Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 247


Setelah memuju itu, Anto diam sebentar lalu melihat ke orang yang sedang makan. “Hana, aku ingin tanya, sudah berapa tahun dunia ini sejak kemunculan mosnternya?” Tanya Anto pada Hana yang mungkin tahu. Hana terdiam melihat ke Anto yang tersenyum melihat lagi ke langit.


“Kakek buyutku tahu. Dia bilang sudah 200 tahun lebih.” Jawa b Hana dengan tenang dan penasaran dan juga mulai terbiasa dengan obrolannya. Anto diam sejenak memikirkan itu.


Anto lalu tersenyum saja melihat ke langit. “200 tahun kah… Menurutmu berapa banyak Monster di dunia ini yang udah keluar dari Dungeon?’ Tanya Anto pada Hana dengan tenang.


“Aku tidak tahu.” Jawab Singkat Hana dan juga mulai bicara dengan sedikit lancar pada Anto. Anto yang mendengar itu masih diam dengan terus melihat ke langit.


“Dunia ini sudah ada banyak sekali Mosnternya, dan kebanyakan manusia yang zaman kita ini sudah tidak tahu peradaban sebelumnya, bahkan tidak ada yang tahu kecuali kakek buyutmu itu.” Timbal Anto dengan tenang. "Tapi memangnya ada manusia yang bisa hidup panjang selama 200 rahun lebih dari monster ganas itu di masa lalu?" Tanya Anto dalam dirinya karena curiga dengan Kakek buyut Hana yang hidup sangat lama. Anto yang kepikiran itu tetap senyum sambil terus melihat ke langit supaya tidak di curigai. “Hana, apa kamu mau menyelamatkan manusia yang tersisa di Dunia ini bersamaku?” Tanya Anto sambil melihat ke Hana dengan tenang.


Hana yang melihat ke Anto terdiam saja setelah mendengar itu. Hana cukup lama diam dengan terus melihat ke langit dengan senyum tanpa henti.  “A, apa aku bisa?” Tanya Hana dengan terdengar sedikit ragu. Anto kemuidan perlahan melihat ke arahnya sambil tersenyum.


“Ya, pastinya.” jawab Anto tenang, singkat dan yakin. “Di sisi lain alasanku mengajakmu karena, aku butuh orang menemaniku dan butuh seseorang yang bisa ku percaya untuk membangun masa depan yang indah di dunia baru yang akan kita selamatkan itu.” Anto menambahkanya dengan serius sekali. Hana hanya terdiam saja dan tidak merespon Anto sama sekali. Anto kemudian menundukkan wajah melihat ke 10 orang yang sudah selesai makan. Anto kemudian melompat lagi setelah itu tersenyum pada mereka. Anto kemudian membuka dimensi penyimpanannya, lalu mengeluarkan 10 botol air lalu menerbangkannya pada mereka. Hana masih diam saja melihat apa yang di lakukan Anto dan belum bicara sama sekali.


10 orang itu tidak ada yang menolak lagi dan lalu meminum air dalam botol itu. Setelah mereka selesai, mereka terdiam saja tidak ada yang berkata apa pun selain melihat ke Anto. “Aku ingin kalian mengikutiku menyelamatkan manusia yang lainnya, apa kalian mau?” Tanya Anto dengan sopan pada mereka semua. Semuanya terdiam tidak ada yang menjawab sama sekali. “Aku ingin membangun tempat di mana semua manusia bisa tinggal dengan nyaman dan makan seperti yang kalian tadi, apa kalian mau ikut denganku?” Tanya Anto untuk kedua kalinya. Tidak yang merespon sama sekali, mereka terlihat mempertimbangkannya.


Tapi saat itu ada seorang remaja kurus yang seumuran dengn Hana maju tenpa terlihat ragu sama sekali. “Apa itu mungkin di lakukan?” Tanya remaja itu dengan sangat ingin tahu sekali.


“Aku akan ikut.” Timbal remaja itu dengan yakin lalu yang lainnya ikut berdiri di samping remaja itu. Anto hanya tersenyum saat melihat semuanya yang terlihat berani sekali. Hana yang melihat itu hanya diam saja melihat Anto yang tersenyum tidak tahu maksudnya.


“Baiklah!” Anto pun langsung melompat ke bahu Hana. “Hana berbaliklah!” Minta Anto dengan sopan padanya. Hana berbalik tanpa bertanya apa tujuan Anto. Anto kemudian memperlebar perluasan dimensi yang tadi di bukanya. Setelah itu sebuah robot  terbang berbentuk helm keluar, dengan di temani oleh 10 robot yang mirip seperti milik Hana namun berbeda bentuknya. Anto tersenyum pada 10 orang di bawah yang melihat itu semua tanpa berkata apa-apa. “Diam di tempat kalian, jangan ada yang bergerak.” Minta Anto pada mereka semua. Semuanya hanya terdiam tdak berkata apa apa sambil melihat ke lubang dimensi yang mengeluarkan 11 robot itu yang berjalan keluar dengan rapi.


