ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Dia Adikku


" Rewanda jangan sampai melukainya. Tunggu kami di sana!? "


Perintah Arya saat Rewanda baru saja mendarat di tebing seberang sana.


Satu hal lagi yang salah di nilai oleh Kundari, Krama bukan tidak bisa melompati jurang tersebut. Namun, hanya Rewanda-lah yang bisa menangkap tubuh Darya saat berada di udara.


Sekarang meski Arya berada di punggungnya, Krama tetap bisa melompat melewati jurang itu dengan mudah.


" Cih! Lepaskan aku makhluk jelek! "


Kundari yang sekarang mengendalikan tubuh Darya memberontak dalam kekangan Rewanda.


Arya melomoat turun dari punggung Krama dan segera mendekat kesana.


" Berhati-hatilah! Roh orang itu sangat licik, dia mengetahui dirimu memiliki kekuatanku saat kau menggunakan kekuatanku untuk menyembuhkan lelaki tua tadi "


kundari menyadari, dengan kemamouan penyembuhan Arya, tidak butuh waktu lama baginya bahwa ada yangbsalah dengan gubuh Darya. itulah yang membuatnya memutuskan untuk segera kabur sebelum kejadian yang tidak dia inginkan terjadi.


Akan tetapi, semua tetap berakhir dengan keadaan yang tidak memihaknya. Rewanda berhasil menangkapnya saat sedang melompat dan berada di udara.


Kundari tetap berusaha sekuat tenaga untuk bisa lepas dari Rewanda " Sialan! Lepaskan Aku! "


" Aku minta padamu, kembalikan tubuh Darya! "


" Hahahaha! Itu sama saja dengan, kau memintaku mati! "


Mendengar perkataan Kundari itu Arya menjadi kesal. Dia mengingat bagaimana kejamnya orang-orang yang menginginkan kekuatan dari tubuh Spasial miliki Darya ini.


Sama dengan dirinya, orangtua Darya mati karena orang seperti kundari ini.


" Kau tau bukan, bahwa kemungkinan untuk menyelamatkan gadis itu sangat kecil? " Amia mengingatkan Arya.


" Ya! Tapi aku rasa Darya memiliki jiwa yang kuat. Roh itu sampai sekarang tidak berhasil mengambil alih tubuhnya. "


Arya sudah memikirkan tentang ini saat dalam pengejaran tadi. Mungkin pendekar yang mengaku kundari ini sangat kuat. Tapi, sepertinya dia tidak benar-benar bisa menguasai tubuh Darya.


Dari catatan peninggalan Obskura yang Arya baca. Ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, itu karena pemilik roh belum menguasai sepenuhnya ilmu perpindahan. Atau yang kedua, Tubuh Spasial menolak keberadaanya.


Melihat keadaan saat ini, Arya menyimpulkan bahwa kemungkinan kedualah yang terjadi.


Tapi jika Rewanda terus mengekang tubuh Darya seperti itu, maka Darya akan mendapatkan luka. Arya harus melakukan sesuatu saat ini.


" Rewanda lepaska dia! "


" Tapi ... "


" Percaya padaku! Tapi berjaga-jagalah "


Rewanda melepaskan tubuh Darya yang sejak tadi dia kekang dengan erat.


" Heheh ... Heheh ... ! Kau cukup pintar anak muda! "


kundari tersengal-sengal. Tubuh Darya memang tidak cukup kuat menahan beban tenaga dalam yang telah dia gunakan. Namun tidak butuh lama bagi tubuh itu untuk kembali mengisi tenaga dalamnya.


Seperti bagaimana cara kerja tubuh Spasial seharusnya, Kundari dengan tubuh Darya sudah kembali berdiri tanpa terkihat lelah. " Hmm ... Sepertinya aku memang tidak bisa lari tanpa harus membunuhmu terlebih dahulu "


Tenaga dalamnya kini sudah hampir terisi sebanyak yang mampu di tampung oleh tubuh itu saat ini.


