
Beberapa jam berlalu Anto masih tidur dengan nyenyak, tapi Anto perlahan menggerakkan tangannya lalu membuka matanya dengan pelan kemudian bangun setelah tidur dengan nyenyak. Anto merasa segar dan tidak lelah sama sekali dan juga mulai merasa lapar lagi. Anto langsung berjalan ke dekat daun semak-semak lalu membuka semak-semak saat di dekatnya, kemudian melihat situasi di luar. Saat melihat ternyata sudah siang hari di sana. Anto yang tidak menemukan apa pun kenehan selian stuasinya berubah jadi siang hari saja. Anto langsung keluar dari semak-semak saat merasa aman lelu meohat sana sini dengan teliti. Anto melihat ke Monster Pohon buah sebelumnya yang tidak jauh dari semak-semak tempat dia bersembunyi. Anto melihat situasi setelah melihat pohon itu. “Sepertinya aman.” Anto berjalan pelan ke sana saat tidak menemukan siapa pun
Tapi setelah beberapa langkah, Anto berhenti sebentar lalu melihat kondisi tubuhnya yang membaik dan tidak ada bekas luka sama sekali dari tubuhnya. Dia merasa nyaman dan tidak lelah apa lagi merasa ada yang sakit. Anto jongkok sebentar lalu melepas kalin bajunya yang robek dan melihat langsung kakinya sudah sembuh total. Dia tidak tanya apa penyebabnya sembuh karena masih labil dan tidak paham cara kerja dari tubuhnya sendiri. tapi itu tidak akan lama lagi Anto akan memahami yang namanya nasib dirinya termasuk orang lain yang akan membuatnya melakukan segala cara melakukan yang terbaik dan juga memcahkan masalah yang di hdapinya dengan caranya sendiri. lanjut ke ceritanya di saat Anto yang masih memeriksa tubunya.
Anto yang tidak mengerti sama sekali dengan hal yang di alaminya, lanjut saja jalan ke Monster pohon itu dan tidak terlalu memperdulikan kakinya yang telah sembuh. Saat sampai di dekat pohon itu, Anto tidak langsung memanjat seperti sebelumnya, dia mengambil ranting kayu kecil yang jatuh di dekatnya kemudian Anto langsung melempar ke salah satu buah hingga jatuh. Akurasi dari lemparan Anto sangat akurat sekali hingga dengan sekali lempar saja menjatuhkan buah itu. Anto langsung mendekat ke buah itu dan mengambilnya tanpa ragu. Tidak ada sama sekali pergerakan dari monster kayu. “Aman!” Anto melihat ke pohon itu dan kemudian mencari lagi kayu untuk di lempar ke buah itu.
Anto yang polos dan tidak mengerti dengan perubahannya hanya bisa melakukan itu saja untuk bertahan hidup di sana dengan apa yang di milikinya meski sama sekali belum mengrahui apa yang di lakukan dan apa akibat dari semua yang di lakukannya. Setelah bebrapa kali melempar ke semua buah di pohon itu, Anto selesai lalu memungut semua buah itu dengan menaruhnya baju. Kemudian Anto berjalan lagi ke semak-semak dengan cepat ke tempat dia bersembunyi. Saat sampai di dalam semak-semak, Anto menaruh semua bauh itu di atas bulu-bulu di dalam sana, kemudian langsung memakannya. Saat sedang makan, Anto mengeluarkan buku komik yang belum selesai di bacanya. Anto membaca komik itu dengan di teman makan buah.
