Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 35


Siang hari, setelah tidru yang panjang, Anto perlahan merasa baikan. "Hm!" Anto perlahan membuka matanya sambil mengusapnya. "Adeh!" Anto yang merasa kepalanya tiba-tiba sedikit sakit dengan cepat memegangnya. Anto perlahan bangun lalu melihat sekitarnya lalu mleihat seitar. "Ingatan ku sedikit kabur." Anto yang melepas memegang  kepalanya. "Aku lapar." Anto mulai turun dari tempat tidurnya. “NAVI sudah berapa lama aku teritdur?” Tanya Anto yang mulai jalan keluar kamarnya. NAVI yang di tanya, tidak merespon sama sekali pertanyaan Anto. "Status!" Layar Status Pribadinya muncul, tapi NAVI malah tidak merespon sama sekali. 'DING!' Sebuah tanda memulai muncul di Layar Status Anto. 'PEMBAHARUAN BERHASIL.' Anto melihat Layat Status di beri pemberitahuan.


"Akhirnya selesai juga." kata NAVI dengan susra sangat lega sekali


"NAVI!" Anto yang medengar NAVI merasa lelah. "Apa yang kmu maksud?" Tanya Anto yang masih turun ke lantai bawah.


"Itu EXP penduduk asli yang kita peroleh telah ku cerna semua ke dalam Inti jiwa." Jawab NAVI dengan santai dan juag merasa lega. "Saat kamu tidur, kita di datangi oleh semua EXP itu dan selama seminggu aku memasukkannya ke dalam Inti jiwa untuk menyerapnya. Aku sangat lelah mrenunggu semuanya selesai." Anto yang bicara lolos tanpa meununggu Anto bertanya padanya.


"Berapa lama aku tertidur?" Tanya Anto saat sampai di lantai bawah lalu diam di tempatnya.


"Sekitar 3 minggu lebih." Jawab NAVI. "Nanti kita bahas itu lagi, kita makan sekarang di luar." Ajak NAVI dengan santai saat Anto yang berhenti di dekat tanga. Tanpa Anto merespon dia langsung jalan ke pintu keluar.


“Sepertinya banyak hal yang telah ku lewatkan?” Guman Anto sambil jalan menuju pintu depan tendanya. Anto tidak melakukan apa-apa lagi setelah berjalan ke pintu rumahnya. Anto yang tidak tahu apa yang telah di lewatkan dan di lupakannya hanya bisa melihat saja apa yang telah terjadi dengan Dunia itu. Saat sampai di luar tendanya, Anto melihat pemandangan yang sangat tidak di duganya. Sebelumnya semua gelap gulita setiap dai keluar tenda, kini sudah di sambut oleh matahari yang terang dan menyilaukan.


Anto melihat sekitarnya burung-burung yang tidak pernah di lihatnya dan juga banak hewan yang tidak di kathuinya muncul entah dari mana. Sebelunya semua sangat sepi dan menyeramkan saat malam hari. Tapi, saat ini Anto bisa melihat betapa bagusnya saat siang di Planet itu. Pemandangan dai dahan pohon yang di dekat Anto sungguh sangat menakjubkan dan sangat hebat sekali. Dia bisa melihat betapa banyaknya yang tidak bisa di lihatnya di Bumi, meski Anto tidak pernah sama sekali menjelajahi Planet Bumi. "Apa yang akan kita pakai sarapan?" Tanya NAVI saat masih menimati pemandangan itu.


"Kita ak...?" Anto tiba-tiba pingsan tanpa sebab dengan pakaiannya yang tiba-tiba berubah. NAVI juga jadi Non-aktif tanpa di ketahui.


***


Waktu berlalu, Anto mulai sadar setelah lama waktu berlalu. "Malam hari!" Anto yang masih di tempat yang sama dan pakaiannya yang sudah berubah dengan pakaian serba hitamnya dan juga topengnya. "Apa yang terjadi waktu itu?" Anto yang tidak bisa mengingat dengan jelas setelah pingsan cukup lama. Anto mulai duduk dengan pelan saat sudah bangun. "NAVI, apa yang terjadi lagi?" Tanya Anto pada NAVI. NAVI tidak merespon Anto dan malah diam saja. "Apa update lagi?" Anto yang tidak di respon oleh NAVI. "Status!" Sama seperti seblumnya, Statusnya muncul, tapi malah NAVI tidak bicara padanya.


'DING, NAVIGATOR AKTIF' Suara pemberitahuan yang tidak biasa seperti sebelumnya. "Sudah bangun! Untung saja sempat waktu itu." Kata NAVI dengan cepat sekali. "Coba lihat ini." NAVI menunjukkan sebuah waktu yang terus berjlan.