" Kau bisa mencobanya! "


" Hahaha! Aku tidak sebodoh itu. Tapi, kuingatkan padamu, anak muda! Aku lebih memilih meledak bersama tubuh ini jika kau mencoba menghentikanku sekali lagi! "


Arya sudah tau jika seseorang sudah meninggalkan tubuh aslinya, maka tidak ada cara lain selain mengendalikan tubuh yang baru atau musnah bersama tubuh itu. Setidaknya itulah sisa catatan yang ditinggalkan oleh Obskura padanya.


" Kau tidak akan pernah mampu menguasai tubuh itu! "


" Hahah! Apa yang kau tau anak muda?! "


" Tubuh Itu menolak keberadaanmu, dan kau tidak akan pernah benar-benar bisa mengendalikannya sampai kapanpun! "


Mata Darya melebar. " Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau bisa mengetahuinya? "


Kundari yang sedang mengendalikan tubuh Darya tidak menyangka bahwa pemuda yang sedang berada di hadapannya ini bisa tau sampai sejauh itu.


" Aku mempelajarinya! "


" Tidak mungkin! Kalian orang Daratan Timur tidak mungkin mempelajari ini  kecuali ... " matanya langsung menatap Arya tajam, " Kau dari Daratan Utara! "


" Tidak penting aku darimana, Bukan? "


Sementara mereka melakukan pembicaraan tersebut, Tarim Saka dan sesepuh lainnya baru saja tiba disana.


Menyadari hal tersebut membuat Tarim Saka berang " Lepaskan cucuku! "


" Lihat, pria tua itu! Begitulah orang-orang Daratan Timur. Bodoh! Hahahaha! "


Arya tidak memperdulikan perkataan kundari itu. Sebuah ide gila muncul di kepalanya.


" Bagaimana jika kita melakukan pertukaran? "


Kundari terkejut dengan tawaran Arya. " Pertukaran? Apa maksudmu? "


Arya tampak berfikir sejenak menimbang apakah keputusannya ini sudah tepat.


" Lepaskan tubuh Darya, sebagai gantinya kau boleh masuk, ke tubuhku! "


Kundari terkejut dengan tawaran Arya tersebut " Tubuhmu? Apa mak ... "


Matanya melebar seketika. Dia menyadari Arya juga memiliki tubuh yang tidak biasa. Dari pengamatan yang dilakukannya sekilas, itu langsung menjawab rasa penasarannya bagaimana pemuda itu bisa mengetahui tentang tubuh Spasial sampai sejauh ini.


Permuda ini memiliki tubuh yang sama. Kundari langsung berfikir cepat. Ini merupakan kesempatan kedua untuk mendapatkan tubuh Spasial. Tubuh gadis ini jelas menolak keberadaannya. meskipun mampu bertahan di dalam tubuh gadis ini dalam waktu yang lama. Tapi, dia tidak akan pernah mencapai level kekuatan yang dia inginkan.


Sekarang saja, tubuh aslinya dulu masih sangat jauh lebih kuat dari pada tubuh gadis ini. Meski kecepatan tubuh gadis ini dalam mengumpulkan tenaga dalam memang sangat luar biasa.


Tubuh pemuda didepannya mungkin sangat kuat. Jika dia bisa mengendalikannya, maka ini akan sangat mengagumkan. Tapi, Kundari meragukan sesuatu, tidak mungkin pemuda ini memilih untuk mengorbankan dirinya demi gadis ini begitu saja.


Kundari menatap Arya dengan sedikit memicingkan matanya " Kau, ... Kenapa kau memberikan tubuhmu demi mendapatkan tubuh gadis ini? Aku bisa saja membunuh kalian setelah mengendalikan tubuhmu. Ini sedikit mencurigakan. "


Tarim Saka dan Yang lainnya mendengar seluruh pembicaraan itu. Ternyata Arya memiliki kondisi tubuh yang sepertinya sama dengan yang di miliki oleh Darya.


Meski mereka tidak mengetahui jelasnya seperti apa. Tapi, yang mereka tau adalah, Arya akan mengorbankan dirinya sendiri untuk mendapatkan Darya kembali. Itu saja.


