
“Kalau gitu, Ma, kami akan berangkat sekarang.” Kata Anto dengan sedikit senyum pada Mama nya yang masih sedih saat di lihatnya. Anto yang langusng berbalik duluan keluar ke pintu setelah mengatakan itu. Lala, Momo dan Nana melihat ke arah Anto, sedikit kaget dengan ekspresi Anto yang sepertinya juga terlihat enggan pergi, namun dia tetap harus pergi. Mereka bertiga yang lebih mengetahui dan mengenal Anto segera menyuyul dan pergi tanpa ada yang pamitan, terutama Lala pada dari keluarganya sendiri tidak pamitan sama sekali. Mereka semua hanya melihat ke empat teman dan kekasih mereka keluar hanya diam saja dan masih menunggu sesuatu di ruangan itu.
“Ma, aku juga kan menyusul mereka.” Pamit Siska yang dari tadi banyak diam dan hanya sedikit bicara dan selalu memperhtikan semua kegiatan yang di lakukan semua orang di ruang keluarga. “Kalian juga ikut.” Ajak Siska pada semua Maid Anto yang masih diam dan menunggu perintah. Mereka yang telah di perintah dengan cepat langusng berjalan pelan, setelah memberi hormat pada ketiga majikan besar mereka dan dengan sopan berjalan keluar dari ruang keluarga. Siska mengikuti para Maid dari belakang.
“Tunggu Siska.” Panggil mama nya. Siska berbalik dengan cepat melihat ke arah Mama nya. Siska diam saja menunggu perkataan Mama nya yang akan di sampaikannya. Siska tersenyum pada Mama dan juga Papa nya yang terlihat enggan dengan kepergian anakknya sendiri. “Apa kamu tidak keberatan dengan semua ini?” Tanya Mama nya pada Siska yang terlihat biasa saja setelah di tanya dan dengan tetap ekpresi sama seperti sebelumnya.
Sisla tidak langusng menjawab, dia diam sebentar. “Ini sangat menarik dan lebih seru, juga mungkin aku tidak akan pernah menenukan hal seperti ini jika tidak menerimanya sekarang.” Jawab Siska dengan sangat lancar sekali dan di temani wajah ceria yang juga di temani senyum dengan sangat cerah sekali. “Mungkin kami akan di anggap aneh oleh orang lain atau siapapun yang belum mengenalnnya. Tapi, entah kenapa aku juga tidak ingin berpisah darinya meski cintanya tebagi dengan yang lainnya, tapi aku tetap senang karena bisa berdiri di sampingnya seperti ini. Tapi aku yakin kami pasti akan bahagian dan juga akan selalu rukun.” Dengan penuh keyakinana saat mengucapakannya dengan terus terang sekali. “Bukan hanya aku saja yang akan berpikir begitu Ma, yang lainnya juga pasti akan merasakan hal yang sama dengan yang kuraskan ini.” Sambil melihat ke arah Marya yang masih di sana menangkan Mama nya yang masih tidsk terima dengan ucapan Anto sebelumnya.
Marya tidak memperhatikan apa yang di katakan oleh Siska krena masih berusaha menenagkan Mama nya yang masih belum meneriam respon Anto yang membuatnya sedikitkaget. “Ma, aku juga akan pergi.” Kata Marya yang pamitan pada Mama nya sambil memelukanya dari punggungnya. Mama nya hanya diam saja karena masih belum terima dengan keputusan Anak nya sendiri yang pamitan tanpa ada keraguan pada dirinya. “Siska, mari.” Ajak Marya yang telah selesai memeluk Mama nya sambil berjalan duluan meninggalkan Siska. Siska yang telah pamitan ikut dari belakang menyususl Marya yang duluan pergi. Ketiga OrangTua mereka berdua tidak menghentikan anak mereka yang sudah keluar dari pintu dengan penuh rasa sennag dan juga gembira yang yang mereka dapat ingat saat bersama mereka tadi.
***
Anto dan yang lainnya tidak di luar pintu rumah, mereka semua ada di atap rumah sedang menunggu Marya dan Siska yang masih bicara sama OrangTua mereka. “Kita pergi NAVI?” Tanya Anto pada NAVI. NAVI tida langusng merespon perkataan Anto.
“Ya. Kita harus ke Planet Icarus dan melakukan hal lainnya.” Jawab NAVI dengan cepat tanpa ada jeda dan deang sangat jelas sekali. Anto melihat ke langit setelah NAVI merespoannya dengan wjaha sedikit serius sambil melihat awan-awan yang yang tidak terlihat hanya biru saja.
