
Mulut Luna memang tidak setajam adiknya. Tapi, Luna langsung bisa berbicara pada intinya. Seperti saat ini, pertanyaan Luna sudah bisa mewakili yang lainnya.
Bai Hua mengangguk mengerti " Baiklah, aku akan mengatakan pada kalian apa yang sebenarnya terjadi di sini. Ini pasti akan mengejutkan kalian. Aku rasa sekarang tidak ada alasan lagi bagiku untuk menutupinya "
" Kami akan memutuskan hal itu mampu mengejutkan kami atau tidak, setelah kau menceritakan semuanya dengan jujur. Sekarang mulailah bicara dan jangan bertele-tele lagi! " Ucap Ciel dingin.
Bai Hua tidak bjsa menyalahkan Ciel, diansadar bahwa sikapnya lah yang membuat gadis itu menjadi kasar padanya
" Aku datang kesini dengan kakekku yang bernama Bai Fan. Kami diutus langsung oleh Kaisar untuk menyelidiki sebuah ledakan energi di kota ini. Setidaknya itulah awal yang kami tau, sampai... "
Mulailah Bai Hua menceritakan semuanya pada mereka. Awalnya Bai Hua dan Kakeknya Bai Fan, mendapat misi yang besar dari kaisar di negerinya.
Sebagai salah satu keluarga tertua di Negara itu, Keluarga Bai memiliki sebuah kelebihan yang hanya keluarga kekaisaran yang tau. Kelebihan itu adalah, Keluarga Bai memegang rahasia catatan sejarah tentang Senjata-senjata Pusaka Dunia.
Awalnya, di Dunia hanya ketahui ada sembilan senjata pusaka. Dan memang, seperti itulah faktanya.
Namun, setelah dipelajari lebih dalam oleh keluarga Bai, dalam beberapa ratus tahun yang lalu, mereka mengetahui bahwa ada satu senjata yang pernah mengalahkan semua sembilan senjata itu sebelumnya.
Keluarga Bai mencurigai bahwa senjata itu disembunyikan oleh pemiliknya di suatu tempat yang ada di Dunia. Selama ratusan tahun itu pula keluarga Bai mencarinya.
Singkat cerita, terjadi ledakan energi besar di Daratan ini. Berita itu sampai ke Kekaisaran Yang. Meski jauh lebih kecil, Ledakan ini di curigai memiliki kemiripan dengan sebuah ledakan yang terjadi lebih dari tiga ribu tahun yang lalu.
Sebuah Energi yang tidak diketahui menyelimuti Bumi selama beberapa waktu setelah ledakan itu terjadi.
Tidak ada catatan sejarah yang jelas mengatakan apa penyebab ledakan itu, Namun, Keluarga Bai menyimpulkan, ledakan itu terjadi bersamaan dengan menghilangnya pemilik dan senjata yang kini dianggap sebagai senjata terkuat itu.
Akhirnya, Kaisar memberi misi khusus kepada kepala keluarga Bai, yaitu kakek Bai Hua sendiri untuk menyelidiki langsung sumber ledakan itu.
Dengan mengirim Bai Fan dan sepucuk Surat pada Maharaja Kerajaan Swarna, Akhirnya Bai Fan dan Bai Hua berakhir di Daratan ini.
Awalnya, mereka disambut baik oleh Nurmageda dan orang-orangnya. Bahkan sebelum sampai disini, mereka sempat singgah di Kota Basaka.
Putra Mahkota Kerajaan Swarna, Aditya yang kini merajai Daratan Timur ini juga menyambut mereka dengan sangat baik.
Bai Hua juga menambahkan, pemilik senjata terkuat tersebut juga berasal dari Daratan ini dan orang itu memiliki kondisi tubuh yang unik. Tubuh unik yang dikenal sebagai Tubuh Spasial.
Luna dan Ciel pernah mendengar tentang jenis tubuh itu. Tapi, Sekar dan Tabib Kenar benar-benar baru pertama kali mendengarnya. Bai Hua terpaksa menceritakan pada mereka tentang tubuh itu.
" Jadi, kalian mengira ledakan di sini terjadi karena tubuh Spasial dari orang yang sama? " Ciel memotong penjelasan Bai Hua.
Bai Hua kembali mengangguk " Ya setidaknya itulah awal kesimpulan kami. " Jawab Bai Hua.
Bai Hua menggelengkan kepalanya " Tidak! Tentu saja bukan. Karena saat aku dan kakekku sampai di sini, Kakekku yakin bahwa ledakan ini bukan berasal dari orang yang sama... "
Bai Hua kembali menjelsakan pada mereka. Bai Hua mengatakan saat sampai di sini, ternyata, tubuh yang meledak tidak pernah ditemukan.
