
Semua tidak ada yang langsung bicara setelah melihat kejadian seperti itu, mereka hanya diam saja terutama Armi yang sedih sekali dan Arma terlihat biasa saja kerena mungkin dia sudah terbiasa sendiri. “Lebih baik hapus saja, meski tinggalkan untuk kami saja ingatan ini.” jawab No 2 dengan tenang saja. Sosok itu tidak langsung merespon dia hanya mengangkat tangannya sebentar lalu menurunkannya lagi. Sosok itu masih diam saja di tempatnya dan tidak pergi seperti menunggu No 2 mengtakan sesuatu yang di pendamnya. “Bisa membuatku jadi kembali jadi manusia normal seperti pada umumnya yang masih lengkap?" Tanya No 2 dengan tenang pada sosok itu. Sosok itu hanya mengangguk lalu setelah itu dari dekatnya jadi sangat silau sekali dan semua orang jadi menutup matanya. Setelah semua silau itu hilang, No 2 membuka matanya dan menemukan dirinya berada di sebuah kamar yang asing sekali baginya. No 2 lalu melihat ke cermin di dekatnya yang juga ternyata pakaiannya sedikit berbeda dari biasanya. “Ini di ma…?” sebelum selesai pertanyaannya, No 2 tiba-tiba mendepat ingatan dirinya yang remaja sangat berbeda sekali pengalamannya. “Ingatan buatan!” kata No 2 saat mendapat ingatan yang beda sekali dari pengalamannya itu.
Setelah itu semuanya jadi gelap saat No 1 telah melihat sebentar apa yang ada di sana. “Sudah selesai ya." kata No 1 dengan tenang lalu menunggu saja sambil melihat ke layar yang masih menunjukkan anggka 9999 yang belum hilang di depannya. Setelah itu No 1 merasa berat matanya dan dia tidak tahu kenapa dirinya jadi seperti itu lalu dia perlahan menutup matanya dan tidak sadarkan diri.
*****
Saat membuka matanya No 1 menemukan dirinya berada di taman itu bersama Run (Chapter 181-214). Anto melihat ke Run yang masih tidur di sampingnya dan juga waktu hanya berjalan sekitar 30 menit saja. “NAVI, kamu sudah sadarkan?” Tanya Anto pada NAVI yang sudah tidak di hubungi selama bertahun tahun di dalam ingatannya. Bukannya di jawaba malah sebuah layar muncul yang memunculkan sebuah tulisan ‘tunggu sebentar!’ yang tertera jelas sekali di depannya. Anto hanya menunggu saja lalu layar di depannya itu menghilang dan kini perlahan sesuatu muncul dan itu adalah NAVI yang menunjukkan wujudnya.
-Maaf aku sama sekali tidak bisa membantu dalam ingatan tadi- dengan santainya NVAI meminta maaf pada Anto yang sedang membiarkan Run tidur. Anto tidak merespon dan hanya diam saja melihat NAVI yang baru saja keluar yang kemudian melayang mendekat ke kepalanya dan duduk di sana. -Sebaiknya kita pergi saja dari sini dan tidak muncul untuk waktu yang lama, kira-kira seminggu saja untuk menyelesaikan masalah yang tersisa. Dan juga coba lihat langit!- dengan tenang mengatakan itu pada Anto. Anto yang mendengar itu langsung melihat ke langit yang ternyata ada layar sangat besar sekali yang bertuliskan angka 9999 dengan jelas sekali yang sangat besar sekali. Tanpa pikir panjang lagi Anto kemudian bangun beranjak dari tempat duduknya. Anto mulai membaringkan Run lalu membuat sebuah pelindung yang cukup besar lalu dia melihat sana sini. Saat melihat di sana sepi, Anto membuat langsung Run jadi tidak terlihat kemudian telepotasi dengan cepat meninggalkan taman itu. Anto sampai di bulan dengan melihat ke Bumi.
Anto diam sebentar tidak bicara saat sampai di bulan. “NAVI, ganti pakaianku dengan penyamaran supaya aku bisa jalan-jalan dengan bebas di Bumi.” minta Anto pada NAVI dengan tidak terlihat senang ama sekali.
