ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Jenis Tubuh Darya


" Krama! " Arya berteriak memberi perintah.


Krama langsung berlari dan berubah ke wujud iblisnya segera mengejar Darya.


Mereka sedikit terlambat menyadari bahwa Darya sudah berlari keluar. Mereka masih sempat melihat Darya melompati pagar vila tersebut sebelum menghilang di sebaliknya.


" Bagaimana bisa?! " Tarim Saka terkejut saat melihat cucunya bisa belari sekencang itu. apalagi dia melihat sendiri  saat Darya melompat tinggi ke atas pagar vila dan berlari di atasnya sebelum meloncat lalu menghilang.


Darya tidak pernah mempelajari ilmu beladiri apapun sebelumnya. Dan sekarang saat melihat itu, semua yang ada di sana yakin Darya sedang menggunakan jurus meringankan tubuh tingkat tinggi. Kecepatan Darya sangat luar biasa.


Mereka semua mengikuti jejak Krama. Arya dan Rewanda berada jauh di depan mereka saat ini. Meski mereka adalah sesepuh sebuah sekte, tapi jelas kecepatan Darya saat ini sangat jauh di atas mereka. Krama lah harapan mereka satu-satu untuk bisa mengejar Darya.


Setelah setengah jam mencoba menyusul. Akhirnya Krama berhenti di pinggir jurang yang dalam, menunggu.


Saat Arya dan Rewanda berhasil menyusul, mereka tidak melihat Darya di manapun.


" Dimana dia?! "


" Saat aku mencoba menangkapnya, Dia melompat ke sana "


" Ke dalam air itu? "


" Ya! "


Arya tau bahwa jika masuk ke dalam air maka Krama tidak bisa mencium bau Darya. Tapi penciuman Krama yang tajam akan berhasil menemukan saat Darya muncul kepermukaan nanti.


" Krama! Lacak Darya  dan laporkan padaku jika kau menemukannya. Jangan bertindak gegabah. Dia sedang dikendalikan oleh makhluk lain saat ini. "


" Baiklah " Krama berlari menyusuri tebing jurang yang curam itu.


Kecepatan Krama sebenarnya sangat luar biasa. Tapi yang mengendalikan Darya sekarang sepertinya juga bukan makhluk sembarangan. Mungkin saja kecepatan ilmu meringankan tubuhnya bisa mengimbangi atau bahkan lebih cepat dibandingkan lari Krama.


" Apakah kalian berhasil menyusulnya " perlu beberapa waktu bagi Pendekar sekte Awan senja sampai disana. Tentu saja yang pertama kali tiba adalah Tarim saka. Kemudian disusul satu persatu oleh yang lainnya.


" Tidak, makhluk itu membuat Darya melompat kesana " tunjuk Arya pada jurang yang tinggi tersebut.


Hampir saja Tarim Saka meloncat ke dalam jurang tersebut untuk menyusul cucunya jika saja Arya tidak langsung menangkap dan menahannya.


" Tenanglah, Kek! Krama sedang menyusulnya.


Tarim Saka berontak berusaha melepaskan pegangan Arya, " Lepaskan aku! Aku harus menyelamatkan Darya! "


" Kau akan mati jika melompat ke sana! "


" Tapi! ... Jika begitu ... Darya!  Tidak! Aku harus menyusulnya! "


" Darya akan selamat. Percaya padaku! Tapi sekarang ada yang ingin kutanyakan padamu. Tolong kau jawab dengan jujur "


Tarim Saka merasa heran dengan permintaan Arya. " Nak Arya, cucuku dalam bahaya. Sekarang bukan waktunya untuk bicara " Tarim Saka terlihat sangat cemas.


" Di dalam Tubuh Darya sekarang ada Makhluk lain. Jadi aku harus memastikan sesuatu! "


Mata Tarim Saka terbelalak " Makhluk lain? "


" Ya!,  jadi aku harus memastikan sesuatu agar aku tau harus melakukan apa saat kita berhasil menemukan Darya. Karna jika salah bertindak. Sesuatu yang sangat buruk bisa terjadi! "


" Aku tidak mengerti maksudmu. Tapi tanyakan apa yang ingin kau tau. Aku akan menjawabnya jika aku mengetahuinya "


" Baiklah, Kek! Apakah Darya sering sakit setelah berusaha membuka titik cakranya? "


" Bagaimana kau tau itu??"


" Berarti aku menganggap jawabanmu, Iya! Dan kapan Darya mulai sering kehilangan kesadarannya? "


" itu sejak orangtuanya meningggal "


" Tenangkan diri kakek. Dan mulailah menceritakan semuanya padaku sejak sebelum orangtua Darya meninggal dunia. "


Mulailah Tarim Saka menceritakan saat orangtua Darya membawanya keluar dari Daratan Timur. Tujuan mereka saat itu adalah Daratan Utara.  Kota Barus, pusat kerajaan Swarna.


Sebelum sampai di sana, saat mereka melewati Daratan Barat, mereka bertemu dengan seorang pendekar yang sangat sakti. Pendekar wanita itu mengaku bisa menyembuhkan penyakit Darya. Akhirnya kedua orangtua Darya mencoba menyembuhkan Darya dengan mengikuti caranya.


