ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Penginapan Bulan Fajar


" Kakak ... Kakak ... "


Baju Arya ditarik-tarik oleh seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 9 sampai 10 tahun. Penampilan anak itu sangat kumuh. Tubuhnya di penuhi daki dan hanya menggunakan velana pendek yang sudah banyak terdapat robekan.


Arya melihat anak laki-laki itu sangat kurus dan terlihat pucat. " Adik, ada apa denganmu? Dimana orangtuamu? " tanya Arya sedikit heran. Belum oernahndia melihat anak yang terlihat sangat kurus seperti ini sebelumnya.


" Orangtuaku di bawa pergi. Aku dan adikku sudah tiga hari belum makan, maukah kakak memberiku uang? Kami sangat lapar "


Anak kecil itu hendak menjawab tapi teriakan seseorang orang langsung membuatnya terdiam.


" Hei bocah! Jauhkan tangan kotormu dari Tuan Muda itu! "


Prajurit penjaga yang tadi ada di pintu gerbang kota,  kini berlari menghampiri mereka.


Anak laki-laki itu langsung berlari menjauh dan menghilang masuk ke dalam gang di antara dua bangunan.


Arya tidak sempat bereaksi apapun. Keadaan di kota ini sangat asing baginya. Saat prajurit itu datang Arya langsung protes " Kenapa kau meneriakinya? "


" Oh maaf jika membuatmu terkejut, Tuan Muda " jawab prajurit itu " Anak-anak seperti itu ada banyak di kota ini. Mereka selalu meminta uang pada para pendatang " jelasnya.


Jawaban prajurit itu tidak memuaskan rasa penasaran Arya. Namun saat itu Arya mengabaikannya " kebetulan kau di sini, bisakah kau membantuku untuk bertemu dengan orang yang bernama Walikota? "


Tadi Arya sempat mengikuti para pendekar yang sedang menggiring seorang gadis. Di antara mereka Aryabyakin salah satunya adalah walikota. Arya mendengar itu saat salah satu pendekar menyapanya.


Akan tetapi, saat sampai di sebuah bangunan yang cukup besar. Mungkin adalah bangunan terbesar di kota itu, kembali Arya diusir oleh prajurit penjaga di sana dan disuruh menjauh.


Prajurit itu tampak terkejut dengan permintaan Arya. " Masalah itu, sedikit sulit sekarang " jawabnya.


" Kenapa? "


" Ya, aku hanya prajurit biasa. Aku tidak bisa membantu anda bertemu Walikota, dia adalah orang terpenting di kota ini. Ditambah lagi,  sekarang keadaan sedikit rumit. Aku rasa dalam waktu dekat, Tuan Muda belum bisa menemuinya " Terang penjaga itu.


Arya mencoba mencerna penjelasan penjaga itu. Karena belum banyak yang bisa dia pahami akhirnya dia memilih untuk menunda niatnya. " Baiklah, sepertinya aku memang harus menunggu! " putus Arya.


Mendengar keputusan Arya, prajurit itu merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan uang lebih jika membantunya " Ah, selama di sini, Tuan Muda bisa menginap di beberapa penginapan. Tapi aku sarankan Tuan Muda menginap di Penginapan Bulan Fajar " Tawar penjaga itu.


" Baiklah! Maukah kau menunjukkan jalan padaku? "


" Tentu saja! Mari ikut aku! " jawab penjaga itu semangat.


Mereka berjalan menelusuri kota. Di sepanjang jalan, penjaga itu menjawab pertanyaan yang dilontarkan Arya padanya. Namun, karna dia juga bukan penduduk asli di sana, tidak banyak informasi yang bisa dia berikan pada Arya.


Saat tiba di sebuah bangunan yang cukup megah keduanya berhenti.


" Tuan Muda, Mari masuk "


" Oh baiklah! " Arya mengikuti prajurit itu masuk.


Saat Arya hendak memasuki pintu, sebuahbtangan menghalanginya " Binatang peliharaan tidak diperbolehkan masuk! " kata seseorang yang berdiri di depan pintu.


Mendengar itu prajurit segera berbalik " Biarkan saja dia masuk, aku yakin pemilik tempat ini tidak akan mempermasalahkannya "


" Maaf tuan prajurit, tapi ini aturan yang sudah ditetapkan di sini oleh pemiliki itu sendiri, aku hanya menjalankan perintah "


Prajurit itu berbisik pada penjaga pintu. Saat itu matanya melebar dan mengangguk mengerti.


" Baiklah. Sepertinya aku harus membuat pengecualian untuk anda. Silahkan masuk " nada suara penjaga pintu itu segera berubah setelah mendengar bisikan dari prajurit itu.


" Terimakasih " jawab Arya dan segera masuk ke dalam.


Di dalam, Arya menemukan banyak meja.  Beberapa meja sudah di isi oleh beberapa irangbdan sebagiannya masih kosong.


" Prajurit! Apa yang kau lakukan?! "


Teriakan wanita itu mengundang perhatian seluruh irang yang ada di lantai bawah. Mereka langsung menatap Arya dan peliharaannya. Sebagian dari mereka langsung mengerti keadaanya.


