
“Dewa Kegelapan!” lihat Anto pada wanita raksasa itu yang masih belum menarik tangannya. “Hanya julukan saja kan. Tapi lebih suka ku sebut dengan Dewi cantik.” tambah Anto dengan tenang setelah melihat pada wanita raksasa itu yang masih sama ekpresinya. Anto melihat terus dengan masih menahan kepalan tangan itu yang belum di tarik. “Salam kenal Dewi cantik. Aku tidak tahu apa masalahmu, tapi sebaiknya kamu berhenti saja karena tidak mungkin kamu akan menang melawanku.” dengan tenang mengatakan itu pada wanita itu.
“Aku mengerti!” jawab langsung dari Wanita itu yang perlahan menarik tangannya. Anto jadi heran mendengar dirinya yang di turuti begitu saja olehnya tanpa ragu sama sekali. Wanita itu diam di tempatnya dengan tanpak tenang saja.
Anto terus diam saja di tempatnya setelah wanita itu menarik tangannya. Anto menunggu di ajak bicara tapi wanita itu masih tetap diam. “Kamu siapa?" Tanya Anto dengan tenang padanya kerena ingin siapa dia dan juga ingin memulai percakapan.
“Aku orang yang kamu janjikan akan memberikan aku kesenangan Dunia, dan juga orang yang kamu janjikan memberikan pengalaman berbeda dari kehidupan abadiku ini.” jawabnya dengan cepat sekali. Anto jadi terdiam karena di kira akan butuh lama di respon.
“Kalau itu yang ku janjikan aku pasti akan tepati, tapi kapan kita bertemu?" Tanya Anto padanya dengan tenang saja.
“Aku tidak tahu kapan kita bertemu. Tapi kamu yang menyuruhku menemui lalu memberikan sesuatu.” jawabnya dengan tenang.
“Dari diriku! Apa itu?” Tanya lagi Anto pada wanita raksasa itu. Wanita itu kemudian membuka sebuah portal di depan Anto lalu sebuah kotak keluar dari dalamnya, kemudian portal itu menghilang begitu saja.
“Portal itu hanya sekali pakai dan juga akan bisa terbuka saat pemilik aslinya memang benar.” kata Wanita rakasasa itu dengan tenang saja. Anto hanya diam mendengar itu lalu mengambil kotak melayang di depannya itu. Setelahnya dia membuka tanpa ragu sama sekali. Saat di buka ternyata isinya kosong tidak ada apa pun di dalamnya. Anto terus memandangi isi dalam kota yang kosong itu namun tidak ada perubahan sama sekali.
Anto kemudian mleihat ke wanita Raksasa itu dengan masih tenang. “Siapa namamu?" Tanya Anto padanya dengan tenang sambil tersenyum.
“Aku tidak punya nama.” jawabnya dengan singkat lalu diam lagi. Anto hanya diam saja lalu melihat pada wanita itu yang ternyata masih sama raut wajahnya.
-Proses penggabungan siap. Wadah utama siap. Memulai!- Anto yang mendengar suara NAVI dari wanita itu jadi kaget. -Proses penggabungan behasil!- setelah itu wanita raksasa tadi menghilang dalam sekejap mata tanpa menyisakan apa pun sama sekali di depannya. -Huh… sebaiknya usahakan jangan teriak!- kata NAVI tiba-tiba dengan suara normal pada Anto. Anto masih tenang saat mendengar itu tapi, tiba tiba ada rasa sakit dari seluruh tubuhnya yang membuatnya jadi lemas seketika, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun. Wajahnya mulai pucat, lubang hidung dan telinganya mengeluarkan darah secara bersamaan. Detak jantung jadi tidak normal sama sekali. Anto tidak bisa bersuara sama sakali dan hanta bisa mengambang tanpa bantuan siapa pun.
“Aku tidak kuat NAVI!” dengan telepati mengatakannya pada NAVI saat matanya mulai melihat dengan buram. NAVI malah tidak merespon sama sekali perkaan Anto yang sudah melihat dengan gelap tapi masih menjaga kesadarannya.
