
Setelah beberapa lama menenunggu respon dari NAVI, dia masih diam tidak berkomentar sama sekali dengan pertanyaan Anto. Anto menunggu respon dari NAVI yang diam saja tapi tidak di jawab sama sekali. “NAVI, sepertinya kamu tidak ingin bicara ya!” Ajak Anto bicara karena NAVI diam saja tidak meresponya sama sekali. Meski Anto mengajaknya bicara, NAVI diam saja tidak merespon sama sekali. “Aku tidak akan Tanya lagi.” Anto yang terus jalan ke gedung kelasnya dan tidak bertanya lagi meski ingin tahu kenapa NAVI menyuruhnya terus memperingatkan para BIDADARI nya.
***
Setelah beberapa lama jalan, Anto sampai di depan pintu masuk kelasnya. Anto membuka pitu kelasnya lalu masuk dengan perlahan, namun saat sudah di buka, di dalam tidak ada guru sama sekali. “Mana Guru?” Tanya Anto pada temna sekelasnya yang sedang bicara dan mengobrol.
“Ah… Guru tidak ada, dia sakit dan di bawa ke rumah sakit. Jadi jam pertama di liburkan.” Jawab teman sekelasnya. “Mungkin jam kedua juga tidak masuk. Tadi ketua kelas bilang ada rapat yang tiba-tiba.” Tambahnya lagi memberi tahu Anto.
“Gitu ya. Makasi ya. Aku keluar dulu kalau gitu.” Anto berbalik tidak jadi masuk kelas. Anto terus jalan dan tidak jadi masuk. “Sebaiknya ke atap saja. NAVI juga ingin mengatakan sesuatu.” Anto terus lnjut jalan ke atas gedung sekolahnya itu.
***
Setelah sampai di depan pintu ke atap gedungnya, Anto langsung membukanya dan langsung masuk. Anto melihat sekitanya saat angin berhebus ke arahnya dengan tenang. “Pagi, enak di atas sini.” Bicaraya Anto dengan jelas sekali lalu jalan ke pembatas pagar lantai atap itu. Anto melihat ke seluruh halaman di bawah sana yang sangat luas. “Ini sangat luas. Sekolah ini seperti kubus saja. Bagian depan gerbang masuk, di halaman samping kiri kelas Gold yang memiliki System Gold, di halaman bagian tengah kelas Silver dan di halam kanan kelas Bronze." Anto yang melihat halaman sekolahnya yang luas dan besar. (tempat Anto berada sekarang ada di atap gedung Bronze. Anggap saja sekolah ini beberbntuk U, moga aja kalian paham).
Anto terus melihat ke halama sekolahnya yang sepi. “NAVI, bisa kamu jelaskan sekarang apa yang ingin kamu ceritakan.” Minta Anto sambil melihat ke sekolahnya yang sepi. Tapi bukannya langsung merespon malah diam saja. “NAVI!” Panggil Anto lagi. ‘TAP!’ Langkah kaki di belakang Anto membuatnya tersadar kenapa NAVI tidak merespon. Anto melihat ke suara itu, tapi tidak ada sama sekali orang di dekatnya. “Apa aku salah dengar?” Tanya pad dirinya sendiri. “Aku tidak salah dengar, memang ada seseorang yang menggunkan Skilnya di sini.” Anto yang pura-pura tidak tahu di mana orang itu meski menyadari kalau dirinya tidak salah tebak.
Anto terus melihat sana sini mencari tahu tanpa Skilnya lalu melihat lagi. Tapi karena tidak mau menunjukkan dirinya Anto berbalik lahi melihat ke halaman sekolahnya. Setelah itu Anto naik ke pembatas dan berdiri tegak di besi kecil itu. “Salah sedikit saja, aku pasti mati.” Bicaranya dengan jelas sekali yang mungkin di dengar oleh orang yang bersembunyi itu. “Susah juga untuk memiliki Harem di Dunia ini.”
“Ha!” Anto langsung berbalik saat mendengar sesuatu di belakangnya yang sangat jelas sekali dan terdengar suara Gadis.
