
"Luna. Sebenarnya, apa yang membuat kalian berdua memutuskan untuk ikut berpetualang dengan Arya?"
Setelah memastikan Arya hanya memasuki sebuah toko, Luna dan Bai Fan memutuskan untuk kembali ke vila. Sementara itu, Ciel dan Bai Hua mengatakan akan menghabiskan waktu untuk melihat-lihat hal menarik di kota itu.
Mereka tidak mengikuti Arya. Karena keduanya berfikir mungkin saja Arya sedang tidak ingin diganggu, mengingat buruknya perlakuan pendekar-pendekar yang ada di serikat petualang tadi padanya.
Arya dengan kekuatannya, mungkin saja bisa membuat keributan yang sangat besar di kota itu. Namun, saat keempatnya bisa berfikir dengan lebih tenang, keributan bukanlah hal yang bagus saat ini. Para pendekar di kota ini sepertinya juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Aku dan Ciel sudah hidup dalam pelarian sejak kami berdua masih kecil. Pertemuam kami dengan Arya, mungkin sedikit aneh. Tapi, aku dan adikku merasa, jika kami mengikuti pemuda itu, maka kami mungkin bisa menemukan apa yang kami cari"
Kedua kakak beradik itu, sejak awal memang sudah menarik perhatian Bai Fan. Bagaimanapun keduanya memiliki kekuatan yang unik juga. Namun, Bai Fan hanya memiliki sedikit informasi tentang kekuatan Luna dan Ciel. Karena cepatnya perkembangan teknologi di Benua Barat, membuat jenis kekuatan dan ilmu beladiri para ksatria di sana seolah sudah memudar.
"Hmm... Jadi, apa yang kalian cari?" Tanya Bai Fan sedikit menyelidik.
Luna tersenyum memaklumi. "Ketua Bai, kau adalah ahli sejarah dan memegang banyak rahasia kerajaan besar." Luna yang sejak tadi membaca catatannya, kini menutup buku itu dan menoleh pada Bai Fan.
"Aku dan Ciel, akhirnya mengetahui bahwa keluarga kami adalah keluarga bangsawan tingkat tinggi di negara kami. Namun, sejarah tentang itu telah terhapus. Sekarang, ada seorang pemuda yang sangat misterius yang entah darimana dan bisa membaca kitab peninggalan keluarga kami. Jika kau menjadi kami berdua, apa yang akan kau lakukan?"
Bai Fan mengangguk "Aku akan mengikutinya ke manapun! Setidaknya, sampai aku tau apa yang membuat sejarah tentang keluargaku terhapus dari dunia"
"Ya! Kemunculan Arya, membawa tujuan baru pada kami berdua. Apalagi, Arya mengatakan bahwa dia juga mencari hal yang sama!"
Jika saja umurnya masih muda dan belum memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga Bai di kekaisaran Yang, Bai Fan juga akan mengikuti Arya. Saat ini dia merasa suatu saat Arya akan melakukan hal besar di masa mendatang.
Di saat mereka berdua masih berbincang-bincang, Ciel dan Bai Hua pulang. Dari raut wajah keduanya, terlihat ada sesuatu yang membuat mereka pulang lebih cepat.
"Apakah kalian menemukan sesuatu yang menarik?" Sambut Luna pada keduanya.
Mereka mengangguk, Bai Hua langsung memilih duduk sementara Ciel mengedarkan pandangannya di sekitar.
Melihat gelagat keduanya, Bai Fan dan Luna langsung mengerti bahwa mereka memang menemukan sesuatu di pusat Kota.
"Dengar!" Bai Hua memulai pembicaraan dengan setengah berbisik, lalu menatap Ciel untuk memastikan.
"Aku rasa di sini aman. Jadi, katakan saja!" ucap Ciel.
Bai Hua mengangguk dan melanjutkan. "Saat aku dan Ciel berjalan di tengah kota, beberapa pendekar menawarkan kami untuk ikut bergabung dengan kelompok mereka. Awalnya, kami mengira bahwa pendekar-pendekar tersebut hanya berniat untuk menggoda, tapi... "
Mulai lah Bai Hua menjelaskan bahwa, di antara semua peserta yang telah terdaftar untuk memasuki reruntuhan, ada beberapa kelompok yang mengajak para petualang dan pendekar untuk bergabung dengan mereka.
Kelompok-kelompok tersebut berniat mendominasi reruntuhan dengan cara menyingkirkan kelompok lainnya. Dugaan banyaknya harta yang akan ditemukan dikuatkan oleh isu bahwa, reruntuhan tersebut berkemungkinan adalah peninggalan kerajaan SwarnaDwipa.
