Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 102


“Nana, Momo.” Panggil Anto dengan sedikit tegas pada merek berdua. Mereka berdua tiba-tiba kaget dengan tatapan Anto yang terlihat begitu tegas sekali. “Apa kalian berdua kabur atau apa?” taya Anto pada Mereka berdua. Mereka tidak merespon Anto, hanya diam saja sambil melilirik ke arah Lala dan juga sesekali saling melihat. “Lala!” Panggil Anto yang menydari lirikan Nana dan Momo setelah beberapa kali sering melirik ke arah Lala. “Bisa jelaskan ini?” Anto dengan suara tergasnya dan juga tatapan mataanya yang tajam membuat Lala tidak bisa berkutik dan juga tidak tau harus berbuat apa.


“Nana… Mereka ke sini untuk bertemu dengan mu.” Lala dengan suara kecil menjawab Anto dan masih bisa di dengar jelas oleh semua orang sambil sesekali melirik ke arah Anto yag sedang di depannya. Anto tidak merespon lagi, malah menarap lala ke mereka bertiga.


“Ada apa nih?” Tanya Siska yang baru sampai dan tidak di sadari oleh Anto dan yang lainnya sama sekali. Mereka tidak ada yang langusng menjawah malah sedikit kaget dengan kedatangang mereka berdua. “Hm?” Siska yang heran dengan sikap semua orang yang tampak ada sesuat yang di bicara kan dan juga terlihat penting. “Apa kami datang kurang tepat waktu?” Tanya Siska dengan santainya dan juga dengan sedikit bingung dengan situasi yang sedang di lihatnya. Semua orang lansgung meliaht ke arah Siska yang bertanya dengan santainya dan tanpa ada keraguan sama sekali.


“Tidak, tepat waktu sekali.” Jawab Anto dengan suara sedikit tergas sambil melihat ke arah Siska dengan dingin. Siska yang melihat itu langsung terdiam saat melihat mata Anto yang terlihat berbeda dari biasanya.


“Apa yang ku lewatkan?” Siska yang masih tidak tau kenapa Anto terlihat begitu menakutkan tadi.


“Kapan kita berangka?” Tanya Marya yang ada di samping Siska dan juga sepertinya berusaha mengalihkan perhatian Anto ke arah pembicaraan yang lain. Anto yang mendengar itu, melihat ke arah Marya dengan tatapan dingin.


“Hah… Kita berangkat sekarang.” Jawab Anto yang masih sedikit marah pada Nana dan Momo. “Sekarang kita langsung saja ke  Planet Icarus.” Ajak Anto dengan santainya sambil membuat portal yang besar sekali dan berbeda dari yang lainnya. Portal yang di buka kali ini terlihat bereda, dan lorongnya seperti air yang bening dan terlihat seperti kaca dan di luarnya ada begitu banyak sekali terlihat Galaxy yang tampak sangat jelas sekali.


“Ini portal yang sangat indah sekali.” Kata Lala yang melihat begitu jelas sekali di dekat portal. Bukan Hanya Lala yang kagum dengan portal itu, semua orang di sana juga terliat sangat teertarik sekali dengan portal yang di buat Anto dan juga seolah-olah itu pertama kalinya di buat dan di lihat oleh mereka.


“Hm… ada yang kurang.” Kata Anto sambil  melihat ke arah portal yang sudah di bangunnya. “Apa di antara kalian bisa membuat sebuah kapal besar?” Tanya Anto pada semua Gadisnya yang sedang kagum pada portal buatannya. Semua Gadis tidak ada yang menjawab malah melihat ke arah portal dengan penuh perhatian dan juga masih terlihat lebih menarik dengan Galaxy yang tampak sangat cantik sekali di dalam portal hingga mereka mengabaikan pertanyaan Anto. “Mereka tidak dengar sama sekali.” Anto yang tidak tau harus berkata apa pada semua Gadisnya yang lebih tertaik dengan pemandangan Portal. “NAVI, apa ada cetak biru sebuah kapal untuk kami?” Tanya Anto pada NAVI dengan santainya.


“Bentar.” Jawab NAVI singkat dan cepat. “Ini.” Tiba-tiba sebuah layar muncul di depan Anto yang begitu besar dan ada tampilan sebuah cetak biru kapal yang cukup kecil. “Itu kapal ruang waktu, di dalamhya sangat besar meski dengan model tampak kecli. Ruang di dalamnya bisa di sesuaikan dengan jumlah orangnya.” NAVI menjelaskan sebelum Anto merasa kecewa dengan cetak biru di depannya.


