
Tidak ada yang bicara sama sekali dan menunggu wanita dewasa itu merespon. Wanita itu terus melihat bergiliran lalu berdiri kemudian melihat lagi ke No 2. Wanina itu kemudian langsung memeluk No 2 di dekatnya. No 2 hanya bingung saja dan sahabatnya malah tercengang melihat semua itu tiba-tiba. “Kakek… aku sangat merindukanmu. Kenapa lama sekali?” Tanya dengan suara sedih dengan di barengi senang. No 2 malah semakin bingung lalu melihat ke sahabatnya yang terlihat marah sekali. Sahabatnya mendekat lalu menarik wanita yang memeluknya lalu tiba-tiba memukul No 2 dengan keras sekali hingga terpental jatuh.
“APA YANG KAMU LAKUKAN PADA ISTRIKU?” Tanya sahabatnya dengan teriak padanya yang sudah terkapar di tanah. Tapi setelah pertanyaan itu sahabatnya malah terkapar di dekatnya karena di pukul wanita tadi. Sahabatnya berusaha melihat ke wanita tadi yang ternyata dia terlihat sangat marah sekali. “Apa sebenarnya ini?” Tanya sahabatnya yang di lihati dengan sangat tajam sekal dengan suara kecili.
“Kenapa malah Tanya… aku sendiri malah bingung dengan panggilan Kakek itu.” timbal No 2 yang tidak marah sama sekali dan juga masih penasaran dengan apa yang terjadi sambil melihat ke sahabatnya di samping. Sahabatnya hanya bisa diam dulu dengan melihat mata istrinya yang tajam sekali padanya.
“Maaf, aku tidak tahu kalau kamu bingung dengan tindakannya.” dengan masih tenang meminta maaf pada No 2 yang masih tergeletak. Setelah mereka diam dengan melihat ke wanita itu yang berjalan ke arah mereka. Saat wanita itu sampai dia malah langsung perlahan membangunkan No 2 dari tanah dan bukan suaminya sendiri.
“Maaf Kakek!” dengan sopan sekali wanita itu menundukan kepalanya pada No 2 setelah No 2 di berdirikan olehnya. No 2 malah heran saja sedangkan sahabatnya perlahan bangun dengan ingin tahu kenapa istrinya memanggil No 2 dengan kakek.
“Ibu…” panggil gadis yang terlihat kurus itu yang mirip dengan Arma dengan suara kecil. Wanita itu segera berbalik melihat siapa yang memanggilnya. Wanita itu terlihat kebingungan dengan melihat lagi ke No 2.
“Kenapa masih melihatku, ada seorang anak memanggilmu kanapa malah lihat aku.” dengan merasa aneh No 2 mengatakan itu padanya. Wanita tanpa merespon lagi langsung mendekat ke gadis itu lalu memeluknya dengan erat sekali. No 2 terus melihat ke Istri sahabatnya yang memeluk anaknya dengan erat sekali. “Apa dia beneran istrimu?” Tanya No 2 pada sahabat di dekatnya.
“Dia memang istriku dan juga orang yang selalu terobsesi dengan Kakeknya. Tapi kenapa kamu di panggik Kakek olehny?a” Tanya sahabatnya yang ingin tahu dengan melihat ke padanya.
“Aku sendiri mana tahu. Aku saja baru beberapa saat sampai di Dunia ini dan mana tahu aturan dari Dunia ini.” jawabnya dengan merasa tidak terima di salahkan oleh sahabatnya itu. Setelah itu mereka berdua melihat ke wanita itu yang memeluk anaknya sendiri dan tidak berkata apa-apa lagi.
Sahabatnya tidak merespon malah menarik tangan no 2 mengajaknya menedekat ke mereka berempat. Saat sampai di dekat mereka berempat No 2 dan sahabatnya hanya diam saja. “Baiklan ku rasa saat kita mulai saja.” kata sahatanya dengan wajah serius. “Semua berkumpul dan saat menjelaskan semua ini.” minta sahabatnya dengan serius sekali. Setelah itu semuanya berkumpul meski cukup lama berdiam di tempat mereka.
