
Pemuda itu terus melihat ke debu yang berhamburan yang ternyata pria tadi masih di sana berdiri dengan tenang. Tatapan Pria itu berubah jadi dingin pada pemuda itu. Setelah itu Pria itu langsung menerjang ke pemuda itu dengan pukulan yang terlihat kuat sekali. Tapi saat menerjang ke pemuda itu, dia merasa sangat lambat sekali dan berhenti sebelum terjadi sesuaru. Di sisi lain No 2 ternyata dapat melirik apa yang terjadi namun tubuhnya sama sekali tidak bisi di gerakkan. “Ini plot ceritanya sangat beda dari sebelumnya, ingatan ini dengan semua ingatan yang pernah ku lihat beda sekali jalan yang di tempuhnya bahkan termasuk diriku. Tapi semuanya itu memiliki tujuan yang sama.” dengan tenang No 1 mengatakan dengan terus melihat ke pemuda dan Pria itu yang masih saling lihat cukup lama. Setelah itu No 1 melihat ke dirinya yang lain sedang melirik ke pria dan pemuda itu yang masih saling lihat saja.
“Orang tercela, kembali pulang dan jangan membiarkan aku membunuhmu dengan tanganku sendiri.” Kata pemda itu dengan tajam dan sangat marah sekali pada pria itu. Pria itu malah diam saja lalu mengangkat tangannya dan tiba-tiba di pemuda itu terjadi ledakan yang sangat besar sekali yang tidak di tahu dari mana munculnya. Ledakan tadi di lakukan pria itu berulang kali dan membuat banyak sekali asap berkumpul, tapi dari asap tebal itu keluar pemuda itu dengan mrmbawa pedangnya lalu menebas sebelum sampai, yang membuat sebuah gelombang spritual (Skil pedang) kuat ke pria itu Setelah keduanya bertarung dengan sengit sekali.
No 1 tidak terlihat menikmati melihat pertarungan itu dengan terus melihat ke pria yang sangat di bencinya itu. “Ku rasa aku tidak akan membiarkannya lebih lama lagi hidup di Dunia ini.” kata No 1 pada dirinya dengan terus melihat ke pria itu yang ternyata kuat melawan pemuda itu. Setelah itu semuanya perlahan jadi gelap yang tandanya waktu di sana di lompat. No 1 menunggu dengan tenang dan tidak bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah beberapa saat, kegelapan tadi perlahan mulai terlihat lagi dan kali ini perubahannya lagi pada lingkungan gurun pasir tempat dirinya berada. Saat ini banyak sekali debu, lubang di mana-mana, dan juga pertarunganannya masih berlanjut yang terlihat dari kilatan yang cukup jauh dari No 1. No 1 kemudian melihat ke dirinya yang lain dan juga sahabatnya yang lain masih berada di tempatnya dengan membeku, meski No 2 maih dapat menggerakkan matanya dengan leluas.
Setelah itu No 1 melihat lagi ke pertarungan yang terjadi sangat jauh darinya yang sangat tidak jelas sekali. Karena kurang jelas, No 1 menutup matanya lalu mencoba menggunakanSkil mempertajam indra melihatnya, supaya dapat menyaksikan pertarungan itu meski hanya dalam ingatannya. Setela beberapa saat, No membuka matanya dan kini dia dapat melihat dengan jelas lagi apa yang terjadi di pertempuran yang sudah banyak sekali kekacauan yang terjadi. No 1 melihat kekalahn dari pemuda itu yang terlihat cukup lelah sekali meski pria itu juga kekelalahn meski tidak terlalu lelah. No 1 melihat Pria itu mengatakan sesuatu tapi dia tidak mendengarnya karena terlalu jauh sekali. No 1 segera mempertajam pendengarannya supaya dapat mengtahui apa yang di bicarakan. “Kamu sangat tidak tahu terima kasih." dengan jelas pria itu mengatakannya pada pemuda itu yang masih terus menyerang dengan sekuat tenaga tanpa merespon sama sekali. Pria itu terus menahannya dengan masih terlihat kuat meski kelelahan juga dan setelah beberapa kali serangan, pemuda itu kehabisan kekuatan dan menjadi lemah. Pemuda itu segera melompat ke belakang dengan sekuat tanaganya lalu perlahan terhuyung-huyung lalu pingsan.