Namun saat Wulandari menyusul mereka, Di kota Malka, di tempat pendekar wanita itu, Wulandari menemukan orangtua Darya dalam keadaan kritis. Dia juga melihat pendekar sakti itu sudah tak bernyawa. Ibu Darya sudah lebih dahulu meninggal Dunia.


Saat Wulandari tiba, Darya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Sesaat sebelum Ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya, dia meminta Wulandari membawa Darya kembali ke sini dan memintanya berjanji untuk selalu menjaga Darya.


Namun saat Darya sadar dan mendapati kedua orangtuanya sudah mati, Darya menjadi histeris. Dan sejak kejadian tersebut kondisi Darya semakin memburuk sampai saat ini. Itu terjadi beberapa tahun yang lalu.


Arya menyimak dan mempelajari situasi. " Aku mengerti sekarang. Jika dugaan ku benar, Darya sepertinya memiliki tubuh yang unik. "


" Unik? "


" Ya!  Tapi tidak ada waktu menjelaskannya sekarang. Ada hal yang harus aku lakukan. "


Arya langsung membuat lingkaran di udara. Mengambil beberapa kitab di sana dan mulai membukanya.


Arya membaca Sebuah buku yang ditulis sendiri oleh Obskura beberapa waktu sebelum kepergiannya ke Langit.


Obskura sempat menjelaskan beberapa fenomena yang pernah dia temui pada tubuh atau kekuatan manusia. Sebagian kecil sudah berhasil dia uraikan namun sebagian besarnya masih tanda tanya.


Sebuah catatan terlihat sangat mirip dengan kondisi Darya saat ini. Namun, Obskura tidak begitu banyak meninggalkan petunjuk yang jelas di dalamnya. Jika memang sesuai dengan apa yang tertulis dalam catatan ini, maka tidak diragukan lagi, Darya memiliki tubuh Spasial.


Arya menutup buku tersebut dan kembali memasukkannya ke lingkar dimensinya. Wajah tampak berfikir sangat keras. Bagaimanapun, dia belum pernah dihadapkan masalah seperti ini sebelumnya. ' Jika saja Kakek Dewa masih di sini, maka ini tidak akan sulit '


" Benar kataku bukan, di dalam tubuh gadis itu ada roh lain "


Arya mengangguk mengetahui pendapat yang barusaja dikatakan Amia di kepalanya. " Jadi, bagaimana menurutmu? "


" Sepertinya akan sulit, tapi aku rasa itu bisa saja di lakukan "


Meski keadaan saat itu sangat genting, Tarim Saka dan semua sepuh Awan Senja melongo saat melihat Arya membuka lingkaran dan mengambil buku di dalamnya.


Sekarang mereka menyaksikan Arya berjalan bolak balik berbicara sendiri. Tidak ada yang bisa di lakukan mereka selain menunggu Arya selesai dengan apapun yang sedang dilakukannya itu.


" Kakek, sepertinya dugaanku memang benar! "


Tarim Saka mengerjap untuk mendapatkan konsentrasinya segera setelah Arya mengajaknya bicara. " Maksudmu? "


" Darya memiliki Tubuh Spasial. Pendekar wanita itu telah menipu kalian. Dia bukan ingin menyembuhkan Darya, melainkan ingin mengambil alih tubuh Darya. "


Menurut catatan Obskura, wanita itu pasti sangat sakti karena sudah berhasil memasuki tubuh tersebut dan bertahan sampai sekarang.


Jantung Tarim Saka berdebar mendengar penjelasan Arya. Walaupun tidak begitu mengerti, satu hal yang dia ingin pastikan saat ini " Apakah itu sangat berbahaya? "


Arya menghela nafas dan melepaskannya. " Sayang sekali, itu memang sangat berbahaya. Jika roh pendekar tersebut berhasil mengambil alih tubuh Darya. Maka berakhir sudah. Darya yang sebenarnya akan benar-benar menghilang dari tubuhnya.


Tarim Saka memucat. Dia sama sekali tidak mengetahui informasi apapun tentang  hal ini sebelumnya. Tarim Saka hanya berusaha mencari cara untuk menyembuhkannya. Kini dia terduduk ditanah, lemah.


Tanpa dia sadari bahwa. Sejak beberapa tahun yang lalu. Mungkin hanya separuh jiwa Darya yang masih tersisa di dalam tubuh cucunya itu.


" Rewanda! ikuti aliran sungai di bawah ini. Aku akan mengikuti jejak Krama. "


" Baik! " Rewanda segera berlari dan mulai naik ke pepohonan dan menghilang di antara dedaunan yang memadati hutan di sana.


" Tunggu! ...  Bagaimana dengan Kami!


Tarim Saka segera berdiri. Sesepuh Awan Senja juga mendekat seperti menunggu Arya memerintahkan sesuatu pada mereka.


" Jika kalian ingin menyusul, ikutilah Rewanda. Aku akan memilih jalan lain "


Setelah mengatakan itu, Arya langsung melompat ke dalam jurang yang sangat tinggi tersebut.