ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Latihan dan Perubahan


Hari berikutnya mulailah Arya mengajarkan ketiganya bagaimana cara membuat lingkar ruang seperti yang dimilikinya.


Akan tetapi, berbeda dengan Arya, ternyata membuat lingkar ruang sangat sulit bagi ketiganya. Meskipun mereka sudah berhasil membuat lingkar segelnya. Tidak ada ruang apapun yang terbentuk di belakangnya.


"Kalian terus saja menyempurkan segel itu, aku akan memikirkan cara untuk mencari agar kalian bisa menciptakan ruang tersebut."


Ketiganya terus berfokus untuk menyempurnakan segel itu dan berlatih membuatnya secepat mungkin, sesuai petunjuk Arya.


Arya sendiri, sudah tiga kali ke istana Oldenbar untuk memperbaiki titik cakra Edward. Selain itu, tanpa di ketahui oleh Edward, Arya juga menggunakan kesempatan tersebut, untuk mempelajari struktur tubuh pemimpin serikat Oldenbar itu.


Mungkin sedikit kejam. Tapi, Arya juga mencoba berbagai macam metode perbaikan serta pergeseran titik cakra pada tubuh Edward.


Edward sendiri kadang berteriak histeris karena menahan rasa sakit yang disebabkan Arya. Berbeda dengan saat pertama kali mengobati racunnya atau saat memperbaiki cakra Bai Hua, kali ini Arya sengaja tidak memakai Berkah Air untuk menghilangkan rasa sakitnya.


Akan tetapi setiap Arya selesai, Edward merasakan beberapa titik cakranya sudah kembali berfungsi dan tenaga dalam yang bisa dikumpulkannya sudah semakin banyak.


Sampai suatu waktu Arya menemukan dimana permasalahan kenapa ketiganya tidak bisa membuat ruang penyimpanan tersebut.


Sebenarnya ini cukup mudah. Hanya saja, mereka harus memfokuskan salah satu energi mereka. Tenaga dalam adalah energi yang diserap dari alam. Setiap tubuh memiliki cara sendiri-sendiri untuk menyerapnya.


Kitab Al-khimiya yang dipelajari Arya menunjukan bahwa energi atau tenaga dalam yang di miliki ketiganya tidaklah stabil. Jadi, Arya memutuskan untuk memperbaikinya.


Lagipula, ini juga sudah bagian dari rencana Arya sebelumnya. Namun, metode yang digunakan untuk memperbaiki hal tersebut mungkin akan sangat menyakitkan. Tapi, Arya yakin bahwa setelah itu, ketiganya akan bisa mengendalikan kekuatan mereka lebih dari manusia lainnya.


"Arya! Benarkah kau sudah menemukan alasan kenapa kami tidak bisa membuat ruang seperti dirimu?"


"Luna, sepertinya kau dan Ciel beruntung karena memiliki kondisi tubuh yang unik. Aku rasa, dengan tubuh itu, kalian bisa mengubah tenaga dalam menjadi sesuatu yang di sebut dengan, Prana!"


"Prana?... Apa itu?!" tanya Ciel.


"Ya. Prana. Sebuah energi yang lebih stabil dari energi alam. Sebelumnya, hanya manusia dengan tubuh spasial saja yang bisa mengendalikannya. Tapi, aku rasa, aku bisa membuat tubuh kalian mengubah dan mengendalikannya."


"Jika begitu, lakukanlah. Bukankah jika sebuah energi lebih stabil. Maka energi itu semakin kuat, karna sangat mudah dikendalikan?"Ciel mengatakan itu tanpa ragu.


"Ya. Aku akan akan sedikit merubah susunan titik-titik cakra kalian. Dan membuat jalur yang bisa menghubungkan langsung antara pusat Prana dengan bagian tubuh kalian yang memiliki kemamluan unik itu.


