
Di dalam ruangan penyimpanan milik serikat Oldenbar tersebut, terdapat banyak uang hingga puluhan juta Arta, dan tumpukan emas juga ribuan batu energi.
Harta yang cukup banyak untuk membangun sebuah kota. Tidak bisa dibayangkan berapa banyak hal sudah dilakukan oleh Serikat itu di sana, hingga bisa mengumpulkan harta sebanyak itu.
Selain itu, di sana juga terdapat banyak Pil Zulu dan Senjata sihir. Ruang yang seharusnya menjadi rahasia itu, dengan menggunakan kekuatan matanya, Ciel bisa menemukannya dengan sangat mudah.
Untuk menghargai kelimanya, Lamo dan Salu mempersilahkan mereka untuk memeriksa ruangan tersebut terlebih dahulu. Kini, kelimanya sedang berada di dalam sana.
"Lamo, aku rasa ada baiknya kita membiarkan mereka membawa semua yang ada di dalam sana!"
Salu menyarankan hal tersebut pada ketua Sekte Lembah Hantu, mengingat besarnya jasa kelima orang itu dalam menyelamatkan mereka dari jurang kehancuran.
"Tentu saja itu bagus. Bahkan, aku berniat memberikan mereka semua harta dari tiga sekte lainnya"
Keduanya mengangguk setuju. Tentu saja mereka juga ingin mendapatkan sedikit keuntungan dari peperangan ini. Tapi, mengingat bahwa tiga sekte lainnya sebenarnya adalah teman mereka, keduanya merasa sedikit enggan untuk mengambil apapun dari tiga sekte yang sudah bisa dikatakan punah tersebut.
Akan tetapi, saat keduanya dipanggil untuk ikut masuk kedalam, Lamo dan Salu terkejut dengan keputusan lima orang itu.
Kelimanya hanya memerintahkan agar semua Pil Zulu untuk di musnahkan. Setelah itu, seluruh Harta yang ada di sana akan dibagikan pada korban yang ditawan sebelumnya.
Saat Lamo mengungkit tentang harta tiga sekte lainnya, jawaban yang hampir sama mereka terima dari kelimanya.
"Tuan Lamo dan Tuan Salu. Kita tidak berhak dengan harta-harta ini. Semua ini adalah hak-hak orang yang menjadi korban. Mereka pantas mendapatkannsemua ini mengingat bagaimana penderitaan yang telah mereka lalui!"
Bai Fan menjelaskan saat keduanya bersikeras untuk menyuruh mereka mengambil apapun yang mereka inginkan.
Jawaban Bai Fan itu membuat keduannya kembali termenung. Saat ini, mereka benar-benar merasa seperti penjahat yang hanya memikirkan harta saat banyak orang menderita karenanya.
"Tuan Bai. Aku tau ini sedikit merepotkanmu. Tapi, bisakah kau memberikan kami semacam nasehat, agar kami bisa menghadapi ini? Kami, benar-benar tidak tau akan melakukan apa setelah apa yang sudah terjadi."
Lamo tidak perlu berfikir panjang lagi saat menanyakan itu. Bagaimanapun dia dan Salu berfikir, sepertinya lima orang ini selalu berpikir jauh di depan mereka.
Bai Fan mengelus janggutnya, dia tampak berfikir sejenak. Lalu menatap keduanya. "Baiklah! Memang sepertinya, kalian perlu beberapa masukan. Tapi, aku ragu jika kalian akan setuju dengan pendapatku."
"Tuan Bai. Katakan saja, jangan fikirkan pendapat kami. Jika menurut kalian itu baik, maka kami akan mengikutinya!"
Tak berbeda dari Lamo, Salu juga memikirkan hal yang sama. Sepertinya, mereka sudah menyadari bahwa keduanya memang sudah jauh tertinggal.
Jadi, saat Bai Fan yang memang berasal dari sebuah kerajaan yang sangat besar itu masih ada di sini, keduanya mencoba memanfaatkan keadaan itu dan meminta pendapat dari dirinya.
Bai Fan mengangguk. "Jika begitu, Bubarkan semua sekte kalian!" Tegas Bai Fan.
"Hah?!"
"Apa?!"
Keduanya sontak terkejut dengan saran Bai Fan itu. Namun, seketika mereka merasa lega mendengar apa yang dikatakan oleh kakek Bai Hua itu selanjutnya.
