
Raja Iblis jadi terdiam mendengar itu dari Anto. Tapi di sisi lain dia tesenyum tiba-tiba. “Aku akan membantumu dengan satu syarat!” Jawab Raja Iblis dengan serius pada Anto.
Anti terdiam sebentar mendengar itu dan tidak menyangka akan mendapat respon seperti itu. “Apa itu?” Tanya Anto yang ingin tahu.
“Kamu harus menikahiku.” Jawab Raja Iblis sehingga membuat Anto membeku kaget termasuk para Beastman ikut membeku kaget dengan perkataannya.
“Tunnggu, tunggu, tunggu... kenapa kamu tidak menikah dengan orang di sana saja.” Timbal Anto yang bingung dengan permintaan itu. "Bukannya aku tidak mau, hanya saja ini tiba-tiba..." Tambah Anto yang masih menrcerna permintaan Raja Iblis padanya.
Raja Iblis tetap tersenyum sambil melihat ke Anto. “Mustahil menikahi mereka. Kerena mereka tidak menarik, apalagi para laki-laki di sini tidak ada yang mau sama Iblis sepertiku. Aku sudah lama ingin becinta, namun sampai sekarang tidak terwujud sama sekali.” jawab Raja Iblis itu dengan serius. "Jadi aku ingin kamu jadi milikku, bukan aku ingin kamu memilikiku." Tambahnya dengan sangat yakin sekali dan tdak keberatan sama sekali.
“TIDAK BOLEHHH…!” Teriak tiba-tiba Haruna dengan sangat jelas setelah mendengar itu sambil menarik Anto dari depan layarnya sendiri. “Kamu tidak boleh menikahi Iblis kejam itu!” Tatap Haruna dengan tajam pada Anto yang di belakangnya. Anyo terdiam leihat Haruna marah sekali dan baru pertama kali di lihatnya. Haruna berbalik melihat ke layar dengan wajah marahnya. “Hei, Raja Iblis yang kejam dan jahat, lebih baik kamu mati saja!” Haruna mengatakan itu dengan tajam sekali padanya.
Raja Iblis malah tersenyum saja pada Haruna. “Lama tidak bertemu Haruna.” Sapa balik Raja Iblis pada Haruna, sedangkan para Beastman juga kaget melihat siapa di hologram di depannya itu. “Kamu sudah besar dan cantik, tapi kamu tidak boleh menentang Raja ini.” Timbal Raja Iblis itu dengan tetap senyum. Sementara itu Anto hanya diam saja melihat Haruna yang seperti itu pada Raja Iblis.
Haruna dan Raja Iblis saling tatap dengan ekspresi masing-masing. “Apa kamu ngajak ribut?” Tanya Haruna dengan wajah kesal dan marah sekali sambil mengeluarkan kekuatannya. Anto jadi kaget melihat Haruna yang sangat menyeramkan sekali seperti itu. Raja Iblis kemudian mengubah wajahnya sedikit lalu tersenym lagi.
“Haruna, kamu tahu kamu tidak akan pernah bisa melawanku bukan. Kenapa kamu tidak mengalah saja!” Dengan senyum mengtakannya pada Haruna. Rapi Haruna malah terlihat semakin marah dan kesal saat melihat raja Iblis yang sepeti itu padanya. Haruna lalu berbalik melihat ke Anto yang di belakangnya. Haruna terus dengan wajah marahnya hingga Anto tidak berkata apa-apa dengan yang di lakukan Haruna. Haruna langsung memegang tangan Anto tanpa bekata apa-apa padanya karena sedang marah.
Setelah di pegang, Anto langsung tiba di ruang makan Raja iblis itu. Anto jadi terdiam melihat ruang makan yang bagus tapi bukan itu yang jadi masalahhnya sekarang. Anto harus menyaksikan Haruna dan Raja Iblis yang saling tatap dengan tajam, dan juga Beastman yang kaget dan tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi ini di depan mereka. "Apa yang harus ku lakukan?" tanya Anto yang hanya bisa diam saja memperhatikan mereka berdua.
Haruna terdiam lalu mengubah sedikit ekpresinya setelah di panggil. “Ada apa kak?” Tanya haruna dengan ekpresi seperti sebelumnya hingga membuat Anto dan semua orang membatu dengan perubahannya yang tiba-tiba. “Kak, ada apa?” Tanya Haruna pada Anto yang diam saja, setelah di panggilnya. Anto hanya tersenyum merinding melihat ekpresi haruna yang berubah cepat seperti itu.
“Haruna, kamu sangat pandai itu berekting di depanku. Tapi, tidak akan ku biarkan kamu melakukan itu pada laki-laki baik seperti dirinya!” Raja Iblis langsung mengeluarkan auranya pada Haruna. Haruna pun langsung menatap Tajam pada Raja Iblis dengan mengeluarkan auranya juga. Anto yang melihat itu hanya bisa diam melihat dua kekuatan yang bertabrakan dengan sangat kuat sekali. Tapi Haruna melirik ke Anto dan membuatnya berhenti mengeluarkan auranya dengan cepat.
Raja Iblis ikut juga menghentikan auranya menyebar dengan tetap senyum. Anto sedikit lega karena semua itu berakhir, tapi itu juga membuat Anto mengetahui kalau Haruna punya hubungan dengan raja Iblis. “Aku harus apa di waktu seerti ini?” Tanya Anto yang meliat keuda masih orang ini masih saling lihat dengan cara masing-masing. Sementara itu para Beastman malah terlihat tenang dan baik-baik dan juga seperti sudah terbiasa melihat apa yang di lakukan kedua orang ini. Di saat Anto sedang mleihat ke duanya, tiba-tiba dirinya merasa di pegang oleh tangan dan di belakangnya dan membuatnya langsung melihat, tapin sebelum sempat balik, mulutnya di sumpal hingga tidak bisa bersuara. “Haruna!” Anto berusaha memberontak dengan sangat kuat, tapi sia-sia saja karena tidak berguna, karena tubuhnya merasa membeku.
“Tenang lah.” Anto mendengar Raja Iblis di dekat telinganya, namun wujudnya masih di depan Haruna. “Teleport!” Anto hanya bisa diam saja tidak memberontka saat mendengar Skil raja Iblis di aktigkan. Saat teleportnya selesai, Anto tiba dii sebuah kamar tidur dirinya sudah di atas ranjang dengan Raja Iblis sedang mendudukinya. Raja iblis itu terlihat senang sekali sambbil melihat ke Anto yang masih berusaha tenang.
“Apa yang ingin kamu lakukan?” Tanya Anto yang masih di duduki oleh Raja Iblis di atasnya. Raja Iblis bukannya menjawab, malah melepas pakaiannya satu persatu. Belum sempat bicara lagi, Anto mendapatkan mulutnya tidak bisa bicara, ada rantai yang mengikat kedua tangan dan kakinya yang kelua dari siatu tempat di dekatnya. “Um… Um!um!um!” Anto inggin biecara namun hanya itu sja yang keluar dari mulutnya. Setelah Raja Iblis dengan pakaian dalmnya, barulah dia berhenti melakukan apa pun dan melihat ke Anto dengan wajah senang. Sedangkan Anto hanya diam saja melihat pemandangan di depannya.
“Tenang saja, aku cuma ingin mengambil sebagian dari DNA mu.” Timbal Raja Iblis itu sambil memegang kerah baju hitam Anto. ‘SREK!’ Raja Iblis itu langsung menyobek baju Anto hingga sisa celanya saja. Anto berusaha meronta karena baru paham apa yang mau di lakukan Raja iblis itu padanya. “Tenang saja, aku cuma ingin kita bersenang-senang sebelum kamu kembali ke Bumi.” Raja Iblis terus menggoda Anto yang memgegang perut Anto. Anto merasa tidak kuat lagi pada bagian bawahnya dan mulai berdiri tega secara perlaha. Raja Iblis tersenyum saat merasakan ada sesatu yang muncul di bawahnya itu.
Raja iblis itu mulai menurunkan tangannya ke bagian paha Anto yang masih memaki celana dengan pelan. “Seperti adik ini sudah siap.” Raja Iblis itu mengatakanya dengan jelas, saat ada benjolan dari celana Anto. “Mari kita siapkan dahulu sebelum hidangan utamanya.” Raja Iblis itu perlahan mulai memegang celana Anto yang di dalamnya ada harta karun para lelaki. Namun sebelum sempat membukanya, ada tangan menghentikan Raja Iblis yang muncul secara tiba-tiba. Anto melihat ke tangan itu yang ternyata milik Haruna yang tiba-tiba di kamar itu dengan menatap sangat tajam sekali ke Raja Iblis.
“MENJAUH DARINYAAAA…!” Teriak Haruna dengan sangat kencang sekali pada Raja Iblis. Raja Iblis yang tadinya tersenyum, kini melihat dengan tatapan kosong pada haruna karena menghentikannya. Raja Iblis dan Haruna malah saling tatap dengan tajam, namun Haruna mulai memperbaiki ekspresinya. “Raja Iblis, kamu kira akan ku berikan padanya dengan mudah! Aku tidak memberikannya semudah itu.” Dengan nada serius Haruna mengatakan itu pada Raja Iblis. Raja Iblis tetap menjaga ekpresinya lalu berdiri perlahan melihat ke Haruna.
“Haruna, kamu sudah berlebihan. Kamu sudah melakukan juga dengannya kan, sekarang giliranku juga sebagai Raja Iblis.” Timbal Raja Iblis dengan serius sekali pada Haruna. “Bukannya kita berlima sudah janji akan membagi segalanya!” Tambah lagi raja Iblis dengan sangat serius sekali. Namun Haruna diam saja belum merespon sama sekali dengan wajah sedikit memerah. “Haruna jawab, apa kamu mau melanggar janji kita?” Tanya Raja Iblis dengan sangat serius serius sekali.