Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 84


“Uhuk… Uhuk… Uhuk…!” Andri sedikit batuk karena debu yang sedikit masuk ke dalam tubuhnya “Gadsi itu!” Andri yang tau, siapa di balik debu yang beterbangan ‘SWISH…!’ Angin tiba-tiba berhembus ke arah Andri dan keluar dari lubang yang di buat Andri.


Debu terus berdatangan ke araha Andri dengan xangat cepat. Setelah beberapa saat, debunya mulai menghilang,  dan Andri dapat melihat gadis yang di lihatnya melalui kesadarnnya. Namun saat melihat, Andri melihat beberapa orang gadis yang di kenalnya.


“Kenapa mereka di sini?” Pikir Andri saat melihat Marya dan Siska paling di kenalnya, dan juga para pelayan yang di beri oleh Mama mereka berdua serta dua gadis yang tidak di kenal Andri "Siapa mereka?" Andri yang sedikit bertanya-tanya saat melirik ke arah Nana dan Momo yang merasa cukup akrab denganmereka berdua.


Saat ada begitu banyak sisa debu yang tertinggal, satu gadis yang di kenal Andri, Lala mengangkat tangannya. Setelah itu, keluar cahaya putih kecil di tangannya. Setelah cahaya putih kecil main terang, debu yang tertinggal di ruangan itu, sedikit demi sedikit menghilanhg dari pandanga mereka.


“NAVI! Siapa mereka berdua?” Tanya Andri yang melihat ke dua gadis yang terlihat akrab saat melihatnya.


“Aku tidak tau. Tapi perasaan ini, mungkin… Mungkin mereka berdua seorang BIDADARI.” Jawab NAVI yang memiliki perasaan yang sama persis dengan Andri “Di sini tidak ada data mengenai mereka. Lebih baik, perhatikan saja mereka berdua lebih jauh lagi.” NAVI menyarankan untuk lebih mengetahui tentang kedua gadis yang terasa cukup akrab dengannya.


"Nanti saja, saat ini aku sedikit penasaran sama mereka! Kenapa mereka bisa di sini?” Tanya Andri lagi pada dirinya sendiri yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi "Seingatku, cuma ada satu gadis saja yang ku lihat?" Andri yang masih mengingat kembali saat melihat gadis yang samar-samar "Tapi kenapa mereka datang secara bersamaan? Apa mereka punya hubgungan tertentu?" Andri yang masih bertanya-tanya sebab mereka bersama datang.


"Tidak aneh, jika mereka cepat sampai sini. Bahkan belum lewat sepuluh menit. JIka benar, mereka semua bekerja sama untuk lebih cepat sampai di sini. Terlebih lagi, mereka semua sangat kuat sekali." NAVI mnejawab pertanyaan Andri yang sedikit penasaran dengan kehadiran semu gadis.


"Oh... begitu!" Respon Andri singkat sekali dengan melirik ke Nana dan Momo.


"Andri!" Panggil NAVI dengan sangat jelas sekali.


"Apa?" Respon balik Andri sambil melihat ke semua gadis yang menurut Andri sedikit bebeda.


“Ada yang salah!” Kata NAVI yang berbicara serius “Lihat dengan jelas ekpresi mereka.” NAVI menyuruh Andri yang tidak menydari semua ekpresi gadis yang berbeda dari biasanya.


Tanpa ANdri di suruh dua kali, Andri melihat ke semua gadis yang terlihat berbeda sekali ekpresi mereka, terutama Siska yang tersenyum saja.


“Hm... NAVI! Siska itu, apa memang seperti itu cara melihatnya pada ku?” Tanya Andri pada NAVI saat melihat ke arah Siska yang berbeda dari biasanya.


“Andri, dia bukan Siska,  dia sama sekali bukan Siska. Tapi, dia orang lain. Lebih tepatnya, dia mirip dengan kita dan bukan dari dunia ini.” Jawab NAVI yang sangat tau kondisi Siska yang terlihat aneh.


Andri diam saja, karena tidak mengerti maksud dari NAVI. Andri yang mendengar pernjelasan NAVI terdiam mencerna maksud dari NAVI yang sangat kurang jelas sekali penjelasannya. Andri yang menydari dirinya hilang ingatan, tau bahwayang di katakan NAVI itu benar dan tidak ada keraguan dalam dirinya. hanya saja, Andri tidak paham saja dan terus saja diam.


“Jujur saja, aku tidak mengerti maksud mu!” Andri dengan tenangnya dan berusaha menjaga ekprsinya tetap sama seperti sebelumnya agar tidak di curigai oleh semua gadis.


“Mudah saja, dia adalah diri kita yang lain. Tapi, dia tidak datang dari masa depan.” NAVI menjelaskan maksud dari perkataannya yang sebelumnya “Energi yang kurasakan darinya terbentuk dari dunia ilusi seseorang yang kita kenal. Penyeban dia bisa keluar ialaha dia menyadari dirinya adalah ilusi dan bukan dari dunia asli. Saat menyadari itu, dunia ilusi mengalami retakan yang cukup parah hingga membuat keberadaannya terwujud di dunia nyata.” NAVI menambahkan perkataannya dengan sangat jelas sekali.


“Oh... Aku paham sekarang, tapi, bukankan itu berbahaya?” Tanya lagi Andri sabil melirik ke arh Anto yangmasih tersenyum dan juga mengerti penjelasan yang di maksud oleh NAVI.


“Nanti kita bahas lagi. Perhatikan baik-baik mereka dan juga bersipalah. Aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi dan sangat buruk sekali rasanya,” NAVI yang berbicara begitu serius sekali dan juga dengan sedikit semangat.