***
Setelah beberapa lama menjelaskan dengan berbagai macam penjelasan yang telah terjadi mereka semua makan-makan di sana dengan tenang saja. No 1 menjadi tahu kalau Istri sahabatnya ternyata adalah cucunya sendiri namun belum bisa memberi tahu sebelum bertemu dengan neneknya di Dunianya sendiri mengenai identitas asli dari. Dan anaknya yang saru bernama Armi yang hanya beda satu hurup dengan Arma. Selain itu No 1 tahu dengan jelas penjelasan yang telah di lakukan sahabatnya sendiri selama beberapa tahun dia tinggal di Dunia itu. “Kakek apa yang kita lakukan sekarang?” Tanya Arina pada No 2 yang di dekat sahabatnya.
No 2 hanya diam saja dengan melihat ke langit. “Aku tidak tahu. Kami berdua baru saja sampai sini, jadi aku akan isrirahat saja. Tapi kalau Ram itu terserahnya.” jawabnya dengan tenang saja. “Mungkin, nanti aku akan jalan-jalan di sekitar sini menemukan sesuatu yang baru.” tambanya lagi dengan tenang.
“Tapi aku ingin balik ke Bumi.” respon sahabatnya dengan tenang saja. No 2 jadi tidak tahu harus berkata apa pada respon sahabatnya itu. Dia tahu kalau dirinya telah tiba duluan dan sudah menjalani kehidupannya dengan sedamai mungkin demi menunggu mereka berdua.
“Kalau gitu kenapa kita tidak pulang saja sekarang. Lagian sekarang kamu sudah bisa melawan mereka semua, jadi aku bisa tenang.” respon No 2 dengan tenang saja meski sedikit ingin menjelajah. “Bagiamana Ram?” Tanya No 2 padanya yang sepertinya telah bicara sama kedua saudari dan Istri kakaknya. Ram mengangguk saja merespon dan tidak bicara sama sekali padanya. No 2 terus melihat ke Ram yang masih saja setuju saja dengannnya dan jarang bicara padanya dengan cukup panjang. “Aku ingin Tanya, kenapa kamu bicara singkat padaku sedangkan pada yang lain akrab begitu?” Tanya No 2 pada Ram. Tapi bukannya di jawab malah dia memalingkan wajahnya darimu.
No 2 hanya menunggu respon Ram, tapi tidak ada jawaban setelah cukup lama menunggu. “Bukan hanya aku saja yang merasa aneh di dekatmu. Para wanita yang ada di dekatmu pasti akan bertingkah sama. Kamu tahu, aku juga beberapa kali kena perasaan aneh di dekatmu itu dan mengira diriku ini Homo saat masih muda dulu.” timbal sahabatnya yang menjelaskan dengan singkat.
“Kamu tahu itu bisa membuat wanita yang berada di dekatmu menjadi lembut dan salah tingkah, seperti punya pesona aneh padamu. Aku bahkan terkena meski sudah sering kena dulu.” Jawab sahabatnya dengan tenang saja.
No 2 malah terlihat seperti memikirkan sesuaru dengan tenang saja meski mendengar tadi itu. “Kalau gitu pas kita main game di waktu itu, semua gadis itu bukan lari karena diriku tapi karena sesuatu yang ada dalam diriku?” Tanya No 2 pada sahabatnya.
“Itu salah satunya tapi saat kamu menyapanya pesonamu membuat mereka berdebar-debar dan jadi tidak tahan dengan dirimu. Mungkin mereka melihat dirimu orang yang paling tanpan atau perhatian. Mungkin lebih kepada pria idaman mereka.” jawab sahabatnya dengan tenang saja. No 2 yang mendengar itu jadi terdiam merenungkannya sebentar.
