
“Ini bukannya sama seperti sebelumnya?” Anto yang tidak mengerti dengan apa yang di dalam saat melihat semua ruangan ini sama dengan ruangan sebelumnya. “Tapi pasti ada sesuatu yang cocok di sini.” Anto yang masuk lebih dalam untuk melihat-lihat pakaian yang sama besarnya. Tapi saat baru selangkah, tiba-tiba pakaian di sana berubah dan terlihat seperti melakukan sesuatu di tempatnya masing-masing. “…” Anto tidak berkata apa-apa dengan yang di lihatnya, hanya saja diam dan sedikit kaget dengan yang di lihatnnya. Beberapa detik kemudian pakaian yang tadi berubah bentuk kini terlihat seperti ukuran Anto dan semua pakaian itu sama persis dengabn ukurannya sendiri.
“Teknolgi ini!” NAVI yang juga sepertinaya sedikit kaget dengan penemuan yang tidak di duganya. “Bukannya ini sama dengan pakaian Jiwa, tapi dengan versi yang lebih kecil dan juga sangat kasar.” NAVI yang tidak bisa berhenti berkata-kata dan juga kagum. “Sepertinya kita menikahi Gadis yang sudah pernah kita nikahi sebelumnya.” Ujar NAVI dengan yang masih kagum dengan apa yang barusan di lihatnya itu.
“Ya, sangat pasti itu. Dan juga itulah kenapa kita harus sopan dan juga memakai pakaian yang di buat mereka ini.” Anto yang mulai menghilangkan pakaian serba hitamnya dan memakai pakian yang di bawa dari Planet Aqua. Anto memilah baju yang hendak akan di pakainya dan semuanya terlihat bagus pakaian kerajaan itu. “NAVI bantu cari pakaian yang tidak terlihat mewah, keren, bagus yang tidak terlalu jelek. yang sesuai dengan selera kita.” Minta
Anto dengan santai sambil melihat-lihat dari jauh dan tidak meninggalkan tempanya dia berhenti sebelumnya.
Setelah Anto memintanya, tanpa merespon NAVI langsung mencari pakaian yang sesuai dengan seleranya. NAVI terus memindai ruangan itu dan kurang dari 30 detik NAVI menemukan apa yang cocok dengan seleranya “Mungkin ini sesuai dengan hal yang ku inginkan.” Sambil melayangkan pakaian yang sudah lengkap ke Anto.Pakaian yang di terima Anto sebuah seragam sekolah yang di sesuaikan dengan model kerajaan yang sangat menarik. Pakaian serba hitam yang hampir gelap sekali.
“Ini seragam kan? Kenapa pakai ini?” Tanya Anto yang mengerti dengan selera NAVI.. “Hah… Tapi, ini lebih baik dari pada yang lain.” Komen Anto dengan terus terang. Setelah komen sedikit, Anto mulai mengenakan pakaian itu. Dengan menyentuhnya saja, pakaian tersebut langsung menyesuiakan diri pada tubuhnya. “Hm…! Sangat cocok. Entah bagaimana aku suka pakaian ini.” Anto yang sangat puas sekali dengan pakaian yang di rasanya nyaman sekali.
Setelah itu, Anto tiba-tiba merasa ruangan tempatnya berdiri itu bergelombang, seperti sedang meobek waktu dan juga mulai merasa di ruangan lain. “Gelombang bunyi!” Bicara NAVI yang sepertinya tahu yang barusan terjadi.
“Penelitianku bahkan belum sampai di sana. Sepertinya banyak hal yang para Gadis sudah pelajari.” Dengan suara cukup senang. “Sangat menarik.” Bicara lagi NAVI setelah diam sebentar.
