Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 171


Semua orang yang di sana jadi melihat ke Anto yang sudah sadarkan diri dan juga terlihat buru-buru sambil mengambil Suci dengan cepat. -Meski kamu panic, jangan sampai seperti itu juga kali…!- NAVI memperingatkan setelah semuanya terjadi.


“NAVIIII… Kamu telat nasihatnya…!” Anto yang kesal langsng mengambil Suci lalu masuk ke dalam membawa Suci yang pingsan akibat perbuatannya sendiri tanpa melihat ke yang lain. Anto langsung membaringkannya tanpa berkata apa-apa pada yang lainnya di luar yang sedang sibuk dengan kegiatan yang mereka lakukan. “Kemana aku harus pergi?” Tanya Anto pada NAVI yang keluar lagi dengan buru-buru sambil melewati Luna dan lainnya yang hendak masuk gubuk itu.


-TUNGUUUU!- Suruh NAVI tiba tiba saat Anto yang hendak lompat melayang. Karena di suruh tiba-tiba, Anto jadi terjatuh akibat kurang focus saat hendak akan lompat untuk terbang. -Kamu Tanya di mana Riana sekarang biar lebih mudah menemukannya- Suruh NAVI pada Anto yang masih terjatuh. Dan di saat yang bersamaan juga, Luna dan lainnya mendekatinya.


“NAVIII… Ini sudah 2 kali kamu mengatakannya saat sudah terjadi…!” Anto yang sangat kesal dengan perlahan bangun lalu melihat ke oara Gadis yang sedang mendekat ke arahnya dengan sangat tajam. “Luna! Di mana Riana?” Tanya Anto dengan sangat tajam sekali hingga membuat Luna jadi kaget saat di Tanya seperti itu.


“Dia lagi cari Sherly yang pergi ke pasar.” Jawab Luna dengan cepat karena tatapan Anto yang sedikit menyeramkan. Setelah itu, Anto langsung terbang mengabaikan Ana dan Nua yang di sana bahkan tanpa melirik mereka sedikit pun. “Apa yang tadi itu ?” Tanya Luna yang tidak mengerti dengan yang di lihatnya itu. Luna melihat ke sampingnya yang ada Ana dan Nua, tapi bukannya senang malah terlihat bengong dan sedih karena di abaikan oleh Anto. “Kenapa kalian berdua bisa seperti itu?” Tanya Luna pada mereka yang tidak mengerti dengan kedua Gadis itu yang sangat sedih saat di abaikan oleh Anto.


‘WAAA….’ Keduanya tiba-tiba menangis tidak di ketahui  seperti anak kecil hingga Luna jadi kaget saat melihat mereka yang seperti itu. “Kenapa… Kenapa… Apa ada yang salah dengan kami…?” Tanya Nua yang melebihi sedih Ana.  Luna yang ada di sana malah merasa aneh saat melihat merek berdua yang seperti itu. Luna yang di sana yang melihat kedua orang di depannya menangis seperti itu harus melakukan sesuatu pada mereka berdua.


“Te, tenang saja. Nanti juga kita akan di perhatikan olehnya, mungkin.” Ana menyemangati diri sambil mengahpus air matanya dan menenangkan Nua yang ikut menghapus air matanya dan tidak lagi sedih.


“Ne, kenapa aku di kasur?” Tanya Suci yang ternyata sudah sadar dan melupakan apa yang terjadi padanya yang kena dengan tabrakan Anto saat membuka pintu gubuk itu. Semua orang jadi hening dengan pertanyaan Suci yang tiba-tiba knarena tidak mengingat sama sekali kejadian tadi itu.


Di sisi lain, Anto yang terbang jauh kini tinggal mencari Riana dan Sherly yang pergi ke pasar kerajaan itu yang sudah dekat dari tempatnya karena terbang dengan sangat cepat sekali. -Pasarnya seharunya ada di bawah sana!- NAVI menunjuk pada sebuah lapangan luas yang terdapat banyak kios yang kosong dan juga banyak sekali bahan makanan yang tidak di jaga sama sekali. Anto turun langsung ke sana untuk mencari Riana dan Sherly tanpa merespon NAVI.


Saat sampai di bawah sana, Anto tidak menemukan apa pun kecuali semuanya kosong dan tidak ada orang sama sekali. “Katanya ke pasar, tapi kenapa mereka tidak ada di sini?” Tanya Anto yang tidak menemukan siapa pun di sana kecuali dirinya sendiri. Anto berjalan mencari di sepanjang jalan yang ada banyak sekali bahan makanannnya dan mengambil apa yang di lihatnya itu. “Jika di biarkan terlalu lama, nanti pada busuk, mending ku ambil beberapa saja.” Anto yang mengambil beberapa bahan makanan mentah yang ada di stan toko.


