Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 89


“Aku masih tidak paham dengan semua yang terhadi ini.” Guman Anto dengan berbariang sambil memejamkan matanya “Andiakan aku hidup normal.” Ucap Anto dengan cukup jelas sekali yang membuat NAVI sedikit kaget dengan kata-katanya yang bisa id rasakan oleh Anto.


“Mustahil.” Kata NAVI dengan sangat jelas sekali.


Anto yang mendengar pendapat NAVI terdiam dengan ada yang di dengarnya.


“Apa maksudmu?” Tanya Anto dengan sedikit penasaran pada NAVI.


“Gini, menerutku kita kita memang tidk akan pernah hidup tenang sama sekali.” Kata NAVI dengan sangat jelas sekali pada Anto yang terus berbaring dengan memejamkan matanya.


“Alasannya?” Tanya Anto dengan penuh penasaran pada NAVI yang terdengar serius sekali saat bicara.


“Sederhana saja. Karena memang sejak awal kita cuma manusia biasa saja."Jawab NAVI yang dengan jelas dan juag terdenagr serius "Selain itu, kamu orang dari masa depan, yang kembali ke masa lalu untuk merubah segalanya.” NAVI menambahakn perkataanya pada Anto yang masih memejamkan matanya.


Anto yang mendengar itu diam saja dan tidak berkta apa-apapada NAVI yang bisa di rasakannya kalau semua perkatannya bukan kebohongan.


"Anto, jika kamu kembali ke masa lalu, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya NAVI dengan sangat serius sekali.


Anto terdiam sedikit saat mendengar pertanyaan NAVI sambil membuka matanya.


“Jika aku dari masa depan kembali ke masa lalu, akan ku lakukan yang sederhana saja, yaitu aku akan bermalas-malasan dan mencoba mencegah para BIDADARI melakukan hal yang mereka inginkan sesukan hati mereka, jika aku bisa.” Jawab Anto dengan sangat jelas sekali dan tidak ada kebohongan saat mengucapkannya.


NAVI sedikit terdiam dengan jawaban Anto yang merasa sependapat dengan Anto dan tidak ada keraguan saat mengucapkannya.


“Biar ku perjelas, kamu tidak akan melakukan apapun pada gadis-gadis itu kan?” Tanya NAVI dengan sedikit penasaran.


“…” Anto yang tidak menjawab pertanyaan dari NAVI.


Anto hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari NAVI. NAVI yang menunggu respon dari Anto, hanya diam saja menunggu sedikit lama.


“Orang yang kembali ke masa lalau itu adalah dirimu sendiri dan juga orang yang tidak ingin sekali merubah masa depan kamu sendiri. Tapi hanya satu alasan kenapa dirimu dari masa depan mengubah masa lalu. Yaitu mengubah BIDADARI yang kembali ke masa lalu. Aku tanya tadi, kenapa kamu tidak melakukan apa pun pada semua gadis itu?” NAVI yang mengulang kembali pernayaan Anto sambil menanyakan pertanyaan yang sama lagi.


Anto yang dari tadi diam saja dan mendengr NAVI bicara terus menerus dan tidak menjawab, membuka matanya melihat sekeliling.


“Aku lapar.” Ucap Anto dengan sangat jekas sekali pada NAVI yang tadi diam saja dan tidak menjawab pertanyaan NAVI.


“Hah!” NAVI mengeluh dengan Anto yang tiba-tiba bicara begitu dan megabaiakan pertanyaan nya sama sekali.


“NAVI, kenapa bisa aku kepikiran untuk jadi raja harema waktu itu?” Tanya Anto pada NAVI dengan penuh ingin tau sambil mengalihkan pertanyaan NAVI yang tidak ingin di jawabnya sama sekali.


NAVI diam saja beberpa saat saja.


“Aku tidak tau, waktu itu aku merasa hanya ingin mengatakannya saja dan tidak bermaksud mewujudkannya.” Jawab NAVI dengan suara agak bingung dan juga dengan penuh percaya diri juga merasa sedikit kesal dengan Anto yang mengabaikannya.