Anto yang tidak merespon NAVI, keluar dengan pakaian yang telah di kenakannya dengan sangat rapi. “Maaf membuat kalian menunggu.” Dengan sopan Anto menyapa semua Maid yang sedang menunggunya di luar pintu. “Mari kita pergi ke aula pernikahannya.” Ajak Anto dengan sopan. Semua Maid masih bingung dengan sikap Maid di depan Anto yang tidak terlihat sopan bagi mereka. Maid itu menyryuh Anto mengikutinya sambil memberi perintah pada Maid lainnya untuk berbaris dengan sopan, untuk mengawal Anto ke aula pernikahan.
“Apa anda sudah tahu seperti apa acara pernikahan di sini?” Tanya Maid itu memulai pembicaraan dengan biasa saja pada Anto.
“Tidak. Aku baru tiba dan tidak tahu tentang budaya di sini.” Respon Anto singkat dan juga dengan sopan pada Maid yang mengajaknya bicara. “Hm…” Anto diam dan tida bicara sambil melirik kanan kiri ke para Maid yang diam dari tadi.
“Ada apa?” Taya Maid tadi lagi.
“Yah… Karena mereka seperti ini jadi aku penasaran gimana mereka cepat akrab sama semua pahlawan yang mungkin akan mereka layani nanti.” Respon Maid itu dengan sopan lalu kembali melihat ke depan.
“Perilkuanya sama persis dengan Gadis normal di Bumi.” Bicara NAVI secara tiba-tiba. Anto yang juga tahu itu, tetap diam dan tidak melakukan apa pun. Semua Maid lainnya hanya diam saja dan sesekali melirik ke
Anto dan Maid yang bicara tadi.
“Ne, apa kalian semua mau nggak jadi Gadis haremku?” Tanya Anto saat mereka masih di jala ke aula pernikahan. Semua Maid langsung diam di tempat dan kaget dengan pertanyaan Anto, apa lagi ini hari pernikahannya dan malah mengajak Gadis lain lagi untuk jadi Istrinya. Anto ikut diam di tempatnya karena kebnayakan Gadis Maid kaget pertanyaannya. “Bagaiamna denganmu?” Tanya Anto pada Gadis Miad yang dari tadi bicara bersamanya.
Gadis Maid itu melihat ke Anto lalu ke semua Maid yang masih kaget dan juga yang terlihat biasa saja dengan pertanyaan Anto. “Aku mau.” Jawab singkat Maid itu hingga membuat Gadis Maidnya tambah kaget lagi. “Tapi,
kita tidak bisa menikah di negeri ini. jadi lebih baik menikah di Negara ku saja.” Ajak Maid itu dengan sopan dan juga terdengan tulus.
Anto tidak bisa berkata apa-apa dengan hal yang tida di duganya sama sekali itu. “Gadis dari masa depan… Bukan, BIDADARI dari masa depan yang tidak ku ketahui. Sangat menarik, game apa yang akan terjadi di sini.” Bicara NAVI dengan nada sangat penasaran hingga membuat Anto ikut penasaran dengan hal yang di katakannya tadi.
“Ayo kita lanjut jalan, nanti ku ajak mereka masuk ke haremmmu itu.” Dengan sopan Maid itu mengajak Anto lagi ke acara pernikahannya. Anto tidak merespon, hanya saja dia tidak mengerti dengan tingkah setuju semua BIDADARI nya yang tidak pernah di temuinya sama sekali. Semua Maid tadi yang kaget, ikut jalan lagi dengan masih ada canggung di mereka setelah perkataan Maid yang sering bicara sama Anto.
“Wah… Ini kayaknya akan semakin tidak ku duga namanya. Berapa banyak gadis yang akan ku punya di waktu dan eraku ini.” Anto yang melihat ke sebuah pintu dari jauh sambil memikirkan semua BIDADARI nya yang tidak di ketauinya sama sekali. “Seprtinya akan ada kejaian tidak terduga sepertinya kali ini.” Anto yang tersenyum sendiri dan di lihat oleh semua Maid di sampingnya yng terlihat mencurigakan.
Next Chapter