
ZERO pertama
Namaku Anto, ini awal mula sebelum aku punya kekuatan OP (Oper Power) pada diriku yang ke 10.000. Pada Duniaku, kehidupanku memang pernah tergantung pada kedua OrangTuaku yang sama persis dengan OrangTuaku yang lain. Sejak lahir kedua orangtuaku selalu sama dan tidak pernah berubah. Pada diriku yang lain juga mereka memiliki OrangTua yang sama seperti diriku dan tidak pernah berubah bahkan sampai diriku yang ke 10.000. Aku di tinggal mati oleh kedua orangtua ku sejak berumur 4 tahun karena serangan Monster yang keluar dari Dungeon. Meski mereka meninggal, mereka memberikan aku sebuah segel jiwa mereka yang di dapat dari Mosnter dan katanya aku bisa membangkitkan mereka saat aku sudah bisa mendapat kekuatanku juga. Aku mempercayai itu dan menunggu diriku kuat sampai saatnya tiba membangkitkan kedua orangtuaku. Kali ini aku akan menceritakan kisahku mengenai diriku yang sama sekali tidak mengerti tujuan hidup pada saat ini dan hanya masih anak polos tanpa pengetahuan apa pun mengenai diri sendiri mau orang lain keculai bertahan hidup di hukum dunia alam rimba yang sedang terjadi.
Sebelum diriku yang ke 10.000 kondisi kehidupanku eangat berbeda sekali dari yang pertama. Pada kehidupanku ini, Dungeon muncul tiba-tiba sudah hal biasa dan Monster sudah biasa juga berkeliaran di tengah kota dan sudah hal biasa ada manusia yang mati dan juga sudah hal biasa orang terbangkitkan namun mati sebelum bisa mencapai potensi maksimal mereka. Pada masa ini listrik tidak ada sama sekali dan manusia hidup di bawah kegelapan yang tiada cahaya Pada malam hari, biasanya di saat itulah aku sendiri mencari makanan apa pun yang bisa di makan di luar meski banyak bahaya yang mengincar dari monster.
Meski malam hari berbahaya dengan banyak monster malam dan lebih kuat muncul tapi di saat itulah aku bisa mencari makanan dengan tenang dari pada waktu pagi, siang atau sore hari. Pagi, Siang, sore hari biasanya itu para orang dewasa atau remaja dan anak-anak mencari makanan dengan berebut dan saling bunuh satu sama lain yang membuat dirinya jadi takut keluar pada waktu itu dan hanya bisa keluar malam hari saja. Makanya aku memilih keluar malam dengan resiko yang sangat berbahaya mencari makanan liar di mana pun itu yang ada makanannya bahkan termasuk mencuri dari orang lain. Aku tidak tinggal di satu tempat malah berjalan ke tempat lain dari tempat lian supaya lebih leluasa dan tidak di temukan oleh para manusia lainnya.
Bumi tidak memiliki tidak seperti sebelumnya. Andaikan manusia tidak banyak mati pada masa munculnya monster dan juga System Player lebih awal datangnya mungkin manusia bisa hidup dengan damai dan tenang di bawah para player yang selalu mencegah Dungeon datang. Karena generasi selanjutnya tidak memhami apa itu System player mereka hanya melihatnya sebagai benda asing yang tidak di mengerti oleh yang generasi sekarang termasuk diriku, dan itu lah yang membuatnya jadi tidak bisa berkembang lebih jauh lagi oleh generasi manusia selanjutnya.
Kembali ke alur cerita yang di mana ini di mulai dari Anto yang mendapat System Player dengan pengetahun dangkal dan belum mengetahui fungsi sesungguhnya dari System Player itu. Tapi dengan ketidak sengajaan mendapat sebuah buku komik dengan judul {Dunia fantasi datang ke Duniaku} membuatku sedikit memahami System itu dengan lebih baik meski sebagian kecil saja. Cerita bermuali dari berikut.
“Roti ini sudah lama dan basi, tapi apa yang barusan masuk ke kepalaku itu?” Tanya Anto saat mengingat resep pembuatan roti yang habis di makannya itu dan juga bahasa yang di katakannya sehari-hari bisa di kenalnya tanpa belajar sedikitpun. Anto melihat ke System Bronze yang di depannya yangtiba-tiba muncul dan membuat dirinya tiba-tiba mengingat semua resep roti tadi itu. “Apa ini?” Tanya Anto sambil melihat dengan jelas sekali. ‘AHHH...!’ terndengar suara teriakan orang dewasa yang membuat Anto jadi panic dan cepat bersembunyi di rerunuhan bangunan terekat yang cukup untuknya bersembunyi. Anto melihat kemudian langsung melihat keluar mencari sumber asal suara itu.