Aku juga akan menyusun ulang titik-titik cakra lainnya ditubuh kalian, supaya bisa menahan kekuatan Prana agar tidak membahayakan tubuh kalian nantinya."


"Bahaya?! Kenapa energi yang stabil bisa menjadi berbahaya?" Tanya Luna.


"Kalian sudah tau bahwa tubuh Spasial bisa meledak, bukan?"


Keduanya mengangguk saat Arya menanyakan hal tersebut.


"Itu karena, saat kalian menyerap tenaga dalam, tubuh kalian akan selalu mengubahnya menjadi Prana. Meski stabil, tekanan energi dari Prana begitu besar. Hingga titik-titik cakra kalian tidak lagi bisa menahannya. Dan kalian sudah tau apa yang akan terjadi jika sudah begitu."


Akhirnya mereka mengerti kenapa tubuh Spasial bisa meledak. Ternyata hal tersebutlah yang memicunya. Apalagi tubuh Spasial memiliki kemampuan menyerap tenaga dalam dengan sangat cepat.


Sesuai namanya, Tubuh Spasial adalah sebuah wadah. Karena besarnya ruang Prana yang ada di tubuh tersebut. Tentu saja jika titik-titik cakra pemilik tubuh Prana lemah, maka tubuh mereka akan meledak karena tidak mampu menahan tekanan yang besar tersebut.


Saat mereka membicarakan tubuh Luna dan Ciel yang memang memiliki kondisi yang spesial, Bai Hua tampak terdiam.


Gadis itu menyadari bahwa tubuhnya tidak memiliki kelebihan seperti keduanya. Apalagi seperti tubuh Arya yang entah bagaimana bisa menjadi sangat luar biasa kuatnya itu.


Hal tersebut langsung membuatnya mengerti bahwa di sini dialah yang terlemah. Bahkan sebentar lagi dia akan semakin jauh tertinggal dari yang lainnya.


Bai Hua juga sudah menyimpulkan bahwa mustahil bagi dirinya untuk membuat ruang seperti yang Arya jelaskan. Karena sudah jelas dia tidak memiliki hal yang sangat dibutuhkan untuk itu.


Raut wajah Bai Hua seketika berubah. gadis itu mencoba menahan sesak di dadanya karena kecewa. Air matanya seolah ingin keluar namun ditahannya.


Luna dan Ciel menyadari hal tersebut. Namun keduanya tidak tau harus berkata apa demi membuat gadis itu merasa lebih baik.


Keduanya takut memberi suara yang pada akhirnya membuat gadis itu semakin berkecil hati. Namun, tiba-tiba saja ucapan Arya membuat mereka bertiga tersentak.


"Arya!!" Bentak Ciel mencoba mengingatkan.


"Kenapa? Apa aku menanyakan sesuatu yang salah?"


Luna dan Ciel kadang memang tidak mengerti dengan jalan fikiran Arya. Pemuda itu sangat tidak peka dengan hal-hal kecil yang penting seperti ini.


"Senior ... Sebaiknya aku berlatih meningkatkan kultivasiku saja.!" Jawab Bai Hua dengan senyum yang sangat dipaksakan.


Arya menggeleng. "Tidak! Aku rasa kau tidak perlu berkultivasi lagi. Karena itu buruk untuk tubuhmu saat ini!"


"Arya, apa maksudmu?" Tanya Luna heran. "Beberapa waktu yang lalu, Bai Hua masih berkultivasi dan dia sukses menaikan level kependekarannya. Aku rasa itu berkat dirimu yang berhasil memperbaiki titik-titik cakranya. Lalu kenapa sekarang kau melarangnya?"


"Justru karena itu aku melarangnya. Aku sudah terlanjur merubah semua susunan titik cakra Bai Hua." Jawab Arya, lalu melanjutkan penjelasannya. "Karena aku tidak memiliki contoh susunan seluruh titik cakra tubuh manusia sebelumnya, jadi aku merubah susunan titik cakra Bai Hua, menjadi seperti milikku."