Setelah mendengar perkataan NAVI, Andri bersiap-siap dan tidak bertanya lagi dan hanya diam memperhatikan ke arah mereka. Namu, setelh beberama lama, mereka hanya saling tatap saja dan tidak ada yang bicara.


"Andri!" Panggil NAVI "Mulai bertanya lah. Suasana ini sangat kurang nyaman bagiku." NAVI dengan suara sungguh-sungguh dan juga sediit suara bosan menyryh Andri yang hanya diam saja.


"Ya sudah." Jawab Andri yang setuju dengan NAVI “Ehm! Kenapa kalian di sini?” Tanya Andri dengan suara biasa saja, karena tidak ada yang memulai percakapan.


“Anto.” Panggil Marya dengan sangat jelas sekali pada Andri.


“Hm!” Andri yang hampir kaget saat namanya yang lain di sebut "Apa barusan Narya memanggil ku Anto?" Andri yang merasa ada yang sakah dengan pendengarannya.


“Marya!” Panggil Andri dengan biaa saja dan terliha normal sajat “Apa maksud mu?” Tanya Andri dengan suara biasa saja.


“Ak…!” Marya tidak melanjutkan kata kata saat tiba-tiba ada kurungan yang muncul dan mengurung Andri di dalamnya. Marya yang kaget melihat, ke arah seseorang yang mengangkat tangannya dengan sangat lurus sekali.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Marya dengan sedikit tegas dan sedikit bingung dengan yang di lakukan Anto pada Anto yang lainnya.


Anto tidak menjawab, malah tersenyum pada Marya dengan sangat lembut. Setelah itu, Siska berjalan mendekat ke arah Anto di kurung. Namun, saat sudah beberapa langkah berjalan, tiba-tiba hewan yang ada di belakang Andri yang kurung, kini berdiri menghalangi Anto yang berjalan ke arah Andri dengan sangat garang sekali.


“Singa, Gagak, Merpati, Ikan mas melayang dan Badak. kalian sangat berani sekali, ya.” Kata Anto dengan santainya dan juga tidak kaget dengan mereka yang menghalaginya.


Semua monster bianatang itu melihat dengan sangat tegang pada Anto yang diam saja dan tidak melakukan apapun sama sekali.


“Huh...!" Anto menarik napasnya sekali "Kalian diam di sini saja. Saat ini, kalian belum punya kekuatan untuk melindunginya.” Kata Anto dengan santainya pada semua binatang di depannya yang sangat garang padanya.


Setelah berkata begitu, Anto langsung menghentakkan kakinya sedikit, tiba-tiba muncul kurungn lain dan mengurung semua binatang itu secara bersamaan. Belum sempat mendegar suara binatang itu berteriak. Semua yang ada di ruangn itu, tiba-tiba ada di luar angkasa termasuk,  Andri yang di kurung.


"Ini kekuatan yang sering kita pakai." Kata NAVI yang muali bersemangat.


“Kapal!” Andri yang melihat sebuah kapal di dekatnya.


“Ini akan menarik.” Suara NAVI yanhg tiba-tiba muncul dan juga terdengar sangat sangat senang sekali.


“NAVI!” Andri yang merasa curiga maksud dari NAVI yang terasa sangat aneh baginya dan juga tanpa ada pejelasan sama sekali.


“Apa yang kamu lamun kan?” Tanya Anto yang suaranya terdengar sangat halus dan juga tegas sambil tersenyum pada Andri seperti tau apa yang di lakuakn Andri.


Andri yang tidak sempat bertanya lebih jauh, maksdu dari NVAI, terdiam selama beberapa saat, dengan penuh kebingungan. Andri melihat ke arah gadis yang memangilnya dengan begitu lembut dan terdengar tegas. Andri melihat ke mata gadis itu. Saat melihat tatapan itu, dia merasa sama dengannya, yang selalu lurus menatap dan menandakan untuk tidak peduli hal lain, selain di depannya.


“Tidak ada.” Jawab Andri dengan tersenyum pada gadis itu “Tapi siapa kamu?” Tanya Andri dengan suara biasa saja dengan sedikit serius.


“Aku... Aku petualang AntarBintang.” Jawab Anto dengan santai dan juga tanpa ada rasa malu sedikit pun saat mengucapkannya.


“Petulang AntarBintang!” Andri tersenyum saat mendnegar jawaban Anto “Maaf saja, kamu tidak cocok untuk gelar itu. Hanya aku yang boleh memilikinya.” Andri dengan penuh percaya diri membalas perkataan Anto.


Anto terenyum saat mendengar Andi yang berbicara begitu pada nya dengan sangat percaya diri. Tapi di sisi lain, semua gadis kaget dengan perkataan Andri yang begitu tegas dan tidak terlihat ada keraguan sama sekali dengan ucapannya.


“Mereka semua tampak kaget, Tapi hanya Siska yang tenang saja.” Kata NAVI pada Andri yang masih senyum pada Anto “Apa yang akan kamu lakukan? Andri!” Tanya NAVI pada Andri yang masih diam dan hanya melihat pada Anto yang juga melihat dengan tajam.


“Aku tidak tau, aku masih hilang ingtan dan tidak tau apa yang akan kulakukan sekarang.” Jawab Andri dengan santainya dan tidak peduli dengan semua orang yang melihatnya dengan sangat penasaran sekali.


Cukup lama Andri dan Anto saling tatap, hingga Anto mulai terbang dengan pelan ke arah Andr.


“Kalian berhenti…!!” Teriak Mama Marya yang terdengar sangat jelas sekali, saat tiba-tiba layar di muncul di kapal di dekat mereka semua.


Next Chapter