“Begitu ya.” Respon Anto singkat pada NAVI.


Setelah merespon, Anto diam saja dan tidak berkata apa-apa lagi. Setelah perckapan singkat NAVI dan Anto, mereka berdua saling diam saja dan tidak ada yang bertanya lagi.


“Ada seseorang yag datang.” Kata NAVI memperingatkan ANto yang masih dalam posisi todurnya.


Anto yang mendegar itu, langsung diam dan tidak merespon sambil menuup matanya dengan cepat. Setelah itu, Anto hanya diam saja dengan terus pura-pura tidur. Saat pintu di buka. tiddak ada suara apa pun yang terdengar dari tarikan pintu, hanya ada suara langkah kaki yang terdengar cukup kecil sekali.


“Kapan Anto akan bangun?” Tanya Nana sambil melihat Anto dari jauh saat yang pertama masuk ke dalam ruangan Anto.


“Jangan berdiri di sana.” Kata Mompo yang ada di belakangnya.


Nana yang mendengar itu, minggir sedikit dari pintu masuk. Kemudian membiarakan Momo mendahului masuk ke dalam kamar, sementara Nana yang hanya diam saja memperhatikan Anto dari jauh. Nana yang di tinggal dengan cepat menyusul dengan sedikit berlari pada ke Momo. Setelah Nana dekat dengan Momo, empat pelayan masuk lagi ke kamar Anto. Nana dan Momo berdiri di samping tempat tidur Anto secara berdekatan.


“Momo bisa kamu perikasa lagi?” Tanya Nana pada Momo dengan suara penuh penasaran dan juga terdengar khawatir pada Anto yang masih tidur.


“Tunggu.” Jawab Momo sambil mengambil tangan Anto.


Momo yang sudah memegang tangan Anto mengalirkan kekuatan pada Anto. Anto merasa ada sesuatu yang memasuki tubuhnya, merasa sedikit kaget, namun tidak di tunjukkam olehnya, agar semua gadis yang ada dalam ruangan itu tidak curiga dengan dirinya yang pura-pura belum bangun lagi, dengan cara terus menerus membiarkan dirinya berpura-pura tidur.


Nana yang mendengar itu merasa sangat kecewa sekali dengan jawaban yang di terimanya. Bukan hanya Nana saja yang kecewa, ke empat pelayan yang masuk bersama mereka juga merasa kesal dan juga tidak bsa berbuat apa-apa dengan yang sudah terjadi.


“Aku akan tetap di sini.” Kata Momo dengan merasa khawatir pada Anto sambil duduk di kursi yang ada di dekatnya “Jika kalian ingin pergi silahkan.” Kata Momo dengan sopan saat bicara pada Nana dan semua maid.


Nana tidak menjawab Momo, malah merasa sedikit kesal, namun mehanannya dengan sangat meliah ke kondisi Anto. Mereka semua yang telah melihat Anto, duduk di semua kursi yang ada dalam kamar Anto. Setelah meres semuan dudu, mereka tidak ada yang bicara, meraka hanya memegang tangan Anto saja.


“NAVI, kenapa mereka melakukan ini?” Tanya Anto pada NAVI yang diam dan memperhatikan saja dengan apa yang di lakukan semua gadis di kamarnya.


“Tida tau, Mungkin saja mereka masih khawatir dengan mu saja.” Jawab NAVI yang juga tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


Anto tidak bisa mengerti lagi, mengenai apa yang telah terjadi dan penyebab semua ini terjadi.


“Oh ya NAVI, sebelumnya, kamu belum menjelaskan kenapa aku bisa sangat kuat. Jadi, aku mau mendenarnya sekarang.” Anto yang meminta dengan penuh kesopanan pada NAVI dan juga sangat penasaran.


“yang itu. Bisa saja.” jawab NAVI yang terdengar sangat bosan dan juga merasa tidak ingin mengatakan apa pun.


