Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 78


Semua orang tampak kaget dengan perkataan Anto yang tiba-tiba. Mereka semakin menjadi waspada sekali dan juga mulai mengeluarkan kekuatannya.


“Maaf saja, aku akan mengujimu terlebih dahulu.” Kata Nana yang sudah di depan mata Anto kemudian memukulnya dengan sangat kuat ‘BRAKK!!’ Pukulan Nana mengenai lantai bawah kapal hingga tembus ke luar.


Lubang yang di buat Nana, mulai menyedot barang yang ada di dalam ruangan itu.


“Sepertinya kita akan di tarik keluar.” Kata Anto dengan santainya di dekat lubang yang sedang menghisap semua yang ada di ruangan itu.


Semua orang tidak berkata apa-apa, meski barang yang di tarik ke luar angkasa adalah barang berharga. Anto yang melihat begitu banyak barang di tarik, juga hanya diam saja dan tidak bergerak dari posisinya.


“Sepertinya mereka tidak percaya sama sekali dengn apa yang ku katakan.” Anto yang melihat Semua orang tidak percaya padanya “Tapi! Tadi Gadis itu mengatakan kalau hanya menguji!” Anto yang melihat ke arah Nana “Ujian apa yang mereka akan lakukan?” Anto yang dengan biasa saja meski dalam situasi yang begitu berbahaya.


“Anak-anak, kalian baik-baik saja kan?” Tanya suara Papa Lala yang sangat panik sekali dari ruangan itu.


Semua orang tidak ada yang menjawab pertanyaan itu dan hanya focus pada Anto di depan mereka yang masih biasa saja dan tidak terlihat takut sama sekali dengan lubang yang masih menghisap barang.


"Kenapa mereka mengabaiakn suara itu?" Anto yang berpikir aneh pada semua orang yang masih waspada padanya “Kenapa kalian tidak menjawab orang tua itu?” Tanya Anto dengan sopan pada semua orang yang masih sangat siaga dan tidak gentar sama sekali di hadapan lubang itu.


Meski sudah di tanya, mereka masoh diam saja dan hanya fokus padanya.


“Hm… Sepertinya mereka tidak peduli sama sekali dengan suara itu.” Pikir Anto yang merasa kasihan pada orang yang bertanya itu.


“Kalian dengar kan?” Tanya lagi Papa Lala yang makin panik karena tidak ada yang menjawab.


"kelihatannya tidak ada yang akan menjawab." Pikir Anto yang tidak peduli dengan semua orang yang mengancamnya “Hehe…!” Anto sedikit tertawa saat mendapat ide yang luar biasa menurutnya.


Semua orang yang melihat senyum Anto, menambah kekuatannya dan tidak menyerang, mereka hanya diam dan menunggu Anto melakukan sesuatu. Anto menutup matanya dengan sangat fokus. Selama beberapa saat mereka makin waspada sama Anto yang menutup matanya.


“Ehm!” Anto membka matanya kemudian senyum “Aku baik-baik saja, tapi ada lubang besar disini sedang menghisap semua barang. Tinggal aku saja yang selamat, yang lainnya ada di luar angkasa.” Jawab Anto dengan tegas dan tanpa ada keraguan sama sekali.


“Siska! Apa itu kamu?” Tanya suara Mamanya dengan sangat panik “Dimana Lala?” Suara itu bertanya dengan sangat panik sekali.


"Apa dia orang tua tubuh ini?" Pikir Anto yang semakin merasa situasi makin menarik “Dia di hisap oleh lubang itu.” Jawab Anto dengan tenang dan santai ‘BRUKK!’ Sebuah benda besar terlempas ke arah Anto “Ahhh…!” Anto tiba-tiba berteriak dengan suara cemas.


“Siskaaaa…!” Teriak Mamanya yang terdengar sangat panik sekali “Siska, Siska, Siska!” Mama memanggil beberapa kali.


Anto hanya diam saja, saat suara itu memanggilanya denga sangat panik sekali.


“Marya!” Tiba-tiba pintu di ruangan itu di buka oleh Mama Marya dengan sangat keras "Eh!" Mama Mray sedkit kget dengan smua orang yang terlihat baik-baik saja.


Mama Marya bingung dengan Siska yang ada di dekat lubang berdiri dengan tegak dan seprti biasa saja. Semua orang melihat ke arah pintu yang di buka, mereka tampak kaget dengan Mama Marya yang membuka pintunya. Mama Marya juga tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi di ruangan itu.


“Mama!” Marya memanggil Mamanya saat melihatnya yang begitu panik dan juga terlihat kebingungan.


