
Untuk membahas hal yang paling sensitif di kota ini, Sekar menugaskan beberapa orang untuk berjaga di depan tangga guna menghalangi siapapun yang tidak memiliki kepentingan naik ketempat mereka.
Beberapa orang yang lebih banyak juga di tugaskan secara terpisah di depan penginapan agar bisa mengetahui jika pertemuan mereka yang tiba-tiba ini di ketahui pihak dari Nurmageda.
Saat sedang membahas strategi yang akan mereka rencanakan, ki Jabara harus menghentikan pembicaraan itu. Karena menurut pengamatannya, Arya sama sekali tidak mengetahui konsep kekuatan para pendekar.
Ini sebenarnya sangat mengejutkan, terlebih Arya mengaku berasal dari sebuah Sekte. Meskipun sekte itu sangat lemah, seharusnya Arya sudah belajar ilmu pengetahuan dasar dari dunia kependekaran ini.
Dengan sedikit kesal, Ki Jabara harus menunggu dan meminta pada Sekar untuk menjelaskan terlebih dahulu pada Arya semua hal yang menyangkut kekuatan dan tenaga dalam.
Berbeda dengan Ki Jabara, Sekar yang sudah merasakan manfaat pengobatan tingkat tinggi yang dilakukan Arya padanya, sekarang menaruh rasa hormat pada pemuda itu.
Sekar menjelaskan semuanya dengan sangat hati-hati agar Arya cepat memahaminya.
Sekar memulai penjelasannya dengan tingkat kekuatan pendekar. Menurut Sekar, tingkat kekuatan pendekar di Daratan Timur Krajaan Swarna dibagi dari beberapa level
Level Kekuatan Pendekar :
Pendekar Dasar
Tingkat satu 30 titik cakra
Tingkat dua 60 titik cakra
Tingkat tiga 90 titik cakra
Tingkat empat 120 titik cakra
Tingkat lima 150 titik cakra
Tingkat enam 180 titik cakra
Pendekar Mahir
Tingkat satu 240 titik cakra
Tingkat dua 300 titik cakra
Tingkat tiga 360 titik cakra
Tingkat empat 420 titik cakra
Tingkat akhir 480 titik cakra
Pendekar Ahli
Tingkat satu 600 titik cakra
Tingkat dua 720 titik cakra
Tingkat tiga 840 titik cakra
Tingkat akhir 960 titik cakra
Pendekar Raja
Tingkat satu 1200 titik cakra
Tingkat dua 1440 titik cakra
Tingkat Akhir 1680 titik cakra
Kekuatan Otot :
Perunggu
Pendekar Dasar tingkat empat - enam
Besi
Pendekar Mahir
Baja
Pendekar Ahli
Emas
Pendekar Raja
Kekuatan Tulang :
Perunggu
Pendekar Mahir
Besi
Pendekar Ahli
Baja
Pendekar Raja
Cakra adalah titik-titik yang sebenarnya berbentuk lingkaran yang berada di seluruh tubuh. Cakra sendiri berguna sebagai pengumpul dan penyimpan Tenaga Dalam.
Tenaga Dalam adalah tenaga yang di serap oleh Cakra di dalam tubuh dari Alam.
Pil sendiri di buat dari tumbuhan yang memiliki konsentrasi tinggi dalam pengumpulan energi kehidupan. Biasanya memiliki umur yang panjang dan sulit di temukan.
Kualitas Pil ditentukan oleh jenis dan umur tumbuhan tersebut.
Dari proses dan bahan yang di pakai, Pil sendiri memiliki beberapa kegunaan. Seperti, penambah cakra, penambah kekuatan otot, penambah kekuatan tulang, pengobatan, dan bahkan racun tingkat tinggi.
Sumber energi lainnya berasal dari Hewan yang bisa menyerap energi alam dalam waktu yang panjang dan biasanya berakhir menjadi siluman.
