ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Pendekar Suci Tingkat Empat


Arya pergi meninggalkan mereka bertiga untuk menemui Edward. Menurutnya, hari ini dia bisa kembali memperbaiki titik cakra pria itu.


Sebenarnya Arya bisa melakukan itu lebih cepat. Namun dia tidak melakukannya. Edward akan berlebihan dalam menilainya dan Arya tidak terlalu nyaman mendapat pujian. Apalagi itu dari orang yang memimpin Oldenbar.


"Master!"


Di depan istana yang di jaga oleh banyak anggota Oldenbar, Arya melihat Angus seperti sedang menunggu seseorang.


"Oh, Tuan Angus."


Angus segera menghampiri pada Arya dan membungkukkan sedikit kepalanya. Hal yang sudah menjadi kebiasaan seluruh anggota Oldenbar semenjak Arya memutuskan tinggal di lingkungan Istana ini.


"Kebetulan sekali. Setelah ini, aku sebenarnya ingin mengunjungi anda."


"Ada apa? Apakah kau membutuhkan bantuanku?"


Mata Angus sedikit melebar. Di pikirannya saat ini, sangat jarang sekali orang dengan kedudukan tinggi langsung menanyakan apakah seseorang memerlukan bantuannya.


"Soal itu... Sebenarnya... Aku—"


Sebelum Angus menyelesaikan kata-katanya, Seseorang memotongnya.


"Master! Anda sudah di sini. Aku sudah menunggumu. Hahahahaha!"


Saat mereka menoleh, keduanya mendapati Edward baru saja muncul di depan pintu utama istana.


"Ya. Aku baru saja tiba."


Arya kembali menoleh pada Angus. "Tuan Angus, apa yang ingin kau sampaikan tadi?"


Angus yang semula sedikit melamun karena kemunculan Edward langsung tersentak. "Oh, Tidak. Nanti saja. Sebaiknya anda menyelesaikan urusan anda dengan pemimpin terlebih dahulu."


"Baiklah kalau begitu. Temui aku setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Tuan Edward."


Angus mengangguk sekali setelah melihat Arya berlalu memasuki Istana bersama Edward. Kedatangannya hari ini memang untuk menemui Arya. Namun, untuk itu, Angus memerlukan izin dari Edward terlebih dahulu.


Angus ikut masuk kedalam Istana dan berjalan di belakang keduanya. Akan tetapi, ada pemandangan yang sedikit tak biasa.


Seharusnya, sebagai pemimpin tertinggi Oldenbar, Edward selalu di kawal oleh beberapa pendekar tingkat tinggi saat bertemu dengan seseorang. Tapi saat berjalan dengan Arya, sepertinya Edward tidak di temani siapapun. Pemimpin Oldenbar itu sepertinya benar-benar sudah mempercayai Arya.


Memikirkan bahwa urusan Arya dan Edward mungkin akan membutuhkan sedikit waktu, Angus memutuskan untuk pergi ke sebuah ruangan untuk menunggu.


Saat tiba di ruangan tersebut. Angus mendapati hampir semua petinggi Oldenbar yang dibawah perintah langsung Edward, ada di sana.


"Angus, Apa yang membawamu kesini? Duduklah!"


Setelah menerima tawaran Kenneth untuk duduk, barulah Angus menjawab. "Aku datang bersama Master Arya. Sekarang dia sedang bersama pemimpin!"


Angus sedikit berbohong pada para petinggi Oldenbar tersebut. Dia tidak berniat memberi tau apa sebenarnya maksud kedatangannya hari ini.


"Oh begitu?" Kenneth hanya mengangguk.


"Ya, begitulah." Angus sedikit lega sebab Kenneth langsung percaya dan tidak bertanya lebuh jauh.


"Angus. Ceritakan kembali pada kami, sebenarnya bagaimana saat pertama kali Master Arya berada di tempatmu!"


Angus melihat pada seorang pria berbadan tegap yang duduk tepat di seberangnya.


Lagi-lagi Angus memberikan jawaban yang sama, yang membuat para petinggi Oldenbar tersebut tidak merasa puas.


Sejak kemunculan Arya, pergerakan Oldenbar memang sedikit terganggu. Mereka ragu untuk meluaskan jaringan mereka saat ini. Takut, jika pergerakan mereka akan mengusik sebuah kelompok atau sekte yang ternyata berhubungan langsung dengan Arya.


Setidaknya, menurut Kenneth, mereka harus menahan diri hingga perawatan Edward benar-benar telah selesai.