“Bisa kamu gambarkan seperti apa mereka semua melihatku jika aku jalan di tepi jalan!” minta No 2 pada sahabatnya. Setelah itu sahabatya memunculkan sebuah layar kecil di depannya lalu membuuat sebuah cuplikan layar kecil di depan semua orang yang menampilkan seorang remaja jalan di sebuah jalan banyak orang dan juga di dekat mereka ada banyak sekali orang yang jalan namun mereka semua berjauhan dari remaja itu. “Kenapa dia jalan di hinari banyak orang?” Tanya No 2 pada sahabatnya yang membuat cuplikan itu.
“Lihat saja sendiri sekarang.” timbal sahabatnya mengubah cuplikannya menampilkan seorang gadis lari terburu-buru dengab lari. Gadis itu lari dengan sangat kencang sekali lalu terpeleset hingga dia menabrak remaja tadi hingga mereka berdua jatuh. Remaja itu perlahan duluan berdiri lalu melihat ke orang yang menabraknya tadi.
Remaja itu berbalik melihat ke orang yang menabrakanya dan melihatnya masih terjatuh. “Kamu baik-baik saja?” Tanya remaja itu dengan suara lembut pada gadis yang masih terkapar di tanah itu sambil mengulurlkan tangannya untuk membantu.
Gadis itu perlahan bangun tanpa meraih tangan remaja itu. “APA KAMU BUTA HAH?” Tanya gadis itu dengan teriak dan belum melihat ke remaja itu. Tapi setelah beberapa saat dia melihat ke remaja itu dengan terlihat marah sekali padanya.
“Tapi bukan aku yang menabrakkan!” timbal remaja itu saat di lihat oleh gadis itu dengan tajam. Gadis itu terus melihat ke remaja itu dengan bengong saja.
“Kenapa ada efek seperti itu?” Tanya No 2 pada sahabatnya yang melihat cuplikan itu membuat remaja itu seolah-olah di buat makin tanpan dari sudut pandang lain. Sahabatnya langsung mematikan cuplikan itu dan menghilangkannya lalu melihat ke No 2.
“Dari sudut orang lain, seperti itulah dia melihatmu.” dengan tenang mengatakan itu pada No 2. No 2 yang mendengar itu hanya bisa diam lalu melihat ke Ram dan Arma yang hampir bertingkah sama.
“Tapi siapa yang membuatku jadi seperti ini?” Tanya lagi dengan tenang. Tidak ada yang merespon sama sekali dan malah mereka terlihat memikirkanya meski cuma sahabatnya saja yang terlihat serius memikirkannya.
“Bukannya Kakek sendiri yang membuat diri Kakek jadi seperti itu.” jawab Istri sahabatnya dengan tenang saja. No 2 dan sahabatnya langsung melihat ke arahnya. “Tapi aku tidak memberi tahu lebih dari itu Kakek, karena itu adalah janjiku sama Nenek.” tambahnya lagi dengan tenang. No 2 jadi tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Sepertinya satu-satunya cara ialah dengan kembali ke pulang.” timbal sahabatnya dengan suara tenang. “Tapi apa kita bisa kembali ke Bumi?” Tanya sahabatnya lagi dengan melihat ke No 2.
“Mudah saja kalau kita mau pulang, kita tinggal membuat portal satu kali pakai yang menuju Bumi. Dan tentunya kali ini kamu yang buat!” dengan tenang mengatakan itu tapi meski masih kepikiran maksud dari Istri sahabatnya sendiri. Setelah beberapa saat No 2 memegang bahu sahabatnya lalu membuat tangannya bercahaya sementara sahabatnya langsung menutup mata. Setelah beberapa saat No 2 melepas tangannya dengan pelan. Sahabatnya juga tersenyum lalu berdiri dengan terlihat serius dan senang sekali.
“Kalau gitu!” setelah itu sebuah portal kecil mulai terbentuk, tapi di saat yang sama juga sahabatnya langsung pingsan dengan meninmpa No 2 di dekatnya lalu portal itu tidak jadi terbentuk. No 2 menangkapnya dan melihat mata sahabatnya itu semuanya putih sekali yang msih terbuka lebar.