
Run hanya terdiam mendengat itu dengan rasa ingin tahu. “A, apa aku bisa melihat lanjutan tadi?” Tanya Run pada Anto yang masih di depan rumah. Anto yang sudah baikan mengangguk setuju dengan permintaan Run. Anto terus menyembuhkan dirinya hingga dia tidak pucat lagi dan kemblai jadi seperti semula.
“Mari kita lihat di dalam saja.” Ajak Anto sambil melepas papahan Run yang diam di tempatnya. Run tidak bisa berkata apa-apa dengan Anto yang tiba-tiba begitu berbeda dari sebelumnya, meski dia tahu apa penyebabnya. Anto dan Run berjalan ke Ruang keluarga setelah masuk ke dalam rumah. Sesampainya di ruang keluarga, Anto langsung mengajak Run duduk di sopa dengan terus memegang tangannya. “Jangan malu seperti itu. Ini juga buka pertama kali kita pegang tangan seperti ini bukan!” Anto mengingatkan dengan tenang.
Run hanya melihat ke wajah Anto yang percaya diri sekali mengatakannya dan juga terlihat sangat berbeda sekali dari biasanya. Setelah itu Anto memunculkan hologramnya di atas meja yang membuat Run langsung melihat ke sana. Cuplikan kali ini di mulai dari Anto sedang berada di balkon rumah itu yang membuat Run melihat ke hologram yang sedang tampilkan di depannya.
Run melihat Hologram yang menampilkan Anto lainnya yang berada di atap rumah yang sama persis dengan dirinya. “Yang bersamamu selama ini adalah Kloningku yang ku buat saat masih berumur 5 tahun, yang membuatmu selalu senang dan juga bisa membuatmu tersenyum sampai seperti ini.” Anto menjelaskn dengan singkat dan jelas sambil terus memutarkan cuplikan itu. Run diam meyimak sambil melihat ke Hologram itu.
“Dulu aku pernah menceritakan diriku yang lain padamu kan. Tapi kamu tidak percaya sama sekali hinngga membutuhkan bukti. Nah, apa ini masih kurang?” Tanya Anto pada Run yang masih melihat ke Hologram itu yang menampilkan Anto yang sedang bicara dengan Kloningnya di atap. "Hm... Sepertinya aku harus melkuakn sesuatu padanya." Anto yang ingin melakukan sesuatu pada Run yang tengah melihat dengan serius pada Hologram. Run yang hanya melihat ke hologram itu yang membuat Anto mematikannya, saat dirinya dan kloningnya sedang menyatukan diri di dalam kamar.
Run langsung melihat ke Anto yang mematikan itu, tapi Anto tiba-tiba mendorong Run ke sopa hingga berbaring dengan menutup matanya di sopa. “Jangan mengabaikanku.” Dengan suara lembut sekali di depannya dan mengubah nada bicaranya. Run membuka matanya yang mendengar Anto di dekat sekali dan langsung malu sekali saat Anto sangat sekali sekali wajahnya yang membuat dirinya tidak bergerak sama sekali karena Anto terlihat berbeda dan juga agresif. ‘DUK!’ Run langsung meninju wajah Anto yang semakin dekat sekali dengan wajahnya hingga Anto terjatuh ke lantai.
Setelah itu dia berlari meninggalkan Anto yang masih berbaring di lantai dengan sedikit memar di wajahnya. “Mode CEO ampuh juga.” Puji dirinya sendir sambil bangun perlahan dari lantai. Setelah itu Anto kembali jadi seperti biasa dan tidak seperti sebelumnya. “Baiklah, sekarang saja ku lihat masa lalu itu.” Anto memakai lagi Skilnya kemudian memutar mundur cuplikannya dengan melihat serius sekali.
Saat Anto tiba pada saat dirinya berumur 5 tahun, dia melihat dirinya bersama orangtaunya sedang makan di malam terakhirnya itu. “Ayah Ibu…” Anto melihat dengan serius sekali dan dengan tanpak sedih. Di sisi lain, Run yang tadi lari kini sedang mengintip Anto yang masih duduk di sopa dengan menampilkan Hologramnya dan melihat apa yang sedang di lakukan Anto.
Dia melihat Anto yang masih kecil bersama orang tuanya tidak beranjak dari tempatnya dan dia melihat apa yang akan terjadi dari jauh yang bisa di lihat dengan jelas. Anto yang tahu kalau Run memperhatikannya membiarkannya saja melihat semua yang sedang di lakukannya.