Pria itu yang sudah kotor sekali pakaiannya hanya melihat dengan kelelahan sekali pada pemuda itu yang telah runtuh duluan. Setelah itu dia berjalan dengan pelan ke arahnya. Setelah sampai dia kemudian mengepalkan tangannya dan mulai mengarahkan tinjunya pada pemuda itu, tapi dia merasa ada sesiatu lagi mengarah padanya yang membuatnya harus menghindar lagi dan tidak jadi membunuh pemuda itu. Saat sudha mengindar, dia hampir kenan dengan sebuah serangan yang sama persis dengan yang di lakukan pemuda itu. Pria itu melihat lagi ke arah sumber serangan tadi dan ternyata itu berasa dari seorang pemuda yang menatap tajam padanya yang sedang melayang di udara. “Siapa lagi sekarang?" Tanya pria itu yang terlihat kelelahan sambil melihat pada pemuda itu yang perlahan terbang mendarat di dekat pemuda yang pingsan akibat kelehan sekali.
“Semua ingatan ini tidak semuanya bagus dan sepertinya hanya memperlihat sesuatu yang ada kaitannya dengan yang pernah ku alami, meski ada beberapa juga yang bukan pernah ku alami. Tapi bagian dari yang di perlihatkan lebih mengarah untuk membunuh manusia yang satu ini.” dengan tenang No 1 mengatakan itu. “Sepertinya aku tidak perlu menyelidiknya lagi, dia memang berbahaya sekali.” No 1 mengingat apa yang pernah di lakukan Pria itu di masanya sendiri yang mengurung gadis di pohon itu. Setelah itu perlahan sekitarnyaa mulai gelap lagi, lalu perlahan lagi mulai berubah dan kali ini memperlihatkan pertempura itu terjadi di dekat No 2 dan sahabatnya yang terlihat jelas sekali.
Pemuda tadi ternyata sudah sangat kelelahan sekali yang dapat terlihat dari wajahnya yang sudah mengeluarkan banyak keringat, tapi pria itu malah terlihat segar bugar sekali dan juga pakaian terlihat sudah bersih lagi. Pemuda itu kemudian melemas dan terbaring seperti pemuda sebelumnya. Setelah itu pria itu mendekat ke No 2 dan sahabatnya, tapi kali ini dia seperti memeriksa sesuatu sebelum bertindak. Setelah beberapa saat dia melangkah lagi mendekat ke no 2 dan sahabatnya. “Sepertinya sudah berakhir." kata pria itu sambil hendak memegang No 2 di bagian lehernya. Tapi bukannya memegang leher No 2, malah pria itu langsung di pegang oleh sebuah tangan yang keluar dari portal kecil yang bewarna hitam dan itu bukan tangan mnusia. Pria itu langsung melompat ke belangkan dengan cepat hingga tangan itu terputus lalu mengeluarkan listrik. Pria itu sedikit kaget lalu terus melihat ke tangan yang di dimensi yang ternyata menyembuhkan diri meski hanya sebuah mesin saja.
No 2 ternyata membuka dimensi penyimpananannya untuk melawan pria itu dengan menggunakan robot buatannya meski tidak bisa bergerak ari tempatnya. “Ternyata ada seperti itu, kamu tahu juga caranya berpikir cepat.” kata No 1 memuji dirinya yang lain yang sedang dalam masalah. Pria itu melihat ke No 2 yang masih dalam posisi di tempatnya yang sama persis ekpresinya.
“Tidak ada perubahan dalam dirinya, sepertinya robot ini sudah di atur keluar sendiri lagi." kata Pria itu dengan tenangnya. No 1 yang mendengar itu lagi langsung tahu kalau dia ternyata Pria itu sudah mengulang kembali kehidupannya dan sepertinya itu bukan pertama kalinya dia melakukan hal itu.