
“Ini pintu kamarku!” Kata Siska saat melihat pola pintu itu.
Siska yang melihat itu, dengan ragu masuk ke dalam reruntuhan itu. Siska yang ragu membuka pintu dengan sangat pelan dengan mengintip saat. Saat pintunya sedikit terbuka, Siska melihat ke dalam reruntuhan dan saat
melihat, Siska hanya melihat kegelapan saja. Karena Siska hanya meliha gelap gulita saja, dia masuk dengan pelan ke dalamnya. Saat masuk, tiba-tiba lampunya menyala otomatis dari berbagai tempat dan pintunya di tutup secara otomatis. Siska sedikit kaget dengan pintunya yang tiba-tiba menutup.
“Ini kamarku? Kenapa bisa ada di sini?” Siska yang kebingung dengan semua yang di lihatnya .
Siska melihat kamarnya sendiri dengan teliti, sambil memegang barang-barang yang sama persis dengan yang di kamarnya yang masih utuh.
“Semua ini barang milikku!” Ucap Siska Setelah cukup lama berkeliling di kamarnya sendiri yang sangat normal sekali “tidak ada yang special dari kamar ini!” Ucap Siska dengan suara kecil “Tapi, kenapa rasanya nyaman sekali saat disini.” Siska yang ada kenyamanan di dalamnya dan juga perasaan yang berbeda dari biasanya.
Siska berjalan pelan ke kasurnya dan kemudian merebahkan diri dengan santainya setelah samapai di samping kasurnya. Siska yang sudah berbaring, melihat langit-langit kamarnya.
“Kakak, sebenarnya Aku dimana? Kenapa Kakak mengirimku kesini?” Siska yang memikirkan keadaannya sendiri yang tidak tau di aman dia sebenarnya berada “Kapan Aku masuk ke dunia ini?” Tanya Siska pada dirinya sendiri sambil mersa baik-baik saja dan juga bingung dengan kapan dia akan kembali ke dunia semula “Kakak bilang akan membuat tumbal dariku. Apa ini maksdunya?” Tanya Siska yang masih tidak paham dengan Kakaknya sendiri dan juga masih ada keraguan pada semua yang di lihatnya.
Siska terus memikirkan perkataan Kakaknya yang tidak masuk akal. Siska yang tidak tau harus apa di kasurnya, dia bangkit dari kasurnya dan melihat sekeliling. Siska melihat ke arah cermin kecil miliknya yang tidak pernah berubah dari tempatnya. Siska berjalan ke cermin itu di taruh dengan pelan. Saat sampai, Siska mengambil dan melihat pantulannya dirirnya.
“Hm! Kenapa wajah Kakak?” Siska yang tidak mengerti dengan apa yang di lihatnya dalam cermin.
Siska melihat lebih jelas, sambil memegang wajahnya dan juga bayangan yang mengikuti di dalam cermi persis sama.
“Kenapa Aku mempunyai wajah Kakakku?” Siska yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi “Arrgghh…!!” Siska tiba-tiba berteriak saat otaknya menerima ingatan, setelah melihat bayangan di cermin sambil memegang kepalanya yang sakit.
Siska menahan sakit yang di terimanya dengan sangat gigih sekali. Beberapa menit berlalu, Siska masih merasakan sakit dari ingatan yang tiba-tiba masuk ek dalam otaknya dan juga informasi yang tidak di ketauinya. Setelah beberapa saat, Siska merasa kepalanya terasa makin baik dan pelan-pelam mulai mendingan daei sakit kepalanya
“Kak! Duania kita hancur oleh monster ya.” Ucap Siska dengan suara kecil dan juga sudah mengetahui di mana dia berada sambil duduk tidak percaya dengan ingatan yang di terimanya “Aku kira Kakak berbohong saat bilang Kakak dari masa depan. Tapi kenyataannya…!!” Siska tidak tau harus bilang apa pada dirinya sendiri saat mengetahui kebenaran dari dunia yang sudah rusak dan hancur di depannya.
Siska yang bingung dan masih tidak percaya dengan semua yang di alaminya, bangun dan kemudian berjalan dengan pelan keluar dari kamarnya dan juga sambil meneteskan air mata lagi dan juga merasa sangat sedih.
“Ini bukan perasaanku!” Siska yang sudah menyadari kalau semua perasaan yang di milikinya itu bukan miliknya, melainkan Kakaknya. Dan juga, Siska juga, menyadari kebingungn nya itu adalah emosi miliknya yang membuatnya menjadi ragu apa yang di lihatnya.
Saat sampai di depan pintu keluar, sebuah cahaya sangat cerah sekali, tiba-tiba menyinari ruangan itu dengan sangat terang.
“Apa yang terjadi?” Siska yang sangat kaget dengan yang cahaya tiba-tiba muncul terpaksa menutup matanya karena cahaya silau yang sangat terang sekali dan tidak sempat keluar dari kamarnya.