Wanita itu berniat ingin memanggil penjaga pintu, Namun prajurit yang membawa Arya segera menghampirinya " Nona Sekar, kecilkan suaramu! " kata prajurit.


Wanita cantik yang memiliki tubuh indah itu langsung membesarkan matanya " Apa maksudmu? Kau hanya prajurit rendah. Berani-beraninya kau memerintahku! Kau tidak tau siapa aku?! "


Wanita ini jelas meremehkan sang prajurit itu. Arya menjadi sedikit tidak enak hati dan berniat pergi meninggalkan penginapan itu. " Maaf, aku tidak ingin membuat keributan. Sebaiknya aku pergi saja. "


" Sebentar Tuan Muda! " cegah prajurit itu. " Aku bisa menjelaskan ini pada Nina Sekar "


" Biarkan saja dia pergi. Peliharaannya itu bisa membuat orang-orang di sini tidak nyaman "


" Nona sekar. Pernahkah kau melihat siling seperti ini? " prajurit menunjukkan siling emas yang tadi dia dapat dari Arya.


Mata Sekar terbelalak mekihat benda yangbdintunjukkan prajurit itu " Itu ... Dari mana kau mendapatkan, itu? "


Prajurit itu berbalik melihat Arya. " Tuan Muda itu memberikannya padaku. Dia memiliki lebih banyak di dalam kantongnya "


Sekar melihat Arya dan kembali menatap prajurit di sampingnya " Benarkah? "


" Aku tidak berbohong. Sebaiknya kau memperlakukannya dengan sangat baik. Dia murah hati! " prajurit itu mengingatkan.


Mulut sekar membulat setelah itu ekspresi wajahnya berubah drastis " Oh maaf tuan prajurit, kenapa kau tidak langsung bilang saja Tuan Muda ini memerlukan bantuanku " Sekar memukul bahunorajurit itu lembut dan langsung berjalan pada Arya dengan gaya yang dibuat-buat.


Arya memperhatikan itu dengan keheranan. Wanita ini bisa berubah hanya karna melihat satu keping emas yang dia berikan pada penjaga itu.


" Tuan Muda. Apakah kau butuh kamar? Makan? Atau mau ... " mata Sekar mengedip-ngedipkan matanya mencoba menggoda Arya " seseorang menemanimu? " lanjutnya lebih seperti berbisik.


Arya sedikit terkejut dengan rentetan Pertanyaan wanita yang sekarang sudah menempel padanya itu " Aku hanya butuh tempat untuk beristirahat dan ya makanan, aku butuh makan " kata Arya datar.


" Baiklah! Mari ikut aku! " Sekar langsung menggandeng tangan Arya dan membawanya berjalan menuju meja tidak jauh dari mereka.


" Tuan Muda ini membutuhkan kamar " katanya pada seorang gadis yang berada di seberang meja itu. " Berikan kamar terbaik kita! " lanjutnya


" Baik Nona " jawab gadis itu dan mentap pada Arya " Tuan Muda, berapa harikah anda ingin menginap di sini? " tanya gadis itu sopan.


Arya mengeluarkan kantong dari bajunya. " Aku tidak tau berapa lama, mungkin beberapa hari " lalu meletakkan belasan siling emas di atas meja " apakah ini cukup "


Mata Sekar dan gadis itu terbelalak. Emas itu bahkan bisa membeli separuh penginapan ini. Dan pemuda ini bertanya apakah itu cukup. Tentu saja itu tidak hanya cukup. Itu jauh lebih dari cukup.


Sekar langsung berpikir dengan cepat. Melihat dari pakaian pemuda di sebelahnya ini, jelas pemuda ini tidak berasal dari daerah sekitar kota Arsa. Bagaimanapun dia sudah cukup lama disini dan hampir mengenal seluruh irang kaya yangbada di daerah itu.


Sekar curiga Arya bersal dari kota Basaka atau lebih jauh lagi, mungkin dari Daratan Barat. Dia tidak bisa membiarkan pelayan biasa menangani tamu misterius yang istimewa ini.


" Aku sendiri yang akan melayani Tuan Muda ini. Kalian! Tolong urus kera dan anjing itu sebaik mungkin. Beri mereka makan dan mandikan jika perlu. Perlakukan keduanya seperti tamu istimewa! " perintah Sekar pada semua pelayannya.


Arya benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti itu. Bagaimana emas bisa mengubah orang secepat ini. Arya hanya mengikuti kemana Sekar membawanya.


Sampailah mereka di kamar yang di sewa Arya. " Tuan Muda. Silahkan beristirahat. Kaminakan segera menyiapkan makanan untuk anda "


" Baiklah. Terimakasih "


Saat Sekar hendak berbalik, dia teringat sesuatu. Tidak mungkin orang seperti Arya ini datang tanpa memiliki tujuan apapun ke kota Arsa. Berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, Sekar menawarkan sesuatu.


" Tuan Muda. Anda bisa mengandalkanku jika memerlukan sesuatu. Apapun itu "


Arya tampak berpikir sejenak lalu mengangguk. " Sepertinya aku memang membutuhkan bantuanmu "


" Benarkah? Katakan saja jangan sungkan! " Sekar melihat kesempatan untuk mendapatkan emas lebih banyak lagi.


" Aku butuh informasi! "