Sejenak, Bai Fan juga memikirkan bahwa tidak akan mudah bagi semua orang kedepannya. tanpa peraturan khusus, ormbagian Harta itu akan menyebabkan masalah lainnya kedeoan. Hingga, Bai Fan berfikir perlu adanya pembaharuan yang akan membantu mereka kembali bangkit.
Apalagi menurutnya, tidak ada jaminan bahwa masalah dari luar tidaknakan datang lagi. mereka semua harus bersatu. itulah yangbada di benak Bai Fan saat melanjutkan penjelasannya.
Untuk itu, Bai Fan menyarankan agar mereka membubarkan semua sekte dan membentuk ulang sekte yang baru. Akan tetapi, kali ini mereka harus mendirikan hanya satu sekte saja. Dengan begitu, mereka akan langsung menjadi sebuah sekte besar.
Memang, dengan membubarkan sekte, akan banyak sejarah yang akan ikut menghilang. Tetapi, mengingat kejadian yang baru saja menimpa mereka, diri dan sekte mereka malah nyaris musnah.
Awalnya mereka sedikit kebingungan dengan yang dijelaskan oleh Bai Fan. Setelah dua hari berlalu, akhirnya mereka mengerti. Sekte yang besar, akan membuat segala urusan menjadi mudah. Di saat yang sama, tanggung jawab mereka akan semakin besar pula. Tapi, itu tidak akan menjadi masalah jika bisa di kelola dengan cara yang tepat.
Selama itu, Arya dan yang lainnya membantu Salu membersihkan sekte mereka dari para pengkhianat. Arya ternyata memang tidak memberikan toleransi apapun pada siapa saja yang ketahuan telah menjadi mata-mata Oldenbar.
Dalam empat hari, Arya sudah menghancurkan banyak titik cakra pendekar. Namun, ternyata dia tidak menghancurkan semuanya. Arya menyisakan beberapa titik cakra dibagian tubuh mereka agar mereka masih bisa bekerja.
Sebagai hukuman, semua pengkhianat itu di wajibkan menjadi pekerja untuk membangun Pusat Sekte dan beberapa hal lainnya yang akan di bangun tepat di sebuah bukit yang di kelilingi oleh lima sekte sebelumnya.
Harta yang didapat di serikat Oldenbar, akan digunakan untuk kesejahteraan semua orang dan pembangunan Sekte yang baru. Bai Fan tidak menyuruh menghancurkan bangunan Sekte sebelumnya. Melainkan, Bai Fan menyarankan pusat sekte sebelumnya menjadi cabang yang akan memudahkan mereka untuk mengendalikan wilayah yang akan menjadi besar dalam waktu dekat itu.
Luna menambahkan, agar Sekte yang baru dan beserta semua penduduk juga desa-desa yang berada dibawah perlindungan mereka, melakukan kerja sama dan perdagangan dengan kota Arsa. Itu akan menguntungkan kedua belah pihak kedepannya.
Keduanya langsung menyetujui hal tersebut. Karena, selain mereka juga mengenal Ki Jabara dan Sekar dengan baik. Alasan lainnya adalah saat mereka mendengar penuturan Ciel yang mengatakan bahwa Arya juga dianggap sebagai pahlawan bagi penduduk kota itu.
Tentu saja, hubungan kedepan antara Sekte itu dan kota Arsa akan memiliki nilai yang berbeda.
Untuk itu, Luna juga menyarankan, agar Sekte yang baru juga meletakkan cabang mereka untuk ikut membantu mengamankan kota Arsa.
Arya menginkan mereka menggunakan senjata sihir jika mereka berjanji untuk hanya mamakai itu sebagai alat pertahanan untuk keamanan semua orang yang menjadi tanggung jawab mereka.
Melihat keseriusan keduanya, Luna dan Ciel yang sepertinya sudah mengenal senjata sihir sebelumnya, mengajarkan beberapa pendekar menggunakan berbagai macam senjata sihir yang mereka temukan. Kelak, merekalah yang akan mengajarkan pada yang lainnya.
Tidak ada yang menyangka, perjalanan mereka yang baru bergerak selama dua hari, sudah tertunda lebih dari dua puluh hari, lamanya.
Salu yang memang sejak lama telah menaruh rasa hormat pada Lamo, dengan berbesar hati meminta Lamo menjadi ketua sekte yang sedang dibentuk tersebut.