“Aku mengerti.” jawab Anto singkat dengan tidak senang dan terpaksa. Tapi karena NAVI yang mengatakan itu, dia harus percaya saja karena itu juga merupakan yang terbaik untuknya yang tidak tahu harus melakukan apa karena takut identitasnya akan terbongkar. Anto kemudian teleportasi hingga tiba di dekat halaman rumahnya yang lama dan Anto langsung mengaktifkan Skil tak terlihatnya supaya tidak di lihat oleh siapa pun. Setelah itu Anto melihat ke langit dan menemukan dirinya yang ke 9999 dengan di pause pemutarannya. Setelah itu tiba-tiba layar di depannya muncul menampilkan hal yang sama dengan yang di langit. Setelah itu di layar satu lagi muncul yang menampilkan berbagai macam wajah seseorang yang tidak di kenalnya sama sekali. Saat melihat itu Anto sedikit tersenyum dan paham apa yang akan terjadi dengan wajahnya sendiri.
-Ini wajah yang tidak akan di kenal oleh siapa pun, jadi selama seminggu ini kamu sebaiknya sembunyi dulu dan mulai bersiap siap menyelesaikan tugas akhir yang tertinggal di sini- Kata NAVI pada Anto yang melihat layar yang menampilkan banyak wajah itu. Setelah Anto terus melihat wajah yang banyak sekali gambarnya di depan lalu memilih salah satunya kemudian layar di depannya menghilang dan pemutaran cuplikan itu di mulai.
“Baiklah, sepertinya sudah saja.” kata Anto lalu berjalan keluar dari rumah itu menunju gerbang. Saat di luar gerbang Anto langsung jalan-jalan sambil melihat sana sini lalu perlahan pakaiannya berubah jadi memakai jaket, masker, memakai topi lalu jadi terlihat seperti orang mencurigakan. Anto keluar dari area perumahan itu sambil melihat banyak orang di sana yang keluar melihat cuplikan dirinya yang lain sedang menampilkan dirinya yang di tampilkan petualangnya. “Sebaiknya aku belanja saja.” dengan suara kecil mengatakan itu pada dirinya dengan terus jalan pelan. “Masih terlalu sepi, sebaiknya aku ke kota saja.” pikir Anto lalu tiba-tiba teleportasi dan tiba di kerumunan yang sudah banyak orang jalan dengan ada bvanyak yang berhenti juga. Saking banyaknya orang, mereka tidak sadar kalau dirinya adalah orang yang sudah bertelepotasi. Anto melewati mereka saat sedang melihat ke langit tanpa berkata apa-apa sama sekali. Anto dapat mendengar semua pujian dan juga rasa ingin tahu dari mereka yang menonton dirinya itu meski tanpa wajah aslinya.
Saat jalan-jalan di keramaian kota, Anto sampai di sebuah toserba yang cukup besar sekali. Anto langsung masuk tanpa berhenti dan tidak di curigai sama sekali oleh orang laib. -Yang di tampilkan di langit itu hanya singkat saja bahkan tidak sampai satu minggu. Hanya saja kamu akan terus di perlihatkan selama seminggu di Dunia ini, setelah semua cuplikan singkat itu di putar kamu akan di perlihakan ke seluruh Dunia tentang senya kegaiatan apa yang akan kamu lakukan- Kata NAVI dengan tenang pada Anto yang sedang mengambil makanan di dalam toserba yang sedikit pengunjungnya karena mereka lebih memilih melihat dirinya yang sedang di tampilkan di langit. Anto tidak mereposn dan terus mengambil banyak makanan dan mumuan yang di lihatnya. Setelah memilih cukup banyak makanan ringan, Anto lalu jalan ke kasir untuk membayar makanan yang di amblilnya itu.
Saat hampir sampai di depan kasir, Anto baru teringat dengan gadis yang di berikannya kartu itu. “Bagaimana membayar ini?” Tanya Anto pada NAVI yang lupa itu karena sudah terlalu lama di dalam ingatannya dan semuanya jadi samar-samar meski akan di ingat saat menelurusi jalan yang sama nantinya.