Arya menghela nafas panjang lalu melepaskannya " Meski barusaja bertemu, Saat aku dekat dengan Darya aku merasakan bahwa aku sedang bersama saudaraku. Aku menganggapnya sebagai, Adikku! "


Arya benar-benar merasakan bahwa Darya seperti saudaranya, Alya. Karena Darya seorang gadis dan lebih muda darinya. Di sisi lain, Karena semangatnya, Arya merasakan Darya seperti Arsa, yang sangat menginginkan jadi pendekar.


" Cukup masuk akal " Kundari mengangguk-angguk seolah memahami perkataan Arya. Memang sedikit naif jika manusia dengan kondisi yang sama memiliki semacam keterikatan. Tapi, begitulah manusia.


" Jadi, bagaimana? "


Kundari menatap semua yang ada di sana. Memang tidak ada yang bisa dilakukan orang-orang ini padanya. Terlebih si bodoh Tarim Saka.


Memang mengganggu proses perpindahan akan akan membuat dirinya mati. Tapi cucunya juga akan ikut mati. Jadi itu bukan masalah besar. Si Tua itu tidak akan berbuat apa-apa.


Dua makhluk aneh ini juga tidak akan bisa menganggu. Karena tetap saja mengganggu proses perpindahan akan menyebabkan Darya mati. Itu bukan hal yang di inginkan pemuda ini. Dua makhkuk itu juga bukan ancaman.


Lagipula proses ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Bahkan ada kemungkinan saat menguasai tubuh pemuda itu, Kundari memiliki kesempatan untuk juga menguasai dua makhluk aneh ini.


Pada akhirnya dia akan diuntungkan oleh banyak hal. Sebuah senyum licik mengembang di wajahnya. Akhirnya Kundari memutuskan.


" Baiklah! Sebagai rasa terimakasihku, aku akan membiarkan mereka hidup saat aku menguasai tubuhmu! "


Arya mengangguk puas " Aku rasa, itu cukup adil! " lalu menatap Tarim Saka " Kek, setelah ini langsung bawa Darya kembali ke Sekte Awan Senja. Akan sangat berbahaya jika kalian tetap di sini! "


Tarim Saka tidak mampu mengangguk menyetujui atau menggeleng menolak permintaan Arya. Jauh di lubuk hatinya. Dia berharap keduanya bisa selamat dari semua ini.


Tarim Saka merasa dadanya sangat sesak saat ini. Pemuda ini sungguh akan mengorbankan diri untuk cucunya. Jika Darya adalah adiknya, maka Arya juga adalah cucunya. Begitulah yang terlintas di pikiran Tarim Saka saat ini.


Dunia sangat kejam, bagaimana bisa saat Darya mendapatkan Kakak sehebat ini, dia harus langsung kehilangannya.


Rasa haru tersebut juga dirasakan para sesepuh yang ada di sana, termasuk Sugal yang terakhir tiba.


Kundari menyadari sesuatu. " Sebentar! "


" Apalagi? "


" Aku ingin dua makhluk ini pergi sejauh mungkin saat proses perpindahan! "


Tentu saja ada kemungkinan makhluk ini membunuhnya saat berusaha mengambil alih tubuh pemuda ini. Bagaimanapun jika tetap hidup, pemuda ini bukan lagi tuan mereka yang sesungguhnya. Hal yang sangat mungkin terjadi.


" Hufft ... Baiklah! " Arya menatap Krama dan Rewanda. " Pergilah sejauh mungkin "


" Tapi— "


Arya menatap keduanya tersenyum. " kalian sangat mengenalku. Aku tidak akan pernah mati! "


Rewanda dan Krama langsung melesat menjauhi area itu.


" Hahahaha! " Kundari merasa tidak ada lagi yang perlu ditakutinya " Anak muda! Kau adalah pendekar pertama yang aku temui memiliki jiwa satria sesungguhnya. Tenang saja, Dengan tubuhmu itu, aku akan menjadi pendekar terkuat yang pernah ada! Hahahaha "


" Baiklah! Ayo kita lakukan! "