Bai Fan kakeknya, sudah pernah menyelidiki bekas ledakan tubuh Spasial sebelumnya. Tidak ada tanda-tanda tubuh itu ada di sana. Kakeknya sempat mencurigai bahwa orang di kerajaan Swarna menyembunyikan sesuatu dari mereka atau dunia luar.
Saat Bai Fan memutuskan untuk menghentikan pencarian, Nurmageda memberikan sebuah catatan yang sangat menarik. Bukan, catatan itu sangat mengejutkan.
Itu adalah catatan lain dari catatan rahasia sejarah yang yang dimiliki keluarga Bai di kekaisaran Yang. Dan catatan yang ditunjukkan oleh Nurmageda itu, melengkapi yang mereka miliki.
Nurmageda mengatakan bahwa Maharaja Swarna memerintahkannya untuk menyerahkan itu pada Bai Fan untuk terus mencari keberadaan Senjata Pusaka itu. Dengan alasan yang sangat masuk akal, mereka mengatakan bahwa itu karena hanya keluarga Bai yang telah ratusan tahun memperlajari itu.
Akhirnya Bai Fan terus melakukan pencarian. Namun, Bai Fan mulai curiga. Bai Fan tidak bisa mempercayai bagaimana dengan mudahnya Maharaja Kerajaan Swarna memberikan catatan itu pada mereka, jika dia tau bahwa dengan memiliki senjata itu, baik dia ataupun Kaisar dari kekaisaran mereka, memiliki kesempatan untuk menjadi yang terkuat di Dunia.
Bai Fan memerintahkan Bai Hua untuk menyelidiki Nurmageda. Dan Akhirnya mereka mengetahui bahwa Maharaja Kerajaan Swarna, sama sekali tidak mengetahui apa yang saat ini mereka kerjakan.
Lokasi senjata itu sudah di ketahui Bai Fan secara akurat. Dan itu memang berada di dalam gunung yang ada di Desa yang bernama Paganti itu.
Saat Bai Fan mencoba untuk mengakhiri keikutsertaanya dalam pencarian itu, semua sudah terlambat. Sejak awal memang Nurmageda dan siapa saja orang di belakangnya berniat memanfaatkan Bai Fan.
Kakeknya dan Bai Hua, memutuskan untuk melarikan diri. Dalam beberapa waktu mereka berhasil menghindar. Sampai, Nurmageda membawa sebuah kelompok yang berasal dari Sekte Aliran Hitam dari kekaisaran Yang untuk menemukan mereka.
Demi menyelamatkan Kakeknya dan mencegah Nurmageda mendapatkan senjata itu, Bai Hua mengalihkan perhatian pendekar-pendekar yang dibawa Nurmageda itu.
Dalam sebuah pertarungan, Bai Hua kalah dan berakhir ditangkap hingga di bawa lalu ditahan di kota ini. Bai Hua sempat ingin menceritakan apa yang menimpanya saat dia ditahan, namun yang lain dengan mempertimbangkan perasaan gadis itu, memintanya untuk melewatkan saja bagian yang itu.
Penggalian itu sendiri sudah mencapai tahap Akhir. Goa tempat senjata itu telah ditemukan. Hanya menunggu waktu saja sampai senjata itu benar-benar ditemukan oleh Nurmageda.
Karena, beberapa waktu yang lalu, demi menyelamatkan Bai Hua, kakeknya menyerahkan diri dan kemungkinan besar sekarang sedang dipaksa membantu Nurmageda menemukan senjata itu.
Saat Bai Hua mengakhiri penjelasannya, semua orang di sana terdiam. Ternyata, pengaruh Nurmageda lebih besar dari apa yang mereka perkirakan sebelumnya.
Senjata yang di sebut-sebut oleh Bai Hua itu behkan lebih mengejutkan mereka lagi. Belum lagi ditambah dengan informasi bahwa pemiliki asli senjata itu sebenarnya berasal dari Daratan Ini.
Karena cerita yang dikatakan Bai Hua itu tidak tercatat di catatan sejarah manapun, jika mereka tidak mengetahui langsung bahwa Nurmageda sekarang benar-benar melakukan apa yang dikatakan oleh Bai Hua, sangat sulit bagi mereka untuk mempercayainya.
Saat semua orang terdiam dan tenggelam dalam fikiran mereka masing-masing. Tiba-tiba Arya yang sejak tadi hanya diam dan fokus mendengarkan Bai Hua, buka suara.
" Apakah orang yang kau maksud itu, bernama Arangga? "