“Ada apa di langit?” Tanya Momo pada Anto yang sedang menikmati pemandangan langit biru. Anto melihat ke arah Momo yang terlihat sedikit penasaran dan di ikuti yang lainnya yang menatap ke arah nya.
“Tidak ada apa-apa. Lihat langit saja.” Jawab Anto dengan nada biasa saja dan juga penuh senyum di wajahnya. Momo terlihat biasa saja saat Anto menjawabnya dan tidak berkata apa-apa lagi. “Oh ya, Lala!” Panggil Anto yang teringat sesuatu. “Apa yanga kan terjadi di Planet ini?” Tanya Anto pada Lala yang melihat padanya. Lala terdiam sejanak sambil melihat ke arah Anto yang tampak sedikit serius saat melihat wajhanya yang sedikit senyum dan terlihat jujur.
“…?” Lala masih diam saja sambil mengingat ingat apa yang akan di sampaikannya sebelumnya di taman. “Bisa jawab aku jujur setelah ini!” Minta Lala pada Anto dengan sungguh-sungguh. Anto mengngguk langusng pada Lala sambil tersenyum kecil dan juga di perhatikan oleh yang lainnya. “Aku pernah cerita kan, kamu tiba-tiba entah datang dari mana dan menghancurkan Monster-Monster saat aku hampir di batas ku lalu menyatakn cinta setelahnya.” Lala berhenti sejenak sambil melihat ke arah Anto. Anto mengangguk saat Lala berhenti bercerita sementara yang lain hanya memperhatikan dan juga sedikit teratik dan kaget dengan cerita yang di dengar oleh mereka keculai Momo dan Nana yang terlihat biasa saja. “Sebenarnya itu akan terjadi dalam 14 bulan lagi.” Lala yang memprediksi ingatannya sendiri. Lala yang mengingat terlihat sedikit gelisah pada saat membicarakannya.
“Kalau tida salah itu akan tiba dalam 1 tahun 4 bulan lagi. Beda dua bulan sebelum kita pulang ke Bumi. Apa yang akan kamu lakukan… Kita lalukan?” Tanya NAVI pada Anto yang masih memikirkan suatu rencana. Anto tidak langusng menjawab, dia langusng tersmung dan memikirkan sesuatu.
“Lala, berapa lama yang di butuhkan untuk kembali dari Planet Icarus ke sini?” Tanya Anto pada Lala yang dari tadi menunggu responnya. Lala merenung sebentar sambil berusaha mengingat-ingat.
“Sekitar tiga hari atau empat hari untuk bisa sampai di Planet Icaras.” Jawab Nana dengan nada riang. Anto melihat ke arah Nana yang merspon dengan cepat.
“Begitu ya. Sepertinya kita bisa membangun pasukan d Planet Icarus. Benarkan NAVI?” Pikir Anto yang mengingat betapa luasnya Planet Icarus dan sangat besarnya Planet tersebut. NAVI tida merespon Anto, dia
hanya diam saja seperti ada sesuatu yang di lakukannya. “Kalau gitu kita bisa tepat waktu kembali dan membatu membasmi moster di Planet ini.” Respon Anto atas penjelasan Lala sebelumnya yang masih membuat Lala dalam keraguan dalam dirinya. Lala yang mendengar itu merasa senang dengan pernyaatn Anto dan di penuhi wajah yang terlihat sangat ceria hingga membuat Anto sedikit tenana dengan wajha Lala. “Apa ada sesuatu yang kalian lupakan sekarang?” Tanya Anto setelah merespon Lala yang sebelumnya masih ada kerguan dalam dirinya dengan sedikit terpana dan juga berusaha mengalihkan pembeicaraan supaya ada sesuatu untuk di bahasa dan juga mengalihkan rasa terpana nya oleh Lala.
Mereke semua tidak ada yang merespon Anto dan hanya diam saja sambil memikrkan dan mencoba mencari sesuatu yang mereka lupakan atau sesuatu yang penting belum di lakukannya. “Kuarasa tidak ada.” Jawab seorang Maid yang terlihat percaya diri dalam perkataannya.
“Ada.” Jawab Lala yang teringat sesuatu. Lala langung melihat ke arah Nana dan Momo ang masih berpikir sesuatu sambil tersenyum pada mereka berdua.
“Apa?” Tanya Nana pada Lala yang melihatnya lebih lama.
“Apa kalian pamitan pada OrangTua kalian?” Tanya Lala pada Momo dan Nana. Nana dan Momo tidak langusng menjawab, malah diam saja dan baru tersadar saat mengingat bahwa mereka ke sini dengan diam-diam.
Next Chapter