
" Tentu saja! kita sekarang sudah menjadi keluarga, bukan?" Tarim Saka histeris, karena ini lebih menarik baginya daripada hal lainnya.
Arya lagi-lagi tersenyum " Aku berasal dari sebuah desa yang bernama teluk barula ... "
Mulailah Arya menceritakan asalnya, Keluarganya, hingga keadaannya saat sebelum ledakan besar terjadi.
Arya juga menceritakan bagaimana dia selamat dari itu semua dan berakhir di rumah seseorang yang sudah tua yang akan menjadi gurunya.
Bahkan Arya juga mengatakan kenyataan bahwa sebenarnya Rewanda dan Krama adalah Guru Arya. Yah, walaupun mereka tidak berniat mengajarkan Arya apapun. Mereka hanya ingin menunjukkan seberapa kuat mereka. Namun, dari merekalah Arya belajar bagaimana menjadi kuat dan bisa hidup sampai sekarang ini.
Mendengar cerita Arya, membuat Tarim Saka tercengang. Hal yang paling mengejutkannya adalah Arya adalah sumber ledakan Energi delapan tahun yang lalu itu. Saat itu terjadi Daratan Timur bergetar, bahkan Tarim Saka dan beberapa sepuh Sekte Awan Senja, sempat melihat cahaya yang menembus langit siang itu. Ledakan yang di sebut-sebut sebagai pemicu perubahan besar-besaran di Daratan Timur.
Dia menyaksikan sendiri bagaimana tubuh Darya saat meledakkan Energi. Jika tidak disegel oleh Arya, sudah pasti mereka yang ada di sana mati karena dampak ledakan itu.
Dan pemuda ini memiliki ledakan Energi yang jauh lebih Dahsyat. Tarim saka benar-benar kehabisan kata-kata.
Lama Tarim Saka termenung memikirkan cerita Arya. Mencoba merangkai satu-satu peristiwa yang diceritakan pemuda itu.
" Itulah kenapa aku tidak bisa masuk ke Sekte Awan Senja apalagi menjadi ketua menggantikan Kakek " kata Arya tiba-tiba.
Kening Tarim Saka mengerut, dan langsung menoleh pada Arya. " Apa maksudmu? "
" Ya mendengar cerita kakek, jika aku tidak ingin melakukan perjalanan ini, tentu saja aku tetap harus menolaknya meskipun aku mau "
Tarim Saka merasa sangat heran, " Lantas hal apa yang membuatmu menolak Sekte ini? Dengan kekuatanmu, aku yakin Sekte ini akan menjadi besar? " Tanya Tarim Saka dengan mata berapi-api.
" Ya, seperti yang kakek katakan. Tingkat kekuatan pendekarlah yang akan mempengaruhi perkembangan sebuah sekte. Sedangkan aku, ... Aku bahkan bukan seorang pendekar! "
" Hah? "Tarim Saka membatu. Di kepala Tarim Saka berpikir, Jika pemuda itu merasa dirinya bukanlah seorang pendekar, lantas dirinya dan sesepuh Sekte Awan Senja ini disebut apa.
" Ya! Sebenarnya aku sama sekali tidak pernah mempelajari ilmu beladiri. Aku hanya belajar menjadi kuat dan berusaha hidup selama mungkin, itu saja! "
Tarim Saka benar-benar kehabisan kata-kata. Besar harapannya untuk bisa membuat Arya menjadi anggota Sektenya ternyata terhalangi hanya karena pemuda itu tidak merasa menjadi seorang pendekar.
Melihat Tarim Saka yang terdiam, Arya coba menghiburnya " Tapi, aku pikir kedepan sekte ini akan menjadi sekte besar "
" Hahahaha! Tentu saja " Tarim Saka seolah mengerti yang di maksud oleh Arya " dengan harta yang kita temukan ini, Aku akan membangun Sekte ini kembali, dan membantu penduduk sekte Awan Senja juga desa-desa yang ada di sekitarnya " ucap Tarim Saka.
Arya mengangguk, Arya tidak tau harta yang di maksud. Karena Arya sama sekali tidak mengerti seberapa banyak emas yang di temukan itu dan seberapa berharga nya itu semua. " Ya! Setelah ini, Kakek bisa mengajarkan ilmu-ilmu beladiri tingkat tinggi pada pendekar di Sekte Awan Senja "
Ketua Sekte itu ikut mengangguk " Ya, dengan kekayaan kita sekarang, aku akan mengundang beberapa pendekar hebat untuk bergabung dan mengangkat mereka menjadi sesepuh disekte ini kemudian meminta mereka mengajarkan ilmu beladiri pada anak-anak di sini "
Arya mengernyit keheranan dengan apa yang di katakan Tarim Saka " Kenapa Kakek ingin mengundang pendekar luar? "
Dengan banyaknya Hartabyangbdi temukan itu, Tarim Saka berniat membayar pendekar-pendekar kuat yang tidak memiliki Sekte Agar mau bergabung dengan Sekte Awan Senja.
