
Kelabang Hitam adalah organisasi yang meresahkan puluhan desa yang berada di bawah perlindungan sekte Awan Senja.
Sudah banyak berita tentang sepak terjang mereka. Sebuah organisasi kejahatan yang teroganisir yang di ketuai oleh pendekar ahli tingkat tiga.
Kegiatan organisasi tersebut selain merampok juga menjarah desa-desa kecil. Kelabang Hitam akan meramoaa apa saja, dari harta sampai hewan ternak sekalipun. Mereka juga akan menculik wanita dan gadis yang berada di desa yang mereka jarah.
Sebuah organisasi yang tidak segan-segan untuk membantai siapapun yang mencoba melawan mereka. Pembunuhan masal sudah hal wajar bagi mereka. Sebuah Organisasi yang menjadi mimpi buruk bagi siapa saja.
Sugal sendiri mendapat misi untuk mencari keberadaan markas persembunyian dan mengintai kegiatan kelompok tersebut.
Dari penyelidikan Sugal beberapa waktu dari keterangan korban selamat organisasi itu, dia bisa memperkirakan anggota organisasi ini cukup banyak. Namun jumlah pastinya tidak diketahuinya.
" Tuan Barda, menyingkirlah dari sana sebelum kami terpaksa berbuat kasar dan melukaimu dengan tidak sengaja. " Ancam Sugal.
" Maaf tuan Sugal, Aku yakin kau tidak mengada-ada tentang organisasi itu. Tapi, aku yakin tuan Arya bukan salah satu dari mereka! "
Arya tidak bisa membiarkan Barda terluka karena salah faham ini. " Sudahlah paman, biarkan mereka membawaku. Aku nanti akan menjelaskan pada mereka "
" Tapi— "
" Sudah, tidak apa-apa " kata Arya sekali lagi dan berjalan melewati Barda. " kemana aku harus mengikuti kalian? " tanya Arya pada mereka.
" Huh! Percaya diri sekali kau anak muda " Sugal meremehkan. " Kalian! Pegang dia, aku yakin penipu inu akan melarikan diri saat punya kesempatan! " perintah Sugal pada anggotanya itu.
Arya hanya membiarkan keduanya memegang kedua tangan dan bahunya saat berjalan mengikuti Sugal keluar dari rumah Barda.
" Benar-benar sekte yang dipenuhi oleh orang-orang bodoh! " Barda menggeram pelan, lalu ikut melangkahkan kaki keluar ingin melihat apa yang akan di lakukan Sugal pada Arya.
Di luar, Sugal menyuruh Arya berdiri di depan halaman Rumah Barda. Sekarang dirinya di kelilingi oleh seluruh anggota Sugal.
" Sekarang katakan, di mana markas kalian?! "
Meski banyak buku yang sudah Arya baca dari pemberian Obskura, namun ilmu untuk menghadapi situasi seperti ini sama sekali tidak pernah ia temukan.
" Aku benar-benar tidak tau apapun tentang organisasi yang Aki maksud " kata Arya coba bersikap tenang.
" Jangan berbohong lagi! Aku bisa lihat kau sama sekali tidak memiliki tenaga dalam. Jadi, bagaimana mungkin kau bisa menghajar kawanan perampok seorang diri. Itu pasti salah satu tipuan kalian bukan? "
Arya juga menyadari, apa yang membuat Sugal tidak bisa mempercayainya itu. Tentu saja Sugal tidak bisa percaya begitu saja bahwa pemuda tanpa tenaga dalam mampu melakukan itu. Terlalu mustahil.
" Aku tidak tau ada manusia yang lebih bodoh daripada dirimu, benar-benar memuakkan! "
" Jika kau begitu pintar, beri aku saran. Bagaimana cara menghadapi orang seperti ini? " Arya berbicara pada Amia yang tiba-tiba bersuara di kepalanya.
" Biarkan kera ini meremukkan tulang-tulang mereka " Saran Amia, saat itu Arya melihat Rewanda mendekatinya.
" Ck! Ternyata kau jauh lebih bodoh! "
" Apa maksudmu? Hal itu akan langsung membuat mereka mengerti " Protes Amia.
" Ki Sugal, sekali lagi aku katakan, aku benar-benar tidak tau tentang organisasi itu. Apa yang bisa aku lakukan untuk membuat Aki percaya? "
" Hahahaha! Percuma kau memelas padaku! Aku sangat membenci penipu seperti dirimu, jika kau tak mengatakan apa yang kau tau tentang Kelabang Hitam, kau akan segera menyesalinya "
" GUK! "
Krama menggonggong pada Sugal. Sementara Rewanda sudah berjalan mondar mandir di depannya.
" Huh! " Sugal menatap Krama yang baru saja menggonggong padanya " Jika anjing itu yang mengalahkan perampok yang kalian katakan, mungkin saja aku sedikit percaya. Setidaknya dia lebih terlihat kuat dari dirimu "
Rewanda melompat ke muka Sugal hendak mencakarnya. Namun Sugal dengan cepat mengelak.
" Sial! Ada apa dengan kera jelek ini? " kata Sugal ketus pada Rewanda yang tiba-tiba ingin menyerangnya. Karena sedikit kesal, Sugal hendak memberikan Rewanda tendangan ringan untuk membuat kera itu menjauh darinya.
" Guru! Hentikan! "
Tiba-tiba seseorang berteriak pada kerumunan di depan rumah Barda itu. Orang itu adalah pendekar yang tak sadarkan diri tadi.
Setelah sadar dan yakin bahwa dia belum mati, pendekar itu mendapati ruangan itu sepi. Namun dia mendengar suara Sugal dan beberapa suara lainnya di luar. Segera dia bangun dan menuju pintu rumah Barda.
