ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Kekayaan


Lama mereka bertiga terdiam saat itu. Arya hanya membiarkan mereka dengan fikiran mereka masing-masing.


Baginya, itu hanya sebagian kecil rahasia tentang dirinya yang bisa dibagi pada mereka. Setidaknya, seperti apa yang Luna dan Ciel katakan sebelumnya, mereka berhak tau tentang apa tujuan sebenarnya Arya saat ini.


Dengan begitu, Arya bisa memutuskan bagaimana dan apa yang akan dia lakukan kedepan, setelah mereka mengetahuinya.


Akan tetapi, keheningan itu tidak bertahan terlalu lama. Karena tiba-tiba Ciel bersuara.


"Jadi, apa hubungan semua ini dengan kenapa kau menyembuhkan Edward? Bukankah membiarkannya seperti itu akan lebih baik? Setidaknya, saat kita menghadapi Oldenbar nanti, dia tidak akan menjadi musuh yang sangat merepotkan."


"Ya. Aku setuju. Senior, aku tidak melihat bahwa itu memberi manfaat lebih dari yang telah kita dapat dari mereka. Aku rasa tanpa melakukan hal itu pun Mereka tetap akan mempercayai kita."


"Soal itu. Aku mempelajarinya dari Luna."


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Luna yang sejak tadi belum berbicara, langsung terbatuk. "Aku? Apa yang aku ajarkan padamu?"


"Seperti katamu, Oldenbar mengambil alih Negaramu, bukan? Pada awalnya mereka membuat pemerintah kalian mempercayai mereka. Aku rasa, kita bisa menggunakan cara yang mereka pakai."


Mata Ciel dan Luna melebar. Mereka langsung menyadari arah pembicaraan Arya.


"Jadi, maksudmu ... Kita akan... "


mengambung kata-kata Luna yang menggantung di udara itu, Arya dengan tegas menjawab. "Ya. Seperti apa yang mereka lalukan oada negaramu, Kita juga akan mengambil alih seluruh serikat Oldenbar di Daratan ini, tanpa mereka sadari.!"


Ketiganya langsung tersenyum. Mereka sudah mengerti seluruh rencana Arya secara garis besarnya. Bai Hua yang juga berada di sana, sebelumnya juga sudah mengetahui cerita Luna dan Ciel saat mereka bertemu dengan Lamo beberapa waktu yang lalu. Jadi, gadis itu juga memahami situasinya.


"Tapi, senior. Jika kita kau sudah menyembuhkan Edward. Lalu apa? Bukankah, kita tidak memiliki alasan lagi untuk berhubungan dengan mereka?."


Arya mengernyit heran. "Maksudmu?"


Memahami keheranan Arya, Luna langsung menimpali. "Aku sependapat dengan Bai Hua. bagaimanapun, Serikat Oldenbar adalah serikat dagang. Mereka hanya berhubungan dengan segala sesuatu yang menguntungkan mereka. Jika hanya membantu Edward, maka setelah ini kita tidak memiliki sesuatu untuk kita tawarkan pada serikat itu."


Arya mengangguk setuju. "Bukankah, kau sendiri yang bilang pada Edward bahwa aku tertarik untuk berbisnis dengannya. Aku fikir kalian sudah mengerti."Jawab Arya, dengan wajah masih keheranan.


Luna sedikit merasa canggung. Dia memang mengatakan hal tersebut pada Edward. Tapi, gadis itu tidak berfikir terlalu panjang. Niatnya, hanya ingin membuat Edward terkesan.


Apalagi, saat itu, dia sama sekali tidak mengetahui rencana Arya yang sebenarnya jauh lebih rumit dari apa yang dia fikirkan sebelumnya.


"Aku mengatakan hal tersebut tanpa berfikir panjang. Aku rasa kita akan memikirkannya bersama. Misalnya, saat seperti ini?!" Katanya cepat.


Bai Hua tidak melihat Arya merasa Luna melakukan kesalahan apapun. Malah, bagi Bai Hua, Luna sudah melakukan hal yang tepat meski saat itu dia belum mengetahui rencana Arya.


"Lalu sebagai gantinya, bisnis apa yang akan kita tawarkan? Kita tidak mungkin membantu mereka berburu manusia atau siluman, bukan?"


"Tentu saja tidak! Kita akan menawarkan sesuatu yang membuat mereka sangat sibuk." Jawab Arya.


"Apa itu? Apa yang membuat sebuah organisasi sebesar serikat Oldenbar ini, sangat sibuk?"


"Aku sudah meminta rewanda dan Krama memeriksa seluruh lembah. Mereka bisa memastikan bahwa di sini hanya ada kurungan Siluman dan tidak ada tawanan manusia sama sekali. Rewanda dan Krama menemukan tempat dimana Oldenbar merakit senjata Sihir, dan juga Alat-alat sihir lainnya."


Serempak mereka mencari keberadaan kedua iblis langit itu. Ternyata mereka baru menyadari sejak kedatangan mereka ke lembah pegungungan ini, Rewanda dan Krama sangat jarang terlihat.


