ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Satu Nyawa


Saat pakaian gadis itu telah tanggal sepenuhnya, mereka benar-benar di hadapkan dengan sebuah pemandangan mengerikan.


Hampir seluruh tubuh gadis itu memiliki bercak merah di sebalik kulitnya. Itu tanda bahwa pembuluh-pembuluh darahnya sudah pecah.


Tidak hanya itu saja, ketiga wanita itu juga mengetahui gadis ini juga sudah diperkosa dengan cara mengerikan.


" Arya. Bisakah kau menyembuhkannya? " Ciel menggunakan kekuatan matanya untuk menembus tubuh gadis itu, sehingga dia lebih banyak mengetahui seberapa parahnya keadaan yang dialamai gadis itu sebenarnya.


" Jujur saja, aku tidak tau! " Arya memang tidak tahu apakah dia bisa menyembuhkan gadis itu, " Tapi, aku rasa kita harus membuatnya sadar terlebih dahulu "


Meskipun Arya memiliki ingatan dari berkah air dan beberapa teknik penyembuhan yang diajarkan Obskura padanya, pada kenyataannya Arya belum pernah memperaktekkan langsung ilmu-ilmu itu.


Apalagi saat itu Arya hanya memiliki waktu tiga bulan untuk mempelajarinya. Jadi sebagian ilmuntentang pengobatan tidak seluruhnya telah dia kuasai, apalagi untuk kasus seperti ini.


Berbeda dengan tubuh Spasial, Obskura memang menitik beratkan Arya mempelajari ilmu untuk menangani tubuh itu jenis itu karena sedikit banyaknya, tubuh itu terlihat mirip dengan kondisi tubuh Arya sendiri.


" Sebaiknya begitu. Aku rasa kita akan mendapatkan sedikit informasi darinya. Dan mungkin Tyan Arya bisa mencari cara untuk menyembuhkannya " Sekar mengerti tujuan Arya.


Arya dan Ciel mengangguk. Memang itulah tujuan Arya. Namun Luna tampaknya berpikir berbeda dari ketiganya.


" Arya. Bukankah jika dia sadar disaat seperti ini, dia akan merasakan sakit yang luar biasa? "


Semua orang langsung menoleh pada Luna. Apa yang dikatakan Luna sangat masuk akal. Kemungkinan besar rasa sakit yang luar biasa itu pula lah yang membuat gadis itu kini tak sadarkan diri.


Arya tampak berfikir dan mempertimbangkan sesuatu. " Sepertinya aku bisa membuatnya tidak merasakan kesakitan. "


Arya menemukan sebuah ingatan di dalam berkah Air yang bisa membantu gadis itu. Hanya saja dia belum menemukan cara memperbaiki kerusakan pada bagian-bagian tertentu.


" Jika begitu, sebaiknya lakukan saja. Setidaknya saat dia terbangun, kita bisa menanyakan apa yang membuatnya menjadi seperti ini "


" Baiklah! Beri aku sedikit ruang "


Ketiganya mundur dari sana dan membiarkan Arya berada lebihndekat pada gadis yang kini terbaring tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.


" Setelah aku melakukan ini, mungkin aku akan pingsan beberapa waktu. Aku tidak tau berapa lama. " Arya mengatakan itu tanpa berkedip.


Ketiganya terkejut mendengar apa yang barusaja dikatakan Arya, Namun Ciel lebih dahulu bertanya. " Maksudmu? "


" Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya, setidaknya untuk tubuh orang lain. Aku rasa ini akan menguras tenaga. " Jelas Arya.


" Sebentar! " Sekar tiba-tiba menyela " Tuan Arya. Tolong beritahu kami lebih jauh. Apakah itu membahayakan anda? "


Pertanyaan Sekar itu mendapat anggukan Ciel dan Luna. Mereka langsung berfikir. Jika itu membahayakan nyawa Arya, mereka akan melarangnya.


Mereka mengenal Arya sedangkan gadis yang sedang mereka coba selamatkan ini, mereka sama sekali tidak mengenalnya.


" Jujur saja. Aku tidak tau. " Arya sedikit tersenyum canggung " Tapi, aku merasa kalau aku harus menyelamatkannya. "


Arya yakin bahwa gadis ini mengetahui sesuatu tentang ledakan dan keluarganya atau sesuatu yang menyangkut dengan hal itu. Lagipula, perasaan Arya mengatakan bahwa dia memang harus segera menyelamatkan gadis itu.


Luna, Ciel, dan Sekar tidak berkata apapun. Mereka ingin mencegah tapi sepertinya Arya sudah bertekad untuk menyelamatkan gadis itu.


" Arya. Kami percaya padamu! Selamatkanlah gadis itu! " Luna berfikir daripada meragukan Arya, lebih baik mendukungnya. Setidaknya itu bisa membuat Arya lebih tenang saat melakukannya.


" Tuan Arya, aku juga percaya "


Ciel mengangguk " Aku juga. Lakukanlah "


Setelah itu Arya langsung membuka telapak tangannya. Sesaat setelah itu dia memejamkan matanya dan tak lama, Arya mulai merasakan Sebuah energi kini muncul ditubuhnya.


Mata Ciel melebar saat melihat Arya mengeluarkan Energi dari tubuhnya itu. Sebekumnya, Ciel sudah mengetahui bahwa Arya di selubungi elemen Air.


