Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 116


“Aku tidak keberatan sama sekali.” Jawab Gadis Suci itu tanpa ada keraguan sama sekali. Anto yang medengar suara Gadis Suci yang terdengar sangat dewasa, tidak bisa melawan dan hanya bisa diam dan tersenyum. Pendeta Tua itu hanya bisa diam melihat semua kejadian yang tidak di duga itu.


“Kalau begitu siapa yang akan melanjutkan restu Dewi ini?” Tanya Anto pada Gadis Suci di depannya itu.


“Biar aku yang lanjutkan.” Minta Pendeta tua itu dengan penuh semangat. “Ini merupakan berkah bagiku melakukan pernikahan Gadis Suci dengan Pahlawan.” Sambil maju ke tempat Gadis Suci tadi melakukan persetujuan pernikahan. Tidak ada yang merespon dan membiarkan pendeta Tua itu melakukan apa yang di inginkannya.


-Hm… Rasanya ini beda dengan yang tadi!- Bicara NAVI pada Anto dengan jelas. -Meski ini sama terangnya, tapi ini terlihat seperti berbicara saja- NAVI terus komentar dan melakakukan apa yang di maunya.


“Apa maksudmu?” Tanya Anto yang tidak mengerti maksud NAVI.


-Hm… Aku kurang tahu, tapi rasanya tadi itu seperti kekuatanmu yang di gunakan- Bicara NAVI dengan terus terang dan juga bingung. Anto yang mendenga itu malah lebih bingung dengan kekuatannya yang di pakai buat melakukan perubahan pada Gadis Suci dan hal lainnya di ruangan itu.


Anto malah kaget dengan hal itu dan langsung melihat Gadis Suci yang melihat masih agak jauh dari tempatnya berdiri. “NAVI, apa menurutmu aneh jika aku Dewi sebagai Haremku?” Tanya Anto saat beru kepikiran hal tersebut.


-Tidak, tidak, tidak. Mana mungkin lah…- Jawab NAVI yang juga mulai kepikiran dengan ucapan Anto itu yang mungkin benar. -Setelah ini selesai, sebaiknya kamu pergi dulu dan selidiki semua tempat dan pelajari semua pengetahuan yang ada. Sekalian cari tahu, sebarap banyak Gadis return yang ada di Dunia ini- Suruh NAVI yang percaya dengan ucapan Anto yang mempunyai Dewi sebagai salah satu Haremnya.


Anto mengerti dengan maksud NAVI dan dia akan melakukan itu, tapi sekarang yang harus dia lakukan Cuma satu hal, yaitu mekukan pernikahannya. Pendeta Tua tadi yang melakukan sebuah ritual perestuan, mulai kembali norma dan berjalan ke arah Anto dan semua yang jadi Istri Anto. “Baiklah, kalian sudah di restui, mari kita mulai acaranya.” Ajak Pendeta itu dengan tersenyum. Anto mengangguk sebagai jawaban atas ajakan Perdeta tadi. “Baiklah. Hero-sama, kemarilah dan para Calon Itri berdiri di depanku dan Hero-sama.” Setelah berkata itu, Anto medekati Pendeta lalu semua Gadis Anto berbaris rapi di depannya.


“Wah… Cukup menegangkan.” Anto yang ternayata sedikit gemetar saat sedang menikah. Semua Gadisnya menutup wajahnya dan Anto tidak dapat melihat wajah Istrinya yang sedang di nikahinya.


“Apa Hero-sama bersedia jadi calon suami yang bertanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan yang akan terjadi setelah masa pernikahan?” Tanya pendeta itu seperti bukan pertanyaan pernikahan.


“Ya.” Jawab Anto singkat.


“Apa Hero-sama mau hidup bersama mereka semua hidup semati?” Tanya Pendeta itu lagi dengan pertanyaan yang seharusnya di tanyakan di tempat lain.


“Ya.” Jawab Anto singkat lagi.


“Baiklah. Para pengantin, Apa kalian semua bersedia jadi calon Istri yang bertanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan yang akan terjadi setelah masa pernikahan?” Tanya Pendeta itu pada calon Istri Anto.


