Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 312


Setelah beberapa lama bercerita dan selesai makan mie instannya, Anto kemudian berdiri. Setelah itu Anto mengangkat tangannya lalu langit bergemuruh dan banyak petir menyambar, lalu es tempatnya berdiri bergeter hebat sekali dan membuatnya banyak sekali retakan muncul. Setelah itu sebuah portal terbentuk di depannya yang terlihat putih semua di dalamnya. Setelah semua itu,  Anto menurunkan tangannya lalu perlahan masuk ke dalam portal itu dengan masih bisa di lihat oleh semua orang. Saat di dlaam portal,  perlahan pakaiannya berubah jadi serba hitam lalu dia juga mulai memakai topengnya. Setelah itu Anto keluar dari portalnya dan menemukan arus yang tenang seperti sungai yang mengalir tenang di bawahnya tempat dia berdiri, kemudian Anto membuat sebuah kapal kecil dan menahannya di sungai itu lalu dengan cepat naik. Saat naik perahuhnya, tiba-tiba perahu itu seperti di tarik dengan cepat sekali namun tetap stabil. -Kira-kira dia masih menunggu kita atau tidak ya- kata NAVI pada Anto yang masih tenang.


“Entahlah. Ku rasa mungkin tidak juga. Nanti kita lihat saat sampai di sana.” jawab Anto dengan tenang lalu memerbaiki posisi duduknya suapaya lebih nyaman. “Haruna…” kata Anto dengan jelas lalu perlahan berbaring di perahu kecil itu. “Butuh waku setengah baru tiba.” kata Anto dengan tenangnya lalu menutup matanya.


***


Setelah setengah hari berlalu Anto yang sudah menunggu lama keluar dari portal kini sampai di sekat sebuah lubang yang ada warna putihnya sama seperti saat dirinya membuat portal tadi. Antomasih tenang di perhunya lau langsung lompat  saat sudah di dekat portalnya dan secara otomatis dia berhenti tepat di dekat potal itu dan tidak tertraik lagi oleh arus. Setelah itu Anti membuat perahu itu hilang di saat yang sama menuju portal putih itu untuk kaluar dari dalam portal. Saat Anto keluar dari portal itu, Anto langsung menemukan dirinya di tempat yang familiar sekali. Anto menemukan dirinya berada di tempat dirinya pertama kali tiba di dunia itu menggunakan portal Dungeon. Tapi Anto tidak melihat sana sini melainkan langsung memukul ke lubang dimensi yang tiba-tiba di buatnya dan terdengar suara kehancuran suatu benda akibat pukulannya. -Lihat ke langit- minta NAVI dengan tenang lalu Anto melihat ke langit setelah melaukan pukulan ke dimensi yang tiba tiba di buatnya.


Saat melihat dia menemukan layar yang sama persis dengan yang ada di Dunianya yang memperlihayan dirinya juga. Anto hanya melihat selama beberapa saat lalu membuat melihat ke depannya lagi. “Teleportasi!” kata Anto mengatakan Skilnya dengan jelas sekali dan itu bisa di dengar oleh semua orang. Saat tiba Anto sampai di dekat Haruna yang sudag babak belur dengan terlihat lelah sekali dengan di kelilingi oleh beberapa manusia yang terlihat kuat. Di sekelilingya juga ada banyak sekali mayat monster dan manusia yang banyak sekali. Banyak bekas lubang yang terbentuk. Tanpa pikir panjang lagi, Anto kemudian mendekat ke Haruna yang terlihat lelah sekali dan tidak berdaya dari tempatnya yang sedang tertunduk. “Bisa kalian melepaskannya? dia adalah milikku.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada beberapa orang yang terlihat ingin membunuh Haruna sambil terus jelan ke arah mereka. Semua orang hanya terlhat takut dan tidak ada yang berani mendekat atau bicara ke Anto yang sedang jalan ke Haruna di dekat mereka. Tapi Anto langsung teleportasi dan membuat mereka kebingungan karena dalam sekejap mata Anto sudah tidak di depan mreka meliankan di dekat Haruna yang tertunduk lemas.