"Waktu, Apa yang kamu maksudnya?" Tanya Anto yang  melihat ke waktu yang di tunjukkan NAVI. Anto yang masih tidak mengerti, hanya diam saja melihat waktu yang sudah di hentikan NAVI.


"Kita sudah tertidur selama 1 tahun lebih. NAVI menawab dengan serius. Anto diam saja lalu bangun.


"Satu tahun kah! Itu waktu yang cukup lama. Tapi, aku masih merasa baik-baik saja. Dan merasa itu cuma beberapa waktu yang lalu" Anto yang tidak megerti dengan apa tubuhnya sendiri. "Bisa lebih jelaskan semua yang terjadi selama 1 tahun ini?" Anto yang mulai duduk lagi, sambil meikmati malam yang terus berlanjut.


"Aku tidak tahu apa pun. Yang ku ingat tiba-tiba Status mu mengunduh sesuatu yang tidak ku tahu. Sekarang itu masih belum selesai dan masih berjalan semua. Sepertinya itu butuh waktu beberapa tahun." Jawab NAVI yang tidak tahu apa pun juga.


"Hah... Sepertinya hanya bisa menunggu saja." Anto mulai beranjak bagun. "Waktu terus berlalu, dan banyak hal yang tidak ku duga sama sekali, berapa banyak hal yang telah ku lewatkan dan banyak hal yang tidak ku ketahui. Semua ini tidak setimpal dengan hasil yang ku inginkan. Aku ingin pulang." Anto yang melihat gelapnya malam dan bulan yang cukup besar dari biasanya.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya NAVI pada Anto yang masih melihat bulan. Anto tidak merespon malah menghilangkan Tenda yang masih dekatnya lalu pergi lompat dari dahan pohon ke bawah. Dalam 5 menit lebih, Anto sampai di permukaan tanah.


"Di sana!" Suara NAVI tiba-tiba memberi tahu Anto. Anto berjalan ke sebuah semak-semak yang sangat besar darinya. Saat samapi di dekat semak-semak, itu lebih tinggu lagi darinya.


"Ini bukan semak-semak!" Anto yang melihat beatapa besarnya itu. Anto mulai menggunakan kekuatan Kinetiknya membuka semak-semak itu lalu masuk ke dalammnya. "Apa yang ada di ujung?" Anto yang terus masuk ke dalam semak-semak, Anto melihat cahaya dari balik semak-semak saat hampir sampai di ujungnya. Saat sampai di ujungnya, Anto tidak langsung keluar dan berhenti di semak-semak terakhir dan mengintip dari sana. Saat mengintip, Anto melihat seekor Beastman serigala yang masih kecil yang berumur kurang 5 tahun. Anto melihatnya banyak luka dan juga terlihat kurus di terpa cahaya dari buah yang tidak di ketahuinya.


"Sebaiknya kamu lihat lebih dekat." Suruh Anto dengan halus pada Anto. Anto keluar tanpa ragu menuju Beastman Serigala itu. Saat sampai, ternyata keadaan Beatman Serigala itu sangat tidak baik sekali. Baunya sangat busuk dan tidak ada bersih-bersihnya. Anto tida merasa jijik dengan itu malah langsung mendekatinya dna memegangnya. Anto langsung memegang serigala yang tanpak kasihan dann juga sedang sakit. Anto langusng memeriksa dengan Scannya tanpa menunggu lebih lama.


"Ini sudah sangat parah." Anto yang mengecek semua tubub Beast Serigala itu. "Tenang, lamu pasti bisa bertahan." Anto dengan pelan menyembuhkan Beast Serigala itu dengan Skil Creation. (Buat apa saja, Author ubah jadi Skil Creation. Ya Author baru tahu pas lihat GG). Beberapa waktu berlalu setelah Anto mengubah semua kondisi Beast Serigala itu, kini dia sudah tampak lebih baik. "NAVI periksa lebi jelas lagi!" Minta Anto sambil menggendong Anak Beast Serigala itu. Lalu pergi melewati semak-senak tadi dan


Tanpa di berutahu dua NAVI mulai mengecek Beast itu. "Ada satu hal yang kurang. Mata dan fisiknya nya!" NAVI memberitahu Anto. "Matanya masih belum beradapatasi dengan cahaya yang terlalu terang dan Tubuhnya yang senstif matahari, yang membutanya cepat kering." Respon NAVI dengan sangat jelas.


"Hah...!!" Anto yang melewati tidak semak-semak mendengar sesuatu di luar semak-semak. "Bukannya itu tempat aku masuk!" Anto berjalan pelan saat masih mendengar suara itu dari dalam semak-semak yang begitu besar. Saat sampai Anto tidak langusng keluar dan mengintip dari dalam semak-semak. Anto yang mengintip, melihat 5 Beast harimau sepenuhnya muda (Bukan setengah binatang dan mausia, tapi dengan wajahnya sekaligus). dengan Mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda, tapi Anto langusng memahami bahasa yang di gunakan oleh mereka.


