
Anto yang masih belum bisa merespon masih diam beberapa saat lagi. “Tapi jangan sedih jika mendengar apa yang ku katakan!” Dengan serius Anto meminta pada gadis itu. Tapi, Gadis itu tidak merespon sama sekali dengan permintaan Anto dan diam dalam waktu yang lama. “Sepertinya, ini akan sulit.” Anto yang tidak bisa berkata apa-apa saat tidak mendapat respon dari Gadis itu. “Papa mu tidak ada di sini.” Anto merespon dengan singkat dan jelas. Setelah mendengar itu, tiba-tiba hp yang di pegang Gadis itu terdengar jatuh atau seperti terjadi sesuatu padanya. Tapi, Anto yang mengawasi sejak awal sudah tahu kondisi Gadis itu yang sangat sedih sekali saat mendengar itu. Setelah merespon itu, hp nya mati dan tidak terdengar lagi. “Entah ini baik atau buruk. Tapi akan tetap ku lakukan.” Anto mulai bersiap untuk menyerang Monster yang terdekat sambil terus mengawasi Gadis i.tu.
Anto menyimpan hp tersebut di penyimpanannya, lalu melompat dari Gedung itu dan mendarat kurang dari satu menit. Saat sampai, Anto di kelilingi oleh Monster yang sudah sangat banyak sekalu muncul dengan tiba-tiba. Anto yang melihat begitu banyak monster, dengan pelan membuat sebuah pedang energy yang terbuat dari prtike Dunia kedua tangannya. Setelah itu, Anto menyerang lebih dahulu ke arah para Monster yang berdatangan itu. Dengan sekali serang semua Monster itu terbantai habis. Tapi, bukan itu saja Monster yang ke arahnya banyak sekali yeng mangarah padanya. Tapi, bukannya taku malah Anto diam di tempat dan menunggu. “Apa kalian mengira bisa menang dengan menambah jumlah! Kalian harus mati hari ini.” Anto terus menerus menyerang dengan ganas dan dengan penuh kemarahan. Satu serangan Anto bisa langsung menghabisi Monster dan tidak merusak bangunan sama sekali. Anto tidak berhenti di situ saja, Anto melanjutkan ke tempat Monster selanjutnya dengan begitu dia berharap bisa menghabisi banyak Monster yang ada di Dunia ini.
***
Waktu terus berlalu, Anto sudah tidak tahu berapa kota yang dia kunjungi di Negara itu. Dia tidak tahu sudah berapa banyak Monster yang dia telah habisi dan tidak tahu sampai dapan dia akan selesai. Anto yang masih dalam pertempuran nya yang sengit masih belum kelehan sama sekali. “TOLONGGG…!!” Suara minta tolong terdengar jelas di dekatnya, yang berada tidak jauh dari tempat dia berada. Anto yang mendengar itu, cepat bergegas dan mengabaikan Monster yang sedang di lawannya dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat dengan mata biasa. Anto menuju sumber suara itu. Kurang dari 10 detik, di sana sudah ada puluhan orang yang sedang di kepung oleh Monster yang besar-besar melebihi manusia biasa ‘WUSH!’ Saat sampai di sana, Anto langsung menebas semua Monster itu dengan sekali serang dan tidak terdengar teriakan sedikit dari Monster itu saat di hancrunya menjadi debu. Semua orang melihat ke Anto dengan wajah senang dan sedih. Mereka jadi sangat bahagia sekali saat melihat sosok seorang yang menghabisi Monster di depannya itu.
Setelah menghabisi Monster itu, Anto melihat sejenak ke semua orang yang tanpak bahagia, seperti sudah menunggu untuk waktu yang lama. Anto yang di tatap seperti itu, dengan kecepatannya langsung menghilang dari hadapan semua orang. Dalam pelariannya, Anto masih teringat dengan tatapan dari semua orang tadi dan membuat marahnya sedikit mereda. “Hangat… Perasaan apa ini?” Tanya Anto yang belum tahu seperti apa perasaan yang di rasakannya setelah menolong orang-orang tadi dan juga masih teringat dengan tatapan bahgia mereka. Dalam kebingung perasaannya, Anto yang melewati setiap Monster, dia langusng menghabisinya tanpa ampun dan tidak peduli dengan hal lain, selain perasaannya yang belum di mengertinya. Tapi, Anto memberhentikan langkahnya di tengah-tengah Monster sedang makan. ‘SWIHS! SWISH! SWISH!’ Anto mengahbisi mereka tanpa ada suara sama sekali sambil melupakan hal barusan. “Ini terlalu lama.” Anto yang menyadari terlalu banyak tempat yang dia lewatkan meski sudah banyak sekali Menghabisi Monster. Anto menutup matanya dengan sangat serius sekali. “ NAVIGATION ON!” Dengan suara sangat serius dan focus mengucapakannya.
