ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Serikat Oldenbar


"Ya seperti yang aku jelaskan sebelumnya, beberapa tahun setelah banyak orang-orang seperti kalian... "


Ketua Sekte itu, sadar sudah secara tidak sengaja salah bicara, kini dia menggantung kata-katanya. Tampak memikirkan kalimat yang halus untuk menyampaikan maksudnya.


Luna menyadari itu. "Katakan saja, kami tidak akan tersinggung"


"Maaf, mungkin akan sedikit kasar." Ucap Ketua Sekte lembah Hantu tersebut, lalu melanjutkan penjelasannya.


"Ya, setelah orang-orang asing datang ke Daratan ini, mereka merusak banyak hal. Salah satunya, keseimbangan kekuatan Sekte-sekte yang ada di daerah ini. Hal itu karena... "


Ketua Sekte Lembah Hantu menjelaskan bahwa, sejak kedatang orang asing, beberapa sekte mulai mengkonsumsi semacam pil yang bisa meningkatkan jumlah tenaga dalam dengan sangat cepat.


Pil itu membuat sebuah sekte yang awalnya terbilang tidak terlalu kuat, kini menjadi sangat kuat. Hal yang paling menggelisahkan beberapa sekte termasuk sekte lembah hantu adalah, sekte-sekte yang di masuki orang-orang asing itu mulai meresahkan penduduk.


Karna harga pil itu sangat mahal, mereka berburu Siluman dan tumbuhan-tumbuhan langka. Area perburuan mereka meluas hingga memasuki daerah sekte-sekte lainnya.


Malangnya, sekte-sekte kecil yang tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Mereka malah dipaksa bergabung atau dihancurkan.


Sebagian harus menerima tawaran itu dan sebagian lagi memang dihancurkan. Itu di sebabkan, Sekte yang berburu tersebut juga di bantu oleh orang-orang asing. Kekuatan pendekar-pendekar asing itu juga sangat menakutkan.


Tidak hanya sampai di situ. Hal yang lebih meresahkan lagi adalah, mereka menculik wanita-wanita dari banyak desa. Mereka juga menjarah harta dan apapun yang bisa mereka tukarkan untuk mendapatkan pil itu.


Akhirnya beberapa sekte yang tersisa berkumpul dan berniat melawan.


Lembah Hantu, sebagai salah satu Sekte terbesar di wilayah pegunungan itu, bergabung dengan tiga sekte lainnya, akan bertempur untuk menghadapi sekte  sesat yang sudah menjual diri mereka demi untuk mendapatkan kekuatan pada orang-orang asing tersebut.


Dan yang paling disayangkan dari semua itu, tentu saja kenyataan bahwa Sekte yang sesat itu adalah Sekte Bukit Tengkorak. Sekte yang dulu sangat dekat dengan Sekte Lembah Hantu sendiri.


Di tengah penjelasan ketua Sekte Lembah Hantu itu, Luna memotong "Maaf, aku harus memastikan sesuatu. Apakah anda mengetahui nama kelompok atau organisasi orang-orang asing itu?"


Ketua Sekte Lembah Hantu mengangguk "Ya. Mereka menamakan diri mereka Sebagai Serikat Dagang dan Pekerja. Oldenbar"


Luna dan Ciel langsung bertatapan. Seolah mendengar sesuatu yang sangat mereka kenal. Semua orang di sana menjadi heran melihat reaksi keduanya.


"Ada apa? Apa kalian mengetahui sesuatu tentang mereka?" Tanya ketua Sekte lembah Hantu itu.


Luna menoleh pada ketua Sekte Lembah Hantu, Kemudian menunduk sebentar lalu kembali menatapnya. "Maaf, sebenarnya aku tidak ingin ikut campur. Tapi, sebaiknnya kalian urungkan saja niat kalian untuk memerangi mereka!" Ucapnya.


Selain Ciel, semua yang ada di sana terkejut apa yang disarankan Luna pada ketua Sekte Lembah Hantu itu.


Luna menatap Arya yang juga kini menatapnya. "Arya. Kau ingat saat aku mengatakan bahwa Negaraku hancur karena sebuah Serikat Perdagangan?"


Arya mengangguk. "Ya. Aku mengingatnya. Kenapa?"


"Serikat yang membuat negaraku mengalami perang saudara dan akhirnya hancur adalah serikat itu." Jawab Luna.


"Serikat Dagang dan Pekerja Oldenbar. Ternyata mereka sudah sampai ke kekerajaan ini!" Sambung Ciel.


Pengakuan keduanya, sontak membuat Ketua sekte Lembah Hantu, Bai Fan dan juga Bai Hua terkejut.


"Nona, Bisakah kalian lebih menjelaskan lagi kepadaku, sebenarnya musuh seperti apa yang akan kami lawan ini?"


Luna berpikir keras, seperti ada kejanggalan dengan cerita yang akan di katakannya.


"Tuan—"


"Oh. Baiklah. ... Ketua Lamo. Mungkin ini sedikit berbeda. Tapi, aku yakin niat mereka sama." Ucap Luna sedikit ragu.


