
Saat sudah di luar semak-semak, Anto sampai di tempat yang banyak sungainya dan dia berada di tengah-tengah sungai itu dna di sisi lain juga dia tidak tahu di mana dia sekarang berada. Anto kemuidan melihat ke langit yang masih menampilkan dirinya di sana. Anto kemudian melihat lagi ke depannya yang ada sungai tenang mengalir dan juga tidak ada siapa pun di sana. Anto kemudian jalan di atas air sambil memakai topengnya dengan tenang dan menukmati apa yang akan di temuinya. -Sepertinya tinggal 1 satu saja yang tersisa dari teman kita itu- Kata NAVI memberi tahu Anto. Anto tenang saja dan tidak merespon sama dengan melihat pemandangan sekitranya yang mulai berubah jadi sedikit suram meski di dekat sungai. -Lurus di depan ada sedang duduk sendiri dengan penuh luka di dekat pohon besar itu- kata NAVI memberi tahu Anto sambil memberikan arahan saat ada pohon raksasa terlihat dari jauh yang cukup besar dan tinggi. Anto diam saja merespon dengan terus mengikuti arahan NAVI. Anto terus jalan hingga tiba di sebuah tempat yang sangat bau busuk sekali yang mungkin mahluk tidak dapat hidup dengan menahan bau itu. Tapi Anto terus jalan mengikuti arahan NAVI hingga tiba di sebuah pohon kering raksasa dan di sana ada minautur besar yang sedang duduk terkulai lemas sekali. Anto segera berlari ke sana dengan cepat sekali sambil melepas topengnya.
Saat sampai di dekat kawan lamanya itu, Anto terus memandanginya dengan raut wajah sedih sekali melihat ke adaan tubuhnya yang banyak sekali luka yang terlihat lama akan pulih, meski dia tahu kemampuan regenasinya masih kuat. Minaoutur itu diam saja saat Anto di depannya yang terlihat sedih. “Maaf agak lama…” dengan suara kecilm Anto mengatakan itu pada teman minaoturnya. Minaotur di depan Anto itu mengulurkan tangannya meminta Anto menaiki tangannya itu. Anto segera naik ke sana tanpa ragu sama sekali lalu Minaoturnya melihat dengan sangat dekat sekali (Bahasa alam).
“Kawan lamaku. Aku tidak menyangka kamu menepati janjimu. Aku tidak menyangkan penantian yang ku anggap palsu ternyata kebenaran yang sebenarnya." timbalnya dengan biasa saja dan juga tanpak ada penyesalan yang dapat terdengar dari suaranya. "Aku seharusnya yang minta maaf karena tidak menepati janjiku membawa semua Rasku.” balas Minaotur dengn senang melihat kawannya itu (Bahasa alam).
“Aku tidak menagih janji yang aku minta tepat itu, yang ku mau itu cuma kamu dan yang lainnya baik-baik saja.” balas Anto dengan suara sedih dan tidak ingin ada yang terluka pada kawannya itu. Minaotur itu terdiam lalu perlahan matanya mengeluarkan air mata. Minaotur hanya terdiam saja setelah mendengar apa yang di katakan Anto padanya. “Jangan bicara lagi.” kata Anto lalu melayangkan diri kemudian terbang mendekat ke kawannya itu yang sedang meneteskan air mata. Anto kemudian membuat portal kecil di dekatnya kemudian sebuah tangan besar keluar di dekat mata Minautur yang kemudian membersihkan air matanya. “Jangan khawatir, aku akan membawa kalian semua pergi dari sini.” kata Anto dengan tenag sekali padanya (Bahasa alam).
Minaotur itu hanya mengangguk saja setelah mendengar itu. Setelah itu Anto memperbesar portal dari keluar tangannya itu hingga seukuran kawannya itu. -Reuni yang cukup sedih juga. Sebaiknya cepat selesaikan ini- Suruh NAVI pada Anto yang masih diam saja setelah membuka portal itu.