Hal yang pertama kali dia saksikan disana hampir saja membuat jantungnya meledak. Dia langsung berteriak histeris melihat Sugal, gurunya hendak menendang Rewanda. Kesalahan yang jauh lebih buruk daripada apa yang telah dia lakukan sebelumnya.
Semua mata di sana kini tertuju padanya. Dia tidak memperdulikan semua itu, sekali lagi dia berteriak dan kali ini tidak kurang kerasnya dari yang pertama tadi.
" GUK! "
Pendekar yang baru saja meneriaki Sugal itu terjerembab karna terkejut mendengar gonggongan Krama yang ternyata berada tidak jauh dari dirinya berada.
Dia langsung menendang-nendang tanah berusaha secepatnya menjauh dari Anjing itu. Saat sudah mampu berdiri lebih jauh, dia kembali berteriak seperti orang gila.
" Kalian semua! Menjauhlah dari pemuda dan peliharaannya itu! " mencoba memperingatkan Sugal dan teman-temannya.
Selain Arya, Hanya Barda dan keluarganya yang mengerti kenapa orang itu bisa menjadi seperti ini. Sementara Sugal dan yang lainnya keheranan melihat tingkahnya yang seperti orang kesurupan itu.
Bagaimana tidak, sekarang dia berada tidak kurang dari seratus meter jauhnya dari keberadaan mereka semua dan terus berjalan mundur hingga sekarang berada di pintu gerbang desa. Kemudian bersembunyi di belakang tiang gapura desa itu.
Sugal menoleh pada Arya dengan mata memerah. Giginya kini merapat geram " Kau? Apa yang telah kau lakukan muridku? "
" Maaf Ki, aku bisa jelaskan itu. Tapi ... "
Arya tentu saja bisa menjelaskannya. Tapi, tentu saja dengan menyuruh salah satu dari Krama dan Rewanda atau keduanya menunjukkan wujud aslinya. Arya merasa itu bukan solusi makanya dia menggantung kata-katanya sambil berfikir.
" Tapi apa? Kau berfikir terlalu lama. Ternyata kau penipu yang sangat buruk! "
Sugal sudah kehabisan kesabarannya. Dia langsung mendekati Arya sambil mengepalkan tinjunya.
Dengan kemarahan yang memuncak di kepalanya, Sugal langsung menghantamkan kepalan tinjunya itu pada wajah Arya.
Krak!
Kening Sugal mengernyit. Tinju yang biasanya bisa membuat pecah kepala seekor kerbau tersebut, berhenti di pipi Arya dan menimbukan suara retakan tulang yang sedikit nyaring.
Akan tetapi, suara tulang itu bukan dari rahang Arya. Melainkan dari ruas-ruas jati tangan Sugal itu sendiri.
Sebuah hawa panas menjalar dari kepalan tangannya itu mengirim sinyal rasa sakit ke otaknya dengan cepat.
" Arrgh " Sugal berteriak menahan rasa sakit yang tidak diduganya itu. Tangan kirinya langsung menggenggam tapak tangan kanannya yang kesakitan tersebut.
" Errgghh " Sugal mencoba mengibas-ngibaskan tangannya di udara berharap itu bisa mengurangi rasa sakit nya. Namun itu tidak berhasil.
Kejadian itu dilihat oleh semua orang yang ada di sana dengan mata melebar. Beberapa waktu sebelumnya, mereka membayangkan bahwa tubuh Arya akan terpental beberapa meter akibat hantaman pukulan Sugal itu.
Namun sekarang mereka malah melihat Sugal sampai bersujud dan berguling-guling di tanah meringis menahan rasa sakit.
" Kau? Trik apa yang kau gunakan? " tanya Sugal masih sambil berguling di tanah.
Arya tidak menjawabnya langsung mendekati Sugal hendak membantunya. Ternyata hal itu di anggap berbeda oleh Sugal.
Dia melupakan rasa sakit itu dan langsung berdiri mamasang kuda-kuda berjaga-jaga untuk menerima atau mengelak serangan dari Arya.
" Ki, biarkan aku melihat tanganmu dan mengobatinya " kata Arya.
" Huh, luka seperti ini tidak ada apa-apa nya bagiku! " kata Sugal tapi dengan raut wajah yang bertolak belakang dengan apa yang dikatakannya.
" Apa yang kalian tunggu? Cepat serang dia! " perinta Sugal pada yang lainnya.
Saat Semua orang yang mengelilingi Arya berniat menyerangnya secara bersamaan, Sebuah suara menghentikan mereka langkah mereka.
" Arrrrrrrgggggghhhhhh! "
Suara teriakan yang sangat keras dari gerbang desa mengejutkan semua orang. Sontak mereka semua menoleh pada asal suara itu.
Suara itu berasal dari teman mereka yang tadi bertingkah layaknya orang gila. Namun, kali ini teriakannya adalah karna seseorang di sana telah menusuk perutnya dari belakang lalu merobek perutnya hingga isi perutnya menjuntai keluar.
Ratusan orang berpakaian serba hitam baru saja tiba dan kini berjalan memasuki desa itu setelah salah satu dari mereka membunuh pendekar Awan Senja yang berada disana dengan kejam.
" Huh! Akhirnya mereka menunjukkan diri juga " Kata Sugal.
Arya menatap pada Sugal penasaran " Siapa mereka Ki? "
Sugal menatap Arya dengan senyum tersungging meremehkan " Bukankah, ini memang rencana kalian? " tuduhnya.
Tanpa perlu bertanya lagi Arya langsung mengerti. Orang-orang ini pasti yang di maksud oleh Sugal sejak tadi.
Orang-orang dari Organisasi Kejahatan, Kelabang Hitam.