
Anto dan Hana terdiam melihat tinggal debu saja yang bertebangan di tempat para mosnter kena misi yang di tembakkan. “Ini namanya sudah melebihi ekspetasiku. Aku kira tingkat Mosnter di sini tinggi-tinggi karena mereka terlihat sangat ganas.” Anto tidak tahu kenapa jadi kasihan saja pada monster yang telah di habisi Hana itu. Di sisi lain Anto teringat dengan robot lainnya yang belum di keluarkannya. “Tapi jika ku lepas robot penghancur, mungkin lebih buruk dari ini.” Dengan serius Anto mengingat dan juga meras harus lebih hati-hati menggunakan robot itu.
“Ano…!” Panggil Hana yang masih ragu dengan Anto. Anto diam sambil melihat ke robot Hana yang sedang mleihat padanya. “Itu… Hmm… Nnnn…!” Anto diam menunggu Hana yang masih bingung mulai bicara dari mana. “Ter, terima kasih…” Ucap Hana dengan sangat grogi sekali. Anto belum merespon dan tetap diam saja di atas pundak Anto.
“Sudah, jangan pikirkan itu. Lebih baik sekarang jalan saja ke kelompokmu dengan memakai robot ini. Mungkin mereka sudah lama menunggumu.” Dengan senyum menyruh Hana. “jangan lepaskan robot ini, sebelum kamu sampai di di tempat keluargamu.” Minta Anto dengan santai untuk kedua kalinya. Hana mengangguk sambil jalan pelan. Anto pun duduk dengan santai di pundak robot Hana, sambil melihat sana sini mengawasi. “Hana, yang biasa kamu lakukan hidupmu ini?” Tanya Anto pada Hana yang bertanya dengan santai setelah beberapa langkah.
Hana terdiam dengan terus jalan sambil memikirkan pertanyaan Anto yang di lontarkan padanya. “Aku… aku cuma bertahan hidup mencari makan saja.” jawab singkat Hana. Anto tetap tenang meski Hana menjawab singkat seperti itu.
“Ka… AAAHHH!” Anto tidak jadi bicara saat mendengar beberapa teriakan dari arah yang sama. Hana segera lari dengan robotnya tanpa menunggu perkataan Anto. “Jangan gunakan serangan jarak jauh, gunakan pedang!” Anto memperingatkan Hana yang nanti mungkin saja lupa. Hana diam saja tidak mereson dan terus lari ke sumber suara.
Saat hampir sampai di sumber suara, Anto melihat banyak mosnter yang sama ukurannya dengan robotnya. Hana langsung mengeluarkan pedang dari dimensinya, lalu melompat menerjang ke monster terdekat yang paling depan dan menebasnya. Hana lalu menebas monster lainnya tanpa ragu sama sekali dengan sangat sangat kuat hingga mereka terhempas jauh sekali. Para monster lainnya yang melihat itu terdiam di tempat termasuk manusia yang lari tadi kini melihat ke Hana yang menyerang. “Hana pakai misil dan laser dan selamatkan mereka.” Perintah Anto dengan tegas padanya.
Hana diam saja tidak merespon namun paham dan melakukan apa yang di minta Anto. Hana menyerang tanpa ragu sama sekali hingga semua mosnsternya musnah dalam beberapa detik saja. Hana terdiam melihat ke mosnter yang musnah untuk memastikan mereka sudah mati. Setelah memastikan tidak ada mosnter yang hidup, Hana berjalan ke manusia yang melihatnya. Saat sampai mereka sangat gemetar sekali dan juga takut. “Sepertinya kalian baik-baik saja!” Sapa Anto dari pundak Hana dengan melihat ke bawah. Setelah itu Anto lompat ke tanah lalu melihat ke mereka yang sangat kurus sekali. “1, 2, 3, 4, 5… cuma 10 orang saja. Apa ada yang lainnya?” Tanya Anto pada mereka semua. Semuanya terdiam melihat ke Anto dan Hana yang masih dalam bentuk robotnya.
“Si, siapa kamu?” tanya seorang pria dengan luka di wajahnya yang terlihat sangat kurus namun berani pada Anto. Anto melihat ke arahnya yang terihat seperti pemimpin mereka, karena terlihat percaya diri.
