
“Ada apa?” Tanya Lala pada Petugas wanitaitu dengan sopan.
“Tidak.” Jawab singkat petugas itu dengan sopan dan hormat.
“Aku tau, apa yang dipikiranmu. Di dunia ini tidak ada orang baik.” Lala yang menebak isi pikiran dari petugas.
“Kita sampai di lantai lain.” Kata petugas itu setelah lif pintunya terbuka.
Saat sampai, Lala melihat sekitar dan memenumukan bahwa lantai ini memiliki banyak sekali kendaraan. Selain itu,disini tidak terlalu banyak pelanggan.
“Apa ada yang di rekomendasikan?” Tanya Lala lagi dengan sopan.
“Ada, mari ikut saya.” Ajak petugas itu dengan sopan pada Lala menuju sebuah pintu yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Lala dan Nenek mengikuti lagi petugas itu. Setelah beberapa meter berjalan mereka sampai di depan pintu itu. Petugas membuka pintu itu dengan santai dan juga dengan sopan mempersilahkan Lala dan Nenek duluan masuk ke dalam.
“Ini apa?” Tanya Lala saat melihat sebuah bola yang lebih besar dari lanati sebelumnya.
“Ini adalah kendaraan berfokus pada kecepatan dan dan ketahanan. Kebanyakan ini di sewa dan di kembali kan secara utuh dan juga sangat evesien untuk berpegian untuk waktu yang singkat” Jawab Singkat dengan sangat jelas.
Lala paham dengan ucapan petugas itu dan berpikir selama beberapa saat.
“Baiklah saya akan sewa ini.” Kata Lala dengan jelas dan juga senang dengan penjelasan petugas itu.
“Mari ikuti saya untuk registrasi.” Ajak petugas itu dengan sangat jelas sambil memimpin jalan.
Lala mengikuti petugas itu dengan pelan seperti jalan petugas itu.
“Tunggu!” Seseorang memanggil lagi yang suaranya tidak asing.
Lala melihat ke arah asal suara itu. Saat melihat, ternyata orang yang sebelumnya datang lagi menggangu lagi.
“Berapa harganya?” Tanya dengan sangat sombong sekali pada petugas itu.
“Untuk menyewa kendaraan ini memerlukan uang sebanyan 999 kuadriliun dan juga ada yang rusak atau lecet Anda harus mengganti sebesar 500 kuadrilium.” Jawab petugas itu dengan sopan dan juga tegas.
Kelima orang itu kaget sekali dengan perkataan Petugas itu. Kemudian saling berbisik lagi.
“Hm! Apa mereka sangat menginginkanku? Dasar sampah.” Lala yang merasa sangat jijik sekali dengan kelima orang yang terus mengikutinya.
“Permisi! Apa ada yang bisa di sewakan semua fasilitasnya lengkap dan juag sangat terjamin?” Tanya Lala dengan sopan pada petugas wanita itu.
“Mohon tunggu sebentar.” Kata petugas itu sambil menunggu kelima orang itu yang masih berbisik dan juga mulai menekal layar di depannya.
Selama beberapa saat Lala dan Nenek menunggu petugas selesai dari mnnekan tombol di layar di depannya.
“Hei! Mau ikut kami?” Tanya lagi seorang pria yang sebelumnya nanya pada Lala.
“Para sampah ini.” Lala berusaha tersenyum sopan pada mereka.
“Tidak.” Jawab Lala dengan singkat dengan berhenti tersenyum.
Kelima orang itu langsung merasa sangat tidak senang sama sekali dengan jawaban dari Lala. Mereka kembali mendiskusikan sesuatu.
“Sepertinya susah juga jadi gadis cantik.” Lala yang masih ssangat jijik sekali dengan para lelaki itu.
“Mohon sebelumnya pelanggan.” Dengan sopan bicara pada Lala.
“Ada apa?” Tanya Lala yang sedikit bingung.
“Kendaraan itu berharga sangat mahal sekali. Sehari harus di sewa sebanyak satu desiliun, dan harus bayar lagi jika mengembalikan.” Petugas itu menjelaskan pada Lala dengan hormat.
“Cukup murah padahal.” Pikir Lala yang tidak merasa kekurangan uang sama sekali “Saya mau itu. Untuk waktunya sekitar seminggu.” Ucap lala pada petugas itu.
Petugas itu terdiam dengan perkataan Lala, termasuk Para pria yang sebelumnya, yang terus menerus menganggu Lala.