“Begitu ya. Kalau gitu buat sekarang NAVI.” Minta Anto dengan suara biasa saja pada NAVI. NAVI tidak langusng menjawab, malah diam selama beberapa saat. Seblaum NAVI menjawab, tangan kanan Anto di pegang oleh Lala. “Ada apa?” Tanya Anto pada Lala yang tersenyum padanya dengan sangat manis sekali hingga membuat Anto hanya bertanya singkat padanya. Lala tidak menjawab malah langusng menunjuk ke dalam portal. “Apa kalian mau masuk sekarang?” Tanya Anto pada Lala. Lala mengangguk sebagai jawab dan tidak bicara sama sekai pada Anto. “Hm!” Bukan hanya Lala saja yang terlihat begitu, semua Gadis juga terlihat ingin masuk ke dalam portal itu. “NAVI tunda dulu buat kapalnya.” Minta Anto dengan santainya pada NAVI sambil tersenyum pada semua Gadisnya yang telah menunggu.


“Baiklah, mari kita masuk.” Ajak Anto yang melomat duluan langusng ke dalam portal dan di ikuti oleh semua Gadisnya. Anto yang sudah di dalam, melihat ke belakang. Melihat apakah semua Gadsinya telah masuk. Sesaat melihat ke belakang, Mama nya terliat di luar portal bersama Papa Lala dan Istrinya yang melambaikan tangan pada nya. Mereka bertiga hanya di lihat Anto yang tersenyum kecil padanya. Anto tersenyum kecil mereka bertiga sebagai tanda kalau dia melihat keluarganya yang telah memberikan izin pergi. “Tenang saja. Aku akan kembali Ma.” Dengan wajah senyum ceria sambil memperhatikan semua Gadisnya telah sepenuhnya di dalam portal yang perlahan pintu masuknya mulai mengcil dan tidak terlihat lagi.


Setelah di dalam portal, mereka hanya di tarik dan tidak bisa berbalik lagi. Tapi semua nya tanpak baik-baik saja. “Cantiknya.” Kata Nana yang tanpak sangat menikmatinya yang terlihat jelas di wajahnya saat melihat Galaxy di lewati dengan sangat cepat sekali. “Berapa lama yang di butuhkan untuk sampai ke Planet Icarus?” Tanya Nana pada Anto yang masih santainya saja dan juga lebih memperhatikan Gadisnya yang terlihat sangat ceria sekali melihat Galaxy yang selalau di lewati mereka.


“Entahlah. mungkin 2 atau sampai tiga hari baru bisa sampai.” jawab Anto dengan biasa saja. Setelah itu Nana berblaik dan tidak bertanya lgi pada Anto. Dia malah melihat lagi ke arah luar portal yang layaknya lif tidak berheti bergerak sebelum sampai tujuannya.


“Kamu tanpak menikatinya ya?” Tanya NAVI mengajak Anto berbicara.


“Ya begitulah.” Respon Anto cepat yang masih dengan suara biasa saja dan juga lebih tertaik  melihat semua ekpresi Gadisnya dari pada pemandangan di luar portal yang selalu tanpak beruba setiap kali melihat Galaxy yang di lewatinya dan selalu tanpak indah.


“Apa mau lanjut mendengar penjelasan yang sebelumnya?” Tanya NAVI pada Anto dengan sedikit suara yang terdenagr serius.


Anto tidak langusng jawab, malah diam dengn terus melihat ke arah Gadisnya yang lebih tertarik dengan pemandangan di luar portal. “Tidak, aku tidak mau dengar lagi. Saat ini lebih suka yang senang-senang saja dan menikmati waktu dan momen penting ini. Jika aku beruabh pikiran Nanti aku tanya lagi. Sekarang lebih baik melihat pemandangat ini kan?.” Repson Anto yang terus menerus melihat ke arah semua Gadisnya dengan satu persatu melihat ekpresi yang di keluarkan mereka.


NAVI tidak langusng menjawab. “Ya aku setuju kalau yang satu ini.” NAVI menjawab dengan santainya dan juga terdengar lebih baik dari sebelum nya. Setelah itu mereka tidak bicara lagi, malah hanya diam sambil meikmati pemandangn Gadis di dalam portal yang lebih menarik bagi mereka.


.....


Next Chapter