ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Rumah Untuk Kembali


" Hei, ingatlah! jadilah kuat dan jagalah orang-orang tua di sana! "


" Tentu saja. Aku adalah calon ketua Sekte ini. Aku akan menjadi ketua terkuat yang pernah ada dan melindungi seluruh Sekte ini dengan kekuatanku " jawab Darya semangat penuh percaya diri setelah melepas pelukan eratnya pada Arya.


Arya kemudian berjalan mendekat pada Tarim Saka dan sesepuh Sekte Awan senja lainnya. mereka kini berada di gerbang Sekte Awan Senja hendak melepas kepergian Arya.


" Kek, terimakasih atas semuanya "


Tarim Saka benar-benar berat melepas kepergian Arya. Namun, dia juga sangat menghargai keputusan yang telah lama di buat Arya sebelum bertemu dengannya itu.


" Kau, sekarang bagian dari Sekte ini. Ini adalah rumahmu dan kami sekarang adalah keluargamu. Pulanglah kapanpun kau mau " Tarim Saka tidak tau kapan akan bertemu Arya lagi. Mungkin karena umurnya yang sudah tua, bisa saja ini untuk yang terakhir kalinya. Tarim Saka langsung memeluk Arya.


Sesepuh sekte Awan Senja melihat itu dengan haru. Tarim Saka belum pernah menunjukkan sifat seperti ini selain pada Darya sebelumnya. Mereka menyadari bahwa bukan karena Arya kuat. Tapi, Tarim Saka memang menganggap Arya adalah cucunya.


Handar dan Ki jurung juga menghampirinya.


" Tuan Arya, kami semua sangat berterima kasih padamu. Kehadiranmu di sini telah mengubah nasib sekte ini "


" Ya! Kami berhutang banyak padamu " tambah Ki Jurung. "


Sugal di belakang mereka menunggu giliran. Rasa segan dan hormatnya pada Arya membuatnya kebingungan merangkai kata-kata. Saat Arya menghampirinya Sugal masih diam tak bersuara.


" Ki Sugal! " sapa Arya.


" Ya! Tuan Arya. Aku ... Aku ... " Sugal tergagap karena tidak tau harus berkata apa.


" Ki Sugal, aku telah merasakan pukulanmu dan itu cukup lemah "


Perkataan Arya sontak membuat Sugal mendongakkan wajahnya hendak protes. Pukulannya cukup kuat, hanya saja pemuda ini saja yang memiliki kekuatan yang gila. Saat dia hendak mengeluarkan protes nya. Arya menunjukkan sesuatu di wajah nya.


" Ini, Kitab ini akan membuat pukulan Ki Sugal bisa menghancurkan wajahku " kata Arya sambil menunjukkan sebuah kitab yang ada di tangannya. " coba lihat lah "


Sugal langsung mengambil kitab itu dari tangan Arya dan membukanya. Disana terlihat berbagai macam gambar dan keterangan sebuah jurus pukulan.


Mendengar perkataan Arya itu, semua sesepuh di sana tercengang. Bagaimana bisa Sugal begitu beruntung mendapatkan pemberian yang sangat berharga seperti itu dari Arya.


" Arya! Kau memberikan itu pada Sugal? " Tanya Tarim Saka heran. " Aku juga menggunakan jurus pukulan, kenapa kau tidak memberikan itu padaku saja! " lanjutnya dengan raut cemburu.


" Oh, masalah itu. Aku juga sudah menemukan solusinya " Arya membuat lingkaran di udara dan mengeluarkan beberapa kitab. Lalu mengambil satu kitab dan memberikannya pada Tarim Saka. " Kitab Tinju Beruang tanah itu sebenarnya hanya sebagian, dan ini Kitab ini memuat seperti yang aslinya, nama kitabnya adalah Pernafasan Beruang Tanah "


Mereka di sana kebingungan harus memilih keterkejutan mereka saat ini. Apakah mereka terkejut karena kitab pernafasan beruang tanah, atau lingkaran yang tadi di buat Arya di udara. Ini benar-benar membuat mereka hampir gila.