Energi yang di kumpulkan siluman dalam jangka panjang akan terkonsentrasi menjadi batu energi.
Guna batu energi sendiri biasanya di pakai untuk pembuatan senjata dan benda-benda lainnya.
Akan tetapi, Ada beberapa metode yang bisa membuat seseorang menyerap kekuatan dari batu energi siluman secara langsung atau sudah diolah sedemikian rupa.
Selain batu Energi, biasanya seluruh anggota tubuh siluman memiliki manfaat yang sama dengan tumbuhan-tumbuhan bahan pembuat pil. Bahkan, pil yang di buat dengan campuran anggota tubuh siluman memikiki kualitas yang lebih tinggi. Tentu saja itu juga ditentukan oleh jenis dan umur siluman itu sendiri.
Sebagian besar konsep dan metode tersebut baru saja diketahui oleh pendekar-pendekar Daratan Timur.
Sebelumnya mereka hanya mengandalkan latihan untuk memperkuat diri. Ini yang menyebabkan Daratan Timur sangat jauh tertinggal oleh dua Daratan Kerajaan Swarna lainnya.
Setelah mendengar penjelasan Sekar yang Arya rasa sangat mudah di mengerti, barulah mereka melanjutkan pembahasan mereka pada strategi yang akan mereka lakukan dalam usaha menaklukkan Nurmageda dan semua orang yang berhubungan dengannya.
Seorang tilik sandi dari kelompok itu diminta Ki Jabara untuk menjelaskan kekuatan Nurmageda di Kota Arsa.
Menurut tilik sandi tersebut, Setidaknya di kota Arsa terdapat 300 prajurit level dasar tingkat empat hingga level enam. 50 prajurit level mahir dari tingkat pertama dan ketiga dan 10 dari mereka sudah berada di tingkat akhir.
Nurmageda sendiri mereka curigai berada di level Ahli tingkat tiga dan mhngkin sudah di tingkat akhir. Di sekelikingnya biasanya Nurmageda di kawal oleh enam orang pendekar yang berada di level pendekar ahli tingkat satu dan dua.
Kekuatan Nurmageda tidak hanya sampai di sana. Beberapa pendekar asing dari Benua Timur kekaisaran Yang juga terlihat memihak padanya.
Meskipun tilik sandi itu tidak mengerti kenapa pendekar-pendekar yang berasal dari Negara besar yang sangat jauh itu berada di sini. Tapi, satu hal yang mereka yakini adalah, itu ada hubungannya dengan gadis yang bernama Bai Hua yang tertangkap beberapa hari yang lalu.
Serikat dagang dan pekerja yang mengendalikan pedagang, petualang, pemburu dan juga pengangkut, juga terlihat memihak padanya. Serikat itu sendiri juga memiliki beberapa pendekar asing yang cukup hebat di sana.
Belum, lagi beberapa pendekar dari Sekte kecil dan menengah daerah ini juga terlihat memihak padanya.
Kekuatan Nurmageda di kota Arsa dan daerah-daerah sekitarnya sangatlah kuat. Itu kenapa kelompok yang dipimpin oleh Ki Jabara ini belum menemukan kesempatan untuk menakhkukkannya.
Selain kalah jumlah dan kekuatan para pendekar, mereka juga kalah dalam kualitas senjata.
Pendekar-pendekar yang memihak pada Nurmageda di lengkapi senjata-senjata yang memiliki kualitas sangat bagus.
Mereka curiga bahwa Sekte-sekte yang memihak pada Nurmageda juga mendapat pasokan Pil dan batu energi dari Serikat dagang dan pekerja.
Biaya yang dikeluarkan Nurmageda untuk semua itu cukup besar. Sementara mereka sama sekali tidak memiliki sumber pendanaan yang kuat untuk mendukung mereka. Membeli senjata dan meminta bantuan pendekar atau sekte lain juga butuh biaya.