***
Setelah beberapa lama membaca dan makan buah yang tinggal setengah saja, Anto kemudian berbaring dengan terus membaca buku komik itu dengan tenang dan merasa aman dari segala mara bahaya di dalam semak-semak. Di dalam semak-semak semua suara di blokir dari luar dan tidak bisa mendengar apa pun kecuali ingin di dengar apa yang terjadi di lua dan juga masih bisa merasakan getaran dari sema-semak, meski saat ini Anto belum menydari itu semua. Waktu berlalu Anto mulai merasa lapar lagi dan menghentikan bacanya lagi yang tinggal sedikit lagi selesai membaca komik itu. Anto kemudian melihat ke buah dan sisa dari buah yang sudah habis di makannya yang tinggal sedikit saja. “Akan ku selesaikan dulu.” Anto lebih memilih menahan lapar dengan terus membaca dan tidak melakukan hal apa pun lagi karena masih ingin tahu apa kelanjutan dari isi komiknya.
***
Setelah beberapa lama Anto selesai membaca, Anto yang berbaring perlahan bangun lalu menutup bukunya dan terdiam sebentar. “Status!” Anto mengatakanya dengan sangat jelas sekali. Sebuah layar Bronze muncul di depannya yang sangat jelas sekali. Anto melihat level sudah 50. “Ini System yang ada di Duniaku.” Anto yang merasa lega dengan semua hal itu. Anto hanya melihat levelnya saja dan tidak memperhatikan yang lainnya. “Ayah Ibu, aku akan berjuang keluar dari sini.” Anto yang merasa tenang dengan hal itu, karena mengetahui dirinya punya System yang bisa membuat dirinya bisa nerkembamg. Setelah itu Anto mulai mengecek Status lainnya. Semua Statusnya berada di angka 50 sedangkan Skilnya cuma ada satu. Anto memeriksa Skilnya itu dan langsung tahu cara kerjanya meski belum di uji coba berkat dari membaca komik yang di bawanya.
Setelah menaruh bukunya Anto kemudian mendekat ke daun semak-semak lalu melihat membuka semak-semak itu dengan lebar kemudian keluar tanpa membersihkan bekas makannya. Saat sudah di luar Anto tidak langsung jalan dia melihat ke sana sini dengan sangat waspada dan ingin mencari tahu apa ada bahaya yang tersembunyi. “Aku jadi tenang, karena komik itu. Kalau bukan karena komik itu, aku pasti akan mati tanpa persiapan matang dan akan selalu mengutamakan mencari jalan keluar dari semua masalah. Kalau aku tidak di bangkitkan aku pasti tidak akan selamat saat masuk ke dalam Dungeon ini. Kalau aku tidak bisa memahami bahasa yang ku pakai, aku tidak akan pernah bisa pintar dan memiliki pemikiran yang sekarang ini.” Anto yang jadi sangat lega karena dirinya bisa menganggap dirinya bisa berguna dengan terus melihat sana sini.
Setelah merasa tidak ada apa pun, Anto langsung lari ‘BRUK!’ namun bukannya lari pelan, Anto malah langsung menabarak pohon hingga roboh di setelah selangkah lari dengan sangat cepat seperti kilat. “Anto langsung berdiri melihat ke pohon dan juga dirinya yang masih sehat dan baik-baik saja. “Apa ini kekuatan level 50?” Tanya Anto yang masih tidak percaya dengan hal itu meski yang di lakukannya iu di luar batas kemampuannya. Anto merasa senang dengan kekuatan itu dan masih tidak menyadari sama sekali kalau dirinya itu sudah kelewat batas. Anto yang senang lalu menghentakkan kakinya dan melompat tinggi. Tapi karena langsung melompat sangat tingggi, Anto jatuh dengan cepat. ‘BRUK!’ Anto menimpa tanah hingga berlubang besar dan banyak debu di sekelilingnya. “Adeh… Ini sakit meski tidak terlalu sih.” Anto membersihkan debu dari tubuhnya yang sangat banyak sekali meski sama sekali tidak sakit saat jatuh. Anto mengingat komik sebntar sambil membersihkan dirinya dari debu. “Mandi. Aku tidak pernah mandi sebelumnya di kota itu.” Anto mengingat dirinya yang berada di puing-puing kotanya sendiri dan juga jarang mandi di reruntuhan kota tempatnya tinggal.