Sebuah Kerajaan yang sangat besar sebelum sebuah ledakan yangbmaha besar yang membuat kerajaan satu benua itu hancur dan menyisakan tiga daratan kecil dan belasan ribu pulau, saat perang Dua Dunia berakhir, lebih dari tiga ribu tahun yang lalu.
Sebuah ledakan terbesar sepanjang sejarah umat manusia, yang hampir semua manusia dewasa yang kini hidup, mengetahuinya.
Tidak itu saja, mereka sudah mulai saling bersaing bahkan sebelum semua ini dimulai. Ada banyak pertarungan-pertarungan kecil setiap harinya di luar gerbang kota sisi lainnya, diantara kelompok satu dan yang lainnya.
Sudah bisa dipastikan kelompok yang jauh lebih kecil tidak memiliki kesempatan untuk masuk jauh lebih dalam. Karena, besok saat reruntuhan dibuka, mulai dari lantai pertama, besar kemungkinan akan terjadi pertumpahan darah.
Kelompok pertama yang memiliki anggota terbanyak adalah kelompok yang dibentuk oleh serikat petualang. Ini memang sedikit melanggar peraturan Serikat petualang, Namun sepertinya pihak kerajaan tidak mempermasalahkannya.
Apalagi, di sana ada beberapa Prajurit-prajurit kuat dengan level kependekaran dari Ahli hingga pendekar level Raja. Dan ada dua orang pendekar level Suci tingkat pertama, dari kerjaan dan Serikat petualang yang memimpin mereka.
Kelompok kedua, terdiri dari perwakilan sekte-sekte besar Daratan Timur. Jumlah mereka lebih sedikit tapi soal kekuatan tidak jauh berbeda. Kelompok ini dipimpin oleh tiga pendekar Suci tingkat pertama.
Dan kelompok ketiga, merupakan kelompok besar terakhir. Meski Tidak memiliki pendekar suci di dalamnya. Tapi, ada sekitar lima puluh pendekar dengan level Raja yang tergabung di sana.
Saat Bai Hua menyelesaikan penjelasannya, mereka semua terdiam. Niat awal hanya ingin melihat sesuatu yang menarik, ternyata tidak sesederhana itu.
Tentu saja semuanya sudah memikirkan berbagai macam bahaya yang akan mereka hadapi di dalam reruntuhan kuno itu. Tapi, tidak terfikir jika bahaya juga bisa datang dari para petualang lainnya.
Mereka datang tepat dua hari sebelum reruntuhan dibuka dan mendaftar sehari sebelumnya. Kurangnya informasi tentang banyak hal, membuat semuanya terasa semakin berbahaya.
Saat Arya kembali, mereka mencoba menjelaskan semuanya. Meski ada kemungkinan menemukan harta yang sangat banyak di dalam sana, tapi resiko yang akan mereka terima terasa tidak sepadan.
Akan tetapi, jawaban Arya membuat semua orang tercengang.
"Aku sudah mengetahuinya. Jadi, aku rasa sebaiknya biar aku saja yang masuk kesana!"
Jawaban yang tidak diduga itu terlontar dari mulut Arya seolah, dia sama sekali tidak peduli akan bahaya yang akan dihadapinya.
"Meski kau ingin masuk, kau tidak bisa. Karena kau tidak terdaftar sebagai petualang!" ucap Ciel mengingatkan.
Luna yang sejak tadi tampak mencerna situasinya, kini angkat bicara. "Arya, kami tidak meragukan kekuatanmu sama sekali. Tapi, jumlah mereka sangat banyak. Di lantai pertama saja sudah dipastikan akan terjadi pertarungan antara tiga kubu besar."
Mereka semua mengangguk setuju dengan kata-kata Luna. Namun, sepertinya Arya masih tetap dengan keputusannya.
"Tidakkah kalian berfikir, jika pihak kerajaan dan serikat petualang mau, mereka hanya perlu merekrut pendekar-pendekar kuat tanpa harus membuat acara ini dibuka untuk semua orang?"
Mereka semua kembali di kejutkan dengan cara Arya berfikir. Kadang, mereka merasa Arya jauh tertinggal dalam dalam beberapa hal. Namun, ada kala di mana pemuda itu berfikir lebih jauh di depan yang lainnya.
"Jadi, maksudmu—"
"Ya! Pertempuran, baru akan terjadi setelah sesuatu yang besar ditemukan!"
Kata-kata Arya tersebut, membuat mereka semua berfikir ulang. Mungkin tidak akan terjadi sesuatu jika memang tidak ada yang perlu diperebutkan.