Elemen Air yang orang dengan kemampuan khusus saja yang bisa melihatnya. Dalam hal ini, Ciel memiliki kekuatan mata yang bisa melihat itu. Kini Ciel mengerti bahwa elemen itu selama ini melindungi tubuh Arya.


Elemen itu kini menghilang. Tak lama, dari dalam tubuh Arya terlihat cahaya berwarna biru. Aliran-aliran cahaya seperti menjalar keluar melewati urat-urat ditubuh Arya mengalir menuju kedua telapak tangannya.


Tidak hanya di dalam, Ki Jabara dan beberapa orang yanh berada di luar ruang juga melihat cahaya biru dari selah-selah pintu ruangan itu.


Mereka benar-benar penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam sana.


" Orang ini benar-benar mengerikan! " Ciel begumam.


Saat itu, mereka bertiga melihat energi menyerupai air yang menyala, keluar dari kedua telapak tangan Arya. Energi itu melayang mendekati tubuh sang gadis.


Energi itu terus mengalir dan akhirnya menyelubungi seluruh tubuh gadis itu. Hal itu tentu saja terlihat sangat menakjubkan.


Apalagi setelah itu, ketiganya melihat tubuh gadis itu mulai terangkat ke udara. Saat tubuhnya sudah berada beberapa jengkal melayang di udara, barulah hal paling menakjubkan sebenarnya terjadi.


Mereka bisa melihat tubuh gadis itu mulai bereaksi. Lebih dekat lagi, pori-pori gadis itu kini mengeluarkan darah. Darah yang akhirnya memenuhi energi yang dikirim Arya terus menerus itu dari tubuhnya.


Energi itu seperti sedang memisahkan darah itu dari sesuatu yang bukan bagian dari darah itu sendiri.


Tak lama, darah yang semula terlihat menghitam itu, kini berubah semakin mendekati warna merah darah sebenarnya.


Darah itu kembali masuk ke tubuh yang melayang itu. Dan tak berapa lama, tubuh gadis itu kembali terlihat jelas. Kali ini, tidak ada lagi bercak merah yang memenuhi seperti sebelumnya.


Persis seperti kejadian sebelumnya, kali ini proses itu sedang mangalami kebalikannya. Tubuhngadis itu kembali turun ketempat semula.


Setelah itu energi yang menyelimutinya, mulai kembali ke tubuh Arya. Bedanya Saat energi itu kembali sepenuhnya, Cahaya itu mulai meredup dan, tiba-tiba padam.


Bersamaan denga itu pula tubuh Arya tumbang. Beruntung Ciel bergerak cepat menangkap tubuh Arya. Ciel yang lebih dahulu menyadari bahwa saat proses itu, energi itu terus mengalir dari tubuh Arya hingga nyaris habis.


" Arya! "


Beberapa saat kemudian Luna kembali dapat mengendalikan diri dari keterpanaannya setelah mendengar suara Ciel yang tiba-tiba melombat di sebelahnya.


Sekar juga ikut tersadar setelah mendengar Luna berteriak. Seketika dia mendekat untuk melihat keadaan Arya.


" Sepertinya dia tidak pingsan " ucap Ciel.


Mendengar ucapan adiknya itu, Luna mencoba memastikan. " Ya. Sepertinya dia hanya tertidur "


" Ooh, Sukurlah ... "


Sekar benar-benar merasa lega. Dari ketiganya, dia sadar bahwa dirinyalah yang paling lambat bereaksi. Hampir saja dia menyesali itu jika terjadi apa-apa pada orang yang kini dia anggap paling berjasa dalam hidupnya itu.


Setelah memindahkan Arya, mereka ketiga kembali memakaikan pakaian gadis itu. Mereka melihat gadis itu kini terlihat jauh kebih baik.


Meski masih tak sadarkan diri, ketiganya tau bahwa gadis itu tidak dalam keadaan kritis lagi.


Ciel menatap Arya yang kini terbaring dengan mata terpejam. Di kepalanya, Ciel memiliki banyak pertanyaan.


Bagaimana orang yang saat bertarung bisa sangat kejam dan seolah tidak memiliki rasa kasihan itu, tiba-tiba mau mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan satu orang yang tak dikenalnya.


" Ternyata membunuh ratusan bahkan ribuan orang, jauh lebih mudah daripada menyelamatkan hanya satu nyawa saja "


Sekar yang berada di dekat Luna saat mengatakan itu, mengangguk menyetujuinya. " Siapa gadis ini sebenarnya? "


" Melihat paras wajah dan kulitnya, aku yakin dia dari Benua Timur " Jawab Luna.


Ciel menyetujuinya " Ya. dan jika orang-orang dari Benua itu ada di sini, aku yakin ada sesuatu yang sangat berharga berada di Daratan ini "


" Apa maksudnya? dan ada apa dengan orang-orang Benua Timur? " Tanya Sekar penasaran.


" Nona sekar. jangan tersinggung saat aku mengatakan ini " Luna coba menjelaskan " Kalian orang-orang di Daratan ini sungguh jauh tertinggal. Sementara di belahan bumi lainnya, para pendekar sudah benar-benar berada dalam level berbeda. Dalam perbedaan itu, Orang-orang dari Benua Timur sudah lebih dahulu beberapa langkah "


" Ya! seperti kata Luna. " Ciel menyetujui ucapan kakaknya itu " Beberapa Pendekar di Benua itu, sudah memiliki kekuatan hampir menyamai Dewa ... Dewa yang sesungguhnya! "