Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 145


Sudah beberapa detik Anto menunggu jawaban dari Riana, tapi masih belum di repson sama sekali. -Sebaiknya nanti kamu tanya lagi mengenai itu, lebih baik sekarang pikirkan cara memecahkan masalah mereka dulu- NAVI memperingatkan dengan tenang sambil melayang terbang lalu duduk di kepala Anto.


“Baiklah.” Respon Anto singkat yang merasa terpaksa. “Hah… Nanti kita bahas lagi soal pernikahan ini. Sherly, apa yang kamu inginkan?” Anto dengan sangat serius mulai membuka mulutnya unyuk bertanya. Sherly tetap tenang dan tidak melakukan apa-apa.


Sesat sambil bertanya, Anto membuat dua buah kursi di depannya. Sherly yang melihat itu paham maksud Anto. “Mari masuk Riana.” Ajak Sherly yang masuk duluan meninggalkan Riana yang masih melihat ke Anto yang masih tenang dan tidak berkata apa-apa.


Saat Sherly sudah duduk, Riana baru masuk dan berdiri di belakang Kakaknya. -Ada sesuatu yang mendekat di luar- NAVI memperingatkan dengan sangat jelas sekali. Meski begitu, Anto tetap tenang dan tidak khawatir dengan masalah itu dan hanya akan menunggu apa tujuan dari sosok yang datang itu. -Hero- NAVI memperingatkan dengan jelas sekali. Anto yang mengetahui sosok itu yang sepertinya sudah ada di dalam kamar itu, tetap diam dan membiarkannya ikut mendengarkan apa yang terjadi. -Sepertinya bukan, dia hanya keturuan Hero itu- NAVI yang melihat jelas seorang Gadis itu diam di belakang pintu dengan Skilnya yang membuatnya tidak terlihat sama sekali.


“Baiklah, akan ku ceritkan tentang Skilku terlebih dahulu.” Bicara Sherly dengan serius dan tenang. “Ini di mulai ketika  umur 6 tahun saat melakukan upacara kedewasaan. Setiap anggota keluarga kerajaan akan ke kuil untuk melakukan pemberian Skil dan aku mendapatkan 3 Skil yang sangat tidak ku suka sama sekali.” Sherly berbicara dengan wajah mulai kosong. “Pada awalnya aku sangat senang saat mendapatkan ketiga Skil tersebut, karena pada dasarnya hanya bisa menerima 1 Skil saja setiap orang dan bahkan. Skil pertama aku mendapat penyembuh, kedua mendapat Skil pendeteksi kebohongan dan Skil ketiga penglihatan masa depan.” Sherly terdiam sejenak. “Saat aku keluar dari kuil, tanpa sengaja Skil pendeteksi kebohongan dan melihat masa depan itu aktif secara bersamaan dan aku melihat banyak sekali rakyatku yang menderita di masa depan dan Pahlawan yang di panggil duluanya baik kini jadi tirani yang membuat masalah bagi seluruh rakyat Dunia bahkan sampai belahan benua lain.” Sehrly diam dan tidak melanjutkannyanya.


-Dunia sedang kacau balau- Bicara NAVI yang menjelaskan secara singkat pada Anto yang mendengarkan tapi masih terlihat bingung atau tidak memperhatikan sama sekali.


“Meski di benua lain pemngagilan Hero di lakukan, mereka di pulangkan dan ada juga yang tinggal. Banyak Hero yang di panggil dan banyak pula yang menjadi jahat karena keiginan egois mereka sendiri. Dan di sinilah di mulainya." Sherly menunsukkan kepalanya. "Saat aku keluar dari kulai, aku di tanya Skil apa yang ku dapat, dan tentunya aku jawab cuma satu dan itu pun Skil penyembuh yang ku berutahu. Setelah itu, semua keluargaku langsung merbuah tatapannya padaku dan untungnya Adikku tetap bermain denganku meski aku mulai di jauhi semua orang. Dan saat Adikku berusia 5 tahun, di sana aku menceritkan semua hal yang ku ketahui dan bahkan dia sendiri sampai berbohong dengan Skil yang di dapatnya itu." Sherly diam sebentar.


