur Master?” Tanya Roy denagn terus menatap Anto. Anto mengingat ke masa lalu saat mereka sama sekali tidak pernah bertanya lebih kecuali membuat dirinya merasa bersalah dan penuh kebingungan sekali.
“16 tahun. Kenapa emangnya?” Tanya Anto yang tahu kenapa dirinya di lihati seperti itu oleh Roy. “Apa selama ini kamu menganggapku berumur ratusan tahun ya?” Tanya balik Anto pada Roy dengan tetap diam di tempatnya. Roy mengangguk dengan cepat sekali. “Sebenarnya kalian itu salah paham waktu itu. Saat itu aku memang sudah kuat saat berumur 5 tahun.” Anto menjelaskan singkat dan juga dengan membuat kebohongan penuh. “Jika tidak ku jelaskan mereka akan jadi semakin penasaran. Lebih baik buat kebohongan saja kan.” Anto yang sangat ingin mengunci rapat kebohongannya waktu kecil.
Semua orang terdiam lagi mendengar pernjelasan Anto. Ada yang bingung dan ada yang hanya menderkan saja karena tidak mengerti sama sekali. “Biar lebih mudah, akan ku ceritakan kebangkitanku.” Anto masih diam di tempatnya. “Sebelum bertemu kalian, beberapa tahun yang lalu. Aku dan Ayahku pergi ke taman. Saat aku di belikan eskrim aku. Dan waktu itulah pertama kali aku membangkitkan System Playerku. Kemudian Ayah memeriku eskrim, aku langsung dapat mengetahui cara kerja pemubatan eskrim itu termasuk bahasa negeri ini.” Anto menjelaskan secara singkat dan jelas