“TOLOOONGG…!” Suaranya terdengar jelas sekali ‘ROAAARRR…!’ Anto besembunyi dengan takut sekali apa lagi itu sedang pagi hari dan juga tidak berani melihat. ‘ROAAARR…!’ suara monster itu terdengar lagi hingga Anto masih bersembunyi dengan penuh ketakutan tidak berani keluar sama sekali. Anto diam saja di tempat persembunyiannya dan tidak keluar selama beberapa saat. Setelah beberapa lama tidak ada suara yang terdengar Anto berhenti takut dan kemudian melihat ke luar.
“Apa sudah pergi?” Tanya Anto lagi dengan tetap bersembunyi. Setelah merasa aman, Anto terus melihat dari balik persembunyiannya dan belum keluar. “Aduh!” Anto tertimpa sebuah buku di kepalanya saat hendak mengangkat kepalanya untuk melihat lebih jelas lagi. Anto memegang kepalanya karena sedikit sakit, lalu perlahan Anto mengambil buku itu dan memegangnya. “Apa ini? Dunia fantasi datang ke Duniaku?” Anto mengatakannya dengan kerasa dan jelas sekali. Anto yang sedikit tertarik membuka lembaran buku itu meski masih lapar karena ingin tahu saja. Saat mleihat bagian dalamnya terdapat gambar dan bahasa yang di pahaminya Anto mulai membcanya dengan pelan meski belum menyadari dirinya bisa baca huruf yang tertulis di buku komik itu.
Anto meski bisa baca belum tahu kemampuan itu akan membuatnya bertahan hidup hingga beberapa kali di Dunia yang sama dan juga menjadi penyelamat dan legenda yang akan terus di kenang sepanjang zaman dan sejarah. Setelah iseng membuka halaman pertamanya yang terdapat gambar yang sangat bagus dan sebuah kalimat pendek yang udah di pahami oleh perkataan dirinya, perlahan mulai duduk memabcanya di tempat persembunyiannya. Anto terus berlama-lama di sana hingga tidak menyadari waktu yang telah di habiskannya untuk membaca komik itu dan juga rasa laparnya di tahan dengan cukup lama.
Setelah beberapa lama di sana Anto masih diam membacanya dengan tenang dan tidak terganggu sama sekali. ‘TOLOOONGG… ROAAARR…!’ Anto sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di dekatnya dan hanya asik membaca komik itu. ‘KRUHGGTT!’ Anto mulai merasa lapar dan langsung menutup bukunya lalu memasukkan buku itu ke dalam bajunya yang sudah usang dan banyak jahitan. “Laparnya…” Anto melihat ke luar lagi apa ada bahaya yang mengancam dari balik puing-puing banguan tempat dia sedang bersemunyi. Setelah beberapa lama dan merasa tidak ada bahaya Anto perlahan keuyar dari puing-puing bangunan itu. “Aduh!” Anto melihat ke kakinya yang mengeluarkan darah dan juga sudah banyak sekali. Anto jadi eringat saat dirinta buru-buru masuk dan sama sekali tidak menyadari kalau kakinya luka cukup berat dan juga sudah banyak keluar darah. ‘ROAAARR!’ Suara Mosnter sedang melihat ke arahnya. Anto yang melihat itu langsung panic dan berlari kencang mencari tempat sembunyi.
“Di mana! di mana! di mana!” Anto terus melihat sana sini mencari lubang atau tempat sembunyi sempurna buat dirinya bersembunyi dari kejaran monster yang sebentar lagi sampai. ‘ROARRR!’ Monster itu semakin dekat dengan Anto . Anto yang merasa bahaya sudah di dekatnya langsung lompat ke samping ke tembok puing bangunan yang rusak dan cukup untuk di lompatinya. Monster yang mengejar Anto pun langusung tidak mendapatkan Anto yang sudah lompat ke puing tombok itu.
Anto langsung bangkit dengan menahan rasa sakit di kakinya yang sedang terluka meski barusan belum di sadari sama sekali. Saat bangun dari temptanya, sebuah Dungeon dengan warna hitam muncul di dekat Anto yang membuatnya langsung terseret masuk ke dalamnya. “Siapa pun, tolong aku…” Tapi Anto hanya bisa pasrah saja saat hanya meminta petolongan dari dalam hatinya dan juga tidak di dengar oleh siapa pun.