“Apa kamu percaya padaku kawan?” Tanya Anto pada Minautur itu. Kawannya itu hanya mengangguk saja lalu berusasa berdiri. Setelah itu dia perlahan masuk ke dalam portal itu dan saat masuk, dia sudah jadi sangat kecil sekali di telapak tangan Anto yang memakai sarung tangan hitamnya. Setelah itu Anto kemudian menyembuhkan semua luka kawannya itu, lalu di bersihkan hingga dia terlihat berbeda sekali dari sebelumnya. “Sekarang saat memaganggil semua keluargamu yang tersegel maupun yang tidak.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada kawannya yang berada di telapak tangannya (Bahasa alam).
“Apa yang harus ku lakukan?” Tanya Minaotur pada Anto yang ingin tahu karena sudah merasa baikan dan tidak kaget saat sudah di sembuhkan seperti itu. Anto tidak langsung menjawab, dia malah terbang turun dulu hingga mendarat di tanah. “kita pergi dulu ke tempat yang sedikit bersih.” respon Anto dengan tenang lalu diam tidak beranjak dari tempatnya. “Mungkin kita bersihkan saja tempat ini!” kata Anto yang tiba-tiba kepikiran lalu diam di tempatnya (Bahasa alam).
“Perhatikan saja apa yang ku lakukan. Aku akan membersihkan tempat ini dan memanggil semua keluargamu di sini.” kata Anto lalu berhenti bicara. “Nanti aku akan memintamu melakukan sesuatu dulu.” dengan jelas mengatakan itu (Bahasa alam).
“Aku mengerti.” jawab singkat Minaotur itu lalu melihat pada Anto yang akan mulai (Bahasa alam). Setelah di respon Anto kemudian mengangkat tangannya lalu cahaya silau dari seluruh tubunya tiba-tiba memancarkan cahaya yang cukup terang sekali. Setelah itu cahaya di diami selama beberapa saat hingga semua bau dan apa yang kotor di sana di bersihkan. Setelah beberapa saat Anto melepas cahaya yang di buatnya itu dan sekitarnya jadi tanpak hidup meski ada banyak pohon yang mati.
Setelah itu di depannya Anto membuat sebuah portal yang cukup besar yang seukurannya. “Sekarang giliranmu, cukup sentuh lalu semua yang terhubung dengan Rasmu pasti akan bisa ke sini dengan cepat.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada Minaotur. Minaotur yang mengerti langsung saja lompat lalu di tangkap Anto dengan cepat. “Jangan lompat dulu, denganrkan sampai selesai!” minta Anto yang sudah menangkap kawannya itu. Minaotur hanya diam saja setelah di tangkap seperti itu. “Dalam keluargamu pasti ada yang sudah tersegel lama sekali dan membatu sampai sekarang, yang jadi masalahnya itu apakan mereka mau pindah ke tempatku berada?” Tanya Anto pada sahabatnya itu (Bahasa alam).
“Jangan khawatirkan itu. Semua Rasku tidak ada yang bisa menolak perintah pemimpin mereka. Ini adalah keputusan yang di buat olehku maka semua Rasku pasti akan setuju.” dengan sangat yakin sekali mengatakan itu pada Anto (Bahasa alam). Anto yang melihat kepercayaan diri kawannya itu hanya bisa diam saja dengan terus memandanginya. Anto melihat kawannya itu sangat yakin dan merasa kalah.
“Karena kamu sangat yakin dengan ini, cobalah lakukan!” Anto melepaskan kawannya itu yang dalam mode kecilnya. Minaotur itu kemdian lompat lagi, tapi Anto menangkapnya lagi. “Maaf, aku lupa kamu akan kembali besar jika menyentuh tanah.” dengan tenang mengatakan itu lalu membuat kawannya itu melayang di udara dekat portal itu (Bahasa alam).
“Tidak papa, aku senang kamu peduli pada kami.” timbal minaotur itu dengan singkat lalu terdiam. Setelah itu Anto mendekatkan dirinya pada portal dan menunggu kawannya itu menyentuh portal penghubung dengan Rasnya. Saat sudah di dekat portal itu, kawannya terdiam lalu melihat berbalik padanya. “Andaikan aku manusia apa kamu akan menerimaku?” Tanya tiba-tiba minaotur itu pada Anto.