Setelah semua robot keluar dan berbaris rapi di dekat dimensi, robot helm itu terbang ke semua orang lalu memindai satu persatu orang. Setelah beberapa saat semua orang telah di pindai, robot itu kembali pada orang yang dipindai pertama sambil memberikan bola hitam pada mereka secara satu persatu. Setelah semuanya kebagian bola hitam robot itu mendekat ke Anto. Robot itu langsung menampilkan layar di depannya. nNto pun lansgung menekan beberapa kali lalu layarnya mati, setelahnya robot helmnya masuk ke dalam dimensi lagi.


Setelah itu Anto melihat ke ke semua orang. “Kalian sudah mendapat bola itu kan, sekarang kalian tekat sebuah tombol putih itu!” Minta Ato pada mereka semua. Semuanya membolak balik mencari tombol, setelah ketemu mereka semua salin lihat lalu menekannya. Sebuah layar muncu di depan mereka yang ada gambar telapak tangannya. “Kalian taruh tangan kalian di sana.” minta Anto pada mereka semua. Mereka semua tanpak ragu tapi remaja itu selalu duluan meletakkan tangannya tanpa ragu sama sekali. Setelah meletakkan tangannya, salah satu robot mengecil lalu jadi gelang di tangannya dan di saat yang bersamaan juga sebuah baju muncul di depannya.


Remaja itu langsung melihat ke pakaian itu yang terlihat sangat bagus sekali. Setelah di lihati, sebuah cahaya keluar dari baju itu yang membuatnya bersinar. Setelah beberapa saat, cahaya itu menghilang dan memperlihatkan pakaiannya sudah di kenakan oleh remaja itu. Semuanya terdiam melihat ke sana dan tidak yang bicara sama sekali. “Sekarang tekan tombol yang ada pada gelangmu barusan.” Perintah Anto yang terdengar jelas sekali. Remaja itu tanpa melihat langsung melihat kegelang yang sudah terbentuk itu lalu menekannya.


Setelah menekannya, matanya jadi kosong lalu di lapisi oleh sesuatu yang hitam hingga seluruh tubuhnya, kemudian tubuanya lagi mulai terbentuk dengan logam. Setelah beberapa detik,dia berubah jadi robot yang sebelumnya. Semua orang terdiam saat melihat remaja itu telah berubah jadi robot. “Setelah berubah kamu sudah tahu fungsi dan cara melepasnya bukan, sekarang dengan itu kamu akan bisa melawan para Monster itu.” Anto mengatakanya tanpa ragu sama sekali. Remaja itu langsung melihat ke Anto yang berada di depannya dengan kelas sekali sambil yang lainnya menyusul.


Tidak ada yang bicara sama sekali dan hanya diam saja. Setelah semua mengenakan robot itu dan sama tingginya dengan Hana kini mereka hanya melihat ke Anto saja. Anto kemudian melihat ke dimensi penyimpanan yang masih terbuka lebar. Anto menunggu sesuatu keluar dari dalam. Setelah beberapa saat, sebuah robot yang bewarna hitam melebihi  hitam robot yang sedang di pakai yang lainnya dan juga terlihat lebih seram keluar dari dalam dimensi. Setelah robot itu berhenti jalan dimensinya pun menutup. “Hana berbalik!” Minta Anto padanya dengan lembut. Hana pun berbalik dengan Anto melayangkan diri supaya tetap berada di posisinya. Setelah berbalik, Anto kembali ke pundak Hana.


Hana diam saja tidak berkata apa-apa sambil melihat ke robot di depannya yang ada sama persis, meski ada perbedaan benatuk. Hana juga melihatrobot lain yang baru sekali di lihtanya. “Hana, pegang wajah robot itu!” Minta Anto padanya sambil menunjuk pada robot berbeda itu. Hana jalan sedikit ke robot itu lalu perlahan mengarahkan tangannya pada robot lalu menyentuh kepalanya dan jadi terdiam. “Kamu pilih ya!” Suruh Anto pada Hana. Hana yang terdiam mengerti apa yang di lihatnya dan memilih apa yang di minta Anto. Setelah itu, robot tadi hilang kini merambat ke Hana dengan cepat sekali. Kemudian robot itu kini membungkus tubuh robot Hana dengan cepat dan kini robot itu sudah bersatu dengan robot Hana. Hana diam saja karena sudah tau fungsi baru dari robotnya itu dan tidak ada yang bicara sama sekali setelah melihat semua itu.