"Kakak!" Panggil Riana yang i belakangnya mendengarkan dengan wajah sedih.


"Skil yang di dapatnya itu adalah ada 3 juga, yang pertama cahaya, kedua pedang dan ketiga kegelapan. Adikku sangat membatu setelah aku mencertiakn itu. Adikku selalu membatu menyelesaikan masalah dan memberithu setiap hal yang di lakukannya di setiap pertemuan kerajaan yang di lakukannya.


"Kalau itu aku paham, tapi bisa langsung ke inti masalah yang kamu inginkan?" Tanya Anto dengan terus terang karena Sherly terlalu banyak cerita. Sherly mengangguk meski certitanya di potong.


"Tepat saat umurku 8 tahun, aku selalu menggunkan Skil melihat masa depan dan menmukan berbagai kejadian yang sangat menyakitkan hati. Tapi itu tiba-tiba berubah dan tida ku bisa lihat masa depan yang sama berulang kali dan bahkan ada yang sampai kosong sama sekalu masa depan yang ku lihat itu." Sherly menganggakt kepalanya lalu melihat ke Anto. "Setiap kali ku coba melihat masa depan sama, aku tidak menemukan jawabannya apa penyebabnya berubahm bahak setiap detik masa depan yang ku liah itu selalu berubah tiap kalu ku lihat. Dan suatu hari, saat aku mehat masa depan Dunia itu terhenti. Semua mahluk hidupnya bergerak dan Dewa Dewi pun juga terhnenti dan aku melihat sosok hitam menghilang begitu saja. Menurutku dia bukan Hero, dia buka penyihir, dia bukan kesatria, dia bukan iblis, dia hanya seorang manusia yang kebetulan tertinggal dalam sebuah pemangggilan dan kabur dari negeri ini.” Sherly tersenyum pada Anto.


Sherly memandang ke Anto dengan senyum yang membuat Anto tidak mnegerti dengan apa yang di lakukannya. "jadi, intinya aku adalah sosk hitam itu yang menghentikan masa depan Dunia ini. Jika semua itu nyata, maka ada masalah besar yang tentunya terjadi di masa ini. Hahh... Ini akan sangat merepotkan, tapi ini lebih baik karena tidak ada BIDADARI yang ada di sini." Anto yang merasa senang denagn situai itu. “Bisa kamu lanjutkan?” Tanya Anto yang masih ingin mendengar lanjutkan cerita Sherly. Sherly yang masih berpikir mau mulai dari mana masih diam sebentar.


“Jika di Tanya bagaimana aku menamukanmu, itu karena setiap orang yang ku lihat di masa depan itu, selalu ada bayangan kamu di setiap masa depan yang kulihat. Bahkan, di masa depan yang selalu berbeda, setiap kali ku lihat ulang, itu selalu ada bayangamu di sana. Jadi kepikiran selama beberapa minggu setelah melihat Dunia yang selalu berubah setiap kali ku lihat, dan juga ada selalu kamu di tiap masa depan itu, dan siapa yang paling banyak berkontribusi dalam merubah Dunia." Sherly diam sebentar. " Sebelum menemukanmu, selama 2 tahun aku selalu menggunakan Skil ini, aku tidak pernah memperhatikanmu sama sekali dan hanya terus mencari tahu penyebabnya perubahan dan berusaha menemukan siapa di balik layar yang selalu memanipulasi dan itu sangat sulit sekali mencarinya. Tapi, karena ku selalu terpikat pada orang yang mebuat perubahan, aku jadi tidak memperhatikanmu. Dan setelah sekian lama, aku baru sadar setiap perubahan ada kamu di sana dan aku mencoba melihat masa depanmu dan hasilnya cuma melihat senyum ada di mana-mana di setiap Gadis dan bahkan aku melihat diriku sendiri di sana dan cuma emliaht sebuah tmapt kosong saja. Tidak ada rmah, yang ada malah cuma senyum dengan wajah ceria dari tiap orang di sisimu .” Sherly dengan sangat senang bicara seperti itu pada Anto.