-Proses selesai!- kata NAVI singkat lalu Anto pingsan sepenuh setelah mendengar suara itu. -Kita bertahan cukup lama juga di Dunia ini. Sekarang sebaiknya kamu segera bangun saja- kata NAVI sambil memulihkan tubuhnya yang sudah tidak sadarkan diri. Setelah beberapa saat, NAVI selesai memulihkan tubuhnya. -Sepertinya sudah sangat baik. Ku rasa tinggal menunggu saja- kata NAVI dengan tenang membiarkan semuanya berlalu.
***
Setelah beberpa lama pingsan Anto tersadar kembali dan menemukan dirinya masih melayang di angksa tanpa satu luka di tubuhnya karena sudah di sembuhkan oleh NAVI. “Berapa lama aku pingsan?” Tanya Anto saat sudah sadar dengan memperbaiki posisinya ke yang lebih nyaman.
-Cuma 2 jam lebih saja. Sebaiknya kamu kembali saja, mungkin kamu tidak akan menyangka apa yang akan kamu temukan di dekat Minaotur itu- saran NAVI pada Anto yang baru saja sadar dari pingsannya. Anto memegang kepalanya dulu yang masih sedikit pening, lalu tiba-tiba teleprtasi dengan cepat. Saat sampai di dekat lokasi para Minaotur, Anto terdiam sebentar karena tidak menemukan bola bening itu. Setelah itu NAVI memunculkan layar di depan Anto yang ternyata itu di ambil oleh seorang manusia yang sedang kabur dengan sangat cepat.
“Setelah urusanku selesai, kalian berani juga ya!” kata Anto dengan jelas sekali. manusia yang mengambil itu melihat ke langit dan menemukan dirinya sedang di lihat di layar. Setelah itu Anto membuat portal kecil di depannya lalu memasukkan tangannya tanpa ragu sama sekali. Tangannya muncul di dekat orang bertopeng itu dengan ukuran sangat besar sekali mau menangkapnya. Saat orang itu mau di tangkap dia tiba-tiba menghilang. Anto jadi memberhentikan tangannya. Lalu di dekatnya tiba-tiba dirinya di serang oleh beberapa orang yang tidak di kenalnya. Anto langsung saja teleportasi ke tempat orang yang membawa bola bening itu dan tiba tempat yang di lihatnya. “Huh... Kalian menyusahkan saja. Aku hanya ingin mengambil temanku saja. Aku tidak ada niatan bertarung dengan kalian. Kalian kelola saja tanah yang di belehan Dunia ini. Aku hanya ingin membawa semua Iblis dan semua Ras lainnya yang ada di Dunia ini, kecuali Ras manusia pndah saja ke kerajaanku yang menerima semua jenis ras.” dengan tenang Anto mengatakan itu pada mereka.
Setelah NAVI memunculkan lagi layarnya yang menujukkan lokasi orang bertopeng itu yang sedang bersembunyi dengan tenang di sekitar batu di dekatnya. Orang itu kaget saat melihat penampkan dirinya yang buram di langit. Anto kemudian tersenyum padanya dengan tenang ke layar tanpa bergerak dari tempatnya. -Kamu cukup kejam kelihatannya!- kata NAVI yang melihat dari sudut pandang yang berbeda saat senyum Anto sedikit berbeda dari layar di langit. Anto diam tidak merespon NAVI dengan terus melihat ke layar di depannya.
“Kemari dan bawa bola itu. Aku tidak akan menyakiti kamu.” minta Anto padanya dengan tenang saja dari tempatnya tanpa mendekat ke orang yang masih bersembunyi ketakutan. “Jika kamu tidak berani ke sini, lempar atau taruh saja di lalu pergi!” dengan tenang mengatakan. Orang itu dengan gemetar menaruh bola itu dengan tetap tak terlihat lalu kabur. Anto yang melihat dari balik layarnya hanya tersenyum saja melihatnya kabur. Setelah orang itu cukup jauh larinya, Anto dengan telepotasi langsung ke tempat bola tadi di taruh. Anto tidak langsung mengambil karena itu bukan yang asli saat di lihatnya. “Kalian berani menipuku… untung saja aku orangnya penyebar.” kata Anto lalu membuka 2 buah portal di depannya. “Sebaiknya kalian diam di tempat kalian dan jangan ada yang bergerak karena ini akan berbahaya sekali.” dengan tenang meminta Anto pada semua orang di Dunia itu karena dia bisa di lihat dari layar di langit.