" Ki jurung, aku sempat melihatmu berlatih menggunakan tombak. Aku rasa ini akan sangat berguna untukmu " Arya juga memberikan sebuah Kitab pada ki jurung. " itu Adalah jurus yang di kuasai salah satu jendral keluarga penjaga keluarga Tarim di Arbaran. Begitu juga dengan kitab yang aku berikan pada ki Sugal itu "


Ki jurung yang tak menduga akan mendapat pemberian yang tak kalah berharganya itu, menggigil saat menerima Kitab tersebut dari tangan Arya.


" Kitab-kitab ini adalah kitab keluarga Tarim dan penjaganya " kata Arya sambil memberikan kitab-kitab tersebut pada empat sesepuh lainnya. " aku sudah menyalinnya ke bahasa yang kalian mengerti dan mencocokkannya dengan ilmu beladiri kalian yang sempat aku lihat dalam dua minggu ini "


Mereka semua menerima kitab-kitab itu dengan sangat antusias. Mereka tidak menyangka akan menerima hadiah ini dari Arya. Mereka sibuk membolak-balik isi kitab tersebut dan merasa takjub. Namun, ada satu orang yang terdiam.


Handar merasa heran saat Arya melewatinya dan tidak memberinya apapun. " Tuan Arya. Tidak adakah kitab beladiri di sana yang cocok denganku? " tanya Handar sambil melirik dua kitab tersisa. Karena bentuknya berbeda Handar menjadi ragu bahwa itu juga kitab beladiri.


" Hmm ... Aku rasa kitab beladiri saat ini tidak lagi cocok dengan Ki Handar " jawab Arya.


Perkataan Arya itu langsung membuat semua mata menoleh padanya lalu pada Handar. Mereka bingung. Handar adalah orang terkuat nomor dua di Sekte awan senja.


Handar membuka kitab itu dan matanya langsung melebar. Disana dia melihat berbagai macam gambar bangunan, alat-alat yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan juga angka-angka yang belum dia mengerti. " Apa ini? Ilmu tentang apa ini? "


Di kitabnya tertulis " Pembangunan dan tata Negara, kitab yang diturunkan pada perdana menteri kerajaan Arbaran " jawab Arya. Lalu menaruh satu kitab lagi di atas kitab yang terbuka di tangan Handar itu " Dan ini adalah kitab pengobatan Arbaran. Dengan kedua kitab ini, Ki handar tidak ada waktu lagi untuk ilmu beladiri "


Handar, membuka kitab kedua, matanya melebar seketika " Ini ... Ini ... " dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Apa yang di lihatnya di dalam kitab tersebut terlalu luar biasa.


" Ya! Dengan ilmu yang ada di Kitab aslinya bernama Al-Khimiya itu, aku rasa kalian semua akan hidup lebih lama. " kata Arya lalu menatap semua orang yang ada di sana " Jadi, aku meminta kalian berjanji, jangan ada yang mati sebelum aku kembali "


Setelah mempelajari peninggalan keluarga Tarim bersama yang lainnya, Arya merasa Handar memiliki kecerdasan diatas yang lainnya. Hal itulah yang menyebabkan Handar diberikan dua Kitab yang berisi Ilmu yang sepertinya hanya Sekte Awan Senja saja yang akan menguasainya kedepan di Daratan Timur atau bahkan kerajaan Swarna itu sendiri.


Melihat para sesepuh itu semua sangat senang, membuat Arya juga ikut bahagia. Setelah mendengar penjelasan lebih jauh lagi dari Tarim Saka. Akhirnya Arya menyatakan dirinya sebagai salah satu anggota Sekte itu.


Arya tiba-tiba teringat sesuatu " Oh iya! Aku melupakan sesuatu! " kata Arya, Lalu berpikir sebentar namun setelah itu menggelengkan kepalanya " Hmm ... Aku rasa tidak terlalu penting. Sepertinya Awan Senja juga bagus "


Tarim Saka dan Para sesepuh yang sibuk memeriksa kitab yang ada di tangan mereka masing-masing itu, langsung menoleh padanya. Semuanya memikirkan hal yang sama.


Mereka langsung berpikir Arya tidak bisa membedakan hal penting dan yang tidak. Buktinya Arya tidak tau seberharga apa emas-emas yang dianggap benda tak berguna olehnya itu. Lalu, Bagaimana bisa dia memutuskan hal itu penting atau tidak sekarang ini.


