Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 93


“Mama!” Panggil Anto saat melihat Mama nya terlihat sangat serius sekali.


Mama nya yang sudah di dalam, melihat Anto dengan sangta tajam sekali. Dia mulai berjalan mendekati Anto yang melihatnya dari kasur.


“Kenapa Mama terlihat begitu menyeramkan saat ini?” Guman Anto dengan suara sangat kecil yang takut saat melihat Mama nya menatap dengan sangat tajam padanya.


Anto yang melihat Mama nya sangat seram hanya bisa diam saja melihat Mama nya mendekati nya. Mama nya yang sudah sampai di dekatnya, duduk si sampingnya sambil menatap nya dengan tajam. Anto yang berada di dekat Mama nya yang begitu menyeramkan, sangat kerakutan sekali.


“Andri!” Pangil Mama nya dengan sangat lembut “Tidak, apa aku harus panggil Anto?” Tanya Mama nya dengan sangat lembut pada Anto yang menundukkan kepalanya setelah di dekatnya.


Andri tidak menjawab Mama nya karena di tatap dengan begitu tamajn  dan terlihat sangat menyeramkan hingga Anto tidak bernai berkata apa-apa, meski di Tanya dengan suara yang lembut.


“Anu…!” Anto yang mengalihakan pandangannya ke arah lain setelah melihat sedikit Mama nya yang masih menatpanya.


“Apa?” Tanya Mama nya de gan suara lembut namun tidak sesuai dengan ekpresi wajah yang menakutkan.


Anto masih diam saja dan tidak berkata apa-apa pada Mama nya yang begitu menakutkan saat masih menatapnya dengan taja. Anto sesekali melirik Mama nya yang masih menatap ya dengan penuh perhatian dan juga masih terlihat menyeramkan. *“Kenapa Mama bertingkah menakutkan kali ini?”*Anto yang bertanya pada dirinya sedniri yang tidak tau dengan apa yang sedang terjadi.


“Anu… Permisi!” Ucap seorang pelayan di luar  pintu yang terbuka lebar dengan membawa nampan makanan.


Mama Marya melihat ke suara itu datang dengan cukup tajam. Maid yang di lihat Mama Marya, kaget saat bertatapan dengan Nonya besarnya yang terlihat menakutkn sekali hingga membuatnya langsung meundukkan kepala.  Setelah melihat sekilas, Mama langung berbalik melihat ke arah Anto lalu menatapnya lagi dengan penuh tajam. “Sudah. Mama akan kembali lagi.” Kata Mama Anto sambil beranjak berdiri dengan suara lembut namun tidak sesuai dengan ekpresinya yang terlalu menakutkan. Mama nya beranjak berdiri lalu meninggalkan Anto tanpa melihat berbalik lagi.


Anto melihat ke arah Mama nya yang berjalan menuju pintu depan kamarnya dengn tenang dan melihat ke arah maidnya yang menunduk ketakutan. “NAVI, bagaimana ni?” Tanya Dengan suara yang sedikit takut pada NAVI sambil melihat Mama nya.


NAVI diam sebelum menjawab Anto. “Kita tinggu saja lah. Lebih baik kita diam lihat apa yang akan terjdi.” Jawab NAVI dengan suara santai.


“Tunggu apa nya? Bukan kamu juga yang menderita , tapi aku nih.” Anto merespon dengan sangat jelas sekali dan kesal pada NAVI yang menjawabnya setengah matang dan memberi masukan yang masuk akal tapi belum tentu bisa benar.


NAVI tidak lagung menjwab Anto, malah diam agak lama. “Maaf dah. Pkirkan saja sendiri. Aku juga sibuk. Banyak data yang masuk tiba-tiba. Pikirkan saja sendiri.” NAVI dengan suara bosan dan juga terdengar malas menjawab merespon Anto yang masih di tempaynta.


“Cepat ke sini.” Panggil Anto yang ada di kasurnya dengan santai dan lembut.


Maid yang paling depan melangkah dengan cepat setelah sedikit masuk ke dalam kamar dan di susul oleh Maid lain di belakangnya yang berjalan kecil lalu saat masuk di dalam pintu dengan cepat bergegas masuk dan seterusnya Maid yang lain mengikuti.


Setelah beberapa saat mereka semua berkumpul di dalam ruangan Anto dengan merasa cukup lega. “Apa Mama ada di luar?” Tanya Anto pada Maid nya. Tidak ada yang merespon Anto, mereka saling tatap dan tidak berkata apa-apa.