"Angus, kau lebih dahulu berada di daratan ini. Apakah kau tidak pernah mendengar sesuatu tentang sebuah sekte atau kelompok tertentu yang lebih kuat dari Sekte Singa Emas?"


Angus segera menggelengkan kepalanya. "Tidak. Sama sekali Tidak pernah! Lagipula, bukankah hampir semua orang di Basaka dan Daratan ini, mengakui bahwa Sekte singa Emas adalah yang terkuat?"


Ketujuh petinggi Oldenbar mengangguk serempak. Mereka memang sudah menyelidiki jauh sebelum akhirnya mengetahui bahwa Sekte Singa Emas adalah yang terkuat.


Itulah alasan kenapa serikat Oldenbar, memikirkan segala cara untuk menghancurkan dan mengambil alih sekte seperti saat ini.


Arya yang muncul mengenakan pakaian salah satu ciri khas bangsawan dari sebuah negara di Benua Barat dan di kawal oleh tiga pendekar wanita yang berasal dari dua Benua, membuat mereka berfikir ulang.


Jika Arya memang berasal dari sebuah sekte atau kelompok tertentu, sudah dipastikan sekte atau kelompok tersebut tidak hanya kuat, tapi juga pasti sudah sangat maju.


Mereka kembali mencoba menggali beberapa informasi, tapi tetap tidak menemukan titik terang. Setelah sedikit lama, akhirnya mereka memutuskan menyerah untuk tidak memikirkan hal itu lagi. Setidaknya untuk saat ini.


Para petinggi Oldenbar itu mengalihkan topik pembicaraan dan kembali membahas masalah bisnis yang sedang mereka kerjakan.


Angus hanya menjadi pendengar para petinggi itu berbicara. Namun, ada satu hal yang beberapa hari ini sedikit mengganggunya. Angus menunggu kesempatan untuk bertanya prihal tersebut.


"Tuan Kenneth, aku melihat tuan Drey sepertinya masih tidak bisa menerima kehadiran Master Arya di Oldenbar. Apakah itu tidak akan menjadi masalah di masa depan?"


Kenneth juga sudah mengetahui hal tersebut. Sebenarnya hampir semua petinggi Oldenbar juga merasa itu akan menjadi masalah kedepan.


Selain Drey adalah salah satu petinggi Oldenbar, pria itu juga memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan serikat Oldenbar di Daratan ini.


Melihat cara Edward memperlakukan Arya dan sama sekali tidak memberi muka pada Drey, tentu saja ini bukan hal yang bagus. Sebenarnya kedatang mereka bertujuh untuk menemui Edward pada hari ini, juga untuk membahas hal tersebut.


"Yah. Sebenarnya kami juga akan memba—"


Tidak sempat Kenneth menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba suasana di ruangan itu berubah. Udara terasa semakin menipis di iringi munculnya Aura Pembunuh yang sangat pekat.


Aura yang sangat mengintimidasi itu muncul dari pintu ruangan tersebut. Ketujuh petinggi Oldenbar adalah pendekar tingkat tinggi. Jika di bandingkan dengan pendekar daratan ini, mungkin mereka  semua setara dengan pendekar suci tingkat satu.


Melihat Aura tersebut mampu mengintimidasi dan membuat mereka kesulitan bernafas, tentu saja hal tersebut membuat mereka sangat terkejut.


"Jika Drey memilih untuk melawan perintahku. Maka aku akan menghancurkannya juga siapa saja yang membantunya!"


Mata mereka melebar saat melihat Edward sudah berdiri di pintu masuk. Sebelumnya, mereka juga sudah mengetahui betapa kuatnya Edward.


Namun, saat ini mereka tidak menyangka bahwa Edward ternyata memiliki tenaga dalam yang sangat besar dan bisa melepas Aura pembunuh yang sangat pekat hingga mampu membuat tujuh petinggi Oldenbar tidak sanggup bergerak.


"Tuan Edward. Jika kau terus seperti itu, maka kau akan membunuh Tuan Angus secara tidak sengaja.!"


Arya yang berada di sebelah Edward mencoba menenangkan Edward yang terlihat sangat kesal tersebut. Namun, begitu Arya bersuara, tak lama Edward langsung menarik Aura pembunuhnya.


Semua orang di sana langsung kembali bisa bernafas dengan baik. Tapi, itu tidak cukup untuk membuat mereka lega. Fakta bahwa Edward memiliki kekuatan seperti itu, membuat mereka semakin takut padanya.


Karena, jelas bagi semuanya. Pemimpin mereka tersebut, sekarang setara dengan Pendekar Suci Tingkat Empat.