Mereka bertiga terkesiap dengan penjelasan Arya. Meski tidak mengerti dampak buruknya seperti apa, tapi dengan melihat ekspresi Arya, mereka yakin itu sesuatu yang sangat buruk.


"Jadi kenapa itu menjadi buruk?!" Tanya Bai Hua sedikit histeris.


"Hmm... Jika kau memiliki susunan Cakra seperti milikku, itu menjadikan tubuhmu tidak akan bisa menahan tenaga dalam, dalam level tertentu. Itu juga akan merusak tubuhmu."


Kata-kata Arya membuat Bai Hua seolah tersambar petir. Baru saja dia berkecil hati karena hanya bisa menjadi kultivator biasa, sekarang Arya baru saja mengatakan bahwa dirinya sudah tidak bisa berkultivasi lagi.


"Aku ... Aku ... "


Bai Hua benar-sudah hampir menangis. Namun, sesat kemudian Arya kembali bersuara.


"Ya. Sukurlah aku cepat menyadarinya. Dan sepertinya itu pertanda bagus!"


Mereka bertiga melihat pada Arya dengan tampang sangat keheranan.


"Arya. Kau baru saja mengatakan Bai Hua tidak bisa lagi berkultivasi lagi. Sebagai seorang kultivator, itu adalah hal terburuk yang bisa terjadi pada dirinya! kau harus memahami perasaannya."


Ciel benar-benar tidak bisa menahan emosinya karena Sepertinya Arya tidak mengerti tentang perasaan seseorang. Apalagi orang itu adalah wanita.


Arya mengangkat bahunya sekali. "Ya. Sebagai kultivator mungkin kau akan kecewa. Lagipula, setelah aku pelajari, teknik kultivasi bukanlah teknik yang sempurna!"


Hampir saja ketiganya kembali bereaksi, namun Arya melanjutkan penjelasnnya.


"Tapi, karena aku berhasil menyusun ulang titik cakramu seperti milikku, yang mana seharusnya itu sangat tidak mungkin. Jadi aku rasa, secara tidak sengaja aku telah membuat tubuhmu menjadi, tubuh unik yang, baru!"


Penjelasan Arya membuat mereka terdiam. Tidak akan ada yang pernah terbiasa dengan bagaimana dengan cara Arya menyampaikan atau memahami sesuatu. Sekarang saja, ketiganya tidak tau harus bereaksi seperti apalagi.


Keterbengongan mereka kembali dibuyarkan dengan lompatan topik pembicaraan Arya yang tiba-tiba.


"Sebaiknya kalian bertiga mempelajari ini dahulu saja, sebelum kita melanjutkannya lebih jauh."


Mereka melihat sebuah buku yang ada di atas meja. "Apa ini?!"


"Itu adalah pemahaman dasar tentang Prana. Nanti aku akan menjelaskan pada kalian langsung, bagaimana cara mengendalikannya." Ucap Arya seraya berdiri seolah hendak pergi.


Masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengannya, Bai Hua menghentikan langkah Arya, mencoba memastikan.


"Senior. Apa yang harus aku lakukan dengan kondisi tubuhku saat ini?."


"Hmm... Kita sedikit berbeda. Tapi, aku rasa Kau akan memiliki beberapa jenis kekuatan yang sama dengan ku. Sebaiknya persiapkan dirimu. Karena memiliki susunan cakra seperti itu, akan membuatmu merasakan sakit dua kali lipat dari biasanya."


Setelah mengatakan hal tersebut, Arya pergi meninggalkan mereka. Seolah tidak terjadi apapun sebelumnya.


Setelah Arya pergi, Luna bertanya dengan setengah berbisik pada dua gadis di depannya.


"Apa kalian menyadarinya?. Pemuda itu sepertinya sedang berusaha menjadikan kita bertiga, sama berbahayanya dengan dirinya?"