“Ya.” Jawab Seorang maid dari belakang.


Anto langusng melihat ke arah sumber suara itu, Para Maid yang tidak bicara sedikit kaget dan dengan cepat menyingkir membiarkan Anto melihat ke arah gadis yang bicara. Anto melihat Madi itu cukup sopan bicara padanya dan tersenyum riang padanya “Apa Mama terlihat menakutkan?” Tanya Anto pada Maid itu.


Maid itu tidak langung menjawab, tapi memikirkan jawaban. “Hm! Bagiaman ya?” Maid itu menjawab dengan santai nya dan tidak sopan. Maid yang lain sedikit takut dengan tingkah Maid yang bicara itu yang tidak sopan pada Anto. “Sangat seram sekali.” Dengan wajah serus dan sedikit riang mejawab Anto yang melihatnya dengan penuh keyakinan.


Anto melihat ke arah Maid itu dengan senyum dan juga sedikit terdiam saat melihat Maid itu yang terlihat biasa saja bicara pada nya. "Gadis yang cukup menarik dan sangat sopan sekaligus percaya diri." Anto yang menilai Maid nya yang terlihat biasa saja saat bicara padanya. “Ini yang ku mau.” Ucap Anto dengan santainya sambil menurunkan kakinya dar kasur dan duduk di tepi kasur, lalu meliht ke arah semua Maid yang lain yang terlihat Kaku. “Kalian pernah masuk ke dalam ilusi yang di  buat Lala kan. Bagaimana jika kalian bersikap seperti yang ada dalam ilusi itu pada ku dan supaya kita lebih mengenal satu sama lain dengan lebih baik dan jelas.” Kata Anto dengan suara lembut pada Maid lain yang diam saja sebelumnya.


Semua Maid bingung dan juga tidak tau harus mebjawab apa. “Lakukan saja semuanya.” Tiba-tiba Maid yang dari tadi menjawab Anto merespon dan dengan riangnya dan juga dengan sopan pada Maid lainnya. “Dengar kan ini. Anto yang di ilusi itu sama dengan yag di sini. Jangan menahan diri. Kalian tau, dari tadi aku menahan diri bersikap sopan dan lembut membuatku merasa aneh dan juga tidak tau harus berbuat apa.” Maid itu menjelaskan dengan singkat dan dengan suara jujur sekali pada Maid yang lainnya.


Maid yang lain mendengar saran tadi, mulai merenungkan sedikit perkataan teman Maidnya yang di dengarnya tadi. “Apa yang dia maksud tadi itu?” Anto yang kebingungan sendiri saat melihat Maid nya mulai besikap berbeda sekali saat berpikir merenungkan maksus Madi tadi. Semua Maid yang dari tadi berpikir melihat ke arah Anto yang duduk dengan santai di pinggir kausr dan terlihat bingung dengan tingkah mereka yang tiba-tiba berubah.


Salah satu Maid maju sedikit ke depan Anto “Ne, boleh Tanya?” Maid tadi, melihat ke arah Anto dengan sedikit sopan. Madi itu meihat ke arah Anto yang masih diam dan sedikit tersenyum pada nya lalu Anto mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaannya tadi. “Apa beloh kami bersikap berbeda di depan mu?” Tanya Maid itu dengan terus terang sambil melihat Anto yang meununggu.


Anto tidak langusng menjawab, malah diam sebentar melihat ke arah Maidnya yang terlihat seikit berubah sikapnya. “Ya, boleh tentunya. Lagian juga kenapa kalian bertanya begitu?” Dengan santainya menjawab sekaligus bertanya dengan sedikit bepikir. Anto melihat ke para Maid nya yang mulai cerah wajahnya saat melihat ke arah mereka.


Semua Maidnya tidak ada yang menjawab pertanyaannya, mereke malah kelihatan senang saat mendengar jawaban Anto. “Hm!” Anto yang sedikit heran saat melihat Maid paing depan mulai terlihat sangat berbeda sekali dengan diri nya yang tadi. Bukan Maid yang di depan saja yang terlihat berbeda, namun semua gadis Maid mulai mengeluarkan aura yang berbeda dari setiap orang dan memancarkan jiwa yang terasa kuat hingga membuat Anto kaget dengan perubahan sikap dan mental semua Maidnya yang berbeda sekali dari sebelumnya.


Next Chapter


Maaf lama baru UP nya. Author sangat sibuk sekali dengan proses pembuatan propsal jadi Author tidak bisa nulis dengan cepat. Mohon maklumi ya.