Setelah cukup lama bercerita, Sherly diam saja melihat ke Anto. “Hm… Apa yang tadi itu nyata?” Tanya Anto pada NAVI. NAVI tidak langsung merespon malah ikut jadi penasaran dengan masa depan yang di maskud di bagian akhir itu.


-Ya kayaknya. Semuanya tidak ada kebohongan sama sekali, saat dia mengataknnya tadi- Jawab NAVI dengan tersenyum pada Sherly meski dia tidak di lihat sama sekali oleh Sherly. -Selain itu, orang itu tanpaknya Gadis pengamat itu sangat menikmati semua informasi yang di dapatkannya, sebaiknya kamu pergi sekarang- Suruh NAVI dengan tenang sambil melihat ke Sherly.


terlihat sangat indah tempatnya. “Apa yang ada di sana?” Tanya Anto lagi yang sedikit penasaran.


-Tidak ada apa pun, cuma tanah lapang yang jauh dari sini dan di tutupi oleh kabut tebal yang bahkan bisa membuat orang tersesat. Tapi itu tidak bagiku- Jawab NAVI sambil menkelaskan singkat.


Anto melihat ke layar itu yang banyak sekali rerumputan dan juga banyak hewan kecil di sana. “Sherly! Berapa orang yang tahu kemampuanmu itu?” Tanya Anto pada Sherly yang masih diam saja.


“Aku dan Adikku saja yang tahu. Selain itu tidak ada siapa pun yang tahu sama sekali dengan Skil yang ku punya ini.” Jawab Sherly dengan tenang.


“Hm…” Anto sedikit berpikir. “Berapa banyak tentara yang setia padamu?” Tanya Anto lagi untuk menggali informasi lebih banyak lagi supaya bisa mengambil keputusan dengan lebih baik.


“Riana! Berapa banyak yang kita punya?” Tanya Sherly pada Adiknya yang berada di dekat dengannya. Riana tidak langsung merespon dan malah diam saja.


“Tidak banyak, hanya 1000 orang saja dan itu bahkan tersebar di berbgai kerajaan ini.” Jawab Riana dengan melihat ke Kakaknya. “Tidak mudah mencari orang yang jujur sekarang ini Kak. Bahkan di antara mereka pun masih banyak kekurangan.” Dengan wajah tidak yakin dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Ohh… Bukannya itu sudah banyak.” Anto diam sebentar setelah mengatakan itu. “Sekarang ini sudah semakin mudah saja. Sekarang kalau gitu, bisa kamu kumpulkan mereka semua sekrang ini?” Tanya Anto dengan sopan dan serius pada Riana.


“Bisa.” Jawab Riana dengan cepat dan refkeks.


“Kumpulkan di tempat lapang yang kamu ketahui dan juga kalau bisa tempat kosong yang tidak ada orang dan cukup untuk 1000 orang itu berkumpul.” Anto diam sebentar sambil melihat ke Riana. “jika tidak ada tempat seperti itu kamu gunakan alat yang akan ku buatkan.” Anto menambahkan dengan cukup singkat.


“Tempat lapang itu cuma ada di tempat latihan kerajaan saja dan tidak ada yang lain.” Riana merespon singkat dan jelas.


“Kalau gitu tunggu sebentar.” Setelah itu Anto membuat sesutau di depannya. “NAVI bantu aku.” Minta dengan cukup serius. NAVI yang ada di atas kepalanya mengambil alih proses pembuatan itu. “Ini akan memakan waktu sedikit banyak, selagi membuatnya, ada hal yang ingin ku tanyakan mengenai Hero yang di panggil kemari.” Anto dengan sangat serius mulai mengubah ekspresi sambil meliat ke Sherly dan Riana.


Next Chapter