“Ya, kami bersedia bertanggu jawab.” Jawab mereka secara bersamaan dan lebih panjang dari Anto. Pendeta Tua itu mengangguk-ngangguk kan kepalanya beberapa kali.


“Apa kalian semua mau hidup bersama Hero-sama hidup semati?” Tanya Pendeta itu dengan tenang dan juga ingin tahu sekali dengan jawaban semua Gadis itu.


“Kalian sudah di setujui jadi pasangan dan kalian boleh kembali ke tempat semula.” Dengan wajah senang Pendeta itu mulai meneteskan air matanya.


“Pendeta, ada apa?” Tanya Anto yang tahu apa yang sedang terjadi padanya. Pendeta itu tidak langsung merespon malah, melihat ke Anto dan semua Gadis yang bersama menikah dan tidak yang keberata sama sekali.


“Ini cuma pemandangan yang sangat indah dan tidak pernah ku lihat sepanjang hidupku. Kebanyakan pernikahan dengan banyak Istri terkadang banyak kebohongan yang mereka ucapkan saat janji pernikahan mereka. Dan ini baru pertama kalinya aku melihat ke akuran yang tidak pernah ku lihat sama sekali dalam hidupku.” Pendeta itu merasa sangat senang sekali dengan acara pernikahan yang di lakukan Anto tersebut.


“Aku nggak paham sama sekali.” Bicara Anto menanggapi pembicaraan Pendeta itu. Pendeta itu tersenyum pada Anto yang terlihat polos di matanya. “Ada apa ini?” Tanya Anto pada dirinya sendiri.


“Tunggu!" Gadis Suci bicara sebelum NAVI merespon Anto. "Masih ada orang lain yang ingin menikah denganmu.” Gadis Suci tiba-tiba bicara pada Anto. Anto dan Pendeta melihat ke Gadis suci. Setelah melihat, tiba-tiba cahaya datang di depan Anto dan Pendeta yang cukup terang hingga membuat mereka berdua tutup mata. Saat Anto dan Pendeta membuka matanya, mereka berdua melihat 2 orang Gadis yang sudah berdandan Gaun pernikahan.


-Efek muncul berlebihan ***!- NAVI yang menikmati pertunjukan pernikahannya yang tidak di duganya itu. Anto dan Pendeta hanya bisa melihat kedua Gadis itu mulai berbaris di depan Anto lagi. Anto dan pendeta saling lihat dan tidak mengrti dengan Istri tambahan yang baru datang.


“Ka, kalu begitu. Apa Hero-sama bersedia jadi calon suami yang bertanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan yang akan terjadi setelah masa pernikahan?” Tanya Pendeta itu lagi untuk melakukan pernikahan untuk kedua kalinya.


Kali ini Anto terdiam dan belum merespon Pendeta yang bertanya padanya karena dapat Istri tambahan yang akan sah sebentar lagi. “Ya.” Jawab Anto setelah cukup lama sambil melihat kedua Gadis itu dengan tajam dan juga penuh penasaran.


“Apa Hero-sama mau hidup bersama mereka semua hidup semati?” Tanya pendeta lagi dengan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.


“Ya.” Jawab singkat Anto lagi.


“Kedua pengantin wanita silahkan. Apa kalian berdua bersedia jadi calon Istri yang bertanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan yang akan terjadi setelah masa pernikahan?” Tanya lagi pendeta dengan pertanyaan yang sama.


“Ya, kami berdua bersedia betanggung jawab.” Jawab mereka berdua bersamaan.


“Apa kalian berdua mau hidup bersama pasanganmu hidup semati?” Tanya Pendeta untuk yang kedua kalinya.


“Ya, kami bersedia hidup semati.” Jawab mereka bersamaan lagi. Setelah itu, cahaya menerangi untuk kedua kalinya di ruangn tersebut.


“Baiklah, dengan ini kalian berdua resmi jadi Istri dari Hero-sama dan termasuk kalian semua.” Bicara Pendeta itu yang terlihat semakin tidak mengrti dengan hal yang barusan terjadi. Setelh itu, tidak ada pembicaraan sama sekali dari mereka semua dan hanya saling diam saja.


Next Chapter