-Hei, mau sampai kapan kamu di sini? Jangan lakukan ini lagi, cepat cari mereka- NAVI mengingat Anto lagi yang sudah lupa lagi setelah melihat beberapa bahan makanan yang tidak pernah di lihatnya. -Aku tahu itu menarik tapi, lupakan saja saat ini- NAVI memperingatinya lagi.


"Maaf, maaf, aku lupa lagi.” Timbal Anto dengan santainya. Setelah itu Anto terbang lagi dan kali ini dia terbang dengan kecepatan sedang sambil mengelilingi beberpa tempat.


Setelah beberapa lama berkeliling, Anto sama sekali tidak menemukan mereka berdua di daerah kerajaan itu. “Apa mereka ada di sini atau tidak sih?” Tanya Anto yang masih berkeliling sendiri.


-Mau ku bantu?- Tanya NAVI pada Anto yang sepertinya sudah tahu lokasi mereka berdua. Anto menggeleng tidak menerima tawaran NAVI.


“Aku bisa sendiri dengan caraku.” Timbal Anto sambil berhenti terbang dan melayang tetap di udara. “Sebenarnya mereka di mana?” Anto yang melihat ke depannya yang sangat luas sekali kerajaan itu. Sambil mencari, Anto memikitkan tentang dirinya. “Entah kenapa rasanya aku mulai jadi ke kanak-kanakan sejak tidak bisa merasakan perasaan yang sama dengan NAVI seperi sebelumnya. Semua yang ku lakukan terasa sangat nyaman dan bisa melupakan segala hal yang ada di sekitarku meski itu sangat penting.” Anto yang menyadari dirinya yang sepertinya berubah sedikit. “Meski tidak banyak sekali perubahan yang terjadi, itu membuatku jadi khawatir dengan hal yang penting lagi nantinya.” Anto menutup matanya lalu diam di tempatnya.


NAVI yang melihat Anto berhrnti dan meutup matanya jadi sedikir penasaran dengan apa yang sedang di lakukannya. -Kamu kenapa? Apa yang kamu pikirkan?- Tanya NAVI padanya yang melihat Anto seperti itu. Anto terdiam dan belum merespon sama sekali. Setelah itu dia membuka matanya lalu melihat lagi ke depan.


“Tidak ada. Cuma kepikiran beberapa hal saja.” Jawab Anto sambil lanjut terbang lagi dengan kcepatan lebih lagi. Anto terbang lurus saja dan tidak melakukan hal lain lagi.


-Kamu sepertinya sudah tahu di mana mereka- NAVI tersenyum saat Anto yang terbang lurus karena menuju tempat Sherly dan Riana yang sudah di sdarinya sejak lama. Anto diam saja dan tidak merespon.


Anto diam cukup lama dan bahkan sudah melewati perbatasan kerajaan itu. “NAVI, kira-kita aku sanggup atau tidak sih membahagiakan mereka?” Tanya Anto pada NAVI yang terbang di sampingnya.


-Ya jelaslah, tentu saja kamu bisa membahagiakan mereka semua- Jawab NAVI dengan satainya sambil melihat ke Anto.


“Menurutmu berapa orang yang akan bahagia jika kamu mempunyai banyak kekasih?” Tanya Anto yang ingin tahu. “Dalam Dunia ini, aku telah menemukan banyak sekali BIDADARI yang datang dari masa depan dan juga di tambah dengan orang baru yang ku temui. Apa aku bisa membahagiakan 100 lebih BIDADARI ku yang ada?” Tanya Anto pada dirinya sendiri yang mengingat semua BIDADARI nya itu ada banyak sekali di tempat lain.


-Semuanya. BIDADARI semuanya akan bahagia- Jawab NAVI dengan nada senang dan juag percaya diri dengan yang di katakannya. -Lagian juga, kamu hanya memiliki 7 BIDADARI di kehidupan ini dan 30 Maid yang di berikan oleh Mama dan Paman itu, tapi para Maid belum tentu punya perasaan yang sama terhadapmu. Tapi jika mereka mau jadi bagian dari Haremmu, mungkin kamu akan punya 37 BIDADARI dalam hidup ini- NAVI menambahkan dengan serius sekali.


Next Chapter