Anto terdiam melihat masa lalunya yang sangat menderita sekali, namun saat Anto hendak mengikuti Ayahnya dengan hologram. Dia melihat sorang yang tiba-tiba muncul setelah dirinya yang kecil masuk di dalam gerbangnya. Sosok itu merupakan dirinya yang sudah dewasa dengan pakaian serba hitamnya yang sengaja di tutup. Lalu sebuah pesan di udara dengan warna putih tertera jelas.
{Jangan mencari kedua OrangTua kita. Datang saja ke ruamh sakit ini dan dia berada di kamar pengawan tingkat tinggi no. 1} Sebuah alamat dan pesan tertulis jelas sekali di udara itu. {Biarkan aku selesaikan semua masalah di sini. Kamu nikmati saja masa mudamu itu. Ingat jangan cari tahu lagi. Bersenang-senanglah, dan jangan lupa segera kunjungi mereka berdua. Seharusnya mereka saat ini sudah sadar. Bukannya aku melatang, semua informasi sudah ada di NAVI, yah meski semuanya terkunci dan membutuhkan sebuah alasan untuk membukanya} Pesan itu tertera jelas sekali. {Mungkin kamu sudah tahu beberapa hal cara membukanya dan karena telah menukan hal yang salam dalam data itu. Cuma itu saja yang ingin ku katakan} Pesannya tertunda dan belum ada lagi. {Satu lagi, untuk masuk rumah sakit itu, kamu butuh kartu Special yang di berikan oleh Roger dan lainnya. Bawa itu sabagai VIP dengan mudah kamu lewat dan juga tidak perlu di Tanya lagi para penjaga} Setelah itu tidak ada pesan lagi yang mucul dan dirinya di masa lalu hilang dengan teleportasi yang sanga cepat sekali bahkan Hologramnya tidak bisa melcak tempat selanjutnya dia muncul.
"Kurasa, aku ini yang tersantai dan juga yang sudah OP sejak awal." Anto tersenyum lega karena tidak perlu bersisah payah mencari tahu keberadaan OrangTua nya dan juga senang dia tidak perlu terlalu berusaha. “Run, mau pergi?” Tanya Anto dengan senyum berbalik melihat ke Run yang mengintip dari jauh dan sudah ketahuan dari awal. Run bersembunyi cepat saat Anto sudah tahu dirinya. Anto berjalan ke tempat Run bersembunyi lalu muncul di depannya dengan tiba-tiba yang membuat Run jadi kaget dengan tindakannya. “Bisa kamu tidak lari, temani aku.” Minta Anto dengan tulus dan tidak seperti sebelumnya yang langsung membuat dirinya malu. Tapi kali ini malah terlihat seperti ingin di temani dan di manjakan layaknya anak kecil yang kesepian di mata Run.
Run mengangguk sambil melihat ke Anto yang sedang di depannya dengan terlihat senang sekali. Anto senang hal itu dan tidak berkata apa-apa. Anto mengulurkan tangannya pada Run. Run menerima dengan santai dan tdak menolak sama sekali ajakan Anto itu. “Apa kita kan ke rumah sakit itu?” Tanya Run yang di pegang tangannya dengan lembut.
“Ya, kita akan ke sana.” Jawab Anto singkat sambil beranjak jalan dengan Run. “Apa kamu membawa Kartu Special itu?” Tanya Anto pada Run dengan santai yang sedang jalan ke pintu depan.
“Ya, aku selalu membawanya sejak di kasi tanggu jawab sama Kak Hil waktu itu.” Jawab Run sambil mengingat. “Apa Ka, Kakak memerlukannya?” Tanya Run dengan mengubah cara bicaranya pada Anto dengan sedikit gugup dan juga menahan malu.
Anto tersenyum saat melihat Run yang ingin menjadi dirinya sendiri seperti semula. “Ya. Kali ini aku yang akan bicara sendiri pada pegawai di sana. Kali ini yang kita kunjungi bukan tempat biasa, itu tempatnya para Player level tinggi berkuasa dan tidak cocok untuk Remaja seperti kkita ini.” Jawab Anto dengan menejaskan saat sampai di depan pintu rumah lalu membukanya dengan perlahan.