Sebelum mereka sempat bertanya, Tarim Saka mendahului " Ehem ... " Tarim Saka berdeham sebelum bersuara " Arya, coba katakan pada kami hal apa itu, setelah itu baru kita putuskan bersama hal itu penting atau tidak " katanya bijak.


Arya mengangguk " Simbol yang ada di ruang bawah tanah itu bukanlah simbol negara Arbaran. Tapi itu adalah simbol keluarga Tarim. Keluarga Tarim berasal dari sebuah sekte yang bernama Delapan Mata Angin. Bukankah Awan Senja lebih bagus? " putus Arya.


Pandangan mereka pada Arya langsung kosong. Mereka tidak tau lagi harus berkata apa. Mereka tidak mengerti bagaimana Arya bisa menyimpulkan Awan Senja yang mereka tidak tau maknanya bisa lebih bagus daripada Delapan Mata Angin yang memang seharusnya menjadi nama sekte keluarga Tarim ini. Bahkan menganggap itu bukanlah hal yang penting.


Setelah semua itu Arya mulai melangkahkan kaki nya menjnggalkan mereka untuk melanjutkan perjalananannya yang tertunda tanpa mengatakan kata selamat tinggal.


Darya yang berdiri di sebelah Tarim Saka menatap kepergian orang yang sudah menjadi Kakaknya dan dua Iblis langit yang menemaninya sepanjang waktu dalam beberapa hari terakhir dengan senyuman bangga.


Tarim Saka sedikit merasa heran " Darya, kenapa kau tidak menangis dan meminta Arya untuk tinggal? Melihat bagaimana dia menyayangimu, Aku rasa itu akan bekerja "


" Hahaha! " Darya menertawakan perkataan kakeknya itu. Lalu kembali menatap punggung Arya yang semakin menjauh " Tempat ini terlalu kecil untuk seseorang yang akan menguasai Tiga Dunia! "


Mata Tarim Saka terbelalak " Tiga Dunia? " Sejak kejadian itu, Tarim Saka merasa Darya jauh berubah. Cucunya itu sekarang menjadi lebih mirip Arya " Darimana kau tau? Dimana dua dunia lainnya? "


Darya masih menatap arah Arya yang kini sudah menghilang " Kakakku tidak pernah meninggalkanku " Lalu menatap pada kakeknya itu lalu tersenyum " Kami akan selalu terhubung "


Setelah itu Darya berbalik dan berjalan pergi. Meninggalkan Kakeknya dengan kebingungan.


" Hei, mau kemana kau? jangan masuk kehutan lagi! " Tarim Saka melihat Darya melangkah kehutan.


" Aku harus berlatih menjadi kuat. Aku tidak mau mempermalukan kakakku. Berada di dekat orang-orang lemah seperti kalian, tidak baik bagiku! " teriak Darya mengejek sambil melambaikan tangannya sebelum menghilang kedalam hutan.


Tarim Saka menoleh pada para sesepuh yang berdiri melongo ke arah tempat Darya menghilang setelah mendengar semua ejekan Darya itu " Apa hanya aku yang merasakan bahwa cucuku itu, sekarang menganggap kita semua sangat lemah? "


Mereka semua menggeleng. Mereka akan segera menjadi kuat. Sepertinya gadis itu tidak mengerti penjelasan Arya tentang kitab yang berada di tangan mereka masing-masing saat ini. Atau ...


" Nanti dulu " Handar teringat sesuatu. " Bukankah Darya akhir-akhir ini sering terlihat berbicara sendiri? "


Tarim Saka dan yang lainya juga pernah melihat Darya seperti berbicara dan tertawa sendiri. Tidak jauh berbeda seperti apa yang dilakukan Arya di atas tebing saat berusaha mengejar dirinya ketika di kuasai roh kundari.


Yang mereka tidak tau adalah, Arya meninggalkan Darya dengan Roh yang berasal dari Zaman kuno untuk melatihnya menjadi kuat. Ya, Amia memilih untuk tetap di tubuh Darya, karena dia sangat menyukai gadis itu.


Sekte Awan Senja yang baru saja berganti nama menjadi Delapan Mata Angin itu, dimasa depan akan dipimpin oleh pendekar wanita terkuat yang pernah ada sepanjang sejarah peradaban manusia.