Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 135


Setelah membuat barrier dan ilusi pemandangan indah, Anto mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa seperti di Bumi. Selama berganti pakaian, Gadis kecil yang masih melihat pemandangan belum melihat seperti apa wajah Anto yang sesungguhnya. Setelah itu, Anto mulai menyiapkan alat memasak dan berbagai bahan makanan mentah yang akan segera di masak di atas meja yag di buatnya. Setelah semuanya tersedia, Anto dengan Skil kinetiknya mengendalikan semua alat masak dan bahan makanan sesuai keinginannya. Terlepas dari itu, Gadis tadi yang melihat pemandangan yang baru pertama kali di lihatnya kini melihat ke Anto yang sedang mulai memasak. Gadis itu melihat Anto yang tersenyum saat memasak seperti merasa sangat nyaman sekali. Anto melihat ke Gadis itu yang menatapnya dari tadi dengan wajah serius dan terdiam di tempatnya. “Kemari.” Ajak Anto dengan suara lembut pada Gadis kecil itu.


Gadis itu tanpa ada keraguan mendekati Anto. Dia langsung berdiri di dekat Anto yang sedang memasak dengan peratan modern yang sama seperti di Bumi sebelum di hancurkan. Di depan Gadis itu, Anto memasak dengan santai dan pelan. Tapi meski saat memasak, Gadis itu terlihat lapar sekali melihat daging mentah yang Anto taruh di atas piring meja. -Hm… Apa kamu akan membiarkannya begitu?- Tanya NAVI pada Anto yang masih memasak dengan senyum senang akan sesuatu.


“Ya.” Jawab singkat Anto sambil terus memasak dengan di temani Gadis itu yang hanya memperhatikan daging yang di atas meja. Gadis itu hanya melihat ke daging yang ada di atas piring dan tidak melihat ke Anto yang sedang memasak makanan yang lebih enak. Anto yang melihat itu, membuat daging itu jadi tak kasat mata supaya Gadis itu tidak melihat ke daging itu terus. “Kamu tidak boleh makan daging mentah lagi dari sekarang, paham.” Anto memperingati Gadis itu dengan  mengelus kepalanya. “Jika kamu ingin sehat dan kuat, kamu harus makan yang bergizi supaya tidak kurus seperti ini.” Anto dengan suara lembut bicara pada Gadis itu dengan santainya memberi nasihat. Gadis itu mengangguk kecil tanpa melihat ke Anto. “Kamu duduk di sana.” Suruh Anto sambil membuat sebuah sopa di dekatnya supaya Gadis itu tidak berdiri menamninya. Gadis itu menurut dan dengan cepat naik ke sopa itu, lalu menunggu di sana. Setelah itu, Anto melanjutkan memasaknya dengan di perhatikan oleh Gadis itu.


***


Beberapa menit berlalu, Anto selesai memasak dengan hidangan yang begitu banyak. Tapi, Gadis itu malah tertidur dengan nyenyak di sopa yang di buatnya. “Sepertinya aku harus menunggu.” Anto tersenyum saat melihat Gadis itu yang tidur dengan nyenyak. Anto mendekat ke sopa lalu mengangkat Gadis itu terus mengubah sopa itu jadi sebuah kasur dan Anto menaruh Gadis itu sambil mengganti pakaian Gadis itu dengan pakaian biasa lalu menidurkannya di kasur. “Sepertinya di luar sudah sibuk NAVI.” Anto tersenyum sambil menyelimuti Gadis itu.


-Tenang saja. Mau sekuat apa pun mereka, masih belum cukup untuk membuat hancur Barrier ini. Yah... Setidaknya mereka tidak mempunyai kekuatan yang setara dengan menghancurkan Planet baru bisa membuat retak perisai ini- Bicara NAVI dengan suara senang sekali. -Dan itu pun akan langsung pulih dalam beberapa detik saja, meski cuma punya kekuatan penghancur yang sebesar itu- Bicara NAVI yang terdengar hanya asal bicara dengan suara senang. Setelah dia diam dan tidak bicara lagi. Anto duduk di tepi kasur sambil melihat ke langit pemandangan yang di buatnya. -Tinggal 1 menit lagi Anto- NAVI memperingatkan setelah asal bicara. Anto yang mendengar itu tersenyum sambil mulai menutup matanya.