“Hei! Jangan terlalu sombong dong.” Kata salah satu pria paling terlihat kejam dengan sangat sombong sekali pada Lala “Aku mau itu.” Kata pria itu dengan sangat sombong sekali mendahului Lala.
Petugas itu jadi bingung harus bagaimana.
Para lelaki itu langsung terdiam dan juga kaget dengan perkataan Lala yang memberikannya secara tulus. petugas itu dengan sigap mengubah ekpresinya.
“Mari ikuti saya.” Ajak Peugas itu pada kelima orang itu.
Namun, bukannya mengikuti petugas, semua pria itu malah diam mematung dan juga bingung harus bagaimana.
“Silahakan, ikuti saya.” Ajak petugas itu lagi, karena para pria tidak ada yang mengikutinya.
“Kami tidak jadi menyewanya.” Ucap salah satu pria dengan sangat tegas dan juga menahan rasa malunya.
Petugas wanita itu yang tadinya ramah kini merubah tatapannya dengan sangat tejam sekali.
“Anu!” Lala memanggil “Mereka tidak jadi, saya akan menyewanya.” Ucap Lala dengan sopan sekali dan juga meredakan amarah petugas itu.
“Mari ikuti saya?” Ajak petugas itu lagi dengan ramah pada Lala.
Lala dan Nenek mengikuti petugas wanita itu dari belakang. Para pria itu dengan tatapan melihat mangsa, dengan sangat ingin sekali memakan Lala dari belakang. Tapi, Lala yang mengetahui itu, membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan.
“Nona! Sepertinya Anda membuat keributan dengan orang yang salah.” Ucap petugas itu dengan ramah pada Lala “Mereka itu Anak dari beberpa orang penting di kerajaan ini.” petugas itu menambahkan.
“Jangan lanjutkan.” Dengan tegas Lala mengatakan perkataanya sambil menatap tajam petugas pada petugas itu dan tanpa senyum.
Petugas itu langsung diam saat meliaht ke arah Lala yang sangat menyeramkan sekali saat melihatnya seperti itu. Dengan perasaan takut, Petuga situ langsung diam dan berusaha tetap senyum dan juga dengan penuh professional.
“Aku tidak ingin tau mengenai orang selain mereka yang bisa tulus.” Pikir Lala dengan sangat tegas dan juga tanpa senyum “Nenek ini salah satunya. Dia tidak menunjukkan emosi apapun. Meski hanya menebak, Nenek ini bukan orang biasa.” Lala yang percaya sekali dengan dirinya sendiri.
Setelah beberapa meter, meeka sampai di sebuah dinding. Petugas itu menekan dinding di depannya. Beberapa saat kemudian, muncul sebuah layar.
“Silahkan berdiri disini.” Ucap petugas itu sambil menyuruh Lala masuk ke dalam sebuah tabung yang cukup besar.
Tanpa menjawab, Lala masuk. saat di dalam, Lala di scan seluruh tubuhnya oelh pemindai. Beberpa detik kemudian selesai.
“Tolong masukkan pembayarannya disini.” Sambil mengarahkan tangan Lala di layar sebelumnya dan menyuruh Lala mebgirimkan uangnya
Tanpa ragu Lala langsung menekan beberapa kali, kemudain selesai setelah beberapa detik menekan.
‘TING!’ Transaksi selesai. tertera pada layar
Petugas itu sangat Kaget sekali dengan uang yang dimiliki Lala yang membayar sangat banyak hanya untuk menyewa Kendaraan itu.
“Bisa aku memakainya sekarang?” Tanya Lala dengan senyum di wajahnya pada petugas itu.
“Ya.” Jawab Dengan senyum profeional pada Lala sambil memimpin jalan ke Kendaraan yang di maksud
Lala dan Nenek jalan lagi mengikuti Petugas itu dari belakang. Kali ini mereka hanya berjalan lima meter saja dan sampai di sebuah dinding. Petugas itu menekan sesuatu di dinding dengan sangat pelan. Sesaat kemudian, muncul sebuah cincin dari dinding itu.
Next Chapter
Nama bilangan di atas triliun:
Triliun : 1.000.000.000.000 (Nol nya sebanyak 12 angka)
kuardrilium : Nolnya sebanyak 15
Kuintiliun : Nolnya sebanyak 18
Sekstiliun : Nolnya sebanyak 21
Septiliun : Nolnya sebanyak 24
Oktiliun : : Nolnya sebanyak 27
Noniliun : Nolnya sebanyak 30
Desiliun : Nolnya sebanyak 33
Bertambah 3 Nol nya setiap Naik