Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 82


“Ini dari masa depan.” Jawab NAVI dengan suara biasa saja.


“Masa depan!” Andri yang sedikit bengung dengan perkataan NAVI yang terdengan tidak masuk akal baginya “ Apa maksudnya?” Tanya Andri yang ingin tau saja.


“Yah. Itu dah, ini data yang ku terima dari dirimu dari masa depan yang datang ke masa lalu.” Jawan NAVI memberi tau Andri yang penasaran.


Andri memikirkan maksud dari perkataan NAVI yang masih tidak masuk akal baginya sama sekali. Seolah-olah itu hanya di buat-buat saja perkataannya, tapi Andri merasa yang di katakn NAVI itu benar dan dia juga merada bingung dengan perasaannya yang campur aduk.


“Mustahil kan. Itu yang kamu pikirkan pasti?” Tanya NAVI pada Andri yang hanya menebak maksud dari Andri yang diam saja. setelah dirinya memberi tau.


'Huh..!' Andri menarik dan mengeluarkan nafasnya "Kurang percaya saja.” Jawab Andri dengan suara biasa saja dengan penuh percaya diri.


“Sama saja menurutku.” NAVI membalas perkataan Andri dengan sedikit kesal.


Setelah itu, Navi tidak berkata apa-apa lagi pada Andri setelah kesal padanya.


“Hahahaha…!” Andri tiba-tiba ketawa saat mendengar NAVI yang sedikit kesal padanya dengan seikit senang.


Andri ketawa agak lama ketawa, juga dengan penuh bahagia sekali di wajahnya yang terpancar dengan jelas sekali.


“Maaf ya." Ucap Andri dengan suara yang masih sedikit senag dan juga sedikit ketawa "Entah kenapa aku tiba-tiba ketawa dan juga merasa senang.” Ucap Andri dengan senyum bahagia  di wajahnya yang sangat jelas sekali.


“Huh!" NAVI yang masih kesal pada Andri "Sudah lah. Cepat pergi dari sini.” Ajak NAVI yang msih terdengar kesal pada Andri.


“Sabar lah.” Kata Andri dengan suara senang yang melihat ke sekeliling di dalam jeruji denga begitu teliti.


Andri melihat agak lama hingga dia merasa sudah baiakn dari rasa senangnya yang sedikit berlebihan saat sadar. Setelah begitu lama melihat, Andri sedikit termenung di dalam kurungan itu.


“NAVI!” Panggil Andri yang terdengar serius “Apa aku punya sesuatu untuk melindungi diriku?” Tanya Andri yang terdengar sedikit cemas saat bertanya.


“Punya lah." Jawab NAVI yang juga sudah tenang dan tidak terdengar kesal pada Andri "Gunakan Imajinasi mu kemudian bilang Status atau langsung ucapkan juga bisa.” Kata NAVI menjawab pertanyaan Andri dengan sejelas mungkin.


“Hm!” Adri yang masih sedikit tidak mengerti dengan maksud dari NAVI “Baiklah.” Andri mulai menutup matanya “Status.” Dengan menggunakan imajinasi nya mengucapkan dengan penuh perasaan.


Setelah berkata begitu, Andri belum membuka matanya selama beberapa saat.


"Woi! Kenapa masih tutup matamu? LIhatlah di depan mu. Suara NAvi yang terdengan jelas sekali memeri tau Anri yang belum memuka matanya.


Tanpa Andri merespon NAVI, dia membuka matanya dengan pelan. Setelah memukan matanya, Andri melihat sebuah layar di depannya yang menampilkan sesuatu.


“STR 100, AGI 75, VIT 45, INT 200, DEX 90, LUK --, Skil beladiri Petualang Bintang. Semua ini Status yang biasa ada dalam game. Sejak kapan aku memiliki sesuatu seperti ini?” Andri yang sedikit bingung dan juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang merasa sangat familiar dengan yang di lihatnya.


“Aish! Susah bilang pada orang yang ammesia gini.” NAVI yang sedikit mengeluh saat Andri yang tidak tau apa yang udah di lakukannya selama beberapa tahun terakhir "Ini Status mu saat ini." Dengan suara sedikit lesu menjelaskan pada Andri yang


“Maaf saja, bukan aku yang mau hilang ingatan.” Andri menimpali NAVI yang mengeluh padanya, yang terdengar sangat jelas sekali.


Setelah Andri berkata begitu, NAVI tidak membalas perkataan Andri. Andri melihat lagi ke layar statusnya dengan sangat teliti.


"Hm, Inventory!" Andri yang melihat tulisan di dekat tampilan statusnya "Biasanya ini di gunakan dalam menyimpan barang yang di bawa atau drop monster yang tauh akan langsung masuk ke dalam inventory, jika dalam game. Tapi ini dunia nyata, apa yang aku bawa?" Andri yang bertanya-tanya apa isi dari inventory nya.


