ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Rencana Darmuraji


"Tetua Bai, Soal Bahuraksa itu aku rasa mungkin kita tidak akan pernah lagi menemukannya."


Setelah membahas tentang apa yang harus mereka lakukan terkait oergerakan Edward dan Oldenbar, Drey kembali ke pusat Oldenbar. Namun dia kembali tidak sendiri. Rantoba ikut bersamanya.


Tinggallah Darmuraji dan Bai Fan di sana, melanjutkan hal yang tadi mereka bahas. Bai Fan sendiri masih sedikit kesulitan membaca situasi yang ada di Basaka. Akan tetapi, kakek Bai Hua itu berusaha setenang mungkin agar tidak berbuat sesuatu yang akan menimbulkan kecurigaan.


"Yang Mulia, apa maksud anda?"


Darmuraji menggeleng. "Tidak perlu memanggilku seperti itu. Aku hanya pengganti sementara saja. Sejak awal aku tidak berniat menguasai apapun."


Bai Fan hanya mengangguk. Memang berita tentang Darmuraji menolak untuk mengemban tanggung jawab sebagai Maharaja Kerajaan Swarna cukup mengejutkan. Bahkan Kaisar Liu sempat membahas sedikit terkait hal itu, sebelum memberinya misi ke Daratan ini.


"Mungkin kau pernah mendengar Sekte Singa Emas. Mereka lah penyebab kenapa kita tidak akan menemukan pedang itu."


Apa yang dikatakan oleh Darmuraji tentu saja sedikit mengejutkan. Karena sebenarnya Bai Fan sudah menemukan Bahuraksa dan tentu saja tidak ada andil Sekte Singa Emas di sana.


"Ya. Aku pernah mendengarnya. Tapi, apa kaitan Sekte itu dengan Bahuraksa?"


Saat ini Bai Fan lebih memilih untuk menggali informasi dari Darmuraji. Dia sengaja menunda apa yang akan dia katakan terkait pesan yang ingin di sampaikan Darsapati dan Kaungsaji pada pria yang ada di depannya ini.


"Walaupun tampaknya mereka adalah Sekte yang melindungi Basaka dan keluarga kerajaan di Daratan ini, Namun Sekte itu ternyata menyimpan banyak rahasia dari kerajaan."


"Tuan Darmu, apakah anda juga berfikir bahwa mereka terlibat dengan pembunuhan Raja Aditya?" Pancing Bai Fan.


Mendengar Pertanyan Bai Fan, Darmuraji menghela nafas oanjang lalu melepaskannya. "Tentu saja mereka terlibat. Dan tidak hanya itu saja, aku rasa sejak awal Sekte Singa Emas berniat menguasai Daratan ini... "


"Maksud, Anda?"


"Ya, Sekte Singa Emas sudah merencanakan ini semua dengan matang. Mereka... "


Darmuraji mengatakan pada Bai Fan bagaimana keadaan di Kota Basaka. Menurutnya, Sekte Singa Emas memiliki agenda tersendiri. Darsapati dan Kaungsaji sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Bahuraksa.


Menurut kesimpulan Darmuraji, Sekte Singa Emas berusaha melenyapkan keluarga kerajaan di Kota Basaka. Karena dengan begitu, Maharaja Swarna akan otomatis menunjuk mereka sebagai penguasa Daratan ini. Setidaknya untuk sementara waktu.


Hal tersebut akan memudahkan mereka untuk mendapatkan simpati penduduk sebelum akhirnya mereka akan melakukan pemberotakan terbuka dan memisahkan diri dari Kerajaan Swarna.


Namun, usaha mereka tidak berjalan mulus. Walaupun berhasil melenyapkan hampir seluruh anggota kerajaan tapi Darmuraji berhasil selamat.


Saat penyerangan terjadi, Aditya dan Darmuraji berada di tempat terpisah. Beruntung Rantoba saat itu sedang bersama Darmuraji. Jadi, Rantoba berhasil menyelamatkan Darmuraji Namun malang bagi Raja Aditya.


Saat itu penjagaan pada Aditya dan semua anggota keluarga kerajaan berhasil di lumpuhkan Sekte Singa Emas. Bahkan istri dan anak-anak Darmuraji juga ikut menjadi korban.


Separuh kitab petunjuk keberadaan Bahuraksa yang mereka miliki itu sebenarnya milik sekte Singa Emas. Namun, Darsapati sengaja memberikan itu pada Darmuraji, untuk mengelabui kerajaan.


Darmuraji dan Aditya yang sengaja meminta bantuan Kaisar Liu untuk mendatangkan keluarga Bai dari kekaisaran Yang, memusatkan pencarian di ujung Dartan timur. Padahal, sebenarnya Bahuraksa tidak ada di sana.


Hal itu di ketahui sejak ditemukannya reruntuhan yang ternyata Sangat di Jaga oleh Darsapati dan seluruh pengikut setianya dan di sanalah Bahuraksa sebenarnya berada.