Ini menandakan sejak awal, Arya sudah menugaskan Keduanya untuk menyelidiki seluruh lembah dan isinya.


"Jadi, menurutmu kita akan membeli beberapa barang itu?"


"Braak...!"


Mereka yang sedang duduk melingkar, Tanpa sadar serempak menggebrak meja ada di depan mereka.


"Arya! Apakah Kau tau berapa harga senjata sihir itu untuk setiap unitnya?. Meski kita tidak tau jumlah tepatnya, karena ini adalah pusat Oldenbar, jelas bahwa di sini ada banyak benda itu juga benda-benda lainnya. Dan kau bilang kita akan membeli berapapun yang sanggup mereka sediakan?"


"Ya! menurutku, benda-benda itunakan tetap berguna. Kita akan mengirimnya pada Ketua Lamo, Ki Jabara, dan sekte Delapan Mata Angin." Jawab Arya.


"Senior! Itu jelas akan sangat membantu mereka. Masalahnya, bagaimana cara kita membayarnya. Itu memerlukan uang yang tidak sedikit!"


"Bai Hua. Kau sendiri yang mengatakan pada Edward bahwa, Jika Edward berfikir untuk membayarku untuk pengobatannya dengan seluruh isi lembah ini, itu sama sekali tidak berarti buatku, bukan?"


Bai Hua memundurkan kepalanya sedikit, lalu menatap kedua gadis yang berada di sana. dan bertanya setengah berbisik. "Aku mengatakan itu?"


Luna dan Ciel langsung mengangguk. "Ya, kau mengatakannya!"


Hal tersebut langsung membuat Bai Hua salah tingkah. "Heeeuuumm...  Soal itu, aku hanya mengarangnya saja. Akufikir itu akan sedikit lebih membuat Edward menghormatimu. Hihihi!"


Kali ini Arya menarik nafas panjang lalu melepaskannya. "Apa kalian berfikir aku tidak sanggup membayarnya?"


Luna tersenyum sedikit kecut. "Arya, kami tau kau memiliki banyak emas. Tapi, untuk membeli lembah ini, kita setidaknya memerlukan satu juta siling emas. Kau tidak mungkin memilikinya sebanyak itu, bukan?"


Arya mengernyit heran. Dan menatap ketiganya. Menurutnya, mereka bertiga sudah salah mengira tentang apa yang dimiliki.


"Tentu saja aku memilikinya. Bahkan mungkin aku memiliki emas yang sangat banyak. Aku rasa bahkan Ciel sendiri dengan menggunakan banyak tenaga dalamnya, masih butuh beberapa hari untuk menghitung Seluruh emas yang selalu aku bawa."


"Hahahaha!"


"Hahahahaha!"


"Hahahha!"


Mereka bertiga langsung menertawakan pengakuan Arya. bertiga, Mereka bisa memastikan bahwa kali ini Arya pasti sedang bercanda.


Tentu saja itu karena bagi mereka, Tidak mungkin ada seseorang yang memiliki harta sebanyak itu di dunia ini, apalagi selalu membawanya. Itu sungguh tidak masuk akal.


"Kenapa kalian tertawa. Aku tidak merasa mengatakan sesuatu yang lucu untuk di tertawakan." Arya merasa sedikit kesal dengan sikap ketiganya.


Bahkan, Bai Hua yamg biasanya sangat menghormatinya, juga ikut tertawa. Dan ini kali pertama Arya melihat gadis itu tertawa begitu lepasnya. Sayangnya, tawa itu untuk mengejeknya.


Bai Hua menyadari perubahan raut wajah Arya. Namun, dia tetap tidak bisa menahan tawanya. Menurutnya, hal tersebut memang sangat lucu. Bahkan di negerinya sendiri. Mungkin hanya Kaisar yang memikiki harta sebanyak itu.


"Maaf senior. Aku tidak bisa menahannnya. Aku tau kau memiliki banyak emas. Tapi apa yang kau bilang sangat tidak mungkin!"


"Ya, meski kami semua tau bahwa kau punya trik untuk menyembunyikan Emas dan barang-barangmu, tapi bagaimana caramu membawanya. Satu juta keping itu, sangat banyak dan pasti berat sekali!" Tambah Ciel.


Saat Ciel mengatakan hal tersebut, barulah Arya mengerti kenapa mereka merasa apa yang dikatakannya adalah hal yang mustahil.


"Oh soal itu, aku mengerti. Aku baru ingat bahwa aku belum pernah menunjukkan ini pada kalian!"


Seketika suara tawa yang memenuhi ruangan itu menguap. Mereka bertiga langsung terdiam dan membeku saat Arya menyelesaikan kata-katanya, dengan mulut masih terbuka lebar.


Karena saat Arya mengatakan hal tersebut, itu di sertai dengan gerakan tangannya yang membuat lingkaran yang sedikit besar di udara, yang membuat ketiganya dapat melihat hal yang benar-benar di luar nalar mereka.