Belum ada seuara setelah Anto mengucapakan itu '...' Sebuah layar muncul di depannya yang menunjukkan tanda 'loading persenan' Setelah 100% layarnya menghilang dengan sendiri. -Adehh… Apa yang kamu lakukan ini sama seperti jalan sejarah yang ada di Bumi- Bicara NAVI dengan cepat setelah mengetahui apa yang di lakukan Anto dengan suara agak kesal dan marah. -Tapi…- NAVI terdiam dan tidak melanjukan perkataannya. Selama beberapa waktu, NAVI masih diam dan membisu tidak melanjutkn perkataannya.
Anto yang masih menunggu respon, masih diam saja di tempatnya tanpa melakukan apa pun. “Apa? kenapa tidak lanjut?” Tanya Anto saat NAVI yang tiba-tiba ngoceh padanya meski baru mengaktifkannya lagi.
Anto masih diam dan blum bertanya apa pun pada NAVI. “Itu, bisa kamu lepaskan semua kekuata yang kamu segel?” Tanya Anto yang masih diam di tempatnya. NAVI yang mendengar itu kaget bukan main. Dia tidak menduga Anto akan menanyakan kekuata itu. Selama beberapa waktu, NAVI diam memikirkan itu.
-Bisa ku lepaskan. Tapi, control mu sangat tidak memadai dengan kekuatan yang ku segel ini. Kekuatan ini bisa saja menghancurrkan beberapa Planet jika tidak bisa mengontronya dengan benar. Apa lagi dengan kondisi kamu yang baru saja pulih dari ingatan yang sudah lama hilang- NAVI berusaha menjelaskan dengan jelas. Tapi, Navi yang bisa merasakan Anto masih tetap dengan pendiriannya dan tidak dapat mengubahnya hanya bisa menunggu respon dari Anto.
“NAVI, jika kamu adalah aku dan aku adalah kamu, bukannya sama saja seperti kamu mengabaikan Ayah dan Ibu yang terlahir di Planet ini. Jika Planet ini akan hancur di tanganku, mana mungkin aku terlahir di masa depan.” Respon Anto dengan berdebat dengan NAVI. “Aku bukan minta semua kekuatanku di buka. Bukalah untuk bisa membuat Bunsin yang bisa bertahan lama sebanyak mungkin yang bisa ku bagi di berbagai Negara.” Anto menambahkan maksudnya dengan lebih jelas. “Aku tahu jika ku lepaskan semua kekuatanku, kamu kira aku bisa mengendalikannya? Ini saja yang 0,1 persen sudah bisa membawa malapetaka bagi berbagai mahluk yang lebih kuat.” Anto menambahkan lagi perkataannya dengan lebih jelas. "Jadi, ku mohon lepaslah beberapa persen saja supaya bisa melindungi Dunia ini." Dengan suara tulus meminta pada NAVI.
NAVI tidak langsung merespon dan malah diam saja meski paham maksdu Anto. -Nah Anto, jika kamu ingat dengan jelas, siapa yang menyuruh menyegel kekuatan itu di portal yang pertama kali kita masuki, itu adalah kamu- NAVI bicara dengan sangat serius sambil mengingatkan. -Dengarkan baik-baik, saat itu kamu sudah bisa mengontrol semua kekuatan itu dengan bebas. Tapi, satu kesalahan saat itu ialah kamu yang memintaku menyegel diriku dan itu membuat semua Skil dasarku jadi terkunci dan mudah goyah. Dengan kata lain, kekuatanku masih dalam kondisi tersegel saat ini. Saat ini, kekuatan yang goyah sebanyak 5 persen saja yang ada, dan sebagian dari itu hanya sudah tersegek sepenuhnya. Aku tidak tahu cara membuka segel itu dan aku sama sekali tidak ingat apa yang harus ku lakukan untuk membuka segel kekuatan itu- NAVI menjelaskan semua yang dia ketahui tentang dirinya sendiri.
Anto terdiam dengan penjelasan NAVI yang terdengar masuk akal. “Jika itu cukup untuk membuat sebanyak mungkin Bunsin, lepaskan saja yang 5 persen itu meski itu hanya yang bocor saja. Jika tidak, semua manusia di Planet ini akan musnah beneran dari muka Bumi ini.” Dengan sangat serius Anto meminta. NAVI yang mendengar itu masih memikirkan dengan matang-matang permintaan Anto. Meski mereka berdua adalah orang yang sama, tapi pemikiran mereka jauh berbeda, meski terkadang mereka berdua sering berpendapat yang sama.
Next Chapter