Bai Fan terkejut dengan versi cerita dari Darmuraji. Tentu saja itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tapi, Patriak keluarga Bai itu mencoba mencari informasi lebih dalam.


"Tuan Darmuraji. Bagaimana dengan Nurmageda? Apakah ada kabar darinya?"


"Ya. Bagaimana dengannya?"


Reaksi Darmuraji benar-benar membuat Bai Fan penasaran. Menurutnya terlalu banyak berita yang sampai pada Raja sementara Daratan Timur ini, tidak seperti keadaan yang sesungguhnya.


"Aku rasa dia dari Sekte Singa Emas. Orang itu tidak pernah memberikan informasi yang jelas terkait apa yang ada di sana."


Mata Bai Fan melebar. "Maaf Tuan Darmuraji. Kau sepertinya barusaja mengakui bahwa, kau memintaku dan cucuku untuk bekerja dengan seseorang yang mungkin saja bisa mencelakai kami. Bukankah begitu?"


Darmuraji menggeleng. "Ahh. Benar. Aku harus mengakui hal tersebut. Tapi, aku benar-benar senang kau selamat. Jika tidak, aku tidak tau apa yang harus aku sampaikan pada Kaisar Liu." Jawabnya dengan nada penuh penyesalan.


"Ya. Jika benar katamu, tentu saja aku bersukur. Namun, kenapa kau tidak mengutus beberapa orang untuk datang ke kota Arsa dan menyelidikinya sendiri?"


"Itu karena keadaan di sini tidak memungkinkan kami untuk melakukan itu, kematian Aditya sangat mengguncang seluruh kerajaan. Kami di sibukkan dengan penyelidikan tentang itu. Kami harus bertempur dengan Sekte Singa Emas beberapa kali. Hingga akhirnya dengan bantuan Oldenbar barulah kami berhasil menyudutkan dan mengambil alih Sekte itu."


"Ini sulit aku mengerti. Jika kalian sudah memastikan Sekte Singa Emas adalah pelakunya. Seharusnya kalian membumi hanguskan sekte itu dan memberi hukuman setimpal pada seluruh anggotanya. Karena mereka telah melakukan kejahatan berat dengan membunuh seseorang yang sangat penting bagi kerajaan ini."


"Kami tidak bisa melakukan hal tersebut. Sesuatu menghalangi kami."


"Apa itu?" Bai Fan semakin sulit memahaminya.


"Putri Jasmine. Mereka menawan Putri dari Aditya. Itu kenapa kami tidak bisa gegabah."


Bai Fan terdiam sejenak. Menurutnya, cerita Darmuraji terlalu melompat-lompat dari satu hal ke hal lainnya. Bagaimanapun dia memikirkan kejadian ini terlalu janggal untuk di percayai begitu saja.


"Tuan Darmu. Tidakkah kau berfikir bahwa seseorang telah merencanakan ini. Maksudku, kau tentu sudah tau bagaimana serikat Oldenbar bekerja, bukan?"


Hanya itu yang terlintas di kepala Bai Fan. Oldenbar memang mampu dan mau melakukan apapun demi tujuannya. Hal seperti ini bukan hal baru bagi mereka. Bisa saja saat ini, Darmuraji mungkin sedang dikendalikan oleh Oldenbar.


"Tetua Bai. Menurutmu, kenapa aku mau mendengarkan Drey dan berniat membantunya?"


Mata Bai Fan melebar. "Jadi, kau benar-benar berniat menyerang Oldenbar?"


Darmuraji mengangguk. "Terlepas mereka terlibat dengan kematian Aditya atau tidak, Aku rasa serikat itu terlalu bertindak semaunya. Sekarang, setidaknya kami memiliki alasan untuk mengusir mereka dari daratan ini."


Bai Fan tidak tau harus berkata apa. Melawan Oldenbar bukan ide baik tapi juga bukan ide buruk.


"Oldenbar, buka serikat yang mudah untuk di singkirkan. Jika mereka sudah ada di daratan ini, berarti mereka juga sudah berada di semua wilayah kerajaan ini." Ingat Bai Fan pada Darmuraji.


Darmuraji tersenyum kecut. "Ya. Mereka akan merepotkan. Tapi, Tetua Bai tidak perlu ikut memikirkannya."


"Maksud, anda?"


"Tetua Bai, aku berterimakasih padamu karena telah datang dan berusaha menemukan Bahuraksa untuk kami. Namun sekarang situasi sudah berbeda. Aku tidak mungkin membiarkanmu terlibat dengan semua ini."


Bai Fan mengangguk mencoba memahami apa yang dikatakan Darmuraji.


"Sepertinya Tetua Bai sudah mengerti. Aku akan memberi kalian hadiah yang layak. Saat cucumu sudah di sini, untuk kebaikan bersama, sebaiknya kalian kembali ke Kekaisaran Yang. Aku juga akan menulis surat permintaan maaf kami secara resmi pada Kaisar Liu karena lalai menjagamu dan cucumu, selama di sini."