Setelah itu, Andri membuka isi dari inventory nya dengan imajisai nya. Saat melihat daptar isi inventory nya, Andri cuma melihat satu item saja.


"Cuma sepuluh!" Guman Andri sambil melihat item yang bertulikan panting dan tidak ada yang lain.


Andri kemudian menekan salah satu icon di layar itu, tapo tidak terjadi apa-apa.


"Gunakan imajinasi mu." NAVI mengingatkan dengan suara iasa saja.


Andri tidak merespon NAVI, dan mengikuti saran NAVI. Andri kemudian menggunakan otaknya sebagai pengendali dari icon pilih. Andri memilih salah satu kemudian membuka nya.


"Ini!" Andri tiba-tiba sedikii sedih dan merasa rindu akan sesuatu saat melihat foto di depannya yang meyang setelah di keluarkan.


"Ayah, Ibu." Andri dengan sengaja menyebut itu dan juga percaya dengan ucapan nya saat melihat dirinya bersama Ayah dan Ibunya yang mengendong seorang bayi, dan Andri sendiri lah bayi itu.


Setelah melihat foto kedua orang tuanya cukup lama, Andri mulai tenang lagi, setelah beberapa saat sedikit sedih. Setelah melihat foto, Andri mamasukannya lagi ke dalam inventory. Kemudian menarik napas beberapa kali.


“NAVI, ke arah mana ni?” Tanya Andri yang masih dalam kurungan yang sudah merasa baik sekali dan mulai bicara dengan suara yang terdengar biasa saka.


“Entahlah. Fasilitas ini tidak ada dalam data yang ada.” Jawab NAVI dengan santainya, yang sudah paham dengan keadaan Andri dan tidak bertanya kenapa Andri sedih “Nah, coba kamu bawa semua hewan ini.” Memberi saran pada Andri dengan tenangnya dan juga untuk meleburkan suasana.


“Apa bisa?” Tanya Andri yang sedikit tertarik dengan saran NAVI yang terdengar tidak masuk akal.


“Bisa, tapi pertama buatkan makanan yang bisa mengenyangkan mereka.” Navi menjelaskan saat dia tau semua binatang di kurungan sedang sangat kelaparan, dan juga mulai mengalihkan semua pembicaraan sebelumnya.


“Buat saja.” Jawab NAVI dengan suara biasa saja.


“Caranya?” Tanya Andri lagi yang tidak mengerti maksud dari NAVI.


NAVI diam saat Andri yang nanya balik dengan mudahnya.


“Ahhhh…!” NAVI berteriak tidak karuan pada Andri yang terdengar bodoh saat bicara.


“Ah! Maaf.” Andri dengan reflex minta maaf pada NAVI yang  merasa kalau NAVI sedang sangat kesal padanya.


Andri yang mengerti juga, kenapa NAVI berteriak secara tiba-tiba, tidak menyalahkannya. Andri tau, jika terlalu banyak bertanya hal sepele membuat sesorang jengkel dan juga, bila yang nanya sudah paham betul maksud perkataannya. Dan sebab itulah Andri mulai sedikit diam dan memberikan NAVI waktu menenagkan diri.


“Sudahlah, sini biar aku ambil alih.” NAVI tiba-tiba melakukan sesuatu dan juga dengan suara sedikit jengkel pada Andri.


“Apa mak…!” Belum sempat Andri menyelesaikan perkataannya, dia bisa melihat sekliling dan bisa merasakn kekuatan luar biasa pada diri nya yang seperti bisa meghancurkan sebuah kota besar dengan sekali pukul saja.


“Lihat ini.” NAVI bicara dengan menggunakan tubuhnya, Setelah bertukar dengan Andri.


“NAVI!” Andri yang kaget saat merasakan mulutnya bicara sendiri dan tubuhnya melakukan pekerjaan sendiri “Apa yang terjadi?” Tanya Andri yang masih merasakan tubuhnya bergerak sendiri dan melihat garakan tangan nya yang seperti memunculkan sesuatu di udara di depannya.


“Kita cuma bertukar saja.” Jawab NAVI dengan suara biasa saja.


“Apa!" Andri yang sedikit kaget dengan perjelasan NAVI "Kamu mengambil alih tubuh ku. Kenapa?” Tanya Andri yang begitu kaget saat mengatehui itu dan juga merasa khawatir.


"Membuatkan kamu beberapa bahan makanan mentah buat kamu masaklah." Jawab NAVI dengan biasa-biasa saja dan seperti hal biasa melakukan itu.


"Bukan itu maksud ku." Kata Andri yang merasa sedikit cemas "Yang ku maksud, apa kamu bisa mengambil seluruh tubuh ini?" Tanya Andri yang terdengar cemas pada NAVI yang sedang memunculkan bahan makanan dengan pelan.


"Tenanglah." NAVI dengan suara yang mau ketawa menenagkan Andri yang suaranya terdengan sangat cemas sekali.