Arya menggelengkan kepalanya " Kakek tidak perlu melakukan itu, leluhur kakek sebenarnya adalah orang yang sangat hebat! "
" Ya, aku juga terkejut mengetahui jika kami sebenarnya adalah keturunan raja dari sebuah kerajaan yang jauh di sana. Tentu saja itu hal yang hebat. Tapi, kami sudah terpisah selama ribuan tahun. Aku yakin tidak ada yang akan mengingat kami sebagai pewaris kerajaan itu lagi "
Kini Arya yang menarik nafas dalam dan melepaskannya, Arya menggelengkan kepalanya lalu berdiri " Maksudku bukan itu, Kek! "
" Lalu, Apa maksudmu? "
Arya menunjukkan sebuah kitab yang ada di tangannya. " Dengan ini, Kalian akan menjadi Sekte terbesar di Daratan Timur! "
Tarim Saka melihat kitab yang ditunjukkan Arya padanya. Ia melupakan kitab tersebut setelah menemukan harta yang sangat banyak " Maksudmu? Apa yang bisa kita lakukan dengan isi kitab itu? "
" Ini adalah peninggalan terbesar leluhur kakek. Aku rasa kenapa Darya bisa menguasai elemen angin ada kaitannya dengan isi kitab ini, " tunjuk Arya pada sampul kitab tersebut.
" Jelaskan padaku! Kitab apa itu dan apa isinya? " Tarim Saka histeris, dia melupakan kemungkinan seberapa berharganya kitab tersebut sebelumnya.
Arya menepuk-nepuk Sampul kitab tersebut sehingga terlihat gambar samar yang mirip dengan simbol yang ada di dinding yang di runtuhkan Arya " Raja Arbaran sebenarnya adalah seorang wanita. Dan kitab ini bernama Tarian Dewi Angin. Ilmu yang hanya akan dikuasai oleh Raja Arbaran sesungguhnya! " Arya memberikan kitab itu pada Tarim Saka.
Pria tua itu mengelap Sampul Kitab itu dengan jubahnya hati-hati. Kini terlihat jelas simbol lingkaran dan delapan anak panah. " Ini, kitab ilmu beladiri? " gumam Tarim saka.
" Ya, ilmu yang hanya bisa di kuasai pewaris asli tahta kerajaan Arbaran. Yang menjadikannya orang terkuat di Arbaran itu sendiri, setidaknya itulah yang tertulis di sana "
Tarim Saka menatap lekat Kitab itu lalu menatap Arya lalu kembali pada kitab itu setidaknya itu berulang sebanyak lima kali sebelum dia memeluk erat kitab itu seolah bisa saja kitab itu tiba-tiba menghilang darinya.
Pria tua itu lalu memperhatikan keadaan di sekeliling memastikan tidak ada orang yang mendengar atau melihat mereka berdua.
" Arya! " Tarim Saka mengecilkan suaranya " benarkah kitab ini sehebat itu? " Tarim Saka ingin memastikan.
Arya tampak berfikir sejenak seperti menimbang sesuatu " Hmm ... Aku tidak tau sehebat apa kitab itu sebenarnya " kata Arya.
Tarim Saka melemah setelah mendengar perkataan Arya. Bagaimanapun pemuda ini belum melihat Dunia dan belum pernah bertemu dengan pendekar-pendejar hebat sebelumnya. Tentu saja dia tidak bisa mengukur kehebatan sebuah jurus.
" Menurutku ini mengerikan. Tapi, jika kakek menganggap bisa mengendalikan delapan badai dan menghancurkan sebuah negara dengan satu jurus adalah hal hebat, maka bisa dikatakan kitab Tarian Dewi Angin itu, adalah kitab yang hebat " lanjut Arya dengan nada datar.
" Uhuk! Uhuk! Uhuk! Uhuk! "
Tarim Saka terbatuk hebat setelah mendengar perkataan Arya itu. ' Anak ini bisa membunuhku hanya dengan kata-katanya ' umpat Tarim Saka dalam hatinya.