Setelah beberapa saat, cahaya itu langsung memudar dan tidak muncul lagi. Siska yang merasa sudah tidak ada cahaya kangsung membuka matanya.
Siska mengerjapkan matanya beberapa kali supaya merasa baikan dan juga mengusap matanya dengan kedua tangannya. Setelah bisa melihat dengan baik dan normal, Siska melihat sebuah koper muncul di depannya yang bewarna hitam semua.
“Koper?” Siska yang melihat dengan dengan bingung “Apa in…!” Siska tidak melanjutkan kata-katanya saat mahluk kecil keluar dari koper itu dan kemudian melayang di depannya.
“Salam master!” Mahluk kecil itu memberi hormat pada Siska dengan sangat sopan sekali secara tuba-tiba.
Siska yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi hanya diam saja dan melihat mahluk itu terus melayang dan tidak melakukan apapun.
“Siapa kamu?” Tanya Siska dengan dengan ragu pada mahluk aneh itu.
“Saya Fixy. Saya akan membatu master dalam menyelesaikan tugas yang di berikan pada saya.” Jawab Fixy dengan sopan pada Siska yang masih agak merasa aneh.
“Tugas! Apa maksudnya?" Siska yang masih belum mengerti dengan apa yang sedang terjadi "Hm!" Siska yang melihat sebuah layar di depannya "Ini status game? kenapa ada sesuatu seperti ini?.” Siska yang biangung dengan sebuah system yang muncul di depan matanya "Oh!" Siska mengingat mendapat system saat mendapat memory Kakaknya dan juag menydari kalau dunia yang sudah hancur gara-gara monster dari dunia lain yang tidak ada habisnya muncul meski sudah ada di level tinggi "Fixy bukan termasuk dalam bagian system? Bagaimana dia bisa di nilai sebagai pet?" Siska yang melihat nya sebagai pet pada statusnya "Ini sungguh membingungkan sekali!" Guman Siska dengan susara sangat kecil sekali sambil meliaht ke statusnya yang merasa sudah terbiasa “Jadi apa tugasmu?” Tanya Siska yang sudah tenang dan juga tidak merasa aneh lagi pada mahluk kecil itu.
“Saya disini cuam menyampaika pesan saja.” Jawab Fixy dengan sopan pada Siska.
“Menyampaikan pesan! Apa pesannya?” Tanya Siska yang bersikap tenang.
“Mohon untuk membukan kopernya!” Kata Fixy dengan sopan pada Siska.
Siska melihat ke koper di depannya. Siska melihatnya dengan sangat jelas sekali kalau itu seperti koper antik dan memakai resleting. Ini sungguh aneh baginya yang menemui barang antik secara kebetulan dalam satu waktu yang berselang tidak lama. Dengan pelan Siska membuka koper itu. saat membukanya Siska medapat sebuah sepucuk kertas saja dan tidak ada yang lain dalam kopernya.
“Apa Cuma ini?” Tanya Siska pada Fixy di depannya yang terus melayang di depannya.
“Saya tidak tau.” Jawab FIxy dengan sopan dan juga tidak tau apapun mengenai apa yang di berikan padanya.
Setelah itu Siska mengambil kertas itu dan ternyata saat melihatnya ada sebuah tulisan di dalamnya.
‘Untuk Adikku Siska yang sangat ku sayangi, Ini dari Kakakkmu. Sekarang kamu akan menjalani peran di dunia ini sebagai dirimu sendiri dengan menggunakan tubuhku dan juga ingatanku. Tugasmu Cuma satu, yaitu mekaklukkan Anto sebagai keksaihmu. Dengan begitu kamu bisa menjadi tumbal penolong Anto. Jangan Khawatir jika kamu mati di sana, kamu tidak akan mati di dunia nyata. Dan satu hal lagi, saat ini kamu berada dalam ilusi ingatan ku. Jadi kamu tidak ada dalam kenyataan, hanya saja kamu akan mengalami emosi yang ku dapat dari situ. Dah dulu selamat berjuanng ya’ Siska yang membaca isi suarat dari Kakakknya.
“Kak! Sebenarnya dunia apa ni?” Siska yang tidak mengerti sama sekali dengan yang di alaminya dan juga sangat penasarn dengan Kakaknya yang sudah berbeda sekali “Dunia ini sudah hancur lama dan Anto muncul disini menyelamatlan Kakak. Hah… Ini hal yang paling membahagiakan buat Kakak bisa bertemu dengan orang yang menakjubkan dan juga sangat cerda sekali. Selain itu orangnya penyayang meski dia tidak menganl siapa orangnya, dia selelau menjaganya sampai sadar.” Siska yang mualai kepikiran setiap sikapnya pada Anto saat baru pertama kali bertemu dengannya di dunia ilusi yang di ciptakan Kakaknya.
Next Chapter