“Namaku Anto, dan ini robot yang kubuat untuk melawan monster seperti tadi.” Jawab Anto sambil memperkenalkan diri dengan singkat. “Sebelum kita lanjut, kalian jangan banyak Tanya dulu!” Minta Anto sambil memunculkan dimensi penyimpanannya. Setelah itu Anto mengeluarkan 10 porsi makanan yang sudah ada lauk pauknya dengan menerbangkannya, lalu Anto menerbangkan semua makanan itu ke 10 orang yang ada dan melayangkannya setelah tiba di dekat mereka. “Sebaikanya kalian makan dulu makanan itu dan nanti ku jelaskan.” Minta Anto dengan suara tulus pada mereka.
Semua orang melihat ke arahnya dengan penuh penasaran. Remaja itu langsung memakan makanan itu dengan cepat sekali, lalu yang lainnya perlahan melihat ke makanan di depannya, dengan sedikit mengintip ke Anto. Anto tetap tersenyum di tempatnya dengan Hana yang juga tetap diam saja tidak ikut bicara sama sekali. Setelah remaja tadi mulai makan, yang lain mulai ikut mencicipi dulu lalu memakakannya dengan cepat setelah merasakan.
Anto kemudian melompat ke pundak Hana setelah melihat mereka semua makan. “Kita Tunggu mereka selesai dan mengajak mereka.” Ajak ngomong dengan suara senang dan mungkin di dengar oleh semua orang yang sedang makan di bawahnya. Anto rdiam setelah setelah mengatakan itu pada Hana. Hana kemudian melihat ke Anto yang di pundaknya tetap tersenyum saja melihat ke orang yang sedang makan di bawahnya.
“Ano… Ke, kenapa kamu tersenyum?” Tanya Hana pada Anto yang sedang di pundak robotnya. Anto belum merespon karena terus melihat ke para orang yang sedang makan. Setelah itu Anto melihat ke Hana dengan tetap tersenyum.
“Karena aku juga pernah mengalami kelaparan seperti itu dan bukannya, kamu juga beberapa saat yang lalu mengalaminya!” Jawab Anto mengingatkan dengan tenang sambil tersenyum. Hana diam saja merespon itu. Setelah itu Anto melihat ke langit dengan senyum. “Kamu tahu, aku senang melihat semua yang orang bahagia. Aku pun juga ingin senang seperti itu. Makanya aku melakukan apa saja yang terbaik untuk diriku dan semua orang, termasuk Dunia ini yang sedang mengalami krisis seperti ini.” Anto menambahkan dengan melihat ke langit siang menjelang sorenya.
Hana hanya melihat ke Anto dengan robotnya itu. “Apa kamu benar hanya seorang anak keci?” Tanya Hana lagi pada Anto. Anto diam dan tidak langsung menjawab.
“Tubuhku ya, tapi jiwaku sama seperti dirimu. 16 tahun tepatnya.” Jawab Anto singkat dengan tersenyum. “Hana, aku seumuran denganmum jadi jangan terlalu kaku padaku.” minta Anto dengan tenang padanya. “Jadi apa lagi yang ingin kamu tahu?” Tanya Anto dengan sedikit melirik pada Hana yang melihat ke padanya. Hana diam saja tidak merespon denga memikirkan apa yang akan di tanyakannya pda Anto.
“Apa tujuanmu?” Tanya singkat lagi Hana. Anto terdiam melihat ke langit lagi dengan tenang belum merespon Hana.
“Kebangkitan umat manusia.” Jawab Anto singkat sambil tersenyum melihat ke langit lalu terlihat sedih. “Manusia yang sekarang bisa di bilang sangat bodoh dan cuma memikirkan tentang bertahan hidup saja. Aku ingin membuat masa di mana umat Manusia bertahan dengan kekuatan mereka dalam kekacuan apa pun. Meski itu perang melawan manusia lainnya.” Anto mengatakannya dengan sedikit senyum. Hana hanya terdiam saja mendengar itu dari Anto yang terlihat kecil di matanya namun bijak. Anto lalu melihat ke Hana sambil tersenyum. “Kamu sudah di ajar dan di didik oleh seseorang yang baik hingga masih berpikir tenang dalam situasi apa pun, bahkan yang seperti ini.” Puji Anto pada seseorang yang telah menegajri Hana.