Hal yang sebelumnya disangka akan menjadi masalah, ternyata bisa diselesaikan dengan sangat mudah. Dengan Lamo menjadi ketua, secara otomatis Salu menjadi wakilnya.
Setelah Bai Fan merasa keduanya sudah mengerti bagaimana cara mengendalikan sistem Sekte besar menurut yang dia ketahui dari negerinya, kini tiba saatnya untuk mereka meninggalkan Lamo dan Salu dengan sebuah tanggung jawab baru yang sangat besar di pundak keduanya.
"Jadi, Ketua Lamo dan Tuan Salu. Sepertinya, sekarang Kami harus melanjutkan perjalanan kami." Ucap Bai Fan pada keduanya sambil mengukurkan tangannya.
Lamo yang berdiri paling depan menyambut jabat tangan Bai Fan. "Baiklah jika begitu, Tuan Bai!"
"Aku berharap, kalian tidak mendapat masalah apapun lagi hingga sampai di kota Basaka" sambut Salu.
Ketiga gadis yang juga akan berangkat ikut berjabat tangan. Terakhir, Arya menghampiri keduanya.
"Tuan Muda Arya. kami semua, sangat berterimakasih atas semua bantuan yang sudah anda berikan pada kami!"
Hampir saja Lamo dan Salu berlutut pada Arya demi menunjukkan ketulusan mereka. Namun usaha mereka itu, langsung ditahan oleh pemuda yang memiliki jasa paling besar tersebut.
Sebuah senyum terukir di wajah Arya, "Tidak perlu seperti itu tuan Lamo, kami hanya kebetulan lewat dan bisa membantu."
Keduanya hanya bisa tersenyum canggung saat Arya mengatakan itu. Meski Arya belum mengakui bahwa dirinya adalah seorang pendekar. Tapi, bagi mereka dan semua orang di sana, Arya adalah contoh pendekar sejati yang sesungguhnya.
Saat melihat kereta pahlawan-pahlawan mereka itu mulai menjauh, keduanya merasa sangat bangga dengan sejarah baru yang akan mengikuti perkembangan mereka kedepan.
Untuk menghormati orang-orang yang telah menyelamatkan mereka, Sekte yang kelak menjadi salah satu pilar kekuatan di Daratan Timur itu, diberi nama sesuai dengan apa yang telah melindungi mereka. Sekte itu, kini bernama,
Sekte Besar, Tujuh Mata Air.
****
Hello,
MOONMARVEL di sini.
Terimakasih sudah terus mengikuti cerita ini, Ya!
Ada yang baru nih.
Aku tidak tau ini pertanda baik atau sebaliknya. Tapi, tiba-tiba saja Cover Arya Mahesa diganti oleh pihak Noveltoon.
Jujur, aku senang sih dengan Cover yang dikasih pihak Noveltoon.
Terimakasih juga untuk kalian yang sudah memberikan Like dan Vote pada ceritaku ini. itu sangat berarti buatku.
Rate dengan memberikan Bintang Lima pada kiri tampilan awal Cerita, tidak di pungut Biaya lho. jika kalian berkenan, aku sangat menghargai jika kalian mau menyediakan sedikit waktu untuk mengunjungi halaman awal dan memberikan Rate bintang lima di sana.
Begitu juga dengan Vote. mungkin bagi kalian itu bukan hal yang besar. tapi, bagi penulis yang gak populer dan gak punya income sepertiku ini, itu sangat berarti.
Karena cuma itu bayaran yang bisa aku harapkan dan tentu saja itu juga memberikanku semangat untuk terus menulis cerita ini.
LIKE dan Komentar kritik dan sarannya juga akan membantuku terus mengembangkan cerita ini agar kedepan bisa semakin lebih baik lagi.
Sementara untuk Tips, aku gak berani minta. Aku rasa, memang sepertinya ceritaku belum sampai ke level itu. hihihihi
TAPI, APAPUN ITU, TERIMAKASIH ATAS SEGALA BENTUK DUKUNGAN YANG TELAH KALIAN BERIKAN.
IKUTI TERUS CERITANYA.
ARYA AKAN MENEMUKAN HAL BARU DISETIAP PERJALANANNYA!
TUNGGU UPDATE SELANJUTNYA, YA!
M.M