Saat di tarik oleh Dungeon sebuah layar bronze di depannya muncul. {Tingkat Neraka. Khusus 1 orang Player. Bertahan hidup dan melawan Bos monster. Batas wakti 1 tahun. Penting, tergangung situasi yang di alami akan ada perubahan yang akan terjadi dalam Dungeon.} Anto melihat notifkasi itu dengan jelas sekali di depan matanya. “Apa ini akhirnya? Ayah Ibu, anakmu sangat tidak beruntung…” Anto perlahan mengeluarkan air mata. Bukan karena sedih tapi tidak menyangka akan mati seperti ini. Meski Anto melihat notifaski itu, dia sama sekali tidak peduli dan tidak mengerti sama sekali dengan pemberitahuan yang di alaminya itu. {exp dan drop item meningkat untuk orang pertama kali memasuki Dungeon tingkat neraka sebanyak 50%}. Notikasi pemberitahuan untuk kedua kalinya dan tidak di perhatikan oleh Anto sama sekali.
Setelah masuk di dungeon, Anto membuka matanya lalu melihat sekitar yang menamukan dirinya sudah masuk dengan pakaian lusuhnya di dalam dungeon. Namun, saat di dalam Anto menemukan banyak sekali hutan belantara yang sangat rindang dan rimbun sekali. Anto perlahan bangun melihat sekelilingnya yang sangat gelap sekali. Anto perlahan bangun dengan wajah yang sangat pucat sekali. “Aku lapar...” Anto yang jadi pucat karena banyak darah yang hilang akibat luka yang melebar pas lompat dari incaran Monster di luar tadi. Anto kemudian menyobek bajunya lalu membalut kakinya yang luka suapaya darahnya tidak keluar. Setelah membalut lukanya, Anto melihat sekitarnya yang sepi jadi merasa lega karena hutan tempat dia berada tidak ada monster apa pun yang muncul dan juga tidak ada hujan.
Anto berjalan ke pohon yang terdekat darinya lalu memanjat meski keadaannya sangat tidak baik sekali. Saat memanjat Anto sampai di dahan yang cukup tinggi dengan penglihatan yang masih kabur dan jyag memaksakan diri meski seluruh tubuhnya sudah lemah. Anto melihat ke sekitarnya, mencari tahu apa ada bahaya yang tersembunyi di dekatnya. Setelah beberapa saat mengawasi dan tidak menmukan hewan dan Mosnter, Anto merasa lega terus mencari lagi makanan yang mungkin ada di dekatnya. “Ketemu!” Anto melihat sebuah buah di pohon yang cukup jauh dari tempatnya sedang memanjat. Anto langsung turun dengan cepat kemudian langsung berlari ke pohon itu.
Anto dengan lancar sampai di sana dan tidak di temukan oleh siapa pun. Saat sampai Anto langsung memanjat ke pohon itu, namun di saat yang bersamaan sebuah tangan keluar dari dahan pohon saat Anto sudah setengah memanjat. Anto dengan reflex melepas dirinya dari pohon itu lalu terjatuh hingga sulit bangkit lagi. Anto mulai berusaha berdiri dengan sangat menahan sakit kakit dan di sekujur tubuhhnya. "Mosnter Pohon!" Anto jadi ketakutan dengan perasaan yang sangat takut sekali dengan berusaha bertaha hidup.
“Aku harus lari...” Anto yang sudah bangun mulai berlari lagi dengan menahan rasa sakitnya. Anto memaksakan diri berlari meski staminanya sudah sangat habis sekali. Di belakangnya Anto di kejar oleh pohon itu melebihi kecepatannya dan langsung lompat menghadang Anto. Anto bukannya takut malah dia langsung berbelok dengan cepat lalu berlari lagi. Anto sangat kelelalahan terus di kejar dan di hadang seperti itu. Anto memikirkan cara lain setelah 4 kali di hadang dengan cara yang sama. Untuk yang ke lima kalinya Anto langsung menerobos lewat selangkang pohon itu dengan memberanikan diri. Pohon hidup itu sepertinya tidak menduga hal itu dan menjadi kaget dengan hal yang di lakukan Anto membuatnya jadi terdiam di tempatnya.