Beberapa penduduk yang membuka usaha di Kota Arsa juga pendatang. Mereka tidak bisa memastikan orang-orang itu memihak pada siapa. Mereka juga tidak bisa membahayakan para pendatang jika memang tidak bersalah. Sebaliknya orang-orang itu bisa saja menjadi mata-mata Nurmageda.
Banyak hal yang mereka bahas tentang kemungkinan jika memang terjadi pemberontakan. Keselamatan penduduk yang menjadi prioritas utama kelompok ini juga akan terancam.
Jika seandainya mereka menang, mereka juga tidak bisa menebak dampak setelahnya. Bisa saja Raja dari kota Basaka mengirim pasukan besar untuk menumpas seluruh pemberontak ini dan akhirnya juga membuat penduduk sekitar semakin menderita.
Pembahasan itu berakhir pada kebuntuan. Mereka semua terdiam dan tidak meneruskan lagi. Berpikir sepertinya juga sudah percuma karena itu akan berputar-putar dalam hal yang sama dan selalu kembali ketitik awal. Mereka sudah kalah bahkan sebelum memulai.
Arya juga sepertinya sudah mulai mengerti kenapa Luna menahannya tadi. Mungkin membunuh Nurmageda bisa dilakukan. Tapi, hal selanjutnya ternyata jauh lebih sulit daripada sebelumnya.
Arya berfikir keras. Dia tidak mungkin berhenti di sini. ingatannya tentang pemukiman tadi kembali terbayang di kepalanya.
Hal yang membebani Arya lainnya adalah, kemungkinan awal dari semua ini memang dirinya. Jadi, rasa bersalah Arya membuatnya tidak bisa membiarkan hal ini berhenti sampai di sini begitu saja.
Sekar, Ki Jabara dan yang lainnya juga tampak tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Sudah dua tahun sejak pergerakan ini mereka mulai, sampai saat ini bisa di bilang tidak membuahkan hasil apapun. Namun, tiba-tiba lamunan mereka dibuyarkan dengan suara benda yang baru saja diletakkan di atas meja di depan mereka.
" Bruk! "
Enam buah kantong kulit sebesar dua kepalan tangan manusia dewasa kini telah teronggok di sana.
" Apa itu?! "
Ki Jabara yang lebih dahulu bertanya, saat Arya menaruh kantong-kantong itu disana.
" Periksalah! Apakah itu cukup untuk meminta bantuan sekte lain dan membeli senjata. Jika tidak, aku akan menambahnya! "
Sekar langsung bergegas memeriksanya. Saat salah satu kantong behasil dia buka, matanya langsung melebar seketika.
" Ini! ... Ini! ... " Sekar tak bisa berkata-kata. Kantong itu di penuhi siling emas. Dia menatap Arya seperti tidak percaya.
Ki Jabara dan yang lainnya juga ikut memeriksa. Mereka juga memberikan ekspresi wajah yang nyaris sama. Semua mata kini tertuju pada Arya.
" Demi orang-orang itu, Kita tetap harus maju. Apapun resikonya! " kata Arya.
****
Hello
Seperti janjiku kemaren, aku akan up 5 chapter selama dua hari berturut-turut. dan ini adalah yang terakhir.
Seperti yang juga pernah aku katakan sebelumnya, aku tidak bisa promosi cerita ini ke tempat lain agar banyak pembaca. aku hanya mengandalkan rekomendasi yang di berikan NT dan MT agar oembaca bisa menemukan cerita ini.
Untuk itu, jika kalian merasa cerita ini pantas mendapat dukungan. aku sangat menghargai jika kalian mau mendukung dan memberikan Rate 5, Love atau Vote sebagai penunjang performa cerita ini di NT dan MT agar terus bertahan.
Akan tetapi, jangan merasa terbebani. Dengan kalian membaca cerita yang aku buat ini saja, Aku juga sudah sangat senang dan aku mengucapkan rasa terimakasihku yang tulus untuk itu.
Jadi, silahkan Tunggu Update berikutnya Ya!
M.M