Selama beberapa saat, Anto diam saja menunggu NAVI yag kan memulai bercerita sedikit.


“Kenapa kita bisa sangat kuat saat kecil, alasannya sederhana saja, itu karena kita telah memiliki banyak sekali kontraktor dari dunia lain dan dari plenet yang berbeda.” Jawab NAVI dengan penuh keyakinan.


“Kontraktor. Bukannya ada lima saja?” Anto yang tidak mengerti maksud dari NAVI yang menjelakan secara singkat.


“Tidak. Ada banyak sekali kontraktor yang tersebar di belahan semesta ini.” Jawab NAVI dengan sangat jelas sekali dan penuh percaya diri dengan apa yang di ceritakannya “Biar ku jelaskansedikit lagi penyebab kuat sjak kita kecil. Yaitu, Karena ada para BIDADARI yang kembali ke masa lalu, itu penyebab kita tiba-tiba mempunyai kekuatan begitu besar sejak kecil.” NAVI menjelaskan secara singkat lagi.


"Terus itu, kontraktor! Bagaimana dengan mereka?" Tanya Anto yang belum mendapat jawaban dari NAVI.


"Mudah saja, perbuatan diri kita dari masa depan yang membiarkan kekuatannya terbagi pada diri kita saat ini hingga menyebabkan semua ini terjadi." Jawbb NAVI dengan singkat dan kurang jelas.


"Aih...! Bisa lebih jelask tidak!" Anto yang masih belum paham sama sekali dari perkataan NAVI.


"Lah...!" NAVI yang tidak tau pada Anto yang masih seperti Andri meski sudah mendapat ingatannya kembali "Jika benar, diri kita dari masa depan itu melakukan perjalanan yang sangat jauh dari kita dan membuat banyak kontraktor dengan berbagaia macam mahluk dari dunia lain atau Planet lain." NAVI menjelakan lagi "Akibat dari kontaktor yang mati, mereka pasti mempunyai kekuatan yang sangat besar sekali. Jika mereka mati, kekuatannya akan menjadi milik kita semuanya. Kecuali ingatan tidak akan di dapat." NAVI menjelaskan dengan sangat jelas sekali pada Anto.


Anto mencerna seua maksud dari semua perkataan NAVI yang sangat jelas sekali. Cukup lama Anto umyul memahami semua perkataan NAVI.


“NAVI, kapan mereka kembali ke masa lalu?” Tanya Anto yang masih berpura-pura tidur.


“Lihat ini.” NAVI tiba mentransfer sebuah ingatan pada Anto.


Anto menerima gambaran ingatan ketika dirinya mengalami perbaikan inti jiwa saat masih kecil dan berumur lima tahun.


“Waktu itu ya. Kira-kira siapa waktu yang kembali ke masa lalu?” Tanya Anto pada NAVI yang dari tadi terus menurus menjawab pertanyaan Anto.


“Semuanya kira-kira.” Jawab NAVI dengan santai dan juga masih sangat jelas.


“Hah! Apa maksdunya?” Tanya Anto yang masih bleum paham sama sekali.


“Entahlah. Aku juga  tiba-tiba secara cepat menjawab itu. Mungkin ini hanya tebakan yang memungkinkan saja.” Jawab NAVI yang masih dengan teka teki.


“kalau begitu NAVI, sebarapa kuat aku sekarang?” Tanya Anto dengan suara sangat penasaran sekali.


NAVI diam beberapa saat Setelah Anto Tanya itu, NAVI tidak langsung menjawabnya dan hanya diam saja.


“Jika ku katakan, saat ini, kamu bisa menghancur kan satu Planet dengan satu pukulan kecil saja, apa kamu percaya?” NAVI menjawab dengan sangat jelas sambil bertanya.


Anto terdiam dan tidak merasakn kebogogan dari ucapa NAVU padanya.


“Ya aku percaya. kalau begitu, jika aku mengerahkan semua kekuatanku, sebearapa besar penghancuran akan terjadi?” Tanya Anto lagi yang ingin tau.


Next Chapter