Setelah semua bersih Anto jalan dengan peln sambil mengontrol kekuatannya. “Sebaiknya aku mencari tahu sebelumnya menyelesaikan Dungeon ini. Mungkin saja ada sesuatu yang bisa ku temukan untuk mengubah diriku.” Anto yang sudah tenang dan tahu apa yang akan di lakukan. Saat sudah jauh jalan dengan pelan, Anto mulai berlari kecil berusaha menyesuaikan kekuatannya agar terbiasa dan bisa bebas mengeluarkan kekuatanya. Anto terus berlari di sepajang hutan yang sepi dengan merasa tidak lelah sama sekali. “Aku tidak pernah merasa hal ini? apa akibat dari naik level?” Tanya Anto dengan sedikit penasaran. “Hm!” Anto tiba-tiba berhenti berlari setelah cukup jauh dari karena tanah di rasakan bergetar. “Ada sesuatu yang mendekat!” Anto langsung mencari tempat sembunyi. Dia melihat sana sini lalu sebuah semak-semak yang sama persis dengan sebelumnya, dia cepat bergegas ke sana dan langsung masuk. Namun setelah tiba, Anto malah menemukan ruangan yang dengan semak-semak sebelumnya dengan buku komik yang masih di tempatnya dan juga semua bekas makanannya hilang.
“Bukannya ini sama dengan tempat yang sebelumnya? tapi kenapa bisa ada di sini?” Tanya Anto yang ingin tahu. Tapi dia tidak punya banyak waktu mencari tahu detail tentang semak-semak, dia langsung melihat ke luar dari balik semak-semak untuk megawasi apa yang ada di luarnya. Anto yang melihat ke luar, melihat sesuatu yang sedang berjalan di dekatnya. Anto melihat banyak sekali Monster bertanduk yang terlihat kelelahan yang tnggal 10 ekor saja yang banyak sekali luka. “Iblis!” Anto mengatakannya dengan jelas. “Mereka pasti iblis seperti di komik itu meski tidak sama persis.” Anto yang sangat yakin dengan dirinya. ‘TING!’ sebuah layar notifikasi muncul di depan Anto dengan tiba-tiba.
‘Waktu Anda Untuk Mengalahkan Bos Dungeon Di Percepat. Waktu Satu Tahun Di Kurangi Jadi Enam Bulan’ Setelah itu layar notikasinya menghilang. Anto yang melihat itu jadi terdiam dan bengong karena tidak tahu hal seperti itu bisa terjadi. “Sepertinya ada sesuatu yang mempengaruhi Dungeon ini berubah.” Anto yang langsung berpikir cepat. “Andaikan aku bisa kembali ke semak-semak sebelumnya.” Bicara dengan berharap ke semak-semak satunya supaya merasa aman dari sana. Setelah berharap itu tiba-tiba getaran yang di rasakannya itu menghilang.
“Apa mereka sudah jalan jauh? cepat juga!” Anto yang tidak menduga kalau para Iblis itu jalan dengan cepat. Setelah itu Anto mengintip lagi namun anehnya, yang di lihatnya itu bukan tempat barusan melainkan daerah sebelumnya yang di dekat semak-semak sebelumnya. Anto keluar dengan pelan dari tempat semak-semak itu dengan bingung. “Apa yang barusan terjadi?” Tanya Anto yang ingin tahu. Anto yang masih kecil tidak terlalu encer otaknya membuat dirinya masih memikirkan hal itu meski cuma ilmu dari komik saja. Anto melihat ke semak-semak yang membawanya ke tempat sebelumnya. “Apa mungkin semak-semak ini terhubung satu sama lain?” Tanya Anto yang mengingat ada hal yang sama persis dengan teleportasi di komik yang pernah di bacanya, meski agak ragu kalau itu sebuah kenyataan.