Lamo menganggukan kepala. "Baiklah, Nona Luna, aku mengerti. Apapun itu, kami akan sangat terbantu jika ada sesuatu yang bisa kami dapatkan lewat informasi darimu"


"Begini, aku yakin awalnya sekte lembah tengkorak yang kau bilang akan menjadi lawanmu nanti, tidak berniat berperang melawanmu. Tapi... "


Mulailah Luna menceritakan bahwa, di negaranya dulu terjadi hal yang hampir sama walaupun banyak perbedaan.


Serikat Oldenbar, awalnya datang untuk berdagang. Mereka menukar banyak barang dengan negara Luna.


Dengan teknologi mereka yang sudah maju, negaranya menjadi ketergantungan dengan teknologi itu. Di saat itu, mulailah Serikat Oldenbar menaikan harga sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya negara mulai kesulitan untuk membelinya.


Untuk menutupi hal tersebut, Negara Luna menaikkan pajak pada rakyatnya. Hal itulah yang memicu awalnya pemberontakan. Karena, pada akhirnya rakyat negaranya menjadi sangat kesulitan dan menderita.


Pemberontakan pun terjadi. Selama perang saudara itu, Serikat Oldenbar membantu negara dalam hal senjata ataupun dana untuk memerangi para pemberontak. Setelah banyak memakan korban jiwa, Akhirnya negara memenangkan perang saudara itu.


"Jadi, Negara kalian memerangi rakyatnya sendiri karena ulah Serikat dagang itu?" Bai Fan sedikit tidak percaya dengan apa saja yang baru saja di katakan Luna.


Luna mengangguk. "Ya. Seluruh kekuargaku juga diburu dan ditangkap saat itu. Namun, ayahku berhasil membawa kami kabur dengan caranya."


"Bagaimana bisa sebuah serikat bisa mempengaruhi sebuah negara? Jika apa yang kau katakan benar, Berarti serikat itu memiliki kekayaan yang luar biasa."


"Ya. Mereka memilikinya." Jawab Luna membenarkan pertanyaan Lamo. "Tapi, itu belum seberapa." Tambahnya.


Luna kembali melanjutkan ceritanya. Setelah perang saudara itu berakhir, dan semua pemberontak yang berhasil di tangkap di eksekusi, Negaranya menjadi sangat miskin.


Serikat Oldenbar menawarkan bantuan fasilitas serta pinjaman pada negaranya dengan syarat hanya serikat Oldenbar saja yang di izinkan melakukan pembelian dan perdagangan di negaranya itu.


Tidak butuh waktu lama, serikat Oldenbar semakin besar di sana. Sedangkan untuk negaranya sendiri, semakin tercekik dengan hutang mereka yang semakin banyak.


Kabar yang mereka dapat mengatakan bahwa, didalam pemerintahan, Serikat Oldenbar sudah masuk, dengan menitipkan orang-orang mereka disana atau orang-orang dinegara itu yang mereka bayar untuk berkhianat.


Hingga akhirnya, negara Ciel dan Luna benar-benar bangkrut. Saat itulah Serikat Oldenbar mengambil alih negara mereka dengan dalih sebagai ganti rugi hutangnya.


Dalam satu malam, Negara itu hanya tinggal sejarah. Sekarang, Negara Ciel dan Luna itu bernama, Negara Serikat OldenBar.


"Jadi, ketua Lamo. Jika kalian berperang, tidak ada dari kalian yang akan di untungkan. Karena saat perang usai, semua pihak pasti akan melemah. Itu hanya cara Serikat Oldenbar itu untuk menguasai seluruh wilayah ini." ucap Luna menyudahi penjelasannya.


Lamo, terdiam memikirkan tentang yang dijelaskan oleh Luna. Karena menurutnya, Bukit Tengkorak tidak akan bertindak sejauh itu. Apalagi sebelumnya, kedua sekte cukup dekat.


Selama percakapan itu, Arya menyimak dengan seksama. Dalam fikiran Arya hanya satu. Arya mempertanyakan, Apa yang sebenarnya di cari oleh orang-orang itu, hingga membuat kekacauan sampai seperti ini.


"Satu lagi!" Lamo tiba-tiba mengingat awal masalah yang dibawa oleh serikat Oldenbar kewilayah itu. "Apakah kalian mengetahui tentang Pil yang bisa membuat tenaga dalam seseorang bisa meningkat dengan sangat cepat itu?"


Inilah letak perbedaan yang dimaksud Luna. Di sini, Serikat Oldenbar memulainya dengan produk dagang dalam bentuk Pil penambah tenaga dalam.


Kedua kakak beradik itu menggelang. "Soal itu, kami juga belum mengetahuinya" Jawab Ciel.


"Zulu!" Ucap Bai Han tiba-tiba.


Semua orang menoleh padanya. "Zulu?"


"Ya. Itu namanya. Pil Zulu" Tegas Bai Fan sekali lagi.