“Marya!” Mamanya sedikit kaget dengan penampilan Marya yang sangat berbeda sekali “Apa yang terjadi?” Tanya Mamanya yang begitu terlihat penasara dengans ituasi yang sedang terjadi.


Belum sempat Marya menjawab. Anto masuk ke dalam lubang yang menyedot semua barang yang sekarang sudah habis.


“Siskaaaa…!” Tiba-tiba Mama Lala berteriak dari belakang Mama Marya yang sedang berlari kencang.


Tapi Mamanya tidak sempat melihat Siska yang tersedot ke lubang kapal yang bocor.


“Tidakk…!!” Mamanya berteriak histeris saat melihat Anaknya yang di telan oleh lubang ruang angkasa itu dan langsung terjatuh.


Semua pelayan yang melihat kejadian itu tidak ada sedikitpun takut, malah terlihat biasa saja. Lala mengalirkan sedikir energy ketenangang, supaya Mamanya tidak terlalu tegang dan panik.


“Kalian duluan susul dia.” Kata Lala pada yang lainnya yang tidak ada bagian kejadian itu.


Mereka yang sudah mengerti, dengan pelan menjauh dari mereka kemudian berjalan ke dekat lubang yang di buat Nana. Setelah itu langsung lompat ke dalam lubang angkasa itu tanpa ada keraguan sama sekali. Nana dan Momo yang lebih dulu melompat ke dalam lubang kapal itu, kemudian di susul oleh para pelayan.


“Tunggu!” Mama Marya yang mau menghentikan para pelayan lompat ke dalam lubang kapal.


Tapi tidak ada yang mendengar perkatannya sama sekali.


“Mama! Kenapa disini?” Tanya Marya pada Mamanya dengan sopan dan bersikap biasa saja.


“Apa yang terjadi?” Tanya Mamanya yang begitu cemas dan juag di saat yang bersaan sangat khawatir pada Marya.


“Tidak ada apa-apa ma.” Jawab Marya dengan sikap dewasanya dan juga membuat Mamanya semakin bingung dengan sikapnya yang baru “Mama sebaiknya jangan disini. Aku akan menysul yang lain.” Kata Marya dengan senyum pada Mamanya dan juga tanpa ada ke khawatiran sama sekali.


Dengan begitu, Marya berjalan pelan ke arah lubang kapal yang di buat Nana.


“Kakak! Cepatlah!” Dengan pada Lala Marya memperingatkan sambil berjalan pelan ke lubang yang masih menyedot.


“Tunggu! Apa yang kamu mau lakukan?” Tanya Mama Marya yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dengan Anaknya sendiri.


Marya tidak menjawab pertanyaan Mamanya, Marya hanya tersenyum sebelum lompat ke dalam lubang kapal.


“Mama tenanglah, Siska baik-baik saja.” Lala yang masih menenangkan Mamanya yang sedih dengan Siska yang di sedot lubang kapal.


Mama Lala masih diam dan tidak berkata apapun, dia masih sedih dengan apa yang barusan terjadi.


“Lala!” Panggil Mama Marya yang sangat bingung dengan situasi yang terjadi.


“Ada apa?” Jawab Lala sambil terus menenangkan Mamanya yang masih shock dengan Siska yang di luar angkasa.


“Apa yang terjadi?” Tanya Mama Marya dengan begitu cemas sekali pada yang lainnya dan juag sangat bingung dengan situasi yang sedang terjadi.


“Tenang saja, bukan hal yang besar kok.” Jawab Lala dengan sopan dan juga tidak ada kerguan dalam ucapannya.


“Jangan bohong!” Mama Marya membentak dengan tegas saat melihat Lala yang terlihat baik-baik saja dan juga tersenyum begitu tenang.


Lala tidak kaget dengan Mama Marya yang begitu cemas sekaligus sedih dengan tindakannya. Lala hanya bisa diam saat melihat Mama Marya yang begitu ingin tau sekali.


"Huh!" Lala sedikit mengeluh “Tante! Bisa bantu aku terlebih dulu?” Tanya Lala dengan begitu tenang sambil berusaha tenang dan menjaga Mamanya yang masih dalam keadaan Shock.


Mama Marya tidak tau harus bagaimana, dia menatap Lala yang terlihat begitu serius sekali dengan perkataannya. Melihat Lala yang begitu serius, Mama Marya membantu temannya yang masih dalam shocknya yang sangat berlebihan.


“Kemana kita membawanya?” Tanya Mama Marya yang sudah membantu memegang temannya.


“Bawa ke ruang lainnya, yang masih bisa di gunakan.” kata Lala dengan sopan pada Mama Marya.


Mama Marya mengangguk sebagai jawaban. Namun juga, masih khawatir sama Anaknya yang tiba-tiba melompat di lubang itu.


Next Chapter