Anto kemudian perlahan duduk dan melihat kondisi Haruna yang dari awal tidak pernah melihat padanya sejak datang kemari. -Mentalnya sedikit rusak- kata NAVI dengan tenang. Anto yang mendengar itu langsung menyentuh kepala Haruna lalu mengusapnya dengan lembut. Haruna perlahan mengangkat kepalanya dan melihat pada siapa yang memegang kepalanya. Saat Anto melihatnya, mata Haruna sangat kosong sekali dan tidak terlihat ingin hidup sama sekali. Meski Haruna melihat ke Anto, dia tidak mengenalnya sama sekali.


“Maaf membuatmu menunggu lama Haruna.” dengan tenang mengatakan itu padanya. Haruna masih diam tidak langsung merespon sama sekali.


-Wajahnya di samarkan di layar. Kamu lanjutkan saja- kata NAVI memberi tahu Anto. Anto tidak melihat ke layar dan hanya memperhatikan Haruna yang masih melihat dengan tatapan kosong. Setelah itu Anto perlahan melepas topengnya dan memperlihatkan wajahnya dengan senyum pada Haruna, meski di lauyar di buat palsu wajahnya. Tapi Haruna masih diam dan tidak berkata apa-apa sama sekali. -Sepertinya kita harus pindah saja- kata NAVI lalu menteleportasikan keduanya dari medan perang yang kacau itu yang hanya membawa mereka berdua ke tempat di mana dirinya pertama kali masuk ke dunia itu. -Semak-semak!- kode dari NAVI memberi tahu Anto. Anto pun segera mengangkat Haruna lalu menggendong Haruna di pundaknya yang tidak tahu siapa di dirinyaitu.


“Tenang, kita tempat  yang tidak asing dulu dan akan ku jelaskan." dengan senyum mengatakan itu pada Haruna. Haruna mengangguk dalan gendongan Anto dan tidak terlihat takut sama sekali. “NAVI!” panggil Anto meminta bantuan. “Bahasa alam yang belum ku kuasai apa bisa kamu lakukan sesuatu pada itu?” Tanya pada NAVI karena dirinya yang sekarang belum tahu cara menggunakannya.


-Bahasa alam itu aku yang kuasai dan bisa membuatmu menterjemahkan bahasa para tumbuhan dan hewan cerdas lainnya. Jadi tidak perlu khawatir- jawab NAVI dengan tenang dan percaya diri. Anto yang mendengar itu segera lari membawa Haruna yang terus menatapanya tanpa berkedip sama sekali dari punggunya. -Berhenti!- minta NAVI tiba-tiba setelah lari dengan cukp cepat dan sudah beberapa puluh meter. -Di balik pohon itu ada seseorang yang mungkin kamu kenal!- NAVI memberi tahu Anto dengan tenang.


Anto tidak langsung jalan dengan terus melihat ke pohon itu. “Keluarlah!” minta Anto dengan suara tenang sambil melihat ke pohon itu. Belum ada reaksi sama sekali lalu Anto membuat tebasan angin tanpa bergerak sama sekali ke arah pohon itu, dan saat kena pohonya langsung terbang seperti debu. Saat dia melihat, ternyata dia adalah Raja Iblis yang masih terlihat sama persis dengan waktu dulu dengan luka yang sangat berat sekali seluruh tubuhnya. “Raja Iblis." dengan Anto mengatakn itu sambil melihat kondisinya yang tidak baik sekali. “Mana yang lain?” Tanya Anto pada tiga beastman lainnya yang tidak di sampingnya. Raja Iblis bukannya menjawab malah dia tersenyum pada Anto. Anto kemudian jalan ke arahnya santai sambil membawa Haruna yang tidak berkedip sama sekali. Saat sampai di dektnya Anto langsung menyembuhkan Raja Iblis tanpa bicara sama sekali dan juga tanpa menyentuh sama sekali. Raja Iblis hanya terdiam melihat apa yang di lakukan Anto pada dan tidak bersuara sama sekali.


-Lebih baik jangan lama-lama, masih ada janji satu lagi yang perlu kamu tepati juga- NAVI mengingatkan Anto yang masih santainya.


“Aku paham. tapi apa…” Anto tidak lanjut merespon NAVI. “Lebih baik ku lakukan saja.” tambahnya dan tidak jadi mengatkan apa yang ingin di katakan sebenarnya. “Raja iblis, apa kamu mau pindah bersama semua rakyatmu ke Dunia lain di dunia yang damai tanpa ada peperangan?” Tanya Anto padanya dengan tenang mengatakan itu pada Raja Iblis.