-Sleep!- Terdengar jelas NAVI mengucapkan sebuah Skil tidur. Anto yang medengar itu, bisa mengetahui apa yang di perbuat NAVI. NAVI membuat semua manusia tidur di tempat mereka masing-masing sambil melindungi mereka dengan barrier  kecil di tempat mereka masing-masing. -Semua sudah siap. Tinggal 10 detik lagi Anto- NAVI memperingatkan saat sudah waktunya hampir habis dan semua Monster sudah ada dalam barrier terbukanya. Saat Anto mendengar NAVI berkata sudah siap, dia mengangkatkan tangannya setiggi mungkin. Lalu dari langit terbuka suatu portal yang berukuran 5 KM yang sama ukurannya dengan barrier tebuka yang di buat NAVI. -5, 4, 3, 2, 1!- Di saat yang bersamaan, waktunya juga habis dan membuat semua Bunsin yang di buatnya menghilang. Semua Bunsi Anto yang ada di seluruh Dunia menghilang tanpa jejak setelah menghabisi semua Monster yang ada di muka Bumi.  -Sebaiknya kamu naik ke kasur dan biarkan aku yang mengurus ini- Suruh NAVI dengan suara senang sekali.


Anto yang merasakan kepalanya menrima sesuatu. “Ya.” Jawab Anto yang mulai akan mendapat pengalaman dari semua Bunsin yang di kirimnya ke berbagai Negara. Setelah merespon, Anto langsung naik ke kasur dan langsung memeluk Gadis itu kemudian tertidur di sampingnya dengan cepat, lalu mendapat semua memori semua Bunsinnya yang di alaminya. Sementara itu, portal yang di buat Anto masih terbuka lebar di langit tanpa mengeluarkan apa-apa. ‘WUSH!’ sebuah meteor yang sangat besar jatuh dan keluar dari portal itu. Setelah satu muncul, kini bukan hanya satu saja, tapi tambah banyak dan besar yang muncul. Setelah itu, banyak meteor yang bermunculan dari dalam porta yang seperti menumpahkan air larpa api yang akan masuk ke dalam sebuah ember besar yang sudah di masukkan semut yang sangat banyak sekali. Setelah itu portalnya menutup setelah 10 detik lebih terbuka di langit dengan membiarkan semua meteor itu jatuh ke semua Monster yang ada.


‘BUM! BRAM! KABUMM!’ meteor terus berjatuhan menimpa Monster yang tidak bisa lari sedikit pun dari dalam barier yang buat NAVI dengan sangat kokoh. Monster-monster yang ada di dekat barrier keluar berusaha mendobrak dengan sangat kuat, tapi usaha mereka sia-sia saat melihat jutaan meteor sudah dekat sekali. ‘BUM! BARRR! DORR!’ meteor berjatuhan di semua tempat yang telah di kurung oleh NAVI. Meteor yang jatuh itu hanya membutuhkan waktu 10 detik lebih buat membunuh semua Monster yang ada di ruang barrier yang di buatnya dan hanya menyisakan semua manusia. -Sepertinya tidak ada yang selamat, kecuali Manusia- Bicara NAVI dengan sangat jelas sambil merasakan semua Manusia yang masih hidup di dalam barrier yang di buatnya sedangkan semua Monnter di dalam portal itu tidak ada yang tersisa sama sekali, bahkan mayatnya pun tidak kecuali api yang ada di mana-mana akibat meteor yang jatuh ke dalam barrier terbuka yang di buatnya.


Next chapter