“Siapa?” Tanya Anto sambil turun dengan terus memperhatikan dengan tajam dan serius tanpa ketakutan sama sekali. Tapi tidak ada yang meresponnya sama sekali meski Anto bertanya. Anto terdiam melihat ke atap yang kosong dan tidak ada orang sama sekali di dekatnya. “Siapa sebenarnya yang sedang di sini?” Tanya Anto pada dirinya sendiri. Anto lalu melihat ke sebuah bayangan di dekatnya yang rambutnya tertiup angin jelas sekali yang berada di dekatnya yang terus memperhatikanya. “Semoga saja bukan orang jahat.” Bicara Anto lalu berbalik melihat lagi ke halam sekolah yang melihat pelajar lainnya mulau keluar. Dengan pura-pura tidak tahu apa pun.
-Sudah, nanti kamu tahu sendiri dia siapa. Aku ku beritahu sesuatu yang penting mengenai para BIDADARI yang telah di kumpulkan sejauh ini dan mungkin tidak akan ada perubahan lagi di eramu yang sekarang- NAVI mulai bicara setelah Anto melakukan sesuatu pada Gadis yang terus melihatnya itu.
-Tidak, akan ku transfer biar semuanya jadi lebih cepat. Ini semua pengetahun yang kamu capai pada dirimu yang lain. 100 persen semua pencapaian pengetahuan akan ku transfer pada dirimu tanpa ada yang tersisa- Jawab NAVI dan sediki menjelaskan apa yang akan di lakukannya.
“Hah! Apa itu akan menyakitkan?” Tanya Anto dengan terang-terangan yang ingin tahu resiko dari penerimaan pengetahuan yang tiba-tiba. Apa lagi itu pengetahuan yang dari dirinya yang lain yang sudah mendapatkan semua ilmu ini.
-Tentu saja sangat sakit sekali. bahkan mungkin menyebabkan kematian instan jika tidak ada pengamannya. Tapi kalau itu sudah ada dan 100 persen tidak akan sakit sama sekali- Jawab NAVI dengan serius dan juga yakin sekali. Anto yang mendengar itu jadi lega dan juga tidak khawatir, apa lagi sudah ada pengaman yang 100 persen ampuh.
“Aku paham.” Anto perlahan berbalik lalu duduk di antara pembatas. “Sepertinya enak kalau tidur sebentar.” Anto lanjut berbaing dan melihat ke langit yang cerah yang belum ada matahari yang terik. “Aku siap NAVI.” Anto langsung memberi tahu NAVI yang menunggu Anto.
-Akan ku bawa kamu ke Dunia spiritual selama beberapa saat. Mungkin setengah jam- Respon balik NAVI dengan serius mengatakannya. Anto tidak merespon sama sekali dan membiarkan NAVI melakukan apa yang harus di lakukannya. Anto kini tersadar di dalam spritualnya. Dia tidak melakukan apa pun dan hanya diam saja mennunggu di tempatnya.
***
Setelah setengah jam di dalam spritual Anto selesai menunggu. -Kamu bisa keluar sekarang, mungkin kamu akan sedikit pusing setelah keluar dari sini, jadi biasakan saja- NAVI memberi tahu Anto yang masih di dalam spriulanya dengan tenang.
“Tenang saja, pasti akan ku diam di tempat sampai aku membaik dengan benar.” Respon balik Anto lalu perlahan menghilang dari dunia speritualnya. Saat sudah kembali ke tubuhnya, Anto merasa sangat tidak enak sekali. Kepalanya terasa berputar cepat dan juga matanya sangat kabur sekali saat melihat langit atasnya. “Astaga ini bukan pusing lagi. Jika aku berdiri sekarang, entah apa yang aku lihat.” Anto yang menutup kembali matanya dan belum berani melihat saat sudah melihat seperti apa maksudnya pusing dari NAVI.
-Usahakan jangan bergerak juga, jika tidak. Gravitasi terasa ada di berbagai tempat- NAVI memperingatkan Anto lagi sebelum melakukan kesalahan. Anto diam saja tidak merespon dan menunggu semuanya selesai.
***
Setelah Anto merasa baikan, dia perlahan membuka matanya dan melihat ke langit dan juga bisa melihat dengan normal. Anto bisa mengetahui pengetahuan baru di kepalanya yang sangat numpuk dan juga sangat rapi sekali. “Untung saja bukan pengetahuan umum, jika tidak aku pasti akan di anggap jenius.” Anto yang senang karena bukan hal umum melainkan tentang para BIDADARI dan pengtahuan aneh dari masa depan.