"Akhir-akhir ini banyak yang mati, dan juga banyak hal aneh sejak 1 tahun lalu. Dunia ini jadi terang dan semuanya selalu berganti dengan malam sama seperti cerita leluhur. Dulu aku tidak percaya dengan hal yang di ceritakan mereka dan hanya menganggapnya lelucon." Dengan penuh tawa dan ceria mereka bercerita tanpa ada yang tahu kalau mereka sedang di awasi.


"Sepertinya di Dunia yang gelap dulu itu ada kehidupan malam yang tidak ku ketahui." Pikir Anto sambil mulai menggunkan Skil Invisible nya. Setelahnya dengan pelan Anto keluar dari semak-semak lalu pergi meninggalkan mereka berlima yang bercerita ke pohon tempat dia menaruh makanannya.


***


Kurang 1 menit Anto sampai di pohon tempatnya meninggalkan makanannya. tapi saat sampai, semua baha makanannya tidak ada dan sudah di curi. "Sepertinya aku kurang beruntung." Guman Anto sambil berjalan ke tempat dia mengumpulkan makananannya. Anto membuat tempat tidur di dekat akar pohn yang terdekat lalu menaruh Beast Serigala itu. Saat menaruh Beast serigala itu, Anto melepas topeng yang di kenakannya supaya lebih nyaman. "Terpaksa ku buat sendiri." Anto membuat makanan dengan Skil Creation nya. Dengan Skil itu Anto mebuat berbagai macam makanan yang sudah jadi lalu mulai makan dengan pelan sambil menikmatinya. "Hm!" Anto yang sedikit kaget dengan Beast Serigala itu sudah di dekatnya yang sedang makan. Serigala itu melihat ke makanan yang di depannya dan tidak peduli dengan Anto yang di dekatnya.


"Kenapa kamu diam saja?" Tanya NAVI saat Anto hanya diam saja melihat Beast Serigala itu melihat ke makanan di depannya. Beast Serigala itu mengambil makanan tanpa di beritahu dan mulai makan dengan pelan dahulu, lalu dengan cepat sat merasa makanan itu sangat enak. "Sepertinya..." NAVI yang tidak tahu harus berkata apa dengan hal yang di lihatnya. Beast Serigla itu terus makan menduhuli Anto yang belum selesai satu piring pun.


"Makanan yang dia makan akan langsung membuatnya tumbuh normal meski dia makan banyak lagi." Anto yang merasa senang dengan Serigala itu. 'UHUK!!' Serigal itu tiba-tiba tersedak oleh makanan yang santapnya. Anto dengan cepat langsung membuat air minum memberikannya ke Serigala itu. Tapi, serigala itu takut saat Anto memberikannya air dan langsung melindungi kepalanya dan gemetar. "...!" Anto yang meliat reaksi itu berhenti memberikan air ke Serigala itu dan melepasnya di dekatnya. Setelahnya Anto mengelus kepala Serigal itu sambil tersenyum pada Serigala yang sedikit kaget dengan tindkan Anto yang tiba-tiba mengelus kepalanya. "Makanlah sebanyak yang kamu mau." kata Anto dengan bahasa yang di gunakan para Beast itu sambil tersenyum, lalu lanjut makan juga.


Sertigal itu meliaht ke Anto yang tidak melakukan apa pun padanya terdiam dan tidak berkata apa-apa dan hanya masih takut saja. Serigal itu mulai lanjut makan lagi dengan cepat dan tidak peduli lagi dengan Anto. "


***


Waktu berlalu, serigal itu menghabiskan semua makanan yang telah di sediakan Anto dan tidak ada yang tersisa sama sekali. Anto yang melihat serigal itu masih lapar, memikirkan sesuatu. "Tunggu sebentar!" Anto beranjak berdiri lalu membuat cahaya muncul di depannya. Serigala yang melihat itu sangat terkagum kagum dengan hal yang di lihatnya dari Anto. beberapa saat kumudian Anto selesai membuat sebuah ayam panggang yang sangat besar. Anto sengaja membuat ukurannya lebih besar dari biasanya supaya Serigala itu lebih puas. "Ini semua untukmu." kata Anto sammbil minggir dari makanan yang di buatnya. Serigal itu menatap ke Anto yang membuat Makanan itu. "Makanlah!" Kata Anto saat di tatap oleh Serigala. Seriga itu langsung menunduuk kepalanya, lalu melihat lagi ke makanan di depannya. Setelahnya, Serigala itu makan dengan cepat dan Anto hanya diam menonton serigala itu makan dari tempat tidur yang di buatnya sebelum.


Next Chapter


Maaf jika ceritanya sangat berubah di Chapter 36-47, karena belum di revisi