Setelah itu, NAVI diam saja dan tidak berkata apa-apa


“Hmm!” NAVI agak lama diam saat Andri bertanya begitu “Bagiaman cara menjelaskannya ya.” NAVI yang merasa sedikit bingung dengan cara menjawab Andri "Sebentar dulu, aku masih bingung nih." Kata NAVI yang sedikit bingung dan juga masih berpikir cara menjelaskan, apa yang di alakukannya barusan.


“Aneh, kenapa aku merasa baik-baik saja dan juga tidak perlu merasa khawatir?" Andri yang bisa merasakn kebingungan NAVI saat mencari cara menjawab pertanyaannya.


“Hah...!" Navi menghela napasnya dengan sangat jela sekali "Sekarang ini aku tidak tau cara menjawab itu, tapi ini mungkin bisa menjadi jawaban.” Kata NAVI dengan jelas dan juga dengan sedikit ragu emnjelaskan pada Andri.


“Lakukan saja.” Andri merespon NAVI yang kebingung dengan suara sedikit serius dan juga bisa merasakn kalau NAVI berkata yang sebenarnya.


“Baiklah.” NAVI merespon singkat “Apa kamu pernah merasa seperti biasa saja saat melakukan sesuatu. Seperti makan, ganti baju, membuang air besar atau baung ari kecil?” Tanya NAVI dengan sedikit merasa kesulitan menjelaskan maksud dari penjrlasnnya.


“YA.” Jawab Andri singkat dan jelas dan juga masih ingin mendengar maksdu dari NAVI.


“Nah, Anggap saja seperti itu.” Navi menambahkan perkataannya dengan singkat yang belum jelas.


“Maksudnya?” Tanya Andri yang mulai nyambung maksud dari NAVI.


“Kita sudah terbiasa menjalani hidup kita dengan begini. Biar lebih jelas, aku terbiasa hidup dalam tubuh dan kamu di luar tubuh. Paham kan?" NAvi menjelaskan dan nanya balik ke Andri yang mencerna maksud oerkataan NAVI.


"Ya, sangat paham banget." Jawab Andri dengan santainya.


"Tapi, kita satu jiwa dan juga kita orang yang sama sekaligus mempunyai tubuh yang sama. Tapi, kita tiak punya keperibadian yang ganda. Makanya diri kita saat ini mahluk apa coba.” NAVI menjelaskan dengan bersusah payah mencari kata-kata yang mudah di mngerti " Dari ini perkataan ku itu. aku tidak tau lagi ke mana aku harus mencari jawabannya." NAVI merasa masih kurang yakin dengan penjelasannya yang merasa di akhirnya itu sangat ambigu sekali.


NAVI kemudian terdiam dengan terus membuat makanan sambil menunggu respon Andri yang agak lama mencerna perktaannya yang dia sendiri masih merasa kurang benar jawabannya.


“Kita manusia, bukan. Aku tetap manusia.” Kata Andri merespon NAVI, yang merasa kalau diri nya mahluk yang berbeda “Jangan sama kan diriku dengan manusia yang lain. Aku manusia cerdas dan dan lebih hebat dari manusia lainnya. Tapi, aku tetaplah manusia bukan mahluk lain.” Dengan sedikit tegas Andri mengataknnya pada NAVI “Jangan mengatakan diri ku ini mahluk lain.” Dengan tegas Andri mengucapkannya tanpa ada keraguan.


NAVI terdiam saat Andri mengatakan itu sambil terus memunculkan bahan makanan dari udara. Setelah itu NAVI tersenyum dan merasa  yang di ucapkan Andri sangt lah benar dan jelas.


“Ya, aku punya Ibu dan Ayah. Tentu saja aku manusia dan bukan mahluk lain. Tapi, aku hanya di berikan kelebuhan memebihi manusia lainnya yang tidak beruntung dan aku cuma manusia yang berntung dan tidak lebih dari itu.” Dengan sangat senang sekali, NAVI mengucapkan kata-kata itu dan sudah tidak merasa lagi ada keraguan yang membuatnya semakin ragu dengan dirinya sendiri.


"Benar sekali. Aku adalah seorang anak dari manusia dan hanya mempunyai jiwa satu tidak lebih. Aku dan dia tidak lebih dari diriku sendiri yang mempunyai impian yang sama, Ayah dan Ibu yang sama, kekasih yang sama, perasaan yang sama dan semua yang ku punya itu sama. Saat ini aku tidak tau, takdir apa yang menanti ku, tapi aku adalah aku." Kata Andri megaskan lagi maksud dari perkataan NAVI yang sudah masuk akal "Sekali lagi!" Andri dengan tegas seperti memerintah.


"Aku adalah diriku sendiri." Ucap bersamaan NAVI dan Andri yang belum tau siapa diri mereka sendiri


Next Chapter


Status MC : STR 100, AGI 75, VIT